Wednesday, 22 April 2015

22 April 2015




CHURCH FOR SINNERS




Baca: Lukas 5:17-26. 1 tantangan buat kita semua: Sudahkah kita membawa ‘orang-orang yang lumpuh’ (yang belum mengenal Tuhan) bahkan yang tidak peduli kepada ‘keselamatan hidupnya’ untuk 1 langkah lebih dekat kepada Tuhan?? Ketika kita PEDULI dengan mereka yang belum diselamatkan, kita sedang PEDULI dengan visi & misiNya Tuhan agar semua orang boleh percaya & menerima keselamatan kekal J. Amin. Diselamatkan untuk menyelamatkan.


Respon 1
ARISE and SHINE... Matius 5:16, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (GNCC)

Respon 2
Mat 21:22 – YESUS: Dan apa saja yang kamu minta dalam DOA dengan penuh KEPERCAYAAN, kamu akan MENERIMAnya! Wooww 24 jam kita bisa berDOA dan 24 jam juga YESUS bisa JAWAB DOA kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
SAAT TEDUH. Rabu, 22 April 2015. Rumah Setan. Akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula (Lukas 11:26). Semasa kanak-kanak, setiap kali melewati jalan itu saya melirik ke arah rumah besar di ujung jalan. Bercampur-aduk rasa takut sekaligus rasa ingin tahu seorang anak. Warga sekitar menyebutnya sebagai “rumah setan”. Besar, gelap, dan menyeramkan. Kata orang, dulu penghuninya bangsawan Indo-Belanda. Tetapi, sudah lama mereka pergi--entah ke mana. Rumah itu kosong. Sepi. Tanpa penghuni. Sejak itu bermunculan ragam-macam cerita seram tentangnya. Hati dan pikiran manusia ibarat sebuah rumah. Tempat hunian. Jadi harus berpenghuni. Jangan dibiarkan kosong. Jika roh jahat telah diusir dari seseorang--seperti yang dikisahkan dalam Lukas 11:14-23--selanjutnya harus segera ada penghuni baru yang menggantikan. Jika tidak, “kekosongan" yang dibiarkan terus-menerus bakal mengundang kerusakan yang lebih buruk lagi (ay. 26). Siapakah Penghuni baru itu? Lukas telah menyiapkan jawabannya di ayat 13. Itulah Roh Kudus! Dia mau menghuni dan beraktivitas di situ! Jangan dibiarkan kosong. Berbahaya! Pikiran jangan kosong. Hati pun apalagi. Jadwal tak baik dibiarkan kosong. Melamun dan menganggur berpotensi mengundang hal-hal yang negatif. Kebiasaan buruk yang telah dibuang harus segera diganti dengan yang baru untuk mencegahnya muncul kembali. Para pensiunan patut mencari kegiatan pengganti yang positif. Kehidupan baru anak-anak Tuhan harus penuh. Penuh dengan Roh--yang selain menghuni, juga ingin aktif berkarya di dalam hidup kita —PAD. HIDUP BARU ITU ARTINYA MEMBUANG PERI KEHIDUPAN LAMA, LALU MENGISI DAN MENGGANTIKANNYA DENGAN YANG BARU. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Lukas 5:17-26 sekelompok orang yang membawa seorang lumpuh kepada Tuhan Yesus. Dari cerita ini aku diingatkan, kadang kita mendoakan teman kita, mendorong mereka untuk percaya pada Tuhan, tapi teman kita itu “lumpuh”, lumpuh itu seperti orang yang sudah nggak bisa melakukan apa-apa, bahkan mungkin sudah sangsi pada kuasa Tuhan. Tapi dari cerita ini Tuhan tidak hanya melihat orang lumpuh itu tapi Dia tergerak oleh iman orang-orang yang membawanya masuk dengan berbagai cara supaya bisa ketemu Tuhan dan mendapat pertolongan. Jadi... kalau saat ini kita sedang mendoakan seorang teman yang “lumpuh” jangan pernah menyerah, iman kita juga dilihat sama Tuhan. Doakan terus teman kita itu dan beri semangat terus bagaimanapun caranya supaya dia bisa ketemu Tuhan dan dipulihkan. (Ibu Rita – PKS CL 4)

Respon 5
Sejak awal penciptaan hingga hari ini, manusia telah terbukti sebagai makhluk ciptaan yang gemar meninggikan diri. Dosa pertama terjadi karena manusia ingin menjadi sama tingginya & lepas dari Allah. Itu belum berubah hingga kini. Tak henti, manusia memegahkan apa saja. Kelebihan-kelebihan dirinya, potensi-potensinya, hasil-hasil karyanya, keunikannya, pengetahuannya, keunggulannya, kekuasaannya, pencapaian-nya, harta miliknya dan juga manusia-manusia lainnya. Mengetahui itu, Rasul Paulus berpesan pada jemaat, “Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan” (2 Kor. 10:17). Hanya atas Tuhannyalah, orang-orang percaya boleh membesarkan diri. Ini bukan tanpa alasan. Jika kita mengenal Allah kita, sungguh, tiada apapun di dalam atau di luar diri kita yang pantas kita banggakan selain Dia. -Memiliki persekutuan dengan Tuhan layak kita megahkan. Kita yang demikian terbatas dimampukan berjalan dalam suatu realitas yang kuat bersama dengan yang tak terbatas. Melebihi segala akses kepada para pejabat, penguasa bahkan raja-raja, kita terhubung dengan Pribadi paling berkuasa & termulia di alam semesta sekaligus sangat mengasihi kita. -Perbuatan-perbuatan Tuhan, baik secara umum di alam semesta atau secara khusus atas jiwa-jiwa manusia, baik di luar maupun di dalam kita, jelas sesuatu yang dahsyat. Penciptaan, pemeliharaan, & pengaturan alam semesta; atau penebusan, penyediaan, penyertaan, bimbingan atas kita umatNya, hari demi hari terlalu ajaib. Hanya yang tertutup hatinya menolak menjadi kagum & memegahkannya. -Di atas semuanya, mereka yang mengenal Tuhan sudah pasti tak habis-habis terpesona oleh pribadi & karakter-Nya. Dia dahsyat, perkasa, agung, kudus, adil, mahakuasa, mahatahu, mahaadil tapi sekaligus lembut, sangat peduli, rendah hati, amat baik, limpah dengan kasih. Tuhan kita tiada bandingannya. Tak mungkin tak bangga memiliki Allah seperti Dia. Dibandingkan dengan Dia, tiada satupun & apapun yang pantas kita banggakan. TUHAN saja yang layak. Sungguh benar & tepat bermegah dalam Dia! Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 6
Syalom. Amin... “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 Petrus 4:7). Terima kasih ibu Siu, selamat sore. TUHAN YESUS selalu memberkati. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)


No comments:

Post a Comment