Saturday, 11 April 2015

11 April 2015




CHURCH FOR SINNERS



Bacaan: Matius 9:9-13. Ayat 13: “Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Tetap mengasihi mereka yang berdosa bukan berarti menyetujui ‘perbuatan dosanya’ J. Undang rekan-rekan kita yang ‘jauh dari Tuhan’, bawa mereka 1 langkah lebih dekat kepada Tuhan untuk datang beribadah, untuk berkomunitas, sehingga Gereja bukanlah Museum untuk orang yang baik saja, tetapi Gereja adalah Rumah Pemulihan bagi semua orang yang ‘hancur’. Amin.


Respon 1
SAAT TEDUH. Sabtu, 11 April 2015. Barang Bekas. Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, supaya tidak ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8-9). Di salah satu pos pelayanan gereja saya, ada anggota yang bekerja sebagai pemulung rangkas (barang bekas). Rangkas yang terkumpul ada yang berasal dari kota lain di Indonesia. Di tempat itu, rangkas dipilah: botol dengan botol, kardus dengan kardus, plastik dengan plastik, besi dengan besi. Selanjutnya, rangkas dibawa ke pabrik untuk didaur ulang. Kehidupan kita, oleh Paulus digambarkan seperti barang bekas yang dekil, kotor, bau, menjijikkan, dan layak dibuang karena dosa dan pelanggaran kita. Karena dosa, kita sudah mati dan layak dimurkai (ay. 1-3). Namun, dari pihak Allah, Dia kaya dengan rahmat dan penuh dengan belas kasihan. Tuhan “mendaur ulang” kita menjadi manusia yang berbeda dari sebelumnya. Dia memiliki rencana dan rancangan yang lain. Allah mau menyelamatkan dan menghidupkan kita kembali dalam anugerah Yesus Kristus (ay. 4-6). Bahkan Allah menjanjikan tempat di Kerajaan Surga (ay. 6). Semua hanya karena anugerah--karena pemberian Allah, bukan karena usaha kita sendiri--sehingga tidak ada yang dapat kita banggakan (ay. 8-10). Paskah adalah merayakan anugerah Allah di dalam Yesus Kristus yang telah mati disalib menggantikan kita. Peristiwa Paskah tidak bisa dilepaskan dari peristiwa Jumat Agung saat anugerah keselamatan dari Allah diberikan karena Kristus sudah membayar lunas penebusan kita di kayu salib. Paskah sekaligus adalah bangkitnya kita dari kematian oleh dosa. Tindakan syukur apa yang kita lakukan atas anugerah besar yang kita terima itu? —AAS. DOSA TIDAK DAPAT MENGHENTIKAN ANUGERAH ALLAH YANG TERUS MENGALIR, TETAPI ANUGERAH ALLAH PASTI MENGHENTIKAN DOSA. Pagi semua. Happy weekend. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
“Keganasan rahang induk harimau bisa sangat lembut saat mengangkat anaknya yang dikasihi, demikian juga ibu sejati.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Perkataan-perkataan Yesus sering mengandung kontroversi. Seolah-olah saling bertentangan satu sama lain. Dia yang bergelar Pangeran Damai (Prince of Peace, Yes. 9:5) & yang berkata “berbahagialah orang yang membawa damai” namun Dia pula yang berujar, “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.” (Matius 10:34). Bagaimana mungkin Yesus demikian bertentangan satu sama lain? Bagi yang tak memahami benar maksud Yesus akan menuding bahwa inilah bukti bahwa Alkitab tidak dapat dipercaya & plin plan. Padahal sesungguhnya, ajaran Kristus harus disikapi dengan perenungan mendalam, dengan hati yang lapar & haus akan kebenaran sejati. Sesungguhnya, Yesus memang membawa damai. Pada-Nya ada kedamaian sejati. Setiap yang menjadi pengikut-pengikutNya akan beroleh damai sejahtera yang besar yang berbeda dengan damai yang diberikan dunia ini (Yoh.14:27). Ya, Dia datang membawa damai yang sorgawi, bukan duniawi. Damai sorgawi berakar dari kebenaran sejati (Yes. 32:17); damai duniawi bersumber dari keadaan-keadaan yang diciptakan oleh kekuatan manusia. Damai yang dari Tuhan berasal dari keteguhan berdiri di atas kebenaran & dalam tinggal dekat Tuhan; damai dunia ditumbuhkan melalui rasa takut merusak tatanan & kompromi-kompromi manusiawi yang memilih untuk tidak berkonflik agar hidup lebih nyaman meski dalam kesesatan & ketidakbenaran. Damai illahi menjadikan kita makin rindu mengenal Sumber Damai itu; kondisi damai buatan manusia justru menutup akses dari Sumber Damai itu sendiri. Yesus ialah puncak kedamaian yang semestinya dimiliki oleh manusia. Tidak seharusnya manusia merasa tenang dalam damai semu dunia yang mudah rusak & terusik. Yang mengetahui ini akan memilih bersama Kristus meski tidak lagi sepandangan dengan keluarga atau teman-teman sepergaulan. Berada bersama-sama dengan Yesus Kristus, Anda tidak akan gelisah lagi. Sebab damai sejahtera Anda digantungkan kepada apa yang tak tergoncangkan. Sudahkah damai yang tetap itu menjadi milik Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
Maz 94:22 – TUHAN adalah kota bentengku dan gunung batu perlindunganku! Ayoo, jangan takut menjalani hidup ini, kita PASTI dijaga dan dilindungi-NYA. Aman. Sip! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.


No comments:

Post a Comment