Sunday, 5 April 2015

5 April 2015




CHURCH FOR SINNERS



Efesus 1:23, “Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Efesus 4:15, “tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” Kristus yang sangat berkuasa inilah yang diberikan menjadi kepala dari gereja / jemaat Tuhan (Efesus 4:15). Karena itu tidak ada yang TIDAK BISA dilakukan oleh gereja sebagai kepenuhan Kristus (Efesus 1:23). Karena segala sesuatu, semua ‘pemerintahan’, dimasa kini maupun mendatang, telah diletakkan dibawah kakiNya, KUASA yang seperti inilah yang tersedia bagi setiap orang percaya. Dengan kuasa seperti ini, tak ada hal yang MUSTAHIL, tak ada impian yang tak tercapai! Amin.


Respon 1
“Bangkit dari kerohanian yang mati merupakan awal pertumbuhan semua aspek lainnya.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH PASKAH. Minggu, 5 April 2015. Fokus Ke Depan. Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku... yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Filipi 3:13b-14). Ketika kita mengemudi kendaraan, pandangan kita terutama terfokus pada hal-hal yang ada di depan kita. Kendaraan lain yang melintas, jalan yang mungkin berlubang, juga manusia atau hewan yang bisa saja tiba-tiba menyeberang. Sesekali saja kita harus menengok ke spion untuk memastikan tidak ada kendaraan yang sedang mengejar kita karena suatu keperluan atau barangkali ada kendaraan yang ingin mendahului kita pada saat kita ingin berbelok arah. Demikian juga dengan cara kita menjalani hidup. Sebaiknya pandangan kita arahkan ke depan, berfokus pada apa yang menjadi cita-cita kita pada masa yang akan datang dengan disertai rasa optimis, doa, dan kerja keras. Masa lalu—rentetan kejadian yang sudah tidak bisa diubah lagi—kita gunakan sebagai bekal untuk menyongsong masa depan. Masa lalu adalah sejarah yang memberi kita pengalaman berharga agar kita lebih bijaksana dan teliti pada masa kini dan nanti. Kita semua memiliki masa lalu. Ada yang gemilang sehingga orang seakan ingin terus memeluknya. Ada pula yang menimbulkan trauma sehingga orang terus dihantui oleh bayangan buruk. Kedua sikap itu sama-sama tidak sehat. Entah baik entah buruk, kita perlu belajar melepaskan masa lalu, agar kita dapat melanjutkan hidup dengan cara yang bermakna dan meraih pencapaian yang maksimal. Jadi, mari kita mengarahkan pandangan ke masa depan dan menjadikan masa lalu sebagai acuan untuk menjadi orang yang lebih baik pada masa kini dan nanti. MASA LALU SEHARUSNYA MENJADI PENDORONG UNTUK MAJU, BUKANNYA BEBAN YANG MEMBUAT LANGKAH KITA TERTAHAN. SELAMAT PASKAH. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Syalom. “Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu” (Ayub 19:25). Selamat pagi ibu Siu, kami ucapkan selamat Paskah. TUHAN YESUS mengasihi ibu Siu dan keluarga dengan kasih yang abadi. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)

Respon 4
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup... tidak akan mati selama-lamanya... Percayakah...? (Yoh 11:25,26). Itulah yang dikatakan Tuhan Yesus setelah DIA disalibkan, mati dan dikuburkan. Pada hari ke tiga bangkit dari antara orang mati. Maka DIA yang mampu menjamin hidup kekal bagi kita yang percaya kepada-Nya. Bukankah yang terpenting dalam hidup kita bukan hanya urusan-urusan yang ada di dunia ini saja, bukan? Tetapi bagaimana masa depan keselamatan kita, di mana hidup kita ada dalam kekekalan? Kebangkitan Tuhan Yesus menjawab kebutuhan masa depan kita, di mana kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi hari esok. Namun kebangkitan-Nya sudah menjamin hari esok kita. Selamat Paskah, biarlah kita juga menjadi berkat bagi banyak orang. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Ketika murid-murid larut dalam duka; saat Minggu itu serombongan wanita menapak langkah menuju kubur Arimatea; air mata pun masih bercucuran membayangkan tubuh suci itu kehabisan darah lalu berseru menyerahkan nyawa (Mrk. 16:1-8). Pikiran setiap mereka yang tahu hidup Pria agung itu berkecamuk, “Masih adakah keadilan bagi orang yang tak bersalah? Mengapa kelicikan & kekejian yang meraja? Apakah yang dapat diharapkan ketika para pemimpin rohani, mereka yang duduk di kursi Musa & pengajar-pengajar Israel sendiri yang justru ada di balik layar perbuatan biadab itu? Masihkah ada harapan? Di manakah Tuhan di saat-saat seperti ini?” Hal yang sama mungkin sedang kita rasakan. Entah secara pribadi, keluarga atau mungkin satu bangsa. Melihat orang berbuat kejahatan tanpa pikir lagi. Korban-korban yang tidak bersalah pun berjatuhan. Yang punya harta & jabatan mengendalikan apa & siapa yang benar atau salah. Hukum diputarbalikkan & harapan akan keadilan pun pudar. Tapi, kubur kosong itu menyentakkan kesadaran kita. Jika maut dapat dikalahkan-Nya, apakah yang tidak sanggup dilakukan-Nya? Jika Tuhan kita ternyata hidup, akankah Dia tinggal diam melihat ketidakadilan terjadi di antara anak-anakNya, dalam gereja-Nya, atas bangsa tebusan-Nya? Kebangkitan Yesus adalah harapan terbesar yang pernah ada di dunia. Harapan yang pasti bagi setiap yang percaya. Bahwa sesuai waktu Tuhan, akan dibalaskan-Nya setiap ketidakadilan & akan diupahi-Nya mereka yang tulus hati mengasihi Dia dalam keadaan apapun. Mungkin bukan sekarang & tidak sesuai waktu atau cara yang kita inginkan tetapi seperti Kristus yang tampak kalah namun membalikkan keadaan dalam 3 hari -demikianlah satu kali setiap kejahatan akan dihancurkan selama-lamanya. Satu kali akan ada tempat yang tepat -yang setimpal- untuk setiap orang. Sebab Dia tidak tidur atau mati. Dia melihat, menilai & mencatat setiap perbuatan orang. Dia akan menyatakan keadilan-Nya. Entah kini atau nanti. Sebab Dia hidup, akan ada penghakiman paling adil dalam sejarah alam semesta. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)



No comments:

Post a Comment