Monday, 27 April 2015

27 April 2015



CHURCH FOR SINNERS





Baca: Matius 25:14-30. Setiap kehidupan adalah anugerah Tuhan bagi kita. Oleh karenanya kita perlu untuk maksimal dalam setiap karunia, talenta & bakat yang sudah Tuhan berikan J. Sudahkah kita menggunakan talenta yang sudah Tuhan berikan itu dengan maksimal, jangan sampai saat DIA datang, kita didapati seperti ‘hamba yang sama sekali tidak mempergunakan talentanya’ (Ayat 30: “Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”) Sudahkah kita MAKSIMAL dalam hidup ini?Kolose 3:2, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Respon 1
Ditengah-tengah Ayub mengalami pergumulan dan penderitaan yang berat, Ayub berkata: “PENEBUSKU HIDUP” (Ayub 19). Temukan kedalam kasih Kristus dalam hidupmu. (GNCC)

Respon 2
“Jika kita gampang tersinggung, kerendahan hati kita masih nanggung.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Senin, 27 April 2015. Jasa Baik yang Dilupakan. Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya (Kejadian 40:23). Di Jepang dikenal istilah on atau ongageshi, yang artinya balas budi. Orang Jepang merasa berutang budi atas segala kebaikan yang diterimanya. Kalau ada orang Jepang yang sakit, umumnya mereka tak mau ditengok. Alasannya, ada kewajiban moral bagi si sakit atau keluarganya untuk membalas kunjungan itu. Konon, di beberapa daerah ada aturan yang menentukan berapa persen yang harus dikembalikan oleh keluarga kalau ada yang datang melawat kepada orang yang meninggal dan memberikan uang duka. Cara membalas budi yang unik, ya? Tidak demikian dengan juru minum Firaun. Juru minum itu berjanji akan membalas budi baik Yusuf yang menafsirkan mimpinya saat di penjara. Ia dilepaskan dari penjara dan mendapatkan pekerjaannya lagi sebagai pelayan raja. Wajarlah bila Yusuf berharap orang itu akan mengingat dan membantunya setelah dibebaskan dari penjara (ay. 14). “Mungkin dengan cara inilah Tuhan akan membebaskanku dari semua penderitaan ini,” pikir Yusuf. Tapi, janji tinggal janji, juru minum itu ternyata melupakannya. Wajar jika Yusuf kecewa! Bisa jadi Tuhanlah yang membuat juru minuman itu melupakan Yusuf. Mengapa? Supaya Yusuf belajar hanya berharap kepada Tuhan. Ketika kita menolong, Tuhan menghendaki agar kita melakukannya dengan tulus, bukan berharap balas budi. Saat kita dirundung masalah, pengharapan kita tetap pada Tuhan, bukan pada orang yang pernah kita tolong. Manusia cenderung lupa dan mengingkari janjinya, namun Tuhan tak pernah melupakan janji-Nya. Berharaplah kepada-Nya!—SYS. TERKADANG TUHAN ‘SENGAJA’ MEMBUAT SESEORANG MELUPAKAN KITA SUPAYA KITA DAPAT BELAJAR MENARUH HARAP HANYA KEPADA-NYA. Selamat pagi. Happy Monday. Semangat. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Mat 25:14-30. Ay. 23, ‘Maka kata tuannya itu kepadanya: baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.’ Setiap kita telah dianugerahi TUHAN talenta untuk dikembangkan bagi Kemuliaan TUHAN. Bekerja untuk TUHAN artinya mengembangkan setiap karunia yang TUHAN berikan dan potensi yang ada pada kita dengan setia dan taat dalam menjalani kehidupan sehari-hari,dengan memaknai hidup ini untuk hal-hal yang berguna. Karena tiba saatnya nanti TUHAN akan meminta pertanggungjawaban kita, jika kita setia pada hal-hal yang kecil maka TUHAN akan memberikan kepada kita hal-hal yang besar dan kepada yang setia akan makan bersama-sama kebahagiaan TUHAN, tetapi yang tidak setia akan dicampakkannya ke dalam kegelapan yang paling gelap. Ybu J. (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 5
Dalam perumpamaan Yesus, pemilik pohon ara mencari buah dari pohon itu 3 tahun lamanya, tapi tidak menemukannya, maka ia pun akan segera menebangnya (Luk. 13:6-8). Ranting yang tak berbuah pun akan dipotong, dibuang & dibakar (Yoh.15:2,6). Bahkan jika berbuah tapi buah-bauhnya tidak baik, kapak sudah tersedia untuk menebangnya lalu pohon itu akan dibuang dalam api (Mat. 3:10). Demikianlah yang akan dilakukan atas tanaman-tanaman yang tak menghasilkan apa-apa. Anak-anak Tuhan sering diibaratkan sebagai pohon atau tanam-tanaman. Itu sebabnya Tuhan mengharapkan buah dari hidup kita di hadapan-Nya. Akan ada perhitungan atas setiap hidup yang tidak berbuah bagi Tuhan. Penyebab utama anak-anak Tuhan tidak berbuah dijelaskan dalam perumpamaan Yesus mengenai benih di tanah yang bersemak duri. Tanah ialah hati & semak duri ialah gambaran dari 3 perkara: kekuatiran dunia, tipu daya kekayaan & keinginan-keinginan akan hal lain (Mark. 4:22). Benih firman yang mampu mengubah kehidupan yang sia-sia menjadi mulia, terhimpit oleh berbagai perkara duniawi yang menghalangi munculnya suatu hidup rohani yang berhasil, limpah dengan buah-buah yang dikehendaki Tuhan. Dunia penuh dengan tekanan-tekanan hidup, sarat tipu daya & tawaran-tawaran yang menggiurkan untuk diambil & dinikmati. Setiap hari semuanya berlomba-lomba berdesakan menjejali pikiran & hati kita. Tanpa banyak perlawanan, kerap kita telah terjerat & hanyut oleh pikat dunia ini. Meski setia ke gereja, hati yang lebih terbuka pada dunia daripada kepada sentuhan sorgawi membuat hati menjadi tanah subur bagi semak duri daripada benih firman. Mungkinkah hati yang terus tersedot hal-hal duniawi akan menghasilkan buah-buah rohani dari benih yang tidak mendapat makan cukup? Jika ingin hidup kita berbuah-buah sesuai kerinduan Tuhan, hati kita perlu dijaga tetap murni (Ams. 4:23), bebas dari segala semak duri yaitu pengaruh-pengaruh duniawi namun senantiasa terbuka bagi pengaruh firman & Roh-Nya yang akan menuntun & mengajar kita. Rindukah Anda berbuah lebat? Khususkanlah hati Anda bagi Dia. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 6
Maz 86:7 – Pada hari kesusahanku aku berdoa kepada-MU, sebab ENGKAU menjawab aku! TUHAN mampu dan sanggup untuk menjawab doa kita. Sekarang doa kita PASTI dijawab! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 7
Syalom. Amin... “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa” (1 Petrus 4:8). Terima kasih ibu Siu, selamat santai sore bersama keluarga. TUHAN YESUS selalu memberkati. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)





No comments:

Post a Comment