Saturday, 4 April 2015

4 April 2015



CHURCH FOR SINNERS




Gereja adalah tempat perhimpunan / persekutuan orang-orang percaya (Kis 11:26, “Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.”). Melalui hamba-hamba Tuhan yang diurapi & dipakai oleh Tuhan, firman Tuhan disampaikan untuk membangun kehidupan jemaat menjadi lebih baik lagi bahkan kehidupan yang diubahkan & kehidupan yang berdampak (Yehezkiel 36:25-27). Oleh karenanya sebagai anak-anak Tuhan janganlah menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah (Ibrani 10:25) agar kita boleh bertumbuh maksimal dalam Kristus. Amin J.

Respon 1
Efesus 2:16, “Dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.” TUHAN YESUS rela memderita dan disalibkan untuk memperdamaikan kita dengan ALLAH, kematianNYA membawa damai aejahtera kepada umat manusia, sehingga tidak ada lagi perseteruan antara kita dengan ALLAH dan juga dengan sesama. Gereja adalah tempat persekutuan orang-orang percaya, artinya persekutuan adalah persaudaraan. Dengan demikian gereja bukanlah tempat orang perselisihan melainkan persekutuan yang membangun keakraban dan kebersamaan dalam bertumbuh di dalam iman kepada Kristus Yesus. Untuk itu kita bawa orang-orang yang masih menyimpan sakit hati, banyak dosa, dengki, amarah datang ke gereja untuk dapat dipulihkan, ajak juga ke komsel untuk saling memuridkan, bertumbuh dan berbuah bersama. Ibr 10:25 ...tidak menjauhkan diri dari pertemuan ibadah. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 2
1 Kor 3:6 – Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi ALLAH yang memberi PERTUMBUHAN! Kuncinya ditangan TUHAN. STOP: iri hati, dengki dan benci lihat orang lain sukses. TUHAN buat kita juga SUKSES! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
Dalam salah satu adegan penyaliban, Matius 27:39-44 mencatat bahwa Yesus dihujat beramai-ramai lebih hebat lagi begitu tiang salib ditegakkan. Yang lewat berkata, “Inikah orang yang mau merubuhkan & membangun Bait Allah dalam 3 hari? Selamatkan saja diri-Mu sendiri!” Tak ketinggalan imam-imam kepala, ahli taurat & tua-tua Israel, dengan seringai bangga mengolok, “Dia Raja Israel? Menyelamatkan diri sendiri saja tidak bisa. Coba jika Dia turun, kami akan percaya pada-Nya! Jika Dia dikenan, Allah pasti ditolong-Nya. Bukankah Dia mengaku Anak Allah?” Hujatan terus mengalir bahkan dari penjahat yang disalibkan di samping Yesus. Membaca semua itu, mudah saja kita menertawakan orang-orang yang menghujat itu. Bahwa mereka orang-orang jahat & keji, bodoh & tidak tahu apa yang mereka katakan. Tetapi, jika kita ada pada posisi mereka hari itu, sesungguhnya kita sangat mungkin mengatakan hal yang sama. Banyak fakta masa kini yang menunjukkan hal seperti itu. Cemoohan baik dari orang-orang biasa, tokoh-tokoh agama atau penjahat, sesungguhnya menyingkapkan apa yang telah bercokol dalam jiwa manusia ribuan tahun lamanya. Suatu sikap hati & pikiran-pikiran yang keliru terhadap Tuhan: -tidak menangkap apa sesungguhnya makna pesan Yesus & tidak mau mencari pengertian lebih lagi namun merasa telah tahu yang Tuhan maksudkan (contoh: tentang Yesus akan membangun dalam 3 hari); -berpikir bahwa Tuhan pasti selalu bekerja dengan cara-cara ajaib & mujizat, menolong sesuai keinginan manusia pada saat kapan saja mereka inginkan (contoh: seharusnya Yesus turun dari salib saat itu juga, membuktikan diri-Nya anak Allah); -memandang bahwa orang yang berkenan di hadapan Tuhan ditandai suatu keadaan yang bebas dari penderitaan, selalu mendapat pertolongan Tuhan & diberkati dengan hidup yang nyaman & mudah. Menanggung derita seperti Kristus bukan sesuatu yang hina -jika kita mau belajar memahami jalan-jalan Tuhan. Bukankah kita dipanggil memikul salib kita pula? Dunia beserta isinya memandang salib & menghinanya. Adakah Anda memandangnya mulia? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
~TETELESTAI~ Selesai dengan sempurna! 7 perkataan Tuhan di atas kayu salib yang harus diingat: • Pengampunan ~ kasih yang sejati. Pengampunan itu harus dihidupi, dan kita harus hidup dalam pengampunan Tuhan. • Keselamatan ~ kasih yang membebaskan. • Relationship ~ “ini Ibu-mu, ini anakmu” membangun hubungan, menajaga dan merawat hubungan. • Ditinggalkan ~ kesepian, agar kita tidak merasa kesepian dan ditinggalkan, karena Tuhan tidak akan meninggalkan kita. • Hidup dalam tekanan tinggi, “aku haus”. Agar kita memiliki harapan kepada Tuhan. • Penyerahan ~ ketika kita sudah tidak melihat jalan keluar disitu saatnya kita harus berserah kepada Tuhan. Membuat hidup kita lebih ringan. • Kemenangan ~ “sudah selesai / tetelestai”. Kata yang keluar dari suatu pergumulan, suatu proses. Semua tantangan dan proses telah dimenangkan. PAID IN FULL!! TETELESTAI: 1) Dosa kita sudah diampuni (forgiven). 2) Dosa kita sudah dilupakan. Seringkali kita yang tidak lupa dengan dosa kita dan doa orang lain (forgotten). 3) Hukuman dosa kita sudah dibuang dan ditinggalkan (forsaken). Kita kadang tidak bisa maju karena kita tidak bisa melupakan hal yang menyakiti hati kita. Tinggalkan hukuman yang kita tetapkan untuk orang lain yang menyakiti kita. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
THANK YOU. Thank you for always listening to me, supporting me, and encouraging me. You're a true friend and I want you to know how much I love and appreciate you. You're the best! (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 6
Syalom. Amin... “Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya” (Mazmur 28:9). Terima kasih banyak ibu Siu, selamat siang dan selamat beraktivitas TUHAN selalu memberkati. (Bp. Oktavianus – Nabire)

No comments:

Post a Comment