CHURCH FOR SINNERS
Respon 1
To God I give
thanks a million times for dying on the cross for us. Sungguh tak terselami
kasihNya yang begitu besar sehingga Dia mau memberikan nyawaNya buat kita...
Happy Good Friday Siu. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 2
RENUNGAN PAGI.
Yohanes 13:15, “sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya
kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” PERJAMUAN
TERAKHIR. Bacaan: Yohanes 13:1-38. Bacaan Alkitab hari ini adalah bagian dari
rangkaian “pesan perpisahan” Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya di dunia ini
yang tercatat dalam Injil Yohanes 13-17. sebagai Guru dan Sahabat bagi
murid-murid-Nya, Tuhan Yesus tidak mau melewatkan sedetik pun tanpa memberikan
pesan bagi murid-murid-Nya sebagai persiapan menghadapi situasi saat Ia tidak
bersama-sama dengan mereka lagi. Ia tahu bahwa waktu-Nya sudah tiba, yaitu
waktu untuk menjalankan misi penyelamatan umat manusia, misi yang membawa-Nya
turun dari Surga yang mulia menjadi manusia yang hina, misi yang membuat Ia
datang ke dunia ini. Sambil menikmati makan Paskah, tidak disadari oleh para
murid Tuhan Yesus bahwa malam itu merupakan acara makan Paskah yang terakhir
bersama Sang Guru di dunia ini, Tuhan Yesus memberi khotbah perpisahan yang
diikuti dg sebuah tindakan kerendahan hati, yaitu membasuh kaki para murid-Nya
dan mendoakan mereka. Dalam peristiwa ini, Yesus Kristus benar-benar memberikan
teladan sebagai seorang Hamba yang melayani. Bukan hanya itu, Yesus Kristus
juga berpesan agar murid-muridNya saling mengasihi karena hanya kasihlah yang
dapat menjadi kesaksian bagi mereka yang belum percaya. Karena kasihlah
orang-orang akan tahu bahwa mereka adalah murid Kristus. Kasihlah yang
membedakan orang percaya deng mereka yang belum percaya. Saling melayani dan
saling mengasihi adalah pesan Yesus Kristus yang terakhir. Pesan itu pula yang
Ia sampaikan sambil mempersiapkan diri kita memperingati Kesengsaraan dan
Kebangkitan-Nya. Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan telah memberi teladan
untuk kita tiru. Marilah dengan rendah hati kita melayani satu dengan yang lain
serta marilah kita saling mengasihi agar orang tahu bahwa kitalah umat-Nya (Yoh
13:35)! [MS] Selamat pagi. Selamat mengikuti ibadat Jumat Agung, mengenang
sengsara, kenistaan, jalan salib Yesus hingga disalibkan & wafat. Semoga
semua itu kita umat yang percaya diselamatkan. (Ibu Tatik Maywati – Bank
Ekonomi)
Respon 3
Happy Good Friday,
everyone!! Always be grateful and never complain in any condition because He
has done the greatest things for us. Enjoy this holiday with your family. Gbu J. (Ibu Ester – SMU Petra 1)
Respon 4
Syalom. Amin... “Aku,
manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur
kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku
melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa”
(Roma 7:24-25). Terima kasih ibu Siu, selamat beribadah. TUHAN YESUS mengasihi
kita. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)
Respon 5
Banyak pertanyaan
yang mungkin hanya kita sendiri yang mampu menjawabnya saat membayangkan
jam-jam terakhir Yesus sebelum penyaliban. Mengapa murid-murid tertidur pada
saat Yesus tegas berkata memerlukan doa-doa mereka? Mengapa kerumunan yang
banyak, yang beberapa hari sebelumnya mengelu-elukan Yesus berbalik menghujat
& meminta Yesus disalibkan? Mengapa mereka yang bergelar tokoh-tokoh agama
& pemimpin-pemimpin rohani -yang seharusnya mengajar & menegakkan
kebenaran sejati- justru yang menyusun rencana pembunuhan orang yang tidak
bersalah melalui fitnah yang keji? Mengapa Pilatus & Herodes lebih menuruti
tuntutan orang banyak ketimbang membebaskan orang yang dituduh semena-mena?
Mengapa ribuan orang yang pernah mengalami sentuhan kuasa & kasih Yesus
lebih memilih teroris seperti Barabas yang dibebaskan & Yesus yang dihukum
mati? Mengapa Yesus dikhianati & ditinggalkan murid-murid-Nya sendiri?
Mengapa yang tidak bersalah itu dihukum mati, didera begitu keji, & masih
harus memikul salib-Nya? Mengapa prajurit-prajurit itu menertawakan &
mencari kesenangan dari mengolok-olok Yesus yang lemah tak berdaya itu? Mengapa
penjahat sekarat di sebelah-Nya, masih sempat-sempatnya mengutuki &
merendahkan orang asing yang baru ditemuinya itu? Mengapa di tengah-tengah
penderitaan yang amat sangat, orang-orang di sekitar penyaliban masih menghujat Yesus, bukannya berbelas
kasihan? Mengapa, hari itu manusia seolah bersatu membunuh seorang yang tidak
ditemukan salahnya satupun? Tidakkah semuanya cerminan dari diri kita sendiri?
Yang egois, suka memfitnah, menghakimi, berkhianat, lebih takut pada manusia
daripada Tuhan, yang tidak berbelas kasih, yang berhati keji, yang suka akan
yang jahat daripada yang baik, yang mengaku mengenal Tuhan namun berkelakuan
sebaliknya di tempat-tempat yang tak terlihat orang? 2000 tahun telah berlaku
sejak itu & Bapa yang penuh kasih itu masih menawarkan kasih karunia bagi
kita supaya lepas dari dosa & maut. Melalui darah Anak-Nya yang tercurah
hari itu. Ya Yesus kami. Terima kasih untuk korban darah-Mu. Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 6
“Karna Salib Mu, ku
hidup... Karna Salib Mu, ku menang...” Selamat menghayati pengorbanan Tuhan
Yesus di kayu salib bagi hidup kita. (Suwandi Taruna)
Respon 7
“BUNGKUS atau ISI”.
Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras
pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya. Bedakanlah apa
itu “BUNGKUS”-nya dan apa itu “ISI”-nya. “Rumah yang indah” hanya bungkusnya,
“keluarga bahagia” itu isinya. “Pesta pernikahan” hanya bungkusnya, “cinta
kasih, pengertian, dan tanggung jawab” itu isinya. “Ranjang mewah” hanya
bungkusnya, “tidur nyenyak” itu isinya. “Kekayaan” itu hanya bungkusnya, “hati
yang gembira” itu isinya. “Makan enak” hanya bungkusnya, “gizi, energi, dan
sehat” itu isinya. “Kecantikan dan ketampanan” hanya bungkusnya; “kepribadian
dan hati” itu isinya. “Bicara” itu hanya bungkus-nya, “kenyataan” itu isinya.
“Buku” hanya bungkusnya; “pengetahuan” itu isinya. “Jabatan” hanya bungkusnya,
“pengabdian dan pelayanan” itu isinya. “Pergi ke tempat ibadah” itu bungkusnya,
“melakukan ajaran agama” itu isinya. “Kharisma” hanya bungkusnya, “karakter” itu
isinya. Utamakanlah isinya, namun rawatlah bungkusnya, Tuhan memberkati.
(Megawati Taruna – PT. Ciputra Golf)
Respon 8
Selamat Paskah.
Lewat Paskah ini Bapak dan Ibu semakin diberkati dan anugerahNya semakin
bertambah baik dalam pelayanan dalam keluarga, pekerjaan. Syalom dan maju
terus, jika ada waktu kami sekeluarga ke tempat Ibu jika Tuhan kehendaki. (Ibu
Manasye – Malinau)

No comments:
Post a Comment