CHURCH FOR SINNERS
Respon 1
“Saat kita membantu
meringankan beban orang lain, ajaibnya beban kita pun jadi terasa lebih
ringan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Kamis,
16 April 2015. Bijak Memilih Teman. Ketika Yosafat kaya dan sangat terhormat,
ia menjadi besan Ahab (2 Tawarikh 18:1). Heinrich Himmler lahir pada 1900 di
Munich. Awalnya ia bercita-cita menjadi petani dan sarjana bidang agronomi.
Namun, ia kemudian ikut bertempur dalam Perang Dunia I dan terlibat dalam
berbagai organisasi tentara. Di situ ia bertemu dengan Hitler dan mengambil
bagian dalam usaha Hitler menggulingkan pemerintah Jerman pada 1923. Mula-mula
Himmler mendapat kekuasaan penuh. Namun, setelah Jerman kalah dalam Perang
Dunia II, Himmler ditangkap, diadili, dan dijatuhi hukuman mati. Sebelum
dieksekusi, ia memilih menelan kapsul sianida—bunuh diri. Pribadi yang awalnya punya
cita-cita baik, namun—karena bertemu orang yang salah—hidupnya berakhir secara
sia-sia. Yosafat pun mengalami hal yang serupa. Mulanya ia raja Yehuda yang
takut akan Tuhan. Ia menjauhkan bukit pengurbanan dan tiang berhala. Ia juga
memerintahkan beberapa pegawai untuk mengajarkan Taurat di semua kota di
Yehuda. Karena sikapnya itu, Allah pun membuat ia disegani oleh negeri-negeri
di sekelilingnya. Sayang, ketika makin kaya dan terhormat, Yosafat memilih
besan yang salah, yaitu Ahab yang fasik. Bahkan, ia bergabung dengan sekutu
yang salah pula—Ahazia, raja Israel yang fasik perbuatannya. Ada orang yang
menyatakan, “Tunjukkan temanmu, maka aku bisa menunjukkan masa depanmu.”
Ingatlah, orang-orang di sekitar kita dapat mendukung kita naik atau, sebaliknya,
menyeret kita turun. Jadi, pastikan kita berteman dengan pribadi yang bijak,
bukan orang yang bebal, agar kehidupan kita tidak menjadi malang —ISP. JIKA
ANDA TIDAK INGIN KEHIDUPAN ANDA KACAU, JANGAN BERGAUL DENGAN MEREKA YANG TELAH
MENGACAUKAN KEHIDUPAN MEREKA SENDIRI —Napoleon Hill. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Doa adalah dasar
dari segala sesuatu yang kita lakukan, tetapi jangan hanya berhenti disitu. Doa
adalah titik lompat, di mana kita mendengar dari Tuhan sehingga kita dapat
berjalan berdasarkan iman. (GNCC)
Respon 4
Yer 32:27 –
Sesungguhnya AKUlah TUHAN, ALLAH segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang
mustahil untuk-KU? YESUS bisa lakukan apa saja untuk kita. PASTI BISA! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Yakobus 3:17,
“Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai,
peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak
dan tidak munafik.” Renungan pagi ini: “Jangan Munafik!!!!!” Sekali lagi kita
diingatkan waspada terhadap kesombongan rohani yaitu merasa diri kita lebih
rohani, lebih sempurna, lebih suci, lebih baik, lebih.. lebih. Sering kita
tidak merasa bahwa sebenarnya kita memiliki kesombongan rohani, munafik dan
menempatkan diri sebagai orang-orang benar, suka menghakimi orang lain.
Bagaimana kita bisa memenangkan orang-orang yang diluar sana, jika kita bermain
drama dihadapan mereka, kita menempatkan diri kita sebagai juru selamat, kita
memuliakan diri sendiri, padahal seharusnya YESUSlah Juru Selamat untuk semua
orang berdosa dan YESUSlah yang patut di-muliakan. Bersaksilah akan
penyelamatan YESUS terhadap diri kita dan bagaimana YESUS telah mengampuni,
memulihkan kehidupan kita. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 6
Hari-hari ini
banyak orang di sekitar kita yang menghadapi pergumulan, kekuatiran di area
industri, dagang, bisnis, karena sepinya market dan lesunya market. Ulangan
32:9-10, “tetapi bagian Tuhan ialah umatNya, Yakub (kita keturunan Abraham,
Ishak, Yakub) ialah milik yang ditetapkanNya bagiNya... Di kelilingiNya dia dan
diawasinya, dijagaNya sebagai biji mataNya.” Bilangan 6:24-26, “Tuhan
memberkati engkau & melindungi engkau. Tuhan menyinari engkau dengan
wajahNya & memberi engkau kasih karunia...” Hidup kita ditentukan oleh kata
firman Tuhan dan kuasa Tuhan! Tetap percaya, tetap semangat! (Ps Elisa Soetopo)
Respon 7
Karena berasal dari
kemurahan Tuhan, maka keselamatan itu kita terima secara cuma-cuma. Kita
mengaku percaya & menerima Yesus sebagai Tuhan & Juruselamat, maka
detik itu kita mendapat tempat di sorga (Rom.10:9-10; Ef. 2:8-9). Tapi, pada
sisi lain keselamatan juga harus dikerjakan dengan takut & gentar (lihat
Fil. 2:12). Apakah ini berarti ada ketidakcocokan antara ajaran-ajaran dalam
kitab suci kita? Mari perhatikan poin berikut ini: 1-Mengerjakan keselamatan
BUKAN jalan mendapatkan keselamatan melainkan bukti bahwa kita telah
diselamatkan. Iman yang hidup tidak sekedar mengaku percaya namun ada suatu
perubahan hidup sebab ketika Kristus menjadi raja dalam hidup kita maka hidup
kita menjadi baru (Fil. 2:13). Peragaan cara pandang & gaya hidup baru
itulah yang disebut mengerjakan keselamatan kita. 2- Keselamatan tak dapat kita
usahakan, tapi harus kita pertahankan dengan segenap keberadaan kita. Tuhan
tidak akan melepaskan kita untuk binasa namun kebodohan, kemalasan, kesuaman
& kecerobohan rohani kita dapat membawa kita keluar dari kasih karunia
Tuhan. Komitmen yang renggang terhadap Tuhan ialah kondisi keimanan yang rawan
untuk melepaskan keselamatan kita. Itu sebabnya iman, pengharapan, kasih kita
-komitmen kita bagi Tuhan- mesti diperkuat hari demi hari. Itu dibuktikan
dengan suatu pertumbuhan rohani & pengenalan yang makin dalam akan pribadi
Tuhan & kehendak-Nya dalam hidup kita. 3- Ada tujuan Tuhan bagi kita yang
diselamatkan tapi masih diberi kesempatan untuk hidup hingga kini: menjadi
terang dunia, membawa kabar baik agar keselamatan melalui Kristus dikenal luas
(Fil. 2:15). Dengan menyerahkan diri pada tujuan ini, kita memastikan langkah
kita tidak terhenti menuju sorga, malah jejak-jejak hidup kita menjadi contoh
bagi mereka yang belum diselamatkan. Mengerjakan keselamatan ialah bagian
mereka yang telah terhubung dengan sorga. Yang hidup layaknya orang-orang yang
dari dunia, sejatinya memang belum pernah mengecap keselamatan yang dari sorga
itu. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment