CHURCH FOR SINNERS
Respon 1
Matius 5:16,
“demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat
perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Kemarin waktu aku
omong-omong sama orang, dia cerita kalau ada orang yang sentimen di gereja
anaknya gara-gara jualan anaknya laris dan jualan temannya anak itu nggak laku.
Terus orang itu bilang “lha iya kok ada orang kayak gitu padahal orang
gerejaan”. Wiih... rasanya nggak enak dengar: “padahal orang gerejaan”. Dari
situ aku diingatkan lagi bahwa “orang gerejaan” itu dinilai oleh banyak orang.
Ada juga temanku yang kepaitan sama saudara-saudaranya dan dia bilang “padahal
dia itu orang Kristen, pelayanan, berdoa nggak berhenti-berhenti, tapi kok
kelakuannya kayak gitu”. Hmmm... orang Kristen lagi yang kena. Firman Tuhan
pagi ini mengatakan “...supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan
memuliakan Bapamu yang di sorga.” Kita yang “orang gerejaan” ini membawa nama
baik Bapa, tugas kita adalah memperlihatkan perbuatan baik supaya orang
memuliakan Bapa kita. Jadi... ingatlah setiap gerak gerik kita, perkataan kita,
tingkah laku kita itu membawa nama baik Bapa, sudahkah kita yang “orang
gerejaan” ini membuat orang lain melihat kebaikan Bapa dalam hidup kita? (Ibu
Rita – PKS CL 4)
Respon 2
“Pegang tangan
Yesus agar kita tidak terjerumus.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Sabtu,
25 April 2015. Dimana Belas KasihMU. Sebab di mana ada... mementingkan diri
sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat (Yakobus 3:16).
Kita sering mendengar keluhan semacam ini, “Saya heran, ia kan orang Kristen,
hamba Tuhan lagi, tetapi entah kenapa hatinya tak tersentuh melihat penderitaan
yang dialami pekerjanya?” Atau, “Tampaknya ia cukup aktif di gereja, ramah dan
baik hati saat sama-sama melayani, tetapi saya heran, ketika saya bekerja
dengannya-menjadi bawahannya, kelihatan deh aslinya. Ia menjadi seperti
serigala yang hendak menerkam saya. Menakutkan!” Yoab, panglima raja Daud.
Mengenal betul kepribadian atasannya. Daud raja yang penuh belas kasihan,
menyayangi nyawa anak buahnya, dan menghargai mereka (ay. 20). Namun, hari itu
Yoab terkejut. Daud yang penuh belas kasihan itu berucap janggal, “Janganlah
sebal hatimu karena perkara ini, sebab sudah biasa pedang makan orang ini atau
orang itu...” (ay. 25). Daud yang biasanya penuh welas asih itu tiba-tiba menjadi
kejam. Mengapa? Kepentingan pribadilah yang saat itu menguasainya. Bagaimanapun
caranya, apa pun risikonya, ia memiliki kepentingan agar Uria orang Het itu
mati di medan pertempuran (ay. 15). Daud harus menjaga reputasi, agar
skandalnya dengan istri Uria terkubur--sebagaimana belas kasihnya saat itu juga
terkubur. Nas hari ini mengingatkan kita, “Sebab di mana ada... mementingkan
diri sendiri di situ ada... segala macam perbuatan jahat.” Daud mementingkan
diri sendiri, lalu ia kehilangan belas kasihan. Ingin tetap memiliki belas
kasihan? Jangan mementingkan diri!—GIE. JANGAN TERLALU HERAN, KEPENTINGAN DIRI
SENDIRI DAPAT MENGUBUR BELAS KASIHAN. Selamat pagi semua. Happy Weekend. Berkah
NDALEM GUSTI YESUS. (Madam Ossy)
Respon 4
Yes 59:1 –
Sesungguhnya tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan
pendengaran-NYA tidak kurang tajam untuk mendengarmu! DIA sangat BAIK dan
PEDULI! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

No comments:
Post a Comment