CHURCH FOR SINNERS
Respon 1
ARISE and SHINE...
Matius 5:16, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya
mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
(GNCC)
Respon 2
Mat 21:22 – YESUS:
Dan apa saja yang kamu minta dalam DOA dengan penuh KEPERCAYAAN, kamu akan
MENERIMAnya! Wooww 24 jam kita bisa berDOA dan 24 jam juga YESUS bisa JAWAB DOA
kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
SAAT TEDUH. Rabu,
22 April 2015. Rumah Setan. Akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada
keadaannya semula (Lukas 11:26). Semasa kanak-kanak, setiap kali melewati jalan
itu saya melirik ke arah rumah besar di ujung jalan. Bercampur-aduk rasa takut
sekaligus rasa ingin tahu seorang anak. Warga sekitar menyebutnya sebagai
“rumah setan”. Besar, gelap, dan menyeramkan. Kata orang, dulu penghuninya
bangsawan Indo-Belanda. Tetapi, sudah lama mereka pergi--entah ke mana. Rumah
itu kosong. Sepi. Tanpa penghuni. Sejak itu bermunculan ragam-macam cerita
seram tentangnya. Hati dan pikiran manusia ibarat sebuah rumah. Tempat hunian.
Jadi harus berpenghuni. Jangan dibiarkan kosong. Jika roh jahat telah diusir
dari seseorang--seperti yang dikisahkan dalam Lukas 11:14-23--selanjutnya harus
segera ada penghuni baru yang menggantikan. Jika tidak, “kekosongan" yang
dibiarkan terus-menerus bakal mengundang kerusakan yang lebih buruk lagi (ay.
26). Siapakah Penghuni baru itu? Lukas telah menyiapkan jawabannya di ayat 13.
Itulah Roh Kudus! Dia mau menghuni dan beraktivitas di situ! Jangan dibiarkan
kosong. Berbahaya! Pikiran jangan kosong. Hati pun apalagi. Jadwal tak baik
dibiarkan kosong. Melamun dan menganggur berpotensi mengundang hal-hal yang
negatif. Kebiasaan buruk yang telah dibuang harus segera diganti dengan yang
baru untuk mencegahnya muncul kembali. Para pensiunan patut mencari kegiatan
pengganti yang positif. Kehidupan baru anak-anak Tuhan harus penuh. Penuh
dengan Roh--yang selain menghuni, juga ingin aktif berkarya di dalam hidup kita
—PAD. HIDUP BARU ITU ARTINYA MEMBUANG PERI KEHIDUPAN LAMA, LALU MENGISI DAN
MENGGANTIKANNYA DENGAN YANG BARU. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam
Ossy)
Respon 4
Lukas 5:17-26
sekelompok orang yang membawa seorang lumpuh kepada Tuhan Yesus. Dari cerita
ini aku diingatkan, kadang kita mendoakan teman kita, mendorong mereka untuk
percaya pada Tuhan, tapi teman kita itu “lumpuh”, lumpuh itu seperti orang yang
sudah nggak bisa melakukan apa-apa, bahkan mungkin sudah sangsi pada kuasa
Tuhan. Tapi dari cerita ini Tuhan tidak hanya melihat orang lumpuh itu tapi Dia
tergerak oleh iman orang-orang yang membawanya masuk dengan berbagai cara
supaya bisa ketemu Tuhan dan mendapat pertolongan. Jadi... kalau saat ini kita
sedang mendoakan seorang teman yang “lumpuh” jangan pernah menyerah, iman kita
juga dilihat sama Tuhan. Doakan terus teman kita itu dan beri semangat terus
bagaimanapun caranya supaya dia bisa ketemu Tuhan dan dipulihkan. (Ibu Rita –
PKS CL 4)
Respon 5
Sejak awal
penciptaan hingga hari ini, manusia telah terbukti sebagai makhluk ciptaan yang
gemar meninggikan diri. Dosa pertama terjadi karena manusia ingin menjadi sama
tingginya & lepas dari Allah. Itu belum berubah hingga kini. Tak henti,
manusia memegahkan apa saja. Kelebihan-kelebihan dirinya, potensi-potensinya,
hasil-hasil karyanya, keunikannya, pengetahuannya, keunggulannya, kekuasaannya,
pencapaian-nya, harta miliknya dan juga manusia-manusia lainnya. Mengetahui
itu, Rasul Paulus berpesan pada jemaat, “Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah
ia bermegah di dalam Tuhan” (2 Kor. 10:17). Hanya atas Tuhannyalah, orang-orang
percaya boleh membesarkan diri. Ini bukan tanpa alasan. Jika kita mengenal
Allah kita, sungguh, tiada apapun di dalam atau di luar diri kita yang pantas
kita banggakan selain Dia. -Memiliki persekutuan dengan Tuhan layak kita
megahkan. Kita yang demikian terbatas dimampukan berjalan dalam suatu realitas
yang kuat bersama dengan yang tak terbatas. Melebihi segala akses kepada para
pejabat, penguasa bahkan raja-raja, kita terhubung dengan Pribadi paling
berkuasa & termulia di alam semesta sekaligus sangat mengasihi kita.
-Perbuatan-perbuatan Tuhan, baik secara umum di alam semesta atau secara khusus
atas jiwa-jiwa manusia, baik di luar maupun di dalam kita, jelas sesuatu yang
dahsyat. Penciptaan, pemeliharaan, & pengaturan alam semesta; atau
penebusan, penyediaan, penyertaan, bimbingan atas kita umatNya, hari demi hari
terlalu ajaib. Hanya yang tertutup hatinya menolak menjadi kagum &
memegahkannya. -Di atas semuanya, mereka yang mengenal Tuhan sudah pasti tak
habis-habis terpesona oleh pribadi & karakter-Nya. Dia dahsyat, perkasa,
agung, kudus, adil, mahakuasa, mahatahu, mahaadil tapi sekaligus lembut, sangat
peduli, rendah hati, amat baik, limpah dengan kasih. Tuhan kita tiada
bandingannya. Tak mungkin tak bangga memiliki Allah seperti Dia. Dibandingkan
dengan Dia, tiada satupun & apapun yang pantas kita banggakan. TUHAN saja yang
layak. Sungguh benar & tepat bermegah dalam Dia! Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)
Respon 6
Syalom. Amin...
“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah
tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 Petrus 4:7). Terima kasih ibu Siu, selamat
sore. TUHAN YESUS selalu memberkati. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)

No comments:
Post a Comment