Wednesday, 1 April 2015

1 April 2015



CHURCH FOR SINNERS




Pengertian Fungsi Gereja. Efesus 1:22, “Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” Efesus 1:23, “Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Allah memiliki impian bagi kita yaitu gerejaNya. IA mengatur segala sesuatu untuk memastikan bahwa impian itu tidak akan gagal, yang paling penting yaitu meletakkan Kristus sebagai Kepala Jemaat (Kolose 1:22). Satu hal yang menjadi tujuan Allah adalah membawa kasih & keselamatanNya ke seluruh ujung bumi, dan gereja sebagai alatNya. Melalui Gereja semua kepenuhan Allah dinyatakan (Kolose 1:23). Karena itu bila saudara menulis impian saudara, jangan lupakan bahwa impian-impian saudara perlu juga melibatkan gerejaNya. Amin.

Respon 1
“Ketika kita disalahpahami, asal Tuhan memahami, itu penghiburan sejati.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Rabu, 1 April 2015. TULIP. Mengapa kamu khawatir mengenai pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu (Matius 6:28-29). Pada suatu musim semi, saya mengajak istri melihat bunga tulip yang bermekaran. “Anda datang pada waktu yang tepat,” kata salah satu petani tulip. “Jika Anda terlambat, bunga ini sudah layu.” Hamparan bunga tulip yang berwarna-warni itu seperti karpet raksasa yang ditenun Tuhan. Tidak ada permadani buatan manusia seindah itu. Kita barangkali tidak punya gambaran jelas tentang kemegahan dan keindahan jubah kebesaran yang dikenakan Salomo. Namun, dari penggambaran Yesus, kita bisa membayangkan betapa indah jubah itu. Uniknya, Yesus menyatakan kemegahan jubah Salomo itu tidak seindah hamparan bunga bakung yang tumbuh; yang tidak mendapatkannya dengan bekerja; yang tidak memintal benang bagi warna-warnanya. Bukan hanya bunga bakung, “rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api” (ay. 30) juga didandani Allah. Jika bunga bakung dan rumput Dia dandani sedemikian indah, terlebih lagi kita, manusia, yang diciptakan segambar dan serupa dengan Dia. Bagi beberapa kalangan, pakaian bisa jadi persoalan genting. Begitu seriusnya mereka mendandani apa yang tampak di luar sehingga lupa memperhatikan apa yang di dalam yang justru lebih penting. Rasul Paulus menyatakan, “Perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah” (1 Pet. 3:4). PAKAIAN MENYEMBUNYIKAN BANYAK KEINDAHAN, NAMUN TAK MAMPU MENUTUPI KEBURUKAN —Kahlil Gibran. Welcome April. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Kel 15:26 – AKU TUHANlah yang MENYEMBUHKAN kamu! Hanya YESUS sumber KESEMBUHAN. Ada yang sakit jasmani dan rohani (masalah bisnis, pekerjaan, RT-keluarga, pelayanan, dll)? Pasti SEMBUH! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.




Respon 4
Di dunia ini masih ada keluarga yang disebut sebagai keturunan-keturunan bangsawan, anak cucu para penguasa bangsa-bangsa atau kerajaan-kerajaan di masa lalu. Mereka biasanya mengisi hari-hari dengan kegiatan-kegiatan sosial, jamuan-jamuan makan, acara-acara seremonial-seremonial. Di samping itu, mereka kaya raya sehingga tampak tidak pernah bekerja keras untuk hidup sehari-hari. Keadaan semacam itu bisa membuat lupa diri dimana waktu dipakai untuk bersenang-senang belaka. Tidak heran jika kemudian skandal-skandal terjadi dan memburukkan citra kebangsawanan mereka. Theologia kemakmuran mengajarkan sudut pandang seperti di atas: bahwa kita adalah anak-anak Allah dimana Bapa kita itu seorang raja sehingga kita berhak atas berbagai fasilitas & hak istimewa. Karena Dia pemilik semesta alam ini, tidak seharusnya kita hidup dalam kemiskinan atau kekurangan. Kita harus hidup seperti putra & putri raja-raja di dunia. Tidak perlu bekerja keras tapi bergaya hidup kelas atas. Benarkah? Sebagian yang disampaikan di atas mengandung kebenaran. Karena Allah Bapa kita memang kaya dalam kemuliaan-Nya (Fil. 4:19) dimana melalui itu Dia akan mencukupi apapun yang kita perlukan dalam hidup. Dia sanggup memberkati & melimpahkan segala sesuatu bagi anak-anakNya. Berdasar ini, praktek yang benar ialah dengan rendah hati menyerahkan hidup kita ke dalam tangan pemeliharaan-Nya. Tidak lagi cemas, kuatir, takut apalagi panik atas setiap kebutuhan kita hari ini, esok & masa yang akan datang. Sukacita & damai memenuhi hati kita sebagai anak-anak raja yang mengendalikan & yang empunya seluruh kekayaan di jagad raya ini. Lebih lanjut. Kecukupan, keberkatan & kelimpahan yang kita dapat nikmati seharusnya digunakan bagi kepentingan Kerajaan Bapa & demi kemuliaan nama-Nya. Inilah hidup putra putri Raja Mulia, sumber segala kasih & kebaikan. Hidup anak-anak Allah mencerminkan pribadi Allah & Kerajaan-Nya: hidup yang tertib, saleh, berbeda dengan dunia yang gelap & suram ini sebab hidup mereka menyinarkan terang kemuliaan Tuhan. Biar melalui hidup kita nama Kerajaan Sorga dimashyurkan! Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)



No comments:

Post a Comment