CHURCH FOR SINNERS
Respon 1
“Jika kita tidak
pernah mau berhenti sejenak dari kesibukan, banyak hal indah yang akan
terlewatkan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu,
18 April 2015. Mendengar Atau Mendengarkan? Perempuan itu mempunyai seorang
saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus
mendengarkan perkataan-Nya (Lukas 10:39). Seorang guru Sekolah Minggu kecewa
melihat muridnya tidak mampu mengingat cerita Alkitab yang telah diajarkan.
Jemaat dewasa juga tak berbeda. Hal itu terjadi karena banyak orang hanya
mendengar, bukan mendengarkan. “Mendengar” mengarah pada kemampuan memperoleh
informasi melalui telinga. “Mendengarkan” melibatkan usaha untuk memahami
informasi itu sebaik mungkin. Ketika mendengarkan, orang berkonsentrasi dan
berfokus pada informasi yang disampaikan sehingga tertanam dalam hati dan
pikiran. Maria dan Marta memiliki respons yang berbeda terhadap perkataan
Yesus. Kehadiran Yesus di rumah mereka mendatangkan sukacita bagi kedua
perempuan ini. Maria menetapkan hati untuk duduk dekat kaki Yesus dan
mendengarkan perkataan-Nya (ay. 39). Sementara itu Marta sibuk melayani Yesus
dan mungkin sambil sesekali mendengar perkataan-Nya (ay. 40). Maria bukan
sekadar mendengar untuk memperoleh pengetahuan tentang firman Allah; ia
memusatkan hati dan pikiran untuk memahami firman itu. Maria memberikan
perhatian penuh terhadap perkataan Yesus. Ia tidak hanya mendengar, tetapi
mendengarkan! Tidak ada seorang pun yang mampu memahami firman Allah secara
sempurna. Namun, jika kita mau mendengarkan firman Allah, bukan hanya
mendengarnya, Roh Kudus akan memampukan kita untuk memahami firman-Nya sedikit
demi sedikit. Memusatkan hati dan pikiran saat mendengarkan firman Allah akan
menolong kita mengerti dan terus mengingat apa yang Allah kehendaki dalam hidup
kita —YIW. MENDENGARKAN FIRMAN ALLAH MERUPAKAN CARA MENGENAL KEHENDAK ALLAH.
Selamat pagi. Selamat menikmati akhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. (Madam
Ossy)
Respon 3
Ams 17:17 – Seorang
sahabat menaruh kasih setiap waktu,dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
Sahabat sejati adalah sahabat yang hadir ketika kita dalam kesukaran, dalam
keterpurukan. Ada yang mengatakan kasihan orang-orang kaya karena ia tidak
dapat menilai siapa yang benar-benar sahabatnya karena orang-orang yang
mendekati dia mempunyai tujuan-tujuan tertentu. TUHAN YESUS adalah sahabat
sejati kita, telah dibuktikan melalui pengorbananNYA diatas kayu salib supaya
kita tidak binasa. Bagaimana dengan kita saat ini apakah kita juga bisa menjadi
sahabat buat saudara-saudara kita yang saat ini masih hidup dalam kegelapan,
yang masih belum mengenal adanya seorang sahabat yang sejati yaitu TUHAN YESUS?
Sudah waktunya kita menjadi sahabat-sahabat mereka untuk memberikan kasih TUHAN
YESUS kepada mereka, maka melalui kita mereka akan merasakan kehadiran TUHAN
YESUS sebagai sahabat yang tulus dan rela mengorbankan nyawaNYA untuk mereka
yang berdosa agar menjadi Pemenang. Amin. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 4
Amin, dahsyat
anugerahMu lewat firmanMu, terima kasih Bu selalu memberikan spirit yang luar
biasa bagi kami, syalom. (Bp. Manasye – Malinau)
Respon 5
Tanyakanlah pada
setiap orang Kristen yang berkunjung di gereja apakah mereka menaruh
pengharapan penuh pada Tuhan. Hampir seluruhnya akan menjawab 'ya'. Sayangnya,
pengakuan di depan manusia tidak membuktikan apapun. Termasuk kehadiran di
gereja sekalipun. Hanya apa yang ditampilkan dalam hidup sehari-hari di hadapan
Tuhanlah yang diperhitungkan. Inilah sebagian dari tanda-tanda utama orang yang
menaruh harapannya pada Tuhan: 1- Hati & pikirannya diarahkan terus menerus
pada Tuhan & perkara-perkara yang di atas ketimbang perkara-perkara
sementara di dunia. Ia lebih yakin bahwa hidupnya ditentukan oleh apa yang tak
kelihatan (keberadaan Tuhan & kerajaan-Nya) daripada yang kelihatan
(hal-hal duniawi). Orang semacam ini mencari Tuhan lebih dari apapun yang lain
di dunia; tak bisa jauh dari Tuhan sebab hanya pada Dialah mereka menantikan
pertolongan (Maz. 130:5-6). 2- Ketika sandaran-sandaran hidup mereka di dunia
ini lenyap, mereka tidak tertekan atau tenggelam dalam rasa panik, cemas,
kuatir hingga putus asa dalam hidup ini. Selama Tuhan tidak jauh dari hidup mereka,
tidak ada sesuatu yang perlu ditakutkan. Hari depan mereka hingga anak cucu,
aman di dalam tangan Tuhan. Mereka tahu semuanya akan menjadi kebaikan yang
indah pada waktunya. 3- Karena pengharapan mereka pada hal-hal kekal, mereka
menanti & mengusahakan upah & kemuliaan yang abadi -bukan sekedar
berkat-berkat jasmani yang dapat rusak & binasa. Meskipun tampak sama dalam
aktifitas sehari-hari, ada perbedaan motivasi & orientasi. Yang
menyandarkan diri pada Tuhan memakai sumber daya yang mereka miliki untuk
memuliakan Tuhan & mengumpulkan harta sorgawi tapi mereka yang percaya
kekuatan-kekuatan dunia ini (misalnya uang) berbuat sebaliknya: mereka mencoba
menggunakan hukum-hukum & kuasa-kuasa illahi untuk memperoleh lebih banyak
berkat-berkat materi demi kenyamanan hidupnya. Pengharapan pada Tuhan ditandai
secara nyata oleh buah-buah damai sejahtera yang besar, apapun keadaan yang
dialami, karena jaminan yang kokoh dari kehadiran-Nya dalam hidup kita.
Demikiankah hidup Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment