CHURCH FOR SINNERS
Respon 1
“Bangkit dari
kerohanian yang mati merupakan awal pertumbuhan semua aspek lainnya.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH PASKAH.
Minggu, 5 April 2015. Fokus Ke Depan. Aku melupakan apa yang telah di
belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku... yaitu panggilan
surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Filipi 3:13b-14). Ketika kita mengemudi
kendaraan, pandangan kita terutama terfokus pada hal-hal yang ada di depan
kita. Kendaraan lain yang melintas, jalan yang mungkin berlubang, juga manusia
atau hewan yang bisa saja tiba-tiba menyeberang. Sesekali saja kita harus
menengok ke spion untuk memastikan tidak ada kendaraan yang sedang mengejar
kita karena suatu keperluan atau barangkali ada kendaraan yang ingin mendahului
kita pada saat kita ingin berbelok arah. Demikian juga dengan cara kita
menjalani hidup. Sebaiknya pandangan kita arahkan ke depan, berfokus pada apa
yang menjadi cita-cita kita pada masa yang akan datang dengan disertai rasa
optimis, doa, dan kerja keras. Masa lalu—rentetan kejadian yang sudah tidak
bisa diubah lagi—kita gunakan sebagai bekal untuk menyongsong masa depan. Masa
lalu adalah sejarah yang memberi kita pengalaman berharga agar kita lebih
bijaksana dan teliti pada masa kini dan nanti. Kita semua memiliki masa lalu.
Ada yang gemilang sehingga orang seakan ingin terus memeluknya. Ada pula yang
menimbulkan trauma sehingga orang terus dihantui oleh bayangan buruk. Kedua
sikap itu sama-sama tidak sehat. Entah baik entah buruk, kita perlu belajar
melepaskan masa lalu, agar kita dapat melanjutkan hidup dengan cara yang
bermakna dan meraih pencapaian yang maksimal. Jadi, mari kita mengarahkan
pandangan ke masa depan dan menjadikan masa lalu sebagai acuan untuk menjadi
orang yang lebih baik pada masa kini dan nanti. MASA LALU SEHARUSNYA MENJADI
PENDORONG UNTUK MAJU, BUKANNYA BEBAN YANG MEMBUAT LANGKAH KITA TERTAHAN.
SELAMAT PASKAH. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. (Madam
Ossy)
Respon 3
Syalom. “Tetapi aku
tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu” (Ayub 19:25).
Selamat pagi ibu Siu, kami ucapkan selamat Paskah. TUHAN YESUS mengasihi ibu
Siu dan keluarga dengan kasih yang abadi. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)
Respon 4
“Akulah kebangkitan
dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup... tidak akan mati selama-lamanya...
Percayakah...? (Yoh 11:25,26). Itulah yang dikatakan Tuhan Yesus setelah DIA
disalibkan, mati dan dikuburkan. Pada hari ke tiga bangkit dari antara orang
mati. Maka DIA yang mampu menjamin hidup kekal bagi kita yang percaya
kepada-Nya. Bukankah yang terpenting dalam hidup kita bukan hanya urusan-urusan
yang ada di dunia ini saja, bukan? Tetapi bagaimana masa depan keselamatan
kita, di mana hidup kita ada dalam kekekalan? Kebangkitan Tuhan Yesus menjawab
kebutuhan masa depan kita, di mana kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi
hari esok. Namun kebangkitan-Nya sudah menjamin hari esok kita. Selamat Paskah,
biarlah kita juga menjadi berkat bagi banyak orang. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
Ketika murid-murid
larut dalam duka; saat Minggu itu serombongan wanita menapak langkah menuju
kubur Arimatea; air mata pun masih bercucuran membayangkan tubuh suci itu
kehabisan darah lalu berseru menyerahkan nyawa (Mrk. 16:1-8). Pikiran setiap
mereka yang tahu hidup Pria agung itu berkecamuk, “Masih adakah keadilan bagi
orang yang tak bersalah? Mengapa kelicikan & kekejian yang meraja? Apakah
yang dapat diharapkan ketika para pemimpin rohani, mereka yang duduk di kursi
Musa & pengajar-pengajar Israel sendiri yang justru ada di balik layar perbuatan
biadab itu? Masihkah ada harapan? Di manakah Tuhan di saat-saat seperti ini?”
Hal yang sama mungkin sedang kita rasakan. Entah secara pribadi, keluarga atau
mungkin satu bangsa. Melihat orang berbuat kejahatan tanpa pikir lagi.
Korban-korban yang tidak bersalah pun berjatuhan. Yang punya harta &
jabatan mengendalikan apa & siapa yang benar atau salah. Hukum
diputarbalikkan & harapan akan keadilan pun pudar. Tapi, kubur kosong itu
menyentakkan kesadaran kita. Jika maut dapat dikalahkan-Nya, apakah yang tidak
sanggup dilakukan-Nya? Jika Tuhan kita ternyata hidup, akankah Dia tinggal diam
melihat ketidakadilan terjadi di antara anak-anakNya, dalam gereja-Nya, atas bangsa
tebusan-Nya? Kebangkitan Yesus adalah harapan terbesar yang pernah ada di
dunia. Harapan yang pasti bagi setiap yang percaya. Bahwa sesuai waktu Tuhan,
akan dibalaskan-Nya setiap ketidakadilan & akan diupahi-Nya mereka yang
tulus hati mengasihi Dia dalam keadaan apapun. Mungkin bukan sekarang &
tidak sesuai waktu atau cara yang kita inginkan tetapi seperti Kristus yang
tampak kalah namun membalikkan keadaan dalam 3 hari -demikianlah satu kali
setiap kejahatan akan dihancurkan selama-lamanya. Satu kali akan ada tempat
yang tepat -yang setimpal- untuk setiap orang. Sebab Dia tidak tidur atau mati.
Dia melihat, menilai & mencatat setiap perbuatan orang. Dia akan menyatakan
keadilan-Nya. Entah kini atau nanti. Sebab Dia hidup, akan ada penghakiman
paling adil dalam sejarah alam semesta. Salam revival! GBU. (Worship Center
Surabaya)

No comments:
Post a Comment