CHURCH FOR SINNERS
Respon 1
SAAT TEDUH. Sabtu,
11 April 2015. Barang Bekas. Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman;
itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu,
supaya tidak ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8-9). Di salah satu pos
pelayanan gereja saya, ada anggota yang bekerja sebagai pemulung rangkas
(barang bekas). Rangkas yang terkumpul ada yang berasal dari kota lain di
Indonesia. Di tempat itu, rangkas dipilah: botol dengan botol, kardus dengan
kardus, plastik dengan plastik, besi dengan besi. Selanjutnya, rangkas dibawa
ke pabrik untuk didaur ulang. Kehidupan kita, oleh Paulus digambarkan seperti
barang bekas yang dekil, kotor, bau, menjijikkan, dan layak dibuang karena dosa
dan pelanggaran kita. Karena dosa, kita sudah mati dan layak dimurkai (ay.
1-3). Namun, dari pihak Allah, Dia kaya dengan rahmat dan penuh dengan belas
kasihan. Tuhan “mendaur ulang” kita menjadi manusia yang berbeda dari
sebelumnya. Dia memiliki rencana dan rancangan yang lain. Allah mau
menyelamatkan dan menghidupkan kita kembali dalam anugerah Yesus Kristus (ay.
4-6). Bahkan Allah menjanjikan tempat di Kerajaan Surga (ay. 6). Semua hanya
karena anugerah--karena pemberian Allah, bukan karena usaha kita
sendiri--sehingga tidak ada yang dapat kita banggakan (ay. 8-10). Paskah adalah
merayakan anugerah Allah di dalam Yesus Kristus yang telah mati disalib
menggantikan kita. Peristiwa Paskah tidak bisa dilepaskan dari peristiwa Jumat
Agung saat anugerah keselamatan dari Allah diberikan karena Kristus sudah
membayar lunas penebusan kita di kayu salib. Paskah sekaligus adalah bangkitnya
kita dari kematian oleh dosa. Tindakan syukur apa yang kita lakukan atas
anugerah besar yang kita terima itu? —AAS. DOSA TIDAK DAPAT MENGHENTIKAN
ANUGERAH ALLAH YANG TERUS MENGALIR, TETAPI ANUGERAH ALLAH PASTI MENGHENTIKAN
DOSA. Pagi semua. Happy weekend. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 2
“Keganasan rahang
induk harimau bisa sangat lembut saat mengangkat anaknya yang dikasihi,
demikian juga ibu sejati.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Perkataan-perkataan
Yesus sering mengandung kontroversi. Seolah-olah saling bertentangan satu sama
lain. Dia yang bergelar Pangeran Damai (Prince of Peace, Yes. 9:5) & yang
berkata “berbahagialah orang yang membawa damai” namun Dia pula yang berujar,
“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku
datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.” (Matius 10:34). Bagaimana
mungkin Yesus demikian bertentangan satu sama lain? Bagi yang tak memahami
benar maksud Yesus akan menuding bahwa inilah bukti bahwa Alkitab tidak dapat
dipercaya & plin plan. Padahal sesungguhnya, ajaran Kristus harus disikapi
dengan perenungan mendalam, dengan hati yang lapar & haus akan kebenaran
sejati. Sesungguhnya, Yesus memang membawa damai. Pada-Nya ada kedamaian sejati.
Setiap yang menjadi pengikut-pengikutNya akan beroleh damai sejahtera yang
besar yang berbeda dengan damai yang diberikan dunia ini (Yoh.14:27). Ya, Dia
datang membawa damai yang sorgawi, bukan duniawi. Damai sorgawi berakar dari
kebenaran sejati (Yes. 32:17); damai duniawi bersumber dari keadaan-keadaan
yang diciptakan oleh kekuatan manusia. Damai yang dari Tuhan berasal dari
keteguhan berdiri di atas kebenaran & dalam tinggal dekat Tuhan; damai
dunia ditumbuhkan melalui rasa takut merusak tatanan & kompromi-kompromi
manusiawi yang memilih untuk tidak berkonflik agar hidup lebih nyaman meski
dalam kesesatan & ketidakbenaran. Damai illahi menjadikan kita makin rindu
mengenal Sumber Damai itu; kondisi damai buatan manusia justru menutup akses
dari Sumber Damai itu sendiri. Yesus ialah puncak kedamaian yang semestinya
dimiliki oleh manusia. Tidak seharusnya manusia merasa tenang dalam damai semu
dunia yang mudah rusak & terusik. Yang mengetahui ini akan memilih bersama
Kristus meski tidak lagi sepandangan dengan keluarga atau teman-teman
sepergaulan. Berada bersama-sama dengan Yesus Kristus, Anda tidak akan gelisah
lagi. Sebab damai sejahtera Anda digantungkan kepada apa yang tak
tergoncangkan. Sudahkah damai yang tetap itu menjadi milik Anda? Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 4
Maz 94:22 – TUHAN
adalah kota bentengku dan gunung batu perlindunganku! Ayoo, jangan takut
menjalani hidup ini, kita PASTI dijaga dan dilindungi-NYA. Aman. Sip! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

No comments:
Post a Comment