CHURCH FOR SINNERS
Yakobus 4:17, “Jadi
jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak
melakukannya, ia berdosa.” Menghakimi orang lain menghalangi kita untuk
mendekat kepada Allah, tetapi berbuat baik ‘menegur/menasehati dengan kasih’
yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki adalah hal-hal yang seharusnya kita
lakukan sebab jika tidak ‘berbuat baik’ kita pun berdosa. Amin.
Respon 1
Bersabarlah karena
Tuhan belum selesai dengan hidupmu saat ini. Tetap kuat didalam Tuhan. Filipi
1:6, “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang
baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus
Yesus.” (GNCC)
Respon 2
“Jika banyak hal
atau bahkan semua yang tidak bisa kita lakukan tanpa Tuhan, apa yang bisa kita
sombongkan?” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin,
13 April 2015. Mukjizat Utama. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh
pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari
segala manusia (1 Korintus 15:19). Lima tahun—waktu yang panjang dan berat bagi
ibu dalam berjuang melawan kanker. Setelah beberapa kali mendapatkan mukjizat
kesembuhan, kini maut tidak dapat dielakkan lagi. Ibu menutup usia pada 21
September 2013. Pada hari itu, saya menyadari bahwa mukjizat terbesar bukanlah
mukjizat kesembuhan, melainkan karena ibu telah percaya kepada Tuhan dan berpegang
teguh pada iman sampai akhir hayatnya. Dan kini, sekalipun kematian telah
menjemputnya, saya yakin ibu telah berbahagia bersama Kristus di surga.
Mengharapkan mukjizat kesembuhan dari Tuhan tentulah tidak salah. Namun, jika
kita hanya mengharapkan kesembuhan, kekuasaan, dan kekayaan dari Tuhan, menurut
rasul Paulus, kita adalah orang yang paling malang di dunia ini. Mengapa? Semua
itu hanya bersifat sementara. Hadiah utama yang diberikan Kristus bagi mereka
yang percaya kepada-Nya adalah kebangkitan dari kematian. Ya, karena Kristus
telah bangkit sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Tidak
semua orang Kristen mendapatkan mukjizat kesembuhan, kelimpahan materi, atau
kejayaan. Namun, semua orang yang percaya pada Kristus pasti akan dibangkitkan
ketika Dia datang untuk kedua kalinya. Itulah pengharapan dan mukjizat yang
utama bagi kita. Karena itu, janganlah berkecil hati jika di dalam dunia ini
kita masih menghadapi berbagai macam kesulitan atau sakit-penyakit. Tetaplah
berpegang teguh pada pengharapan iman kita. Hidup yang kekal dan mahkota
kemuliaan tersedia bagi mereka yang percaya —VT. JANGANLAH MENJADI BODOH DAN
MEMBUANG ANUGERAH YANG KEKAL KARENA TERPAKU PADA HADIAH YANG FANA. Selamat
pagi. Welcome Monday. Semangat!!!! Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
Judul renungan kita
pagi ini “tidak menghakimi”. Seperti yang dibahas di firman minggu kemarin
yaitu gereja adalah rumah sakit bagi orang hancur. Matius 7:1-5 jangan kamu
menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi... Dan ada 1 kata yang melekat di hatiku
‘orang tidak butuh diintimidasi tapi perlu diinspirasi’. Kita bukan tidak boleh
menegur orang yang salah tapi cara menegurnya itu lho yang perlu kita
perhatikan. Karena menghakimi dan menasehati kadang hampir sama. Untuk menegur
sahabat/saudara kita, kita perlu hikmat Tuhan dalam berkata-kata dan yang
paling penting adalah jangan merasa diri lebih baik dari pada orang lain supaya
kata-kata yang keluar tidak bernada menghakimi. Semakin kita tinggal dalam
kebenaran, yang ada dalam hati dan pikiran kita adalah kasih, kemudian
kata-kata yang keluar adalah kata-kata yang menegur dengan kasih / kata-kata
yang membangun orang lain supaya berubah menjadi lebih baik, bukan kata-kata
yang menjatuhkan dan menuduh orang lain yang malah membuat orang jadi lemah dan
kepahitan. Jadilah inspirasi jangan menghakimi. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 5
Pengkhotbah 3:11 –
TUHAN membuat segala sesuatu INDAH pada waktunya! Pertolongan-NYA yang AJAIB
selalu tepat/pas pada waktunya. Luar biasa YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Malang.
Respon 6
Ada suatu nasihat
yang unik dalam Pengkhotbah 7:15-18 (harap dibaca & direnungkan) yang
mengatakan supaya kita tidak terlalu fasik & jangan terlalu saleh. Keduanya
merugikan kita. Orang-orang yang takut akan Tuhan tidak melakukan semua itu,
mereka tidak jatuh dalam kedua ekstrem tsb. Mengetahui ayat ini, beberapa orang
berkesimpulan bahwa menjadi terlalu rohani itu tidak baik, begitu juga menjadi
pelaku-pelaku kejahatan yang keji -jadi hidup terbaik itu yang wajar-wajar saja
seperti orang-orang di dunia pada umumnya; yang penting ke gereja, berdoa
sedikit, sambil tetap hidup dalam dosa yang tidak mengolok, yang juga umum
dilakukan banyak orang. Tentu saja tidak demikian. Menjalani hidup semacam di
atas ialah hidup dalam kesuaman rohani -yang juga sangat ditentang Tuhan
sendiri (Wah. 3:15-16). Untuk memahami ayat ini, ada satu teladan sempurna:
hidup Yesus sendiri. Adakah Dia menjadi orang yang tampak sebegitu salehnya?
Tidak. Orang-orang Farisi & ahli-ahli tauratlah yang tampak demikian.
Cara-cara & tindakan-tindakan Yesus justru sering ditentang oleh
tokoh-tokoh agama ini. Adakah Yesus dikenal sebagai orang yang duniawi &
tidak rohani? Sebaliknya. Yesus justru dianggap sebagai orang suci bahkan
sebagai nabi. Sangat sukar menemukan kesalahan apalagi hal-hal yang jahat dalam
hidup Yesus. Jadi hidup yang seperti apakah itu? Hidup Yesus tidak mencari
kesenangan duniawi yang merugikan diri & orang lain atau sebaliknya,
mendalami ilmu-ilmu agama sehingga merasa benar sendiri, sombong, suka
menghakimi & tak lagi menunjukkan belas kasihan pada orang-orang lain.
Hidup Yesus ialah untuk membawa jiwa-jiwa mengenal Bapa sesuai amanat agung
(Mat. 20:18-20). Hidup-Nya tidak sia-sia karena diserahkan untuk melakukan
kehendak Bapa demi membawa jiwa-jiwa pada pengenalan akan Tuhan -bukan untuk
pengejaran-pengejaran yang berpusatkan diri sendiri. Hidup yang ekstrem atau
suam-suam kuku, jika berasal dari hati manusia yang tidak mengasihi Tuhan &
sesama, ditentang oleh Tuhan. Sebab Dia mencari hati yang penuh gairah bagi Dia
& kemuliaan-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment