Saturday, 18 April 2015

18 April 2015




CHURCH FOR SINNERS




Amsal 17:17, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Selalu setia. Selalu ada. Kau BapaKu yang di surga. Tuhan Yesus akan menjadi Sahabat sejati kita bila kita telah menerima tawaran keselamatanNya. Sahabat yang setia yang selalu ada, mengangkat kita saat kita jatuh & ini sudah dibuktikan, Kasih yang Terbesar yang dapat diberikan oleh seorang Sahabat: KASIH yang membuatNya memberikan nyawaNya untuk saya & saudara (Yoh 15:13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”). Adakah KASIH itu juga ada pada kita? Adakah kita menjadi sahabat bagi para pendosa? Jadilah SAHABAT bagi yang ‘terhilang’. Amin.


Respon 1
“Jika kita tidak pernah mau berhenti sejenak dari kesibukan, banyak hal indah yang akan terlewatkan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu, 18 April 2015. Mendengar Atau Mendengarkan? Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya (Lukas 10:39). Seorang guru Sekolah Minggu kecewa melihat muridnya tidak mampu mengingat cerita Alkitab yang telah diajarkan. Jemaat dewasa juga tak berbeda. Hal itu terjadi karena banyak orang hanya mendengar, bukan mendengarkan. “Mendengar” mengarah pada kemampuan memperoleh informasi melalui telinga. “Mendengarkan” melibatkan usaha untuk memahami informasi itu sebaik mungkin. Ketika mendengarkan, orang berkonsentrasi dan berfokus pada informasi yang disampaikan sehingga tertanam dalam hati dan pikiran. Maria dan Marta memiliki respons yang berbeda terhadap perkataan Yesus. Kehadiran Yesus di rumah mereka mendatangkan sukacita bagi kedua perempuan ini. Maria menetapkan hati untuk duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan perkataan-Nya (ay. 39). Sementara itu Marta sibuk melayani Yesus dan mungkin sambil sesekali mendengar perkataan-Nya (ay. 40). Maria bukan sekadar mendengar untuk memperoleh pengetahuan tentang firman Allah; ia memusatkan hati dan pikiran untuk memahami firman itu. Maria memberikan perhatian penuh terhadap perkataan Yesus. Ia tidak hanya mendengar, tetapi mendengarkan! Tidak ada seorang pun yang mampu memahami firman Allah secara sempurna. Namun, jika kita mau mendengarkan firman Allah, bukan hanya mendengarnya, Roh Kudus akan memampukan kita untuk memahami firman-Nya sedikit demi sedikit. Memusatkan hati dan pikiran saat mendengarkan firman Allah akan menolong kita mengerti dan terus mengingat apa yang Allah kehendaki dalam hidup kita —YIW. MENDENGARKAN FIRMAN ALLAH MERUPAKAN CARA MENGENAL KEHENDAK ALLAH. Selamat pagi. Selamat menikmati akhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Ams 17:17 – Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. Sahabat sejati adalah sahabat yang hadir ketika kita dalam kesukaran, dalam keterpurukan. Ada yang mengatakan kasihan orang-orang kaya karena ia tidak dapat menilai siapa yang benar-benar sahabatnya karena orang-orang yang mendekati dia mempunyai tujuan-tujuan tertentu. TUHAN YESUS adalah sahabat sejati kita, telah dibuktikan melalui pengorbananNYA diatas kayu salib supaya kita tidak binasa. Bagaimana dengan kita saat ini apakah kita juga bisa menjadi sahabat buat saudara-saudara kita yang saat ini masih hidup dalam kegelapan, yang masih belum mengenal adanya seorang sahabat yang sejati yaitu TUHAN YESUS? Sudah waktunya kita menjadi sahabat-sahabat mereka untuk memberikan kasih TUHAN YESUS kepada mereka, maka melalui kita mereka akan merasakan kehadiran TUHAN YESUS sebagai sahabat yang tulus dan rela mengorbankan nyawaNYA untuk mereka yang berdosa agar menjadi Pemenang. Amin. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 4
Amin, dahsyat anugerahMu lewat firmanMu, terima kasih Bu selalu memberikan spirit yang luar biasa bagi kami, syalom. (Bp. Manasye – Malinau)

Respon 5
Tanyakanlah pada setiap orang Kristen yang berkunjung di gereja apakah mereka menaruh pengharapan penuh pada Tuhan. Hampir seluruhnya akan menjawab 'ya'. Sayangnya, pengakuan di depan manusia tidak membuktikan apapun. Termasuk kehadiran di gereja sekalipun. Hanya apa yang ditampilkan dalam hidup sehari-hari di hadapan Tuhanlah yang diperhitungkan. Inilah sebagian dari tanda-tanda utama orang yang menaruh harapannya pada Tuhan: 1- Hati & pikirannya diarahkan terus menerus pada Tuhan & perkara-perkara yang di atas ketimbang perkara-perkara sementara di dunia. Ia lebih yakin bahwa hidupnya ditentukan oleh apa yang tak kelihatan (keberadaan Tuhan & kerajaan-Nya) daripada yang kelihatan (hal-hal duniawi). Orang semacam ini mencari Tuhan lebih dari apapun yang lain di dunia; tak bisa jauh dari Tuhan sebab hanya pada Dialah mereka menantikan pertolongan (Maz. 130:5-6). 2- Ketika sandaran-sandaran hidup mereka di dunia ini lenyap, mereka tidak tertekan atau tenggelam dalam rasa panik, cemas, kuatir hingga putus asa dalam hidup ini. Selama Tuhan tidak jauh dari hidup mereka, tidak ada sesuatu yang perlu ditakutkan. Hari depan mereka hingga anak cucu, aman di dalam tangan Tuhan. Mereka tahu semuanya akan menjadi kebaikan yang indah pada waktunya. 3- Karena pengharapan mereka pada hal-hal kekal, mereka menanti & mengusahakan upah & kemuliaan yang abadi -bukan sekedar berkat-berkat jasmani yang dapat rusak & binasa. Meskipun tampak sama dalam aktifitas sehari-hari, ada perbedaan motivasi & orientasi. Yang menyandarkan diri pada Tuhan memakai sumber daya yang mereka miliki untuk memuliakan Tuhan & mengumpulkan harta sorgawi tapi mereka yang percaya kekuatan-kekuatan dunia ini (misalnya uang) berbuat sebaliknya: mereka mencoba menggunakan hukum-hukum & kuasa-kuasa illahi untuk memperoleh lebih banyak berkat-berkat materi demi kenyamanan hidupnya. Pengharapan pada Tuhan ditandai secara nyata oleh buah-buah damai sejahtera yang besar, apapun keadaan yang dialami, karena jaminan yang kokoh dari kehadiran-Nya dalam hidup kita. Demikiankah hidup Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment