Thursday, 30 April 2015

30 April 2015




CHURCH FOR SINNERS



Baca: Matius 28:19-20. Amanat Agung Tuhan Yesus bukan hanya suatu ‘wacana’ (pergilah & jadikan semua bangsa murid-Ku...). Ini adalah sebuah perintah, Bila kita bekerja sebagai profesional, perintah biasanya harus dilaksana-kan & dikerjakan J. Amin. Sudahkah kita menggenapi Amanat Agung ini?? Sudah pernahkah kita dimuridkan & memuridkan orang lain? “OneToOne” C.


Respon 1
Maz 105:37 – Dituntun-NYA mereka keluar membawa perak dan emas, diantara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir! Wow... Sudah diberkati berlimpah-limpah masih dilindungi TUHAN. Uenakkk Tenannn! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
“Orang yang berada di bawah air baru merasakan betapa pentingnya oksigen bagi hidupnya.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Kamis, 30 April 2015. Reformasi Mental. Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri (2 Tawarikh 34:2). Banyak orang sudah gerah dengan keadaan negara ini yang dipenuhi berbagai penyimpangan. Korupsi yang merajalela secara sistematis dan masif. Ketidakadilan di bidang penegakan hukum sampai muncul kesan bahwa orang yang kaya kebal hukum, sedangkan mereka yang miskin harus rela terima nasib selalu jadi pesakitan. Kesenjangan ekonomi yang semakin jauh. Dan, masih banyak contoh lainnya. Banyak orang sudah mulai berteriak, “Semua harus dihentikan! Kami ingin perubahan!” Yosia menjadi raja pada usia yang masih sangat muda. Pada awal masa pemerintahan, ia mengadakan satu perubahan yang luar biasa di bidang kerohanian (ay. 3). Perubahan itu dilakukan di tengah situasi kemerosotan mental dan rohani masyarakat Yehuda yang menyembah berhala (ay. 3-7). Yosia, yang mencari Allah sejak masa muda, melakukan reformasi mendasar di bidang spiritual. Ia bertobat dan merendahkan diri saat mendengarkan firman Tuhan dari kitab Taurat yang ditemukan (ay. 19). Ia memimpin bangsanya dengan baik sampai pada akhir pemerintahannya (ay. 33). Meskipun tak dijelaskan, kita dapat membayangkan perubahan mental dan perilaku masyarakat Yehuda pada saat itu. Keadaan negeri kita pun bukan tanpa harapan. Masih banyak orang baik yang berharap dan mengupayakan perubahan di negeri ini. Bukan saja melalui perbaikan sistem kemasyarakatan, tetapi juga melalui perubahan mental manusia. Perubahan yang dimulai dari sikap takut kepada Tuhan ini akan diikuti dengan perubahan sikap dan perilaku di segala bidang —AAS. PERUBAHAN MENTAL SPIRITUAL AKAN MEMBAWA PENGARUH POSITIF PADA PERUBAHAN SIKAP DAN PERILAKU. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Selamat berlibur. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
You need to learn to lean on the Lord. It means depend totally, completely, and exclusively on God (Rick Warren). Anda perlu belajar bersandar kepada Tuhan. Itu berarti bergantung sepenuhnya, segalanya, dan hanya kepada Tuhan (Rick Warren). (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Mat 28:19-20, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKU dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah KU perintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai pada akhir zaman.” Sejak rasul Paulus menerima TUHAN YESUS sebagai TUHAN dan Juru selamatnya, ia menyadari bahwa hidupnya bukan lagi miliknya akan tetapi adalah milik KRISTUS yang sudah mengasihi dia dan menyerahkan hidupnya untuk dia. Intinya harus ada satu perubahan hidup yang terjadi ketika kita telah menerima Kristus dalam hidup kita sehingga apapun yang kita lakukan mencerminkan kasih KRISTUS, orang lain akan melihat kasih KRISTUS ada di dalam diri kita. Amin, Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 6
Diperkirakan ada lebih kurang 5% dari seluruh populasi dunia (sekitar 15,5-38,6 juta orang) mengkonsumsi narkotika & obat-obatan terlarang (narkoba). Yang lebih mengejutkan, diprediksi hampir 5 juta orang dari jumlah tersebut adalah orang-orang Indonesia (itu berarti 1 dari 50 orang Indonesia ialah pengguna narkoba). Menurut survey, setiap hari di Indonesia rata-rata 50 orang mati karena narkoba dengan tren yang terus naik dari tahun ke tahun. Walau tidak menyelesaikan akar masalah, kita harus mendukung upaya apapun dari pemerintah melawan narkoba. Dan akan tiba waktunya keadaan ini berubah karena lawatan Tuhan yang besar & mengubahkan hidup terjadi atas Indonesia. Narkoba adalah salah satu senjata yang kuat dari kuasa kegelapan. Melaluinya, manusia dapat dikendalikan dengan mudah. Pikirannya dibuat gelap, nafsu mengejar kenikmatan dibangkitkan, fisiknya dibuat ketagihan. Demi menghindari rasa sakit namun melipatgandakan sensasi rasa senang dari barang-barang haram itu, orang menyerahkan dirinya melakukan apa saja yang jahat & lebih jahat lagi. Yesus pernah berkata, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi...” (Luk. 12:34). Sesungguhnya Yesus sedang menyingkap suatu strategi iblis atas manusia. Demi mencegah manusia dari pengenalan akan Tuhan, sejak dulu iblis mengalihkan manusia pada hal-hal yang membuat manusia terlena & fokus pada kenikmatan dunia atau membuat manusia sarat oleh kepentingan-kepentingan dunia ini. Candu bagi manusia jauh lebih kompleks daripada yang kita pikirkan. Jika 5% orang Indonesia menjadi pecandu narkoba, entah berapa persenkah yang terikat dengan candu dunia ini: kesenangan hidup, gaya hidup mewah, uang, pekerjaan sampai hobby & kebiasaan-kebiasaan buruk (merokok, misalnya) yang tak ingin diubah demi membayar harga hubungan dengan Tuhan? Jika terikat narkotika ialah buah-buahnya, kecanduan hal-hal duniawi ialah akarnya. Jangan biarkan hati Anda sarat dengan dunia hingga iblis memegang kendali atas hidup Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment