Wednesday, 29 April 2015

29 April 2015



CHURCH FOR SINNERS





Kisah 20:24, “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.” TELADAN dari semangat seorang Rasul Paulus dalam hal menginjil kiranya menginspirasi kita untuk SEMAKIN GIAT dalam memberitakan kasihNya. Bersemangat menginspirasi kita semakin berdedikasi melayaniNya. Amin J.

Respon 1
Maz 103:3 – TUHAN yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu! Setelah TUHAN ampuni (bereskan dosa-dosa kita), ada kesembuhan (jasmani-rohani, ekonomi, keluarga, pelayanan, dll)! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu, 29 April 2015. Pengemis Berjas. Janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka (Yakobus 2:1). Saya menyaksikan adegan aneh ini di Youtube. Seorang pengemis itu berdiri di keramaian, mengenakan jas dan rambutnya tersisir rapi. Hampir setiap orang yang didekatinya memberi uang sehingga dalam waktu singkat ia dapat mengumpulkan 9 dollar 50 sen. Kemudian, ia hanya mengenakan kaus oblong dan rambutnya kusam. Hasilnya? Tidak ada orang yang sudi memberinya uang! Mungkinkah penampilan lebih penting daripada kemiskinan itu sendiri sehingga memberi pun harus melihat penampilan? Penulis surat Yakobus amat peduli pada pengamalan iman. Baginya, iman itu bukan sikap yang pasif, melainkan harus dipraktikkan dalam perbuatan (Yak. 2:14-26). Dan, ia tahu, salah satu hambatan serius untuk itu ialah kecenderungan manusia untuk memandang muka dan membedakan orang berdasarkan penampilannya. Orang yang mengalami penolakan akan tersisih dan terluka perasaannya. Sebaliknya, orang yang diistimewakan akan besar kepala dan dapat menimbulkan persoalan dalam jemaat. Sikap memandang muka seperti itu menyalahi hukum Tuhan yang utama: kasih (ay. 8). Wujud penampilan manusia bisa beraneka ragam. Warna kulit. Rupa wajah. Busana dan aksesoris. Kendaraan. Kedudukan sosial. Kecakapan berbicara. Isi dompet. Bakat yang cemerlang. Gelar yang menempel di belakang nama. Kecacatan. Untuk itu, komunitas orang percaya harus bersikap hati-hati dan bijaksana. Jangan membeda-bedakan orang. Kecondongan manusia bersikap begitu amatlah kuat, namun kasih yang sejati tidak memandang muka —PAD. PERBEDAAN RUPA DI ANTARA MANUSIA ITU BIASA. PEMBEDAAN ATAS DASAR RUPA MANUSIA ITU DOSA. Good morning. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
“Saat kita memakai Yesus sebagai fondasi dan batu penjuru kebenaran, maka bangunan iman kita akan berdiri dengan kukuh.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Kisah 20:24, ‘Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.’ Ya apa ya caranya bisa punya semangat kayak Rasul Paulus ini?? Aku sudah jadi Kristen lama kok nggak bisa punya semangat yang kayak gini J. (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 5
Langkah kecil di arah dan jalan yang benar akan menjadikan sesuatu yang luar biasa di depan. Lukas 16:10, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (GNCC)





No comments:

Post a Comment