CHURCH FOR SINNERS
Roma 12:2, “Janganlah
kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan
budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik,
yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” BERUBAHLAH oleh
pembaharuan budimu (menjadi AGEN PERUBAHAN) = Menjadi anak-anak Tuhan yang
selalu mau dibentuk / diproses / diubahkan menjadi lebih baik, itulah kehendak
Allah J. Apa itu kehendak Allah?? Kehendak Allah adalah DATANG kepada Tuhan (Yesus)! God wisdom: Kehendak Allah
itu BAIK, BERKENAN & yang SEMPURNA J.
Sudahkah kita menjadi Agen Perubahan bagi KerajaanNya? Sebagai gerejaNya, apakah kita
sudah menjadi duta Kristus bagi perkembangan KerajaanNya? (Matius 5:13-16) J Amin.
Respon 1
“Orang yang mengaku
serba bisa biasanya justru hanya satu yang berbisa yaitu mulutnya.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu, 8
April 2015. Belajar Memahami Hidup. “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku
telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku
telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan
sangat (2 Raja-Raja 20:3). Seorang jurnalis kenamaan, Tony Snow, pernah
berjuang melawan kanker selama tiga tahun. Pada 2008 sebelum meninggal, ia
menulis: “Sebagian penderita kanker sembuh, sebagian tidak. Menghadapi kefanaan
dan keringkihan tubuh, cara kita memandang hidup jadi makin bijak. Kita lebih
bisa menghargai hal-hal kecil, menyadari pentingnya iman, dan mengalami betapa
besarnya kuasa kasih. Itulah karunia yang mungkin tidak dipahami orang sehat.
Itu seninya sakit. Menurutku, ada hal yang jauh lebih parah dari sakit, yaitu
hidup sehat, tetapi hampa.” Raja Hizkia pernah mengalami sakit yang akan
mendatangkan kematian. Saat itu ia sangat terpukul. Di tengah kepedihan
hatinya, ia teringat betapa fananya hidup. Ia tersadar bahwa kedudukannya
sebagai raja tidak ada artinya di hadapan Tuhan. Matanya pun jadi terbuka bahwa
hal terpenting dalam hidup ini tidak lain adalah memuliakan Tuhan. Pengalaman
sakit itu memberinya hikmat dan memperkaya hidupnya sehingga ia semakin
mengenal Allah. Tidak sedikit orang beranggapan negatif tentang penyakit yang
kita derita. Tetapi, firman Tuhan menunjukkan bahwa masa sakit dapat menjadi
masa pembelajaran untuk memperkaya hidup kita. Belajar tentang arti memahami
hidup, memahami karya Tuhan, dan menggunakan kesempatan hidup! Jika hari ini
kita hidup sehat dan bugar, hargailah itu sebagai kesempatan untuk menjalani
hidup yang menyenangkan hati-Nya. Namun, kala kita mesti menanggung sakit, kita
dapat tetap mengucap syukur kepada-Nya —SYS. MASA SAKIT DAPAT MENJADI MASA
PEMBE-LAJARAN TENTANG BAGAIMANA MEMAKNAI HIDUP MENURUT KEHENDAK-NYA. Pagi
semuaaa. Tetap bersukacita. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Maz 28:6 – Terpujilah TUHAN,
sebab IA
telah mendengar suara permohonanku! Puji TUHAN ada KEPASTIAN. DOA kita pasti
didengar dan
dijawab TUHAN. Alami MUJIZAT-NYA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
Roma 12:2,
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa
yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” 'Pembaharuan budi
kita' itulah yang dikehendaki TUHAN. Jika kita mau mengubah orang lain maka
kita harus mau terus diubah TUHAN, dan kita juga mengemban tugas yang harus
kita lakukan yaitu mengubah orang lain atau menjadi Agen-Agen Perubahan.
Jadilah garam dan terang dunia artinya hidup kita senantiasa membawa keharuman
KRISTUS, bukan sebaliknya hidup kita mencemarkan nama KRISTUS, menyebarkan bau
busuk. “...Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?” (2
Kor2:16). Ybu. (Ibu Inggita – PKS
CL 4)
Respon 5
Oh ya terima kasih
Bu... Terima kasih buat perhatian dan jalinan persaudaraan dalam kasih Tuhan
Yesus. Saya sekeluarga senang tinggal di AOC, dibimbing rohani, dibina maju,
baik dalam jasmani dan rohani. Terima kasih ya Bu. Tuhan memberkati Ibu, baik
dalam keluarga dan dalam pelayanan. Gbu. (Ibu Wahyu – CL 6)
Respon 6
“Tidak ada
penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus” demikian pernyataan rasul
Paulus dalam Roma 8:1. Mereka dinyatakan tidak bersalah, diampuni dosanya,
tidak akan mendapat ganjaran yang setimpal dengan kesalahannya, dibebaskan dari
hukuman kekal di kematian yang kedua. Tak terukur kasih karunia-Nya bagi
orang-orang berdosa yang mau merendahkan diri, mengaku dosa & memilih
menyerahkan diri kepada Kristus! Berbahagialah mereka yang ada di dalam Kristus.
Pertanyaannya kini, sudahkah Anda yakin bahwa Anda di dalam Kristus -yang
termasuk orang-orang yang dibebaskan dari hukuman? Jika kita berpikir dengan
mengaku sebagai orang Kristen di kartu identitas kita, rajin datang ke gereja
& melayani di sana, mengenakan atribut-atribut kristiani seperti salib dsb,
maupun kesan-kesan & tampilan-tampilan sebagai Kristen -maka kita belum
tahu benar yang dimaksud ‘di dalam Kristus’ itu. 2 Korintus 5:17 menyatakan,
“Siapa yang ada dalam Kristus itu ciptaan baru. Yang lama tidak ada, yang ada
ialah yang baru.” Itu artinya salah satu tanda utama kita ada dalam Kristus
ialah ada sesuatu yang BARU tumbuh dalam kita, semakin nyata dalam hidup kita.
Ini sering dimaknai sebagai penampilan-penampilan yang baru, yang terlihat
rohani, alim, tak lagi seperti orang-orang yang duniawi. Ini tidak sepenuhnya
benar. Pertama-tama, roh & batin kitalah yang diperbarui. Roh Kudus berdiam
dalam kita membangkitkan roh kita sehingga kita hidup tidak lagi menuruti hukum
dosa namun menurut hukum-hukum rohani. Di sinilah hidup baru itu bermula:
mereka yang sudah dibangkitkan rohnya menginginkan hal-hal dari Roh, sedangkan
yang dari daging menginginkan hal-hal daging yang duniawi (Rom. 8:5). Jadi,
tanda pertama-tama bahwa kita ada dalam Kristus adalah apakah kita memiliki
kerinduan yang baru di lubuk hati kita: hasrat untuk dekat dengan Dia, mengenal
Dia & berjalan bersama Dia setiap hari. Bukan dengan hidup mengasingkan
diri mengasingkan hati dari dunia untuk ditujukan sepenuhnya mengasihi & mengenal
Tuhan sepanjang hidup kita. Sudahkah Anda di dalam Kristus sekarang ini? Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment