CHURCH FOR SINNERS
Baca: Matius
25:14-30. Setiap kehidupan adalah anugerah Tuhan bagi kita. Oleh karenanya
kita perlu untuk maksimal dalam setiap karunia, talenta & bakat yang sudah
Tuhan berikan J. Sudahkah kita menggunakan talenta
yang sudah Tuhan berikan itu dengan maksimal, jangan sampai saat DIA datang,
kita didapati seperti ‘hamba yang sama sekali tidak mempergunakan talentanya’
(Ayat 30: “Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan
yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”)
Sudahkah kita MAKSIMAL dalam hidup ini?Kolose 3:2, “Apapun juga yang kamu
perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk
manusia.”
Respon 1
Ditengah-tengah
Ayub mengalami pergumulan dan penderitaan yang berat, Ayub berkata: “PENEBUSKU
HIDUP” (Ayub 19). Temukan kedalam kasih Kristus dalam hidupmu. (GNCC)
Respon 2
“Jika kita gampang
tersinggung, kerendahan hati kita masih nanggung.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin,
27 April 2015. Jasa Baik yang Dilupakan. Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh
kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya (Kejadian 40:23). Di Jepang
dikenal istilah on atau ongageshi, yang artinya balas budi. Orang Jepang merasa
berutang budi atas segala kebaikan yang diterimanya. Kalau ada orang Jepang
yang sakit, umumnya mereka tak mau ditengok. Alasannya, ada kewajiban moral
bagi si sakit atau keluarganya untuk membalas kunjungan itu. Konon, di beberapa
daerah ada aturan yang menentukan berapa persen yang harus dikembalikan oleh
keluarga kalau ada yang datang melawat kepada orang yang meninggal dan
memberikan uang duka. Cara membalas budi yang unik, ya? Tidak demikian dengan
juru minum Firaun. Juru minum itu berjanji akan membalas budi baik Yusuf yang
menafsirkan mimpinya saat di penjara. Ia dilepaskan dari penjara dan
mendapatkan pekerjaannya lagi sebagai pelayan raja. Wajarlah bila Yusuf
berharap orang itu akan mengingat dan membantunya setelah dibebaskan dari
penjara (ay. 14). “Mungkin dengan cara inilah Tuhan akan membebaskanku dari
semua penderitaan ini,” pikir Yusuf. Tapi, janji tinggal janji, juru minum itu
ternyata melupakannya. Wajar jika Yusuf kecewa! Bisa jadi Tuhanlah yang membuat
juru minuman itu melupakan Yusuf. Mengapa? Supaya Yusuf belajar hanya berharap
kepada Tuhan. Ketika kita menolong, Tuhan menghendaki agar kita melakukannya
dengan tulus, bukan berharap balas budi. Saat kita dirundung masalah,
pengharapan kita tetap pada Tuhan, bukan pada orang yang pernah kita tolong.
Manusia cenderung lupa dan mengingkari janjinya, namun Tuhan tak pernah
melupakan janji-Nya. Berharaplah kepada-Nya!—SYS. TERKADANG TUHAN ‘SENGAJA’
MEMBUAT SESEORANG MELUPAKAN KITA SUPAYA KITA DAPAT BELAJAR MENARUH HARAP HANYA
KEPADA-NYA. Selamat pagi. Happy Monday. Semangat. Tuhan Yesus memberkati.
(Madam Ossy)
Respon 4
Mat 25:14-30. Ay.
23, ‘Maka kata tuannya itu kepadanya: baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku
yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan
memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan
turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.’ Setiap kita telah dianugerahi TUHAN talenta
untuk dikembangkan bagi Kemuliaan TUHAN. Bekerja untuk TUHAN artinya mengembangkan
setiap karunia yang TUHAN berikan dan potensi yang ada pada kita dengan setia
dan taat dalam menjalani kehidupan sehari-hari,dengan memaknai hidup ini untuk
hal-hal yang berguna. Karena tiba saatnya nanti TUHAN akan meminta
pertanggungjawaban kita, jika kita setia pada hal-hal yang kecil maka TUHAN
akan memberikan kepada kita hal-hal yang besar dan kepada yang setia akan makan
bersama-sama kebahagiaan TUHAN, tetapi yang tidak setia akan dicampakkannya ke
dalam kegelapan yang paling gelap. Ybu J. (Ibu Rita
– PKS CL 8)
Respon 5
Dalam perumpamaan
Yesus, pemilik pohon ara mencari buah dari pohon itu 3 tahun lamanya, tapi
tidak menemukannya, maka ia pun akan segera menebangnya (Luk. 13:6-8). Ranting
yang tak berbuah pun akan dipotong, dibuang & dibakar (Yoh.15:2,6). Bahkan
jika berbuah tapi buah-bauhnya tidak baik, kapak sudah tersedia untuk
menebangnya lalu pohon itu akan dibuang dalam api (Mat. 3:10). Demikianlah yang
akan dilakukan atas tanaman-tanaman yang tak menghasilkan apa-apa. Anak-anak
Tuhan sering diibaratkan sebagai pohon atau tanam-tanaman. Itu sebabnya Tuhan
mengharapkan buah dari hidup kita di hadapan-Nya. Akan ada perhitungan atas
setiap hidup yang tidak berbuah bagi Tuhan. Penyebab utama anak-anak Tuhan
tidak berbuah dijelaskan dalam perumpamaan Yesus mengenai benih di tanah yang
bersemak duri. Tanah ialah hati & semak duri ialah gambaran dari 3 perkara:
kekuatiran dunia, tipu daya kekayaan & keinginan-keinginan akan hal lain
(Mark. 4:22). Benih firman yang mampu mengubah kehidupan yang sia-sia menjadi
mulia, terhimpit oleh berbagai perkara duniawi yang menghalangi munculnya suatu
hidup rohani yang berhasil, limpah dengan buah-buah yang dikehendaki Tuhan.
Dunia penuh dengan tekanan-tekanan hidup, sarat tipu daya & tawaran-tawaran
yang menggiurkan untuk diambil & dinikmati. Setiap hari semuanya
berlomba-lomba berdesakan menjejali pikiran & hati kita. Tanpa banyak
perlawanan, kerap kita telah terjerat & hanyut oleh pikat dunia ini. Meski
setia ke gereja, hati yang lebih terbuka pada dunia daripada kepada sentuhan
sorgawi membuat hati menjadi tanah subur bagi semak duri daripada benih firman.
Mungkinkah hati yang terus tersedot hal-hal duniawi akan menghasilkan buah-buah
rohani dari benih yang tidak mendapat makan cukup? Jika ingin hidup kita berbuah-buah
sesuai kerinduan Tuhan, hati kita perlu dijaga tetap murni (Ams. 4:23), bebas
dari segala semak duri yaitu pengaruh-pengaruh duniawi namun senantiasa terbuka
bagi pengaruh firman & Roh-Nya yang akan menuntun & mengajar kita.
Rindukah Anda berbuah lebat? Khususkanlah hati Anda bagi Dia. Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 6
Maz 86:7 – Pada
hari kesusahanku aku berdoa kepada-MU, sebab ENGKAU menjawab aku! TUHAN mampu
dan sanggup untuk menjawab doa kita. Sekarang doa kita PASTI dijawab! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 7
Syalom. Amin...
“Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab
kasih menutupi banyak sekali dosa” (1 Petrus 4:8). Terima kasih ibu Siu,
selamat santai sore bersama keluarga. TUHAN YESUS selalu memberkati. Amin. (Bp.
Oktavianus – Nabire)

No comments:
Post a Comment