CHURCH FOR SINNERS
Kisah 20:24, “Tetapi
aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis
akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku
untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.” TELADAN dari
semangat seorang Rasul Paulus dalam hal menginjil kiranya menginspirasi
kita untuk SEMAKIN GIAT dalam memberitakan kasihNya. Bersemangat menginspirasi
kita semakin berdedikasi melayaniNya. Amin J.
Respon 1
Maz 103:3 – TUHAN
yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu!
Setelah TUHAN ampuni (bereskan dosa-dosa kita), ada kesembuhan (jasmani-rohani,
ekonomi, keluarga, pelayanan, dll)! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu,
29 April 2015. Pengemis Berjas. Janganlah iman itu kamu amalkan dengan
memandang muka (Yakobus 2:1). Saya menyaksikan adegan aneh ini di Youtube.
Seorang pengemis itu berdiri di keramaian, mengenakan jas dan rambutnya
tersisir rapi. Hampir setiap orang yang didekatinya memberi uang sehingga dalam
waktu singkat ia dapat mengumpulkan 9 dollar 50 sen. Kemudian, ia hanya
mengenakan kaus oblong dan rambutnya kusam. Hasilnya? Tidak ada orang yang sudi
memberinya uang! Mungkinkah penampilan lebih penting daripada kemiskinan itu
sendiri sehingga memberi pun harus melihat penampilan? Penulis surat Yakobus
amat peduli pada pengamalan iman. Baginya, iman itu bukan sikap yang pasif,
melainkan harus dipraktikkan dalam perbuatan (Yak. 2:14-26). Dan, ia tahu,
salah satu hambatan serius untuk itu ialah kecenderungan manusia untuk
memandang muka dan membedakan orang berdasarkan penampilannya. Orang yang
mengalami penolakan akan tersisih dan terluka perasaannya. Sebaliknya, orang
yang diistimewakan akan besar kepala dan dapat menimbulkan persoalan dalam
jemaat. Sikap memandang muka seperti itu menyalahi hukum Tuhan yang utama:
kasih (ay. 8). Wujud penampilan manusia bisa beraneka ragam. Warna kulit. Rupa
wajah. Busana dan aksesoris. Kendaraan. Kedudukan sosial. Kecakapan berbicara.
Isi dompet. Bakat yang cemerlang. Gelar yang menempel di belakang nama.
Kecacatan. Untuk itu, komunitas orang percaya harus bersikap hati-hati dan
bijaksana. Jangan membeda-bedakan orang. Kecondongan manusia bersikap begitu
amatlah kuat, namun kasih yang sejati tidak memandang muka —PAD. PERBEDAAN RUPA
DI ANTARA MANUSIA ITU BIASA. PEMBEDAAN ATAS DASAR RUPA MANUSIA ITU DOSA. Good
morning. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
“Saat kita memakai
Yesus sebagai fondasi dan batu penjuru kebenaran, maka bangunan iman kita akan
berdiri dengan kukuh.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Kisah 20:24,
‘Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai
garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku
untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.’ Ya apa ya caranya
bisa punya semangat kayak Rasul Paulus ini?? Aku sudah jadi Kristen lama kok
nggak bisa punya semangat yang kayak gini J. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 5
Langkah kecil di arah
dan jalan yang benar akan menjadikan sesuatu yang luar biasa di depan. Lukas
16:10, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam
perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil,
ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (GNCC)

No comments:
Post a Comment