Monday, 13 April 2015

13 April 2015



CHURCH FOR SINNERS




Yakobus 4:17, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Menghakimi orang lain menghalangi kita untuk mendekat kepada Allah, tetapi berbuat baik ‘menegur/menasehati dengan kasih’ yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki adalah hal-hal yang seharusnya kita lakukan sebab jika tidak ‘berbuat baik’ kita pun berdosa.  Amin.

Respon 1
Bersabarlah karena Tuhan belum selesai dengan hidupmu saat ini. Tetap kuat didalam Tuhan. Filipi 1:6, “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (GNCC)

Respon 2
“Jika banyak hal atau bahkan semua yang tidak bisa kita lakukan tanpa Tuhan, apa yang bisa kita sombongkan?” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Senin, 13 April 2015. Mukjizat Utama. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia (1 Korintus 15:19). Lima tahun—waktu yang panjang dan berat bagi ibu dalam berjuang melawan kanker. Setelah beberapa kali mendapatkan mukjizat kesembuhan, kini maut tidak dapat dielakkan lagi. Ibu menutup usia pada 21 September 2013. Pada hari itu, saya menyadari bahwa mukjizat terbesar bukanlah mukjizat kesembuhan, melainkan karena ibu telah percaya kepada Tuhan dan berpegang teguh pada iman sampai akhir hayatnya. Dan kini, sekalipun kematian telah menjemputnya, saya yakin ibu telah berbahagia bersama Kristus di surga. Mengharapkan mukjizat kesembuhan dari Tuhan tentulah tidak salah. Namun, jika kita hanya mengharapkan kesembuhan, kekuasaan, dan kekayaan dari Tuhan, menurut rasul Paulus, kita adalah orang yang paling malang di dunia ini. Mengapa? Semua itu hanya bersifat sementara. Hadiah utama yang diberikan Kristus bagi mereka yang percaya kepada-Nya adalah kebangkitan dari kematian. Ya, karena Kristus telah bangkit sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Tidak semua orang Kristen mendapatkan mukjizat kesembuhan, kelimpahan materi, atau kejayaan. Namun, semua orang yang percaya pada Kristus pasti akan dibangkitkan ketika Dia datang untuk kedua kalinya. Itulah pengharapan dan mukjizat yang utama bagi kita. Karena itu, janganlah berkecil hati jika di dalam dunia ini kita masih menghadapi berbagai macam kesulitan atau sakit-penyakit. Tetaplah berpegang teguh pada pengharapan iman kita. Hidup yang kekal dan mahkota kemuliaan tersedia bagi mereka yang percaya —VT. JANGANLAH MENJADI BODOH DAN MEMBUANG ANUGERAH YANG KEKAL KARENA TERPAKU PADA HADIAH YANG FANA. Selamat pagi. Welcome Monday. Semangat!!!! Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Judul renungan kita pagi ini “tidak menghakimi”. Seperti yang dibahas di firman minggu kemarin yaitu gereja adalah rumah sakit bagi orang hancur. Matius 7:1-5 jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi... Dan ada 1 kata yang melekat di hatiku ‘orang tidak butuh diintimidasi tapi perlu diinspirasi’. Kita bukan tidak boleh menegur orang yang salah tapi cara menegurnya itu lho yang perlu kita perhatikan. Karena menghakimi dan menasehati kadang hampir sama. Untuk menegur sahabat/saudara kita, kita perlu hikmat Tuhan dalam berkata-kata dan yang paling penting adalah jangan merasa diri lebih baik dari pada orang lain supaya kata-kata yang keluar tidak bernada menghakimi. Semakin kita tinggal dalam kebenaran, yang ada dalam hati dan pikiran kita adalah kasih, kemudian kata-kata yang keluar adalah kata-kata yang menegur dengan kasih / kata-kata yang membangun orang lain supaya berubah menjadi lebih baik, bukan kata-kata yang menjatuhkan dan menuduh orang lain yang malah membuat orang jadi lemah dan kepahitan. Jadilah inspirasi jangan menghakimi. (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 5
Pengkhotbah 3:11 – TUHAN membuat segala sesuatu INDAH pada waktunya! Pertolongan-NYA yang AJAIB selalu tepat/pas pada waktunya. Luar biasa YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 6
Ada suatu nasihat yang unik dalam Pengkhotbah 7:15-18 (harap dibaca & direnungkan) yang mengatakan supaya kita tidak terlalu fasik & jangan terlalu saleh. Keduanya merugikan kita. Orang-orang yang takut akan Tuhan tidak melakukan semua itu, mereka tidak jatuh dalam kedua ekstrem tsb. Mengetahui ayat ini, beberapa orang berkesimpulan bahwa menjadi terlalu rohani itu tidak baik, begitu juga menjadi pelaku-pelaku kejahatan yang keji -jadi hidup terbaik itu yang wajar-wajar saja seperti orang-orang di dunia pada umumnya; yang penting ke gereja, berdoa sedikit, sambil tetap hidup dalam dosa yang tidak mengolok, yang juga umum dilakukan banyak orang. Tentu saja tidak demikian. Menjalani hidup semacam di atas ialah hidup dalam kesuaman rohani -yang juga sangat ditentang Tuhan sendiri (Wah. 3:15-16). Untuk memahami ayat ini, ada satu teladan sempurna: hidup Yesus sendiri. Adakah Dia menjadi orang yang tampak sebegitu salehnya? Tidak. Orang-orang Farisi & ahli-ahli tauratlah yang tampak demikian. Cara-cara & tindakan-tindakan Yesus justru sering ditentang oleh tokoh-tokoh agama ini. Adakah Yesus dikenal sebagai orang yang duniawi & tidak rohani? Sebaliknya. Yesus justru dianggap sebagai orang suci bahkan sebagai nabi. Sangat sukar menemukan kesalahan apalagi hal-hal yang jahat dalam hidup Yesus. Jadi hidup yang seperti apakah itu? Hidup Yesus tidak mencari kesenangan duniawi yang merugikan diri & orang lain atau sebaliknya, mendalami ilmu-ilmu agama sehingga merasa benar sendiri, sombong, suka menghakimi & tak lagi menunjukkan belas kasihan pada orang-orang lain. Hidup Yesus ialah untuk membawa jiwa-jiwa mengenal Bapa sesuai amanat agung (Mat. 20:18-20). Hidup-Nya tidak sia-sia karena diserahkan untuk melakukan kehendak Bapa demi membawa jiwa-jiwa pada pengenalan akan Tuhan -bukan untuk pengejaran-pengejaran yang berpusatkan diri sendiri. Hidup yang ekstrem atau suam-suam kuku, jika berasal dari hati manusia yang tidak mengasihi Tuhan & sesama, ditentang oleh Tuhan. Sebab Dia mencari hati yang penuh gairah bagi Dia & kemuliaan-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)



No comments:

Post a Comment