Sunday, 26 April 2015

26 April 2015



CHURCH FOR SINNERS


Matius 9:37, “Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.’” Ayat 38: ‘Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.’ 'Setiap jiwa punya nama. Setiap nama punya cerita. Setiap cerita berharga dimata Tuhan! Adakah kita punya kerinduan untuk menyelamatkan jiwa yang belum mengenal DIA? J Ada banyak mereka, yaitu kelaurga / sahabat / rekan sekerja / sesama kita yang lain yang belum BERJUMPA dengan kasih Kristus (tuaian banyak). Tuhan meminta kita mau bekerja sebagai PENUAI JIWA. Sudah siapkah kita?

Respon 1
1 Sam 18:14 – Daud BERHASIL di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia! Penyertaan-NYA sempurna (24 jam), suka / duka pasti BERHASIL. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
“Dengan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, kita justru akan semakin kuat.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu, 26 April 2015. Saksi yang Benar. Apa yang telah kami lihat dan telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus (1 Yohanes 1:3). Kesaksian seseorang atau lebih dalam suatu pengadilan sangat memengaruhi hasil sidang tersebut. Seorang saksi dapat memperberat tuduhan pada seorang terdakwa atau dapat pula membebaskan si terdakwa dari segala tuduhan. Peran saksi sangatlah penting. Yohanes, rasul yang dibuang ke Pulau Patmos, juga menyebut dirinya saksi. Apa yang ia lihat, ia alami, dan ia rasakan tidak ia simpan sendiri. Apalagi saat itu banyak ajaran sesat yang menentang ketuhanan Yesus Kristus dan memutarbalikkan dasar kepercayaan umat. Ada orang percaya tidak memercayai ajaran para rasul dan memengaruhi orang lain untuk meragukan iman mereka. Hal inilah yang mendorong Yohanes untuk menulis surat kepada mereka. Pengenalan pribadi Yohanes akan Tuhan Yesus Kristus merupakan dasar penulisan surat ini. Melaluinya, rasul Yohanes mengajak jemaat untuk kembali pada dasar kepercayaan yang benar, pengajaran yang sehat, dan iman kepada Yesus Kristus. Sampai saat ini, tipuan iblis melalui pengajaran sesat masih tetap mengombang-ambingkan iman orang-orang percaya. Bukan hanya itu, pengajaran melalui mimbar gereja sekalipun dapat membuat orang percaya meragukan iman mereka. Sebagai orang percaya, kita tetap percaya bahwa Alkitab adalah firman Tuhan yang memberikan kesaksian yang benar. Dan dengan pengenalan yang benar akan firman-Nya, kita pun dimampukan untuk menjadi saksi Kristus di mana pun kita berada. Marilah kita tetap giat bersaksi untuk memenangkan jiwa!—WAN. KAMI RINDU UNTUK MENJADI SAKSI-MU, DI MANA PUN ENGKAU TEMPATKAN, AGAR NAMA-MU DIPERMULIAKAN. Selamat pagi. Selamat Hari Minggu. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Apakah yang paling utama saat kita menghadap hadirat Tuhan bersama-sama dalam suatu acara ibadah? Secara umum, tidak sedikit yang berpikir bahwa apa yang tampak baik, indah, menarik, nyaman, menyenangkan mata & hati kita semua yang beribadah -semua itu dipandang sebagai suatu persembahan terbaik bagi Tuhan. Sayangnya Tuhan tahu setiap hati & pikiran kita hingga yang terdalam. Kitab Yesaya dibuka dengan pesan-pesan profetik yang serius bagi orang-orang Israel -secara khusus dalam kaitannya dengan kehidupan ibadah mereka di hadapan Tuhan (Yes. 1:10-20). Kedatangan mereka ke bait suci disambut oleh Tuhan dengan teguran (aat 12). Korban-korban persembahan mereka, sekalipun banyak, tidak dipandang oleh Tuhan (11). Perayaan-perayaan & upacara-upacara ibadah yang tidak pernah lalai mereka adakan dipandang rendah bahkan dibenci oleh Tuhan (13-14). Doa-doa yang mereka naikkan juga tidak akan didengarkan oleh Tuhan (15). Dari sini kita tahu, tidak selalu Tuhan menerima kebaktian kita! Apa sebab Tuhan menolak tamu-tamuNya? Tidak lain karena Dia tahu hati & juga hidup mereka. Di depan umum secara kasat mata, yang tampak ialah orang-orang yang beribadah & menyembah Yang Mahakudus, Allah Israel namun di dalam hati, mereka tidak tunduk pada Tuhan, menolak untuk taat (19-20), hidup mereka sehari-hari jahat & tak menunjukkan kasih pada sesamanya (16-17). Meski beribadah, mereka tidak memperhatikan pengajaran dari Tuhan & tidak pernah mengenal Tuhan (3,10). Dari pesan nabi Yesaya kita mengetahui apa yang utama saat dalam ibadah. Format-format luar dari ibadah, sakramen, susunan acara, peringatan hari-hari tertentu, perayaan-perayaan bahkan persembahan-persembahan materi yang dibawa bukan yang esensial. Semua menjadi kurang atau tidak berarti jika hidup kita lebih seperti orang-orang yang tak bertuhan. Mereka yang beribadah tapi dalam gaya hidupnya bertentangan dengan pikiran & maksud hati Tuhan, merendahkan arti ibadah itu sendiri & nama Tuhan pun dinistakan. Ibadah yang benar ditandai kerinduan yang besar untuk belajar memahami & melakukan kehendak Tuhan. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)






No comments:

Post a Comment