Wednesday, 15 April 2015

15 April 2015




CHURCH FOR SINNERS




Baca: Roma 11:17-20. Keselamatan adalah anugerah Tuhan yang luar biasa. Sebagai orang percaya, jangan sombong jika kita SUDAH diselamatkan, tetapi jadilah Duta Kristus sehingga mereka yang belum selamat boleh melihat ARTI KESELAMATAN (sikap, tindakan) yang ada dalam hidup kita. Amin.


Respon 1
Ams 22:9 – Orang yang BAIK HATI akan DIBERKATI, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin! Memberi (nasehat, keuangan-harta, teladan, dll) pasti diberkati! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu, 15 April 2015. Menerima Kekalahan. Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud (1 Samuel 18:9). Pemilihan presiden AS pada 1940 dimenangkan oleh Franklin D. Roosevelt dengan perolehan 55% suara. Lawannya, calon dari Partai Republik, ialah Wendell Wilkie. Yang membuat banyak orang heran adalah respons Wilkie setelah kalah. Ia malah mendukung salah satu kebijakan kontroversial Roosevelt mengenai tanah. Ketika ditanya, ia menjawab, “Dulu saya bertarung keras untuk mengalahkannya, tetapi sekarang ia sudah terpilih. Sekarang ia presiden saya.” Sejak penaklukan Goliat (1 Sam. 17), Daud amat populer di mata rakyat. Ditambah lagi, sebagai komandan prajurit Israel, ia meraih kemenangan demi kemenangan gemilang (1 Sam. 18:5). Daud merebut hati bangsanya melebihi Saul. Bahkan anak dan pegawai raja pun bersimpati besar padanya (1 Sam. 18:1, 5). Alih-alih mengakuinya dengan jiwa besar, Saul menolak untuk merangkul kenyataan tersebut. Ia tidak terima dirinya dikalahkan. Ia membiarkan kedengkian menguasai dan merusak jiwanya (ay. 9). Ayah saya selalu berpesan, hidup ini seperti ajang permainan. Ada yang menang, ada yang kalah. Tidak mungkin menang terus, atau sebaliknya. Keduanya harus diterima dengan jiwa besar. Jangan pongah dan gegabah ketika menang. Tak perlu marah dan menyerah ketika kalah. Apalagi dengki. Lebih utama, jiwa kita tetap sehat. Sanggup memikul kemenangan. Mampu menerima kekalahan. Anda sedang gagal atau dikalahkan? Terimalah dengan besar hati, Tuhan sedang membentuk Anda menjadi pemenang sejati —PAD. TAHU MERESAPI ARTI SEBUAH KEKALAHAN MEMBUAT KITA MAMPU MEMAKNAI SEBUAH KEMENANGAN. Selamat pagi. Tetap bersemangat!!! Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Puji Tuhan renungan Firman hari ini: “...Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, TUHAN, Allahnya, menyertainya,...” (2 Tawarikh 36:23). Gbu. (Ibu Tatik – Bank Ekonomi Basuki Rachmat, Surabaya)

Respon 4
Roma 11:17-20 mengingatkan kita bahwa kita ini hanya ‘cabang’ yang dicangkokan ke ‘batang pohon’. Jadi sebetulnya kita ini hidup karena dipelihara oleh batang dan akar pohonnya. Jangan pernah sombong sudah jadi ‘cabang cangkokan’. Ini berbicara kalau kita ini diselamatkan dan bisa jadi anak Tuhan hanya karena kemurahan Tuhan bukan karena siapa kita. Jadi... jangan pernah sombong karena kita sudah rajin ke gereja, pelayanan, mengerti firman lebih. Jangan pernah meremehkan orang yang belum rajin ke gereja, belum pelayanan atau lebih tepatnya belum jadi dewasa rohani. Ayo kita sama-sama saling mendukung bersama-sama belajar menjadi orang-orang yang disukai Tuhan. (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 5
Orang-orang terkuat bukanlah mereka yang selalu menang, tetapi mereka yang tidak menyerah. Yosua 1:9 – Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi. (GNCC)

Respon 6
“Jika kita menaruh prioritas yang benar, maka semua akan tertata dengan sendirinya.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 7
Lukas 17:11-19 Tuhan Yesus menyembuhkan 10 orang kusta. Tuhan Yesus selalu peduli pada siapapun. Dialkitab diceritakan Tuhan Yesus itu selalu peduli pada orang berdosa dan orang-orang yang sakit. Apakah kita terinspirasi dg kepedulian Tuhan Yesus ini, sehingga kita pun mau peduli dengan orang-orang yang ada di sekitar kita? (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 8
Orang seringkali siap untuk mempertanyakan segala sesuatu. Termasuk mempertanyakan orang-orang lain bahkan Tuhan. Pikiran kita tidak jarang dipenuhi begitu banyak pertanyaan mengenai peristiwa-peristiwa, perlakuan-perlakuan atau sikap-sikap orang kepada kita. Jika diteruskan, pertanyaan-pertanyaan berlanjut (secara negatif) akan pribadi Tuhan, keberadaan-Nya hingga keputusan-keputusan-Nya. Tidak sukar untuk menilai lalu menanyakan hal-hal yang tidak dapat kita pahami atau terima dalam hidup. Masalahnya, apakah kita siap jika kepada kita diperlakukan sebaliknya. Siapkah kita jika Tuhan sendiri yang mempertanyakan kita? Itulah yang sempat dialami oleh Ayub saat Tuhan berkata,"Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku”~ Ayub 38:3. Manusia kerap bertanya-tanya dimanakah Tuhan saat bencana alam atau peristiwa-peristiwa buruk terjadi di dunia namun siapkah kita jika ditanya bagaimana kita menjalankan roda kehidupan di muka bumi -yang dalam keegoisan, memanfaatkan alam demi memperkaya diri; juga membiarkan dosa merusak hal-hal yang baik dari manusia yang dicipta segambar dengan Allah itu? Mudah menggugat Tuhan atas nasib kita, ketidakberuntungan kita hingga doa-doa yang seolah tidak dijawab. Tetapi, siapkah kita jika ditanya mengenai bagaimana sikap kita pada Tuhan, seberapa pengabdian kasih kita pada-Nya, & apakah kita cukup peduli pada petunjuk-petunjuk-Nya dalam hidup kita sehari-hari? Saat kita memprotes keadilan-Nya, adakah kita sendiri telah berlaku adil pada Dia? Ketika kita menuntut Dia mengerjakan bagian-Nya, sudahkah kita sendiri melakukan bagian kita sebaik-baiknya? Tahukah dimana titik kesesatan kita sehingga tanpa sadar kita sudah menyimpang dari jalan kebenaran? Sikap suka menggugat orang lain & Tuhan tapi sering lupa mempertanyakan diri sendiri ialah suatu kesombongan -bentuk kejatuhan yang tak disadari sebab merasa diri baik-baik saja. Sebelum Tuhan menggugat kita, biar doa ini senantiasa keluar dari hati kita: “Selidikilah aku, kenallah hati pikiranku, & ujilah aku.” Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment