Monday, 20 April 2015

20 April 2015




CHURCH FOR SINNERS




Kisah 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kuasa yang ada didalam diri kita itu jauh lebih besar daripada tekanan yang datang dari masalah-masalah hidup kita J. Oleh karenanya jadilah saksiNya yang dapat menguatkan orang lain, jika Allah bisa memakai seorang seperti Paulus, DIA juga bisa memakai kita. Jika Allah bisa menyelamatkan orang yang paling berdosa, tak seorangpun yang tidak terjangkau olehNya. Amin.


Respon 1
Ams 18:14 – Orang yang BERSEMANGAT dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? Ayo SEMANGAT. Jangan frustasi. SEMANGAT! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
“Penguasaan diri tetap jadi panglima dalam berbagai medan pertempuran, termasuk melawan diri sendiri.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Senin, 20 April 2015. Sulaman Tangan Allah. Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead (Hakim-Hakim 11:1). Kita acap kali melihat sebuah hasil sulaman yang indah dalam bentuk yang jadi. Mungkin saja sulaman itu sudah dijahit rapi bagian tepinya dan berbingkai sangat indah. Tetapi, cobalah membongkar bingkainya dan lihatlah kain hasil sulaman itu di bagian belakangnya! Apa yang kita temukan? Sungguh berbanding terbalik dengan penampilan bagian depannya. Di bagian belakang sulaman itu, kita akan menemukan jalinan benang bertumpukan yang sangat tidak teratur, sangat amburadul, dan jauh dari kata indah. Dengan cara yang sama kita dapat memandang kehidupan Yefta. Kita melihat Yefta sebagai pahlawan gagah perkasa yang dipakai Tuhan secara luar biasa untuk memimpin bangsa Israel. Tetapi, tahukah kita bahwa Yefta punya latar belakang yang sama sekali jauh dari kata 'indah'? Seperti bagian belakang sulaman tadi, latar belakang Yefta sangatlah buruk, seorang yang terusir dari saudara-saudaranya dan tidak mendapat bagian warisan. Meskipun demikian, Tuhan memilihnya dan memakainya menjadi seorang pahlawan pemimpin Israel. Di tangan Tuhan, seburuk apa pun latar belakang seseorang, Dia dapat membentuknya menjadi sebuah hasil karya yang mahaindah. Sama halnya dengan latar belakang hidup kita, dosa telah merusak citra Allah dalam hidup kita. Namun demikian, Allah tetap menunjukkan kasih karunia-Nya dalam hidup kita. Dia telah menebus kita dari dosa dan memulihkan hidup kita. Tidak berhenti di situ, Dia mendandani hidup kita sehingga kita siap dipakai untuk kemuliaan-Nya —SYS. HIDUP KITA YANG RUSAK PUN DAPAT DIUBAH MENJADI INDAH JIKA KITA BERADA DI TANGAN TUHAN YANG MEMULIHKAN. Selamat pagi. Semangat awal minggu. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Yoh 4:1-42 bercerita tentang perjumpaan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria yang diubahkan hidupnya. Kemudian perempuan ini menceritakan pertemuannya ini dengan orang-orang dikampungnya dan banyak orang jadi percaya Tuhan. Aku pernah ngomong sama seorang teman “wah nanti disana kamu jadi pendeta ya” dan dijawab “jadi pandeta aja pandeta = pande bercerita”. Ya memang benar kita harus pandai bercerita, bercerita tentang apa? Bercerita tentang pengalaman ditolong Tuhan alias bersaksi dimana-mana. Biarlah setiap pembicaraan kita dengan orang itu diselipi cerita tetang kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Wanita Samaria itu juga cuma bercerita tentang perjumpaannya dengan Tuhan dan banyak orang jadi percaya. Siap jadi pandeta??? (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 5
Syalom. Amin... “Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada” (Mazmur 146:2). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN YESUS selalu memberkati. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)

Respon 6
Sukar menemukan ada tanaman yang tumbuh di atas batu keras. Jikapun ada, ia mudah tercerabut sebab tidak berakar kuat. Ya, akar yang kuat adalah syarat utama suatu pohon bertahan puluhan, ratusan, hingga ribuan tahun. Bahkan ketika pohon itu tidak tampak batangnya, jika akar masih ada & hidup, ia akan bersemi kembali, tumbuh seperti sedia kala. Ada orang-orang yang hatinya bagai tanah dipenuhi batu-batu seperti yang disampaikan Yesus dalam perumpamaan mengenai benih (Mark. 4:5-6,14-17). Mereka menyambut firman dengan gembira. Tidak bersikap dingin apalagi menolaknya. Dengan antusias, mereka menikmati penyingkapan firman demi firman. Masalahnya, mereka tidak berakar yang artinya tidak ada kedalaman melalui perenungan-perenungan & praktek-praktek selanjutnya atas kebenaran yang mereka terima itu. Mereka puas dengan pengetahuan yang sedikit itu. Bahkan jika pengetahuan mereka banyak, komitmen mereka lemah sebab itu hanya kumpulan ide & pemikiran rohani tanpa dasar hubungan yang kuat, hidup, & bersifat pribadi dengan Tuhan. Orang-orang ini puas hanya menjadi pendengar, bukan pelaku firman. Penindasan, penganiayaan, kesukaran, penderitaan, kemalangan hidup -yang sering menyertai proses Tuhan dalam hidup anak-anakNya yang mau hidup seturut firman lebih banyak disikapi dengan kekecewaan, protes & keluhan pada Tuhan. Bukannya mengambil waktu merenung & mencari isi hati Tuhan, yang hatinya berbatu-batu perlahan menjadi tawar hatinya lalu memalingkan wajah dari Tuhan. Meski mungkin masih beribadah ke gereja, secara mental kerohanian mereka telah meninggalkan Tuhan. Batu melambangkan ganjalan-ganjalan, keraguan-keraguan & pertanyaan-pertanyaan di hati tentang Tuhan & jalan-jalanNya. Jangan biarkan itu terus ada di hati Anda & semakin banyak. Renungkan lebih lagi kebenaran-Nya. Temukan bukti-bukti firman itu ya & amin dengan menerapkannya. Alami kenyataan kehadiran Tuhan tiap-tiap hari dengan berkomunikasi aktif dengan Dia. Saat keadaan-keadaan sukar datang, mendesaklah ke bawah. Biarkan benih itu berakar & menguasai seluruh tanah hati Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment