Thursday, 16 April 2015

16 April 2015




CHURCH FOR SINNERS




Yakobus 3:17, “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.” Hikmat yang dari Tuhan pasti murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan penuh buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Tuhan, beri kami hikmatMu agar kami dapat menjadi jembatan hubungan bagi jiwa-jiwa yang baru & jembatan bagi Gereja yang ‘disukai semua orang’ bahkan kami menjadi jembatan yang melayani dengan tulus hati bukan dengan kepura-puraan, amin J.


Respon 1
“Saat kita membantu meringankan beban orang lain, ajaibnya beban kita pun jadi terasa lebih ringan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Kamis, 16 April 2015. Bijak Memilih Teman. Ketika Yosafat kaya dan sangat terhormat, ia menjadi besan Ahab (2 Tawarikh 18:1). Heinrich Himmler lahir pada 1900 di Munich. Awalnya ia bercita-cita menjadi petani dan sarjana bidang agronomi. Namun, ia kemudian ikut bertempur dalam Perang Dunia I dan terlibat dalam berbagai organisasi tentara. Di situ ia bertemu dengan Hitler dan mengambil bagian dalam usaha Hitler menggulingkan pemerintah Jerman pada 1923. Mula-mula Himmler mendapat kekuasaan penuh. Namun, setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, Himmler ditangkap, diadili, dan dijatuhi hukuman mati. Sebelum dieksekusi, ia memilih menelan kapsul sianida—bunuh diri. Pribadi yang awalnya punya cita-cita baik, namun—karena bertemu orang yang salah—hidupnya berakhir secara sia-sia. Yosafat pun mengalami hal yang serupa. Mulanya ia raja Yehuda yang takut akan Tuhan. Ia menjauhkan bukit pengurbanan dan tiang berhala. Ia juga memerintahkan beberapa pegawai untuk mengajarkan Taurat di semua kota di Yehuda. Karena sikapnya itu, Allah pun membuat ia disegani oleh negeri-negeri di sekelilingnya. Sayang, ketika makin kaya dan terhormat, Yosafat memilih besan yang salah, yaitu Ahab yang fasik. Bahkan, ia bergabung dengan sekutu yang salah pula—Ahazia, raja Israel yang fasik perbuatannya. Ada orang yang menyatakan, “Tunjukkan temanmu, maka aku bisa menunjukkan masa depanmu.” Ingatlah, orang-orang di sekitar kita dapat mendukung kita naik atau, sebaliknya, menyeret kita turun. Jadi, pastikan kita berteman dengan pribadi yang bijak, bukan orang yang bebal, agar kehidupan kita tidak menjadi malang —ISP. JIKA ANDA TIDAK INGIN KEHIDUPAN ANDA KACAU, JANGAN BERGAUL DENGAN MEREKA YANG TELAH MENGACAUKAN KEHIDUPAN MEREKA SENDIRI —Napoleon Hill. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Doa adalah dasar dari segala sesuatu yang kita lakukan, tetapi jangan hanya berhenti disitu. Doa adalah titik lompat, di mana kita mendengar dari Tuhan sehingga kita dapat berjalan berdasarkan iman. (GNCC)

Respon 4
Yer 32:27 – Sesungguhnya AKUlah TUHAN, ALLAH segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-KU? YESUS bisa lakukan apa saja untuk kita. PASTI BISA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.


Respon 5
Yakobus 3:17, “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.” Renungan pagi ini: “Jangan Munafik!!!!!” Sekali lagi kita diingatkan waspada terhadap kesombongan rohani yaitu merasa diri kita lebih rohani, lebih sempurna, lebih suci, lebih baik, lebih.. lebih. Sering kita tidak merasa bahwa sebenarnya kita memiliki kesombongan rohani, munafik dan menempatkan diri sebagai orang-orang benar, suka menghakimi orang lain. Bagaimana kita bisa memenangkan orang-orang yang diluar sana, jika kita bermain drama dihadapan mereka, kita menempatkan diri kita sebagai juru selamat, kita memuliakan diri sendiri, padahal seharusnya YESUSlah Juru Selamat untuk semua orang berdosa dan YESUSlah yang patut di-muliakan. Bersaksilah akan penyelamatan YESUS terhadap diri kita dan bagaimana YESUS telah mengampuni, memulihkan kehidupan kita. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 6
Hari-hari ini banyak orang di sekitar kita yang menghadapi pergumulan, kekuatiran di area industri, dagang, bisnis, karena sepinya market dan lesunya market. Ulangan 32:9-10, “tetapi bagian Tuhan ialah umatNya, Yakub (kita keturunan Abraham, Ishak, Yakub) ialah milik yang ditetapkanNya bagiNya... Di kelilingiNya dia dan diawasinya, dijagaNya sebagai biji mataNya.” Bilangan 6:24-26, “Tuhan memberkati engkau & melindungi engkau. Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya & memberi engkau kasih karunia...” Hidup kita ditentukan oleh kata firman Tuhan dan kuasa Tuhan! Tetap percaya, tetap semangat! (Ps Elisa Soetopo)

Respon 7
Karena berasal dari kemurahan Tuhan, maka keselamatan itu kita terima secara cuma-cuma. Kita mengaku percaya & menerima Yesus sebagai Tuhan & Juruselamat, maka detik itu kita mendapat tempat di sorga (Rom.10:9-10; Ef. 2:8-9). Tapi, pada sisi lain keselamatan juga harus dikerjakan dengan takut & gentar (lihat Fil. 2:12). Apakah ini berarti ada ketidakcocokan antara ajaran-ajaran dalam kitab suci kita? Mari perhatikan poin berikut ini: 1-Mengerjakan keselamatan BUKAN jalan mendapatkan keselamatan melainkan bukti bahwa kita telah diselamatkan. Iman yang hidup tidak sekedar mengaku percaya namun ada suatu perubahan hidup sebab ketika Kristus menjadi raja dalam hidup kita maka hidup kita menjadi baru (Fil. 2:13). Peragaan cara pandang & gaya hidup baru itulah yang disebut mengerjakan keselamatan kita. 2- Keselamatan tak dapat kita usahakan, tapi harus kita pertahankan dengan segenap keberadaan kita. Tuhan tidak akan melepaskan kita untuk binasa namun kebodohan, kemalasan, kesuaman & kecerobohan rohani kita dapat membawa kita keluar dari kasih karunia Tuhan. Komitmen yang renggang terhadap Tuhan ialah kondisi keimanan yang rawan untuk melepaskan keselamatan kita. Itu sebabnya iman, pengharapan, kasih kita -komitmen kita bagi Tuhan- mesti diperkuat hari demi hari. Itu dibuktikan dengan suatu pertumbuhan rohani & pengenalan yang makin dalam akan pribadi Tuhan & kehendak-Nya dalam hidup kita. 3- Ada tujuan Tuhan bagi kita yang diselamatkan tapi masih diberi kesempatan untuk hidup hingga kini: menjadi terang dunia, membawa kabar baik agar keselamatan melalui Kristus dikenal luas (Fil. 2:15). Dengan menyerahkan diri pada tujuan ini, kita memastikan langkah kita tidak terhenti menuju sorga, malah jejak-jejak hidup kita menjadi contoh bagi mereka yang belum diselamatkan. Mengerjakan keselamatan ialah bagian mereka yang telah terhubung dengan sorga. Yang hidup layaknya orang-orang yang dari dunia, sejatinya memang belum pernah mengecap keselamatan yang dari sorga itu. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment