Friday, 3 April 2015

3 April 2015




CHURCH FOR SINNERS



Menjadi orang percaya adalah sama dengan menjadi murid Kristus. Murid Kristus pasti menghasilkan murid Kristus lainnya. Apakah kita yakin bahwa kita telah mengambil keputusan untuk menjadi murid Kristus yang sejati?? Apakah kita sudah terlibat melayani dalam One to One? (Matius 28:19-20 & Kis 1:8). Murid Sejati pasti menghasilkan murid sejati lainnya. Amin J.


Respon 1
To God I give thanks a million times for dying on the cross for us. Sungguh tak terselami kasihNya yang begitu besar sehingga Dia mau memberikan nyawaNya buat kita... Happy Good Friday Siu. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
RENUNGAN PAGI. Yohanes 13:15, “sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” PERJAMUAN TERAKHIR. Bacaan: Yohanes 13:1-38. Bacaan Alkitab hari ini adalah bagian dari rangkaian “pesan perpisahan” Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya di dunia ini yang tercatat dalam Injil Yohanes 13-17. sebagai Guru dan Sahabat bagi murid-murid-Nya, Tuhan Yesus tidak mau melewatkan sedetik pun tanpa memberikan pesan bagi murid-murid-Nya sebagai persiapan menghadapi situasi saat Ia tidak bersama-sama dengan mereka lagi. Ia tahu bahwa waktu-Nya sudah tiba, yaitu waktu untuk menjalankan misi penyelamatan umat manusia, misi yang membawa-Nya turun dari Surga yang mulia menjadi manusia yang hina, misi yang membuat Ia datang ke dunia ini. Sambil menikmati makan Paskah, tidak disadari oleh para murid Tuhan Yesus bahwa malam itu merupakan acara makan Paskah yang terakhir bersama Sang Guru di dunia ini, Tuhan Yesus memberi khotbah perpisahan yang diikuti dg sebuah tindakan kerendahan hati, yaitu membasuh kaki para murid-Nya dan mendoakan mereka. Dalam peristiwa ini, Yesus Kristus benar-benar memberikan teladan sebagai seorang Hamba yang melayani. Bukan hanya itu, Yesus Kristus juga berpesan agar murid-muridNya saling mengasihi karena hanya kasihlah yang dapat menjadi kesaksian bagi mereka yang belum percaya. Karena kasihlah orang-orang akan tahu bahwa mereka adalah murid Kristus. Kasihlah yang membedakan orang percaya deng mereka yang belum percaya. Saling melayani dan saling mengasihi adalah pesan Yesus Kristus yang terakhir. Pesan itu pula yang Ia sampaikan sambil mempersiapkan diri kita memperingati Kesengsaraan dan Kebangkitan-Nya. Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan telah memberi teladan untuk kita tiru. Marilah dengan rendah hati kita melayani satu dengan yang lain serta marilah kita saling mengasihi agar orang tahu bahwa kitalah umat-Nya (Yoh 13:35)! [MS] Selamat pagi. Selamat mengikuti ibadat Jumat Agung, mengenang sengsara, kenistaan, jalan salib Yesus hingga disalibkan & wafat. Semoga semua itu kita umat yang percaya diselamatkan. (Ibu Tatik Maywati – Bank Ekonomi)

Respon 3
Happy Good Friday, everyone!! Always be grateful and never complain in any condition because He has done the greatest things for us. Enjoy this holiday with your family. Gbu J. (Ibu Ester – SMU Petra 1)

Respon 4
Syalom. Amin... “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa” (Roma 7:24-25). Terima kasih ibu Siu, selamat beribadah. TUHAN YESUS mengasihi kita. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)

Respon 5
Banyak pertanyaan yang mungkin hanya kita sendiri yang mampu menjawabnya saat membayangkan jam-jam terakhir Yesus sebelum penyaliban. Mengapa murid-murid tertidur pada saat Yesus tegas berkata memerlukan doa-doa mereka? Mengapa kerumunan yang banyak, yang beberapa hari sebelumnya mengelu-elukan Yesus berbalik menghujat & meminta Yesus disalibkan? Mengapa mereka yang bergelar tokoh-tokoh agama & pemimpin-pemimpin rohani -yang seharusnya mengajar & menegakkan kebenaran sejati- justru yang menyusun rencana pembunuhan orang yang tidak bersalah melalui fitnah yang keji? Mengapa Pilatus & Herodes lebih menuruti tuntutan orang banyak ketimbang membebaskan orang yang dituduh semena-mena? Mengapa ribuan orang yang pernah mengalami sentuhan kuasa & kasih Yesus lebih memilih teroris seperti Barabas yang dibebaskan & Yesus yang dihukum mati? Mengapa Yesus dikhianati & ditinggalkan murid-murid-Nya sendiri? Mengapa yang tidak bersalah itu dihukum mati, didera begitu keji, & masih harus memikul salib-Nya? Mengapa prajurit-prajurit itu menertawakan & mencari kesenangan dari mengolok-olok Yesus yang lemah tak berdaya itu? Mengapa penjahat sekarat di sebelah-Nya, masih sempat-sempatnya mengutuki & merendahkan orang asing yang baru ditemuinya itu? Mengapa di tengah-tengah penderitaan yang amat sangat, orang-orang di sekitar penyaliban masih menghujat Yesus, bukannya berbelas kasihan? Mengapa, hari itu manusia seolah bersatu membunuh seorang yang tidak ditemukan salahnya satupun? Tidakkah semuanya cerminan dari diri kita sendiri? Yang egois, suka memfitnah, menghakimi, berkhianat, lebih takut pada manusia daripada Tuhan, yang tidak berbelas kasih, yang berhati keji, yang suka akan yang jahat daripada yang baik, yang mengaku mengenal Tuhan namun berkelakuan sebaliknya di tempat-tempat yang tak terlihat orang? 2000 tahun telah berlaku sejak itu & Bapa yang penuh kasih itu masih menawarkan kasih karunia bagi kita supaya lepas dari dosa & maut. Melalui darah Anak-Nya yang tercurah hari itu. Ya Yesus kami. Terima kasih untuk korban darah-Mu. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 6
“Karna Salib Mu, ku hidup... Karna Salib Mu, ku menang...” Selamat menghayati pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib bagi hidup kita. (Suwandi Taruna)

Respon 7
“BUNGKUS atau ISI”. Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya. Bedakanlah apa itu “BUNGKUS”-nya dan apa itu “ISI”-nya. “Rumah yang indah” hanya bungkusnya, “keluarga bahagia” itu isinya. “Pesta pernikahan” hanya bungkusnya, “cinta kasih, pengertian, dan tanggung jawab” itu isinya. “Ranjang mewah” hanya bungkusnya, “tidur nyenyak” itu isinya. “Kekayaan” itu hanya bungkusnya, “hati yang gembira” itu isinya. “Makan enak” hanya bungkusnya, “gizi, energi, dan sehat” itu isinya. “Kecantikan dan ketampanan” hanya bungkusnya; “kepribadian dan hati” itu isinya. “Bicara” itu hanya bungkus-nya, “kenyataan” itu isinya. “Buku” hanya bungkusnya; “pengetahuan” itu isinya. “Jabatan” hanya bungkusnya, “pengabdian dan pelayanan” itu isinya. “Pergi ke tempat ibadah” itu bungkusnya, “melakukan ajaran agama” itu isinya. “Kharisma” hanya bungkusnya, “karakter” itu isinya. Utamakanlah isinya, namun rawatlah bungkusnya, Tuhan memberkati. (Megawati Taruna – PT. Ciputra Golf)

Respon 8
Selamat Paskah. Lewat Paskah ini Bapak dan Ibu semakin diberkati dan anugerahNya semakin bertambah baik dalam pelayanan dalam keluarga, pekerjaan. Syalom dan maju terus, jika ada waktu kami sekeluarga ke tempat Ibu jika Tuhan kehendaki. (Ibu Manasye – Malinau)

No comments:

Post a Comment