CHURCH FOR SINNERS
Respon 1
Ams 18:14 – Orang
yang BERSEMANGAT dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan
semangat yang patah? Ayo SEMANGAT. Jangan frustasi. SEMANGAT! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
“Penguasaan diri
tetap jadi panglima dalam berbagai medan pertempuran, termasuk melawan diri
sendiri.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin,
20 April 2015. Sulaman Tangan Allah. Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah
seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal;
ayah Yefta ialah Gilead (Hakim-Hakim 11:1). Kita acap kali melihat sebuah hasil
sulaman yang indah dalam bentuk yang jadi. Mungkin saja sulaman itu sudah
dijahit rapi bagian tepinya dan berbingkai sangat indah. Tetapi, cobalah
membongkar bingkainya dan lihatlah kain hasil sulaman itu di bagian
belakangnya! Apa yang kita temukan? Sungguh berbanding terbalik dengan
penampilan bagian depannya. Di bagian belakang sulaman itu, kita akan menemukan
jalinan benang bertumpukan yang sangat tidak teratur, sangat amburadul, dan
jauh dari kata indah. Dengan cara yang sama kita dapat memandang kehidupan
Yefta. Kita melihat Yefta sebagai pahlawan gagah perkasa yang dipakai Tuhan
secara luar biasa untuk memimpin bangsa Israel. Tetapi, tahukah kita bahwa
Yefta punya latar belakang yang sama sekali jauh dari kata 'indah'? Seperti
bagian belakang sulaman tadi, latar belakang Yefta sangatlah buruk, seorang
yang terusir dari saudara-saudaranya dan tidak mendapat bagian warisan.
Meskipun demikian, Tuhan memilihnya dan memakainya menjadi seorang pahlawan
pemimpin Israel. Di tangan Tuhan, seburuk apa pun latar belakang seseorang, Dia
dapat membentuknya menjadi sebuah hasil karya yang mahaindah. Sama halnya
dengan latar belakang hidup kita, dosa telah merusak citra Allah dalam hidup
kita. Namun demikian, Allah tetap menunjukkan kasih karunia-Nya dalam hidup
kita. Dia telah menebus kita dari dosa dan memulihkan hidup kita. Tidak
berhenti di situ, Dia mendandani hidup kita sehingga kita siap dipakai untuk
kemuliaan-Nya —SYS. HIDUP KITA YANG RUSAK PUN DAPAT DIUBAH MENJADI INDAH JIKA
KITA BERADA DI TANGAN TUHAN YANG MEMULIHKAN. Selamat pagi. Semangat awal
minggu. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
Yoh 4:1-42 bercerita
tentang perjumpaan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria yang diubahkan
hidupnya. Kemudian perempuan ini menceritakan pertemuannya ini dengan
orang-orang dikampungnya dan banyak orang jadi percaya Tuhan. Aku pernah
ngomong sama seorang teman “wah nanti disana kamu jadi pendeta ya” dan dijawab
“jadi pandeta aja pandeta = pande bercerita”. Ya memang benar kita harus pandai
bercerita, bercerita tentang apa? Bercerita tentang pengalaman ditolong Tuhan
alias bersaksi dimana-mana. Biarlah setiap pembicaraan kita dengan orang itu
diselipi cerita tetang kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Wanita Samaria itu juga
cuma bercerita tentang perjumpaannya dengan Tuhan dan banyak orang jadi
percaya. Siap jadi pandeta??? (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 5
Syalom. Amin...
“Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku
selagi aku ada” (Mazmur 146:2). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas
TUHAN YESUS selalu memberkati. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)
Respon 6
Sukar menemukan ada
tanaman yang tumbuh di atas batu keras. Jikapun ada, ia mudah tercerabut sebab
tidak berakar kuat. Ya, akar yang kuat adalah syarat utama suatu pohon bertahan
puluhan, ratusan, hingga ribuan tahun. Bahkan ketika pohon itu tidak tampak
batangnya, jika akar masih ada & hidup, ia akan bersemi kembali, tumbuh
seperti sedia kala. Ada orang-orang yang hatinya bagai tanah dipenuhi batu-batu
seperti yang disampaikan Yesus dalam perumpamaan mengenai benih (Mark.
4:5-6,14-17). Mereka menyambut firman dengan gembira. Tidak bersikap dingin apalagi
menolaknya. Dengan antusias, mereka menikmati penyingkapan firman demi firman.
Masalahnya, mereka tidak berakar yang artinya tidak ada kedalaman melalui
perenungan-perenungan & praktek-praktek selanjutnya atas kebenaran yang
mereka terima itu. Mereka puas dengan pengetahuan yang sedikit itu. Bahkan jika
pengetahuan mereka banyak, komitmen mereka lemah sebab itu hanya kumpulan ide
& pemikiran rohani tanpa dasar hubungan yang kuat, hidup, & bersifat
pribadi dengan Tuhan. Orang-orang ini puas hanya menjadi pendengar, bukan
pelaku firman. Penindasan, penganiayaan, kesukaran, penderitaan, kemalangan
hidup -yang sering menyertai proses Tuhan dalam hidup anak-anakNya yang mau
hidup seturut firman lebih banyak disikapi dengan kekecewaan, protes &
keluhan pada Tuhan. Bukannya mengambil waktu merenung & mencari isi hati
Tuhan, yang hatinya berbatu-batu perlahan menjadi tawar hatinya lalu
memalingkan wajah dari Tuhan. Meski mungkin masih beribadah ke gereja, secara
mental kerohanian mereka telah meninggalkan Tuhan. Batu melambangkan
ganjalan-ganjalan, keraguan-keraguan & pertanyaan-pertanyaan di hati
tentang Tuhan & jalan-jalanNya. Jangan biarkan itu terus ada di hati Anda
& semakin banyak. Renungkan lebih lagi kebenaran-Nya. Temukan bukti-bukti
firman itu ya & amin dengan menerapkannya. Alami kenyataan kehadiran Tuhan
tiap-tiap hari dengan berkomunikasi aktif dengan Dia. Saat keadaan-keadaan
sukar datang, mendesaklah ke bawah. Biarkan benih itu berakar & menguasai
seluruh tanah hati Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment