Saturday, 25 April 2015

25 April 2015




CHURCH FOR SINNERS




Matius 5:16, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Tidak semua dari kita mampu untuk melakukan hal-hal yang besar, tetapi kita semua pasti mampu melakukan hal-hal yang sederhana, simpel, praktis. Seperti LILIN yang kecil / sederhana yang mampu menyinari kegelapan. Kehidupan kita adalah TERANG Tuhan karena TERANG itu ada didalam kita. Sudahkah kita bersinar / bercahaya (seperti lilin / sederhana) yang mampu menyinari kehidupan sesama kita, sehingga mereka melihat perbuatan baik yang kita lakukan? J Amin.


Respon 1
Matius 5:16, “demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Kemarin waktu aku omong-omong sama orang, dia cerita kalau ada orang yang sentimen di gereja anaknya gara-gara jualan anaknya laris dan jualan temannya anak itu nggak laku. Terus orang itu bilang “lha iya kok ada orang kayak gitu padahal orang gerejaan”. Wiih... rasanya nggak enak dengar: “padahal orang gerejaan”. Dari situ aku diingatkan lagi bahwa “orang gerejaan” itu dinilai oleh banyak orang. Ada juga temanku yang kepaitan sama saudara-saudaranya dan dia bilang “padahal dia itu orang Kristen, pelayanan, berdoa nggak berhenti-berhenti, tapi kok kelakuannya kayak gitu”. Hmmm... orang Kristen lagi yang kena. Firman Tuhan pagi ini mengatakan “...supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Kita yang “orang gerejaan” ini membawa nama baik Bapa, tugas kita adalah memperlihatkan perbuatan baik supaya orang memuliakan Bapa kita. Jadi... ingatlah setiap gerak gerik kita, perkataan kita, tingkah laku kita itu membawa nama baik Bapa, sudahkah kita yang “orang gerejaan” ini membuat orang lain melihat kebaikan Bapa dalam hidup kita? (Ibu Rita – PKS CL 4)

Respon 2
“Pegang tangan Yesus agar kita tidak terjerumus.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Sabtu, 25 April 2015. Dimana Belas KasihMU. Sebab di mana ada... mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat (Yakobus 3:16). Kita sering mendengar keluhan semacam ini, “Saya heran, ia kan orang Kristen, hamba Tuhan lagi, tetapi entah kenapa hatinya tak tersentuh melihat penderitaan yang dialami pekerjanya?” Atau, “Tampaknya ia cukup aktif di gereja, ramah dan baik hati saat sama-sama melayani, tetapi saya heran, ketika saya bekerja dengannya-menjadi bawahannya, kelihatan deh aslinya. Ia menjadi seperti serigala yang hendak menerkam saya. Menakutkan!” Yoab, panglima raja Daud. Mengenal betul kepribadian atasannya. Daud raja yang penuh belas kasihan, menyayangi nyawa anak buahnya, dan menghargai mereka (ay. 20). Namun, hari itu Yoab terkejut. Daud yang penuh belas kasihan itu berucap janggal, “Janganlah sebal hatimu karena perkara ini, sebab sudah biasa pedang makan orang ini atau orang itu...” (ay. 25). Daud yang biasanya penuh welas asih itu tiba-tiba menjadi kejam. Mengapa? Kepentingan pribadilah yang saat itu menguasainya. Bagaimanapun caranya, apa pun risikonya, ia memiliki kepentingan agar Uria orang Het itu mati di medan pertempuran (ay. 15). Daud harus menjaga reputasi, agar skandalnya dengan istri Uria terkubur--sebagaimana belas kasihnya saat itu juga terkubur. Nas hari ini mengingatkan kita, “Sebab di mana ada... mementingkan diri sendiri di situ ada... segala macam perbuatan jahat.” Daud mementingkan diri sendiri, lalu ia kehilangan belas kasihan. Ingin tetap memiliki belas kasihan? Jangan mementingkan diri!—GIE. JANGAN TERLALU HERAN, KEPENTINGAN DIRI SENDIRI DAPAT MENGUBUR BELAS KASIHAN. Selamat pagi semua. Happy Weekend. Berkah NDALEM GUSTI YESUS. (Madam Ossy)

Respon 4
Yes 59:1 – Sesungguhnya tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-NYA tidak kurang tajam untuk mendengarmu! DIA sangat BAIK dan PEDULI! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.



No comments:

Post a Comment