CHURCH FOR SINNERS
Gereja adalah tempat
perhimpunan / persekutuan orang-orang percaya (Kis 11:26, “Mereka tinggal
bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak
orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.”).
Melalui hamba-hamba Tuhan yang diurapi & dipakai oleh Tuhan, firman Tuhan
disampaikan untuk membangun kehidupan jemaat menjadi lebih baik lagi bahkan
kehidupan yang diubahkan & kehidupan yang berdampak (Yehezkiel 36:25-27).
Oleh karenanya sebagai anak-anak Tuhan janganlah menjauhkan diri dari
pertemuan-pertemuan ibadah (Ibrani 10:25) agar kita boleh bertumbuh
maksimal dalam Kristus. Amin J.
Respon 1
Efesus 2:16, “Dan
untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib
dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.” TUHAN YESUS rela memderita dan
disalibkan untuk memperdamaikan kita dengan ALLAH, kematianNYA membawa damai
aejahtera kepada umat manusia, sehingga tidak ada lagi perseteruan antara kita
dengan ALLAH dan juga dengan sesama. Gereja adalah tempat persekutuan
orang-orang percaya, artinya persekutuan adalah persaudaraan. Dengan demikian gereja
bukanlah tempat orang perselisihan melainkan persekutuan yang membangun
keakraban dan kebersamaan dalam bertumbuh di dalam iman kepada Kristus Yesus.
Untuk itu kita bawa orang-orang yang masih menyimpan sakit hati, banyak dosa,
dengki, amarah datang ke gereja untuk dapat dipulihkan, ajak juga ke komsel
untuk saling memuridkan, bertumbuh dan berbuah bersama. Ibr 10:25 ...tidak
menjauhkan diri dari pertemuan ibadah. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 2
1 Kor 3:6 – Aku
menanam, Apolos menyiram, tetapi ALLAH yang memberi PERTUMBUHAN! Kuncinya
ditangan TUHAN. STOP: iri hati, dengki dan benci lihat orang lain sukses. TUHAN
buat kita juga SUKSES! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
Dalam salah satu
adegan penyaliban, Matius 27:39-44 mencatat bahwa Yesus dihujat beramai-ramai
lebih hebat lagi begitu tiang salib ditegakkan. Yang lewat berkata, “Inikah
orang yang mau merubuhkan & membangun Bait Allah dalam 3 hari? Selamatkan
saja diri-Mu sendiri!” Tak ketinggalan imam-imam kepala, ahli taurat &
tua-tua Israel, dengan seringai bangga mengolok, “Dia Raja Israel?
Menyelamatkan diri sendiri saja tidak bisa. Coba jika Dia turun, kami akan
percaya pada-Nya! Jika Dia dikenan, Allah pasti ditolong-Nya. Bukankah Dia
mengaku Anak Allah?” Hujatan terus mengalir bahkan dari penjahat yang
disalibkan di samping Yesus. Membaca semua itu, mudah saja kita menertawakan
orang-orang yang menghujat itu. Bahwa mereka orang-orang jahat & keji,
bodoh & tidak tahu apa yang mereka katakan. Tetapi, jika kita ada pada posisi
mereka hari itu, sesungguhnya kita sangat mungkin mengatakan hal yang sama.
Banyak fakta masa kini yang menunjukkan hal seperti itu. Cemoohan baik dari
orang-orang biasa, tokoh-tokoh agama atau penjahat, sesungguhnya menyingkapkan
apa yang telah bercokol dalam jiwa manusia ribuan tahun lamanya. Suatu sikap
hati & pikiran-pikiran yang keliru terhadap Tuhan: -tidak menangkap apa
sesungguhnya makna pesan Yesus & tidak mau mencari pengertian lebih lagi
namun merasa telah tahu yang Tuhan maksudkan (contoh: tentang Yesus akan
membangun dalam 3 hari); -berpikir bahwa Tuhan pasti selalu bekerja dengan
cara-cara ajaib & mujizat, menolong sesuai keinginan manusia pada saat
kapan saja mereka inginkan (contoh: seharusnya Yesus turun dari salib saat itu
juga, membuktikan diri-Nya anak Allah); -memandang bahwa orang yang berkenan di
hadapan Tuhan ditandai suatu keadaan yang bebas dari penderitaan, selalu
mendapat pertolongan Tuhan & diberkati dengan hidup yang nyaman &
mudah. Menanggung derita seperti Kristus bukan sesuatu yang hina -jika kita mau
belajar memahami jalan-jalan Tuhan. Bukankah kita dipanggil memikul salib kita
pula? Dunia beserta isinya memandang salib & menghinanya. Adakah Anda
memandangnya mulia? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 4
~TETELESTAI~
Selesai dengan sempurna! 7 perkataan Tuhan di atas kayu salib yang harus
diingat: • Pengampunan ~ kasih yang sejati. Pengampunan itu harus dihidupi, dan
kita harus hidup dalam pengampunan Tuhan. • Keselamatan ~ kasih yang
membebaskan. • Relationship ~ “ini Ibu-mu, ini anakmu” membangun hubungan,
menajaga dan merawat hubungan. • Ditinggalkan ~ kesepian, agar kita tidak
merasa kesepian dan ditinggalkan, karena Tuhan tidak akan meninggalkan kita. •
Hidup dalam tekanan tinggi, “aku haus”. Agar kita memiliki harapan kepada
Tuhan. • Penyerahan ~ ketika kita sudah tidak melihat jalan keluar disitu
saatnya kita harus berserah kepada Tuhan. Membuat hidup kita lebih ringan. •
Kemenangan ~ “sudah selesai / tetelestai”. Kata yang keluar dari suatu
pergumulan, suatu proses. Semua tantangan dan proses telah dimenangkan. PAID IN
FULL!! TETELESTAI: 1) Dosa kita sudah diampuni (forgiven). 2) Dosa kita sudah
dilupakan. Seringkali kita yang tidak lupa dengan dosa kita dan doa orang lain
(forgotten). 3) Hukuman dosa kita sudah dibuang dan ditinggalkan (forsaken).
Kita kadang tidak bisa maju karena kita tidak bisa melupakan hal yang menyakiti
hati kita. Tinggalkan hukuman yang kita tetapkan untuk orang lain yang
menyakiti kita. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
THANK YOU. Thank
you for always listening to me, supporting me, and encouraging me. You're a
true friend and I want you to know how much I love and appreciate you. You're
the best! (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 6
Syalom. Amin...
“Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah
mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya” (Mazmur 28:9). Terima kasih
banyak ibu Siu, selamat siang dan selamat beraktivitas TUHAN selalu memberkati.
(Bp. Oktavianus – Nabire)

No comments:
Post a Comment