CHURCH FOR SINNERS
Respon 1
Maz 105:37 –
Dituntun-NYA mereka keluar membawa perak dan emas, diantara suku-suku mereka
tidak ada yang tergelincir! Wow... Sudah diberkati berlimpah-limpah masih
dilindungi TUHAN. Uenakkk Tenannn! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
“Orang yang berada
di bawah air baru merasakan betapa pentingnya oksigen bagi hidupnya.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Kamis,
30 April 2015. Reformasi Mental. Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan
hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri
(2 Tawarikh 34:2). Banyak orang sudah gerah dengan keadaan negara ini yang
dipenuhi berbagai penyimpangan. Korupsi yang merajalela secara sistematis dan
masif. Ketidakadilan di bidang penegakan hukum sampai muncul kesan bahwa orang
yang kaya kebal hukum, sedangkan mereka yang miskin harus rela terima nasib
selalu jadi pesakitan. Kesenjangan ekonomi yang semakin jauh. Dan, masih banyak
contoh lainnya. Banyak orang sudah mulai berteriak, “Semua harus dihentikan!
Kami ingin perubahan!” Yosia menjadi raja pada usia yang masih sangat muda.
Pada awal masa pemerintahan, ia mengadakan satu perubahan yang luar biasa di
bidang kerohanian (ay. 3). Perubahan itu dilakukan di tengah situasi
kemerosotan mental dan rohani masyarakat Yehuda yang menyembah berhala (ay.
3-7). Yosia, yang mencari Allah sejak masa muda, melakukan reformasi mendasar
di bidang spiritual. Ia bertobat dan merendahkan diri saat mendengarkan firman
Tuhan dari kitab Taurat yang ditemukan (ay. 19). Ia memimpin bangsanya dengan
baik sampai pada akhir pemerintahannya (ay. 33). Meskipun tak dijelaskan, kita
dapat membayangkan perubahan mental dan perilaku masyarakat Yehuda pada saat
itu. Keadaan negeri kita pun bukan tanpa harapan. Masih banyak orang baik yang
berharap dan mengupayakan perubahan di negeri ini. Bukan saja melalui perbaikan
sistem kemasyarakatan, tetapi juga melalui perubahan mental manusia. Perubahan
yang dimulai dari sikap takut kepada Tuhan ini akan diikuti dengan perubahan
sikap dan perilaku di segala bidang —AAS. PERUBAHAN MENTAL SPIRITUAL AKAN
MEMBAWA PENGARUH POSITIF PADA PERUBAHAN SIKAP DAN PERILAKU. Selamat pagi.
Selamat beraktivitas. Selamat berlibur. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
You need to learn
to lean on the Lord. It means depend totally, completely, and exclusively on
God (Rick Warren). Anda perlu belajar bersandar kepada Tuhan. Itu berarti
bergantung sepenuhnya, segalanya, dan hanya kepada Tuhan (Rick Warren). (Ibu
Caroline – Bandung)
Respon 5
Mat 28:19-20,
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKU dan baptislah mereka
dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala
sesuatu yang telah KU perintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu
senantiasa sampai pada akhir zaman.” Sejak rasul Paulus menerima TUHAN YESUS
sebagai TUHAN dan Juru selamatnya, ia menyadari bahwa hidupnya bukan lagi
miliknya akan tetapi adalah milik KRISTUS yang sudah mengasihi dia dan
menyerahkan hidupnya untuk dia. Intinya harus ada satu perubahan hidup yang
terjadi ketika kita telah menerima Kristus dalam hidup kita sehingga apapun yang
kita lakukan mencerminkan kasih KRISTUS, orang lain akan melihat kasih KRISTUS
ada di dalam diri kita. Amin, Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 6
Diperkirakan ada
lebih kurang 5% dari seluruh populasi dunia (sekitar 15,5-38,6 juta orang)
mengkonsumsi narkotika & obat-obatan terlarang (narkoba). Yang lebih
mengejutkan, diprediksi hampir 5 juta orang dari jumlah tersebut adalah
orang-orang Indonesia (itu berarti 1 dari 50 orang Indonesia ialah pengguna
narkoba). Menurut survey, setiap hari di Indonesia rata-rata 50 orang mati
karena narkoba dengan tren yang terus naik dari tahun ke tahun. Walau tidak
menyelesaikan akar masalah, kita harus mendukung upaya apapun dari pemerintah
melawan narkoba. Dan akan tiba waktunya keadaan ini berubah karena lawatan Tuhan
yang besar & mengubahkan hidup terjadi atas Indonesia. Narkoba adalah salah
satu senjata yang kuat dari kuasa kegelapan. Melaluinya, manusia dapat
dikendalikan dengan mudah. Pikirannya dibuat gelap, nafsu mengejar kenikmatan
dibangkitkan, fisiknya dibuat ketagihan. Demi menghindari rasa sakit namun
melipatgandakan sensasi rasa senang dari barang-barang haram itu, orang
menyerahkan dirinya melakukan apa saja yang jahat & lebih jahat lagi. Yesus
pernah berkata, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan
kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi...” (Luk. 12:34). Sesungguhnya
Yesus sedang menyingkap suatu strategi iblis atas manusia. Demi mencegah
manusia dari pengenalan akan Tuhan, sejak dulu iblis mengalihkan manusia pada
hal-hal yang membuat manusia terlena & fokus pada kenikmatan dunia atau
membuat manusia sarat oleh kepentingan-kepentingan dunia ini. Candu bagi
manusia jauh lebih kompleks daripada yang kita pikirkan. Jika 5% orang
Indonesia menjadi pecandu narkoba, entah berapa persenkah yang terikat dengan
candu dunia ini: kesenangan hidup, gaya hidup mewah, uang, pekerjaan sampai
hobby & kebiasaan-kebiasaan buruk (merokok, misalnya) yang tak ingin diubah
demi membayar harga hubungan dengan Tuhan? Jika terikat narkotika ialah buah-buahnya,
kecanduan hal-hal duniawi ialah akarnya. Jangan biarkan hati Anda sarat dengan
dunia hingga iblis memegang kendali atas hidup Anda. Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment