CHURCH FOR SINNERS
Respon 1
“Orang yang belajar
langsung kepada Tuhan tidak akan dipermalukan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Setiap pagi adalah
awal yang baru, babak yang baru untuk memulai dan mengubah segala sesuatu yang
ada disekitar kita. Mazmur 118:2, ‘Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah
kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!’ (GNCC)
Respon 3
SAAT TEDUH. Selasa,
28 April 2015. Melempar Roti Ke Air. Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau
akan mendapatnya kembali lama setelah itu (Pengkhotbah 11:1). Hasil dari usaha
menjajakan gorengan mungkin hanya cukup untuk makan satu hari keluarga Pak
Tono. Toh kenyataan itu tidak menghalangi Pak Tono untuk bermurah hati. Selama
beberapa waktu, setiap sore ia menyisihkan sebungkus gorengan untuk seorang
anak dan ibunya yang sakit. Lima belas tahun berpisah dan ia pun sudah lupa
dengan anak itu. Kehidupan Pak Tono tidak berubah, ia tetaplah penjaja gorengan
dengan penghasilan pas-pasan. Suatu hari sebuah mobil mewah berhenti di
dekatnya. Seorang pemuda keluar dari mobil itu dan menyapa, “Pak Tono masih
ingat saya?” Pak Tono menggeleng. “Saya anak kecil yang setiap sore menerima
sebungkus gorengan dari Bapak. Kini izinkan saya untuk membalas budi baik
Bapak.” Pak Tono terperanjat mendengarnya. Salomo memberikan nasihat yang tidak
lazim: melemparkan roti ke air. Ia berkata, ketika kita melakukannya, kita akan
mendapatkannya lagi lama setelah itu. Rasanya mustahil ya? Bukankah lebih
mungkin kalau kita melempar roti ke air, roti itu tidak pernah kembali pada
kita? Kebenaran apakah yang hendak Tuhan sampaikan kepada kita melalui nasihat
Salomo ini? Tuhan sedang menunjukkan kepada kita tentang hakikat bermurah hati.
Sama seperti air adalah tempat yang tidak lazim untuk melemparkan roti,
lakukanlah kebaikan pada orang lain tanpa pamrih. Hendaknya kita bermurah hati
atas dasar ketulusan, kerelaan, dan tanpa syarat, bukan karena
mengharap-harapkan balasan —SYS. KEMURAHAN HATI TANPA SYARAT ITU SAMA SEPERTI
KETIKA KITA MELEMPARKAN SECUIL ROTI KE DALAM AIR. Selamat pagi. Selamat
beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
Maz 94:22 – Tetapi
TUHAN adalah kota bentengku dan gunung batu perlindunganku! Wow. Sip... Sip...
Sekarang kita tidak perlu takut menjalani hidup ini. YESUS tempat PERLINDUNGAN
kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
“Rendahkanlah
dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu” (Yakobus 4:10). Terima
kasih ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN selalu memberkati. (Bp. Oktavianus –
Nabire)
Respon 6
Isakhar artinya
upah. Ibunya, Lea, menamainya demikian karena berpikir ia mendapat upah dari
Tuhan dengan melahirkannya. Oleh ayahnya, Isakhar digambarkan bagai keledai
yang sekalipun kuat tulangnya tapi 'menolak' mengangkat bebannya (Kej.
49:14-15). Hanya ketika ia melihat tujuan yang hendak dicapainya itu tempat
perhentian yang baik & negeri yang ditujunya itu menyenangkan baginya, ia
merelakan kebebasannya lalu menyerahkan diri bahkan sebagai budak. Seperti
namanya, upah bagi Isakhar sangat penting. Untung rugi ada dalam pemikirannya.
Jika ditimbang-timbang terasa berat, ia tidak rela menggerakkan satu jaripun.
Namun jika upah besar diyakininya akan didapatnya, ia korbankan seluruh
hak-haknya demi mendapatkannya. Di dalam setiap diri kita ada karakter Isakhar.
Kita mencari upah yang besar dengan usaha yang sedikit. Atau jika ada untung
yang besar kita rela berkorban apapun: kemerdekaan atau harga diri kita,
sampai-sampai bersedia menanggung malu. Puncak-puncak keburukannya nyata saat
segala cara dihalalkan untuk memperoleh materi melalui jalan korupsi atau
berpura-pura miskin dengan memilih profesi pengemis. Upah menjadi sesuatu yang
penting sehingga kita berselisih & rusuh karena upah; juga rela
meninggalkan keluarga & tanah air kita demi mendapat upah di pekerjaan kasar.
Tidak salah bekerja untuk upah. Menjadi keliru jika lalu upah duniawi yang kita
pikirkan sebagai yang terbaik & menjadi tujuan hidup kita. Iblis akan
menggunakan berbagai sarana untuk memperbudak orang atau bangsa yang sedemikian
agar diarahkan semata-semata memburu kebendaan seumur hidupnya, lupa akan Tuhan
& perkara-perkara kekal. Upah terbaik & puncak pencapaian kita -suatu
tempat perhentian yang permai bagi jiwa & roh kita, suatu negeri terbaik
yang Tuhan sediakan bagi kita- ialah tempat dimana Yesus ada, yang di sana
telah disediakan tempat bagi kita. Itulah upah abadi, tak ada ngengat &
karat merusaknya -yang untuk semua itu kita relakan diri hidup menghamba pada
Tuan Agung itu. Kiranya hikmat bersinar di hati Anda. Salam revival! GBU. (Worship
Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment