Sunday, 19 April 2015

19 April 2015




CHURCH FOR SINNERS




Yakobus 1:19, “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata- kata, dan juga lambat untuk marah.” Mau mendengarkan orang lain & mampu mengendalikan diri saat seseorang berbicara tentang pengakuan, pernyataan & penderitaan mereka dibutuhkan kerendahan hati J. Kerendahan hati mencerminkan hati & kasihNya ada dalam hidup kita. Amin J.


Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu, 19 April 2015. Salah Sangka. Padahal kami dahulu mengharapkan bahwa Dialah yang akan membebaskan bangsa Israel (Lukas 24:21). Saya sempat salah sangka kepada Tuhan ketika saya harus meninggalkan Surabaya, kota kelahiran saya. Saya mengira Dia tidak mengasihi dan tidak memedulikan saya yang masih ingin tinggal di sana. Tujuh belas tahun sesudahnya, setelah Tuhan membawa saya mengalami banyak perkara luar biasa, saya bisa memahami rencana-Nya yang indah. Saya mengalami kelahiran baru, bertumbuh secara rohani, menempuh pendidikan di universitas, dan menikah dengan perempuan yang saya kasihi. Fakta kematian Yesus di kayu salib menggemparkan banyak pihak, tak terkecuali bagi murid Yesus. Yesus yang diharapkan menjadi pembebas bangsa Israel dari penjajahan Romawi ternyata mati muda. Jika ukurannya adalah harapan atau pemikiran mereka tersebut, jelas Yesus gagal. Padahal, lebih dari harapan para murid dan juga bangsa Yahudi, Yesus benar-benar datang sebagai pembebas. Kematian dan kebangkitan-Nya memungkinkan manusia yang percaya kepada-Nya terbebas dari kuasa dosa. Jadi, sebenarnya prasangka para murid tidak tepat. Yesus berkarya malah melampaui harapan mereka. Rencana dan jalan Tuhan sering tak mudah dipahami oleh manusia. Apa yang nampak sebagai kegagalan, keinginan yang tidak terkabul, atau harapan yang seakan telah sirna, bukan berarti rencana Tuhan juga gagal. Jangan salah sangka terhadap Dia. Dia berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan-Nya. Segala sesuatu yang kita alami ada dalam kendali-Nya. Percayalah bahwa rencana dan kehendak-Nya sempurna dalam hidup kita —GHJ. TUHAN PUNYA SERIBU SATU CARA UNTUK MENGGENAPI RENCANA-NYA DI BUMI INI. Selamat pagi. Selamat beribadah dan melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
Maz 30:11 – Dengarlah ya TUHAN dan kasihanilah aku ya TUHAN, jadilah PENOLONGku! TUHAN sumber PERTOLONGANku. DIA sekarang MENOLONGku. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
Ada ratusan ribu pujian yang pernah dicipta untuk memuliakan nama Tuhan. Dan jumlah tersebut masih akan terus bertambah hingga kesudahan dunia. Umat Kristen memang dikenal sebagai umat pemuji. Mazmur 149:1 mengandung perintah bagi kita: “Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru!...” Perintah yang diulang kembali dalam bagian-bagian lain dalam Alkitab (Maz. 33:3; 96:1; 98:1;Yes. 42:10). Apakah ini berarti kita harus terus mencipta & menaikkan lagu-lagu baru & meninggalkan puji-pujian yang lama? Yang dimaksud 'baru' sebenarnya menunjuk pada sesuatu yang diperbarui, yang segar, yang tidak dilakukan dengan cara yang itu-itu saja tapi dikerjakan dengan cara sedemikian sehingga terasa baru di pemandangan Tuhan. Mungkinkah? Ya. Malah sangat mungkin, sebab: 1- Pekerjaan tangan Tuhan, berkat-berkatNya, apapun yang disediakan & diberikan-Nya pada kita selalu baru (Rat. 3:22-23). Seperti manna yang diberikan segar setiap hari, yang tidak perlu disimpan tetapi disediakan baru tiap pagi, demikian karya-Nya tak pernah sama tiap hari. Itulah inspirasi bagi puji-pujian kita yang tentu berbeda daripada saat menerima berkat-berkat di waktu yang lalu. 2- Jika kita melalui tahun-tahun hidup kita bersama Tuhan maka kita pun mengecap banyak pengalaman baru. Tiap langkah dalam suka & duka, kita makin menyadari bahwa Dia baik, tak pernah meninggalkan kita. Hari lepas hari, apapun keadaan kita, Allah begitu setia. Meski lagu-lagu lama kita pujikan tapi pengalaman-pengalaman yang makin indah bersama-Nya menerbitkan nyanyian yang segar di hadapan-Nya. 3- Lebih dari segalanya, jika kita menjaga hubungan kita dengan Tuhan waktu demi waktu, maka HATI & KEKUATAN KITA PUN SELALU DIBAHARUI oleh kerja kuasa Roh-Nya (Yes. 40:31). Dari hati yang baru selalu akan terbit syukur, sukacita, penyerahan, pengabdian, pengaguman yang melahirkan penyembahan & pujian yang terasa baru -sekalipun dengan syair yang lama. Dalam nyanyian yang baru ada kuasa kesaksian yang dahsyat bagi dunia (Maz. 40:4). Akankah Anda menaikkannya hari ini? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
“Ujian di sekolah kehidupan lebih berat ketimbang di bangku sekolah.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment