Thursday, 30 April 2015

GEREJA – RUMAH SAKIT BAGI ORANG HANCUR



CHURCH FOR SINNERS

  

GEREJA – RUMAH SAKIT
BAGI ORANG HANCUR
-CHURCH FOR SINNERS (Part 2)-
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 12 April 2015)


  1. Pengalaman Gereja
  1. Pernahkah Anda datang ke gereja lalu Anda merasa seperti; itu tempatnya orang baik-baik semua yang akan melototin kesalahan-kesalahan Anda?
  2. ATAU  Anda merasa Anda masuk ke sebuah kelompok atau komunitas dimana peduli dan sayang terhadap orang-orang yang punya kekurangan (bukan miskin ekonomi, tetapi yang tidak sempurna) tanpa menghakimi kelemahan-kelemahan yang ada?

Bagaimana suasana sebuah Gereja seharusnya? Dengarkan cerita Tuhan Yesus ketika Dia lagi di dunia. KENAPA? Karena Gereja adalah perwakilan Yesus di dunia. Jadi bagaimana Yesus bereaksi terhadap orang yang hancur?

  1. PANGGILAN YESUS
            MARKUS 2:15–17
            Kita tidak boleh memposisikan diri kita sebagai orang benar yang menghakimi orang. Kita harus selalu melihat dan mencoba untuk mengerti kondisi orang lain yang sedang mereka hadapi. Ini bukan berarti bahwa kita boleh mentoleransi dosa, tetapi kita harus selalu mencoba mengerti apa yang membawa mereka dalam kondisi yang seperti itu. Saya percaya seperti Yesus, ketika kita berusaha mengerti masa lalu seseorang, kita akan dapat menolong mereka jadi agen perubahan hidup mereka.
            Bacaan: MATIUS 7:1–5 & EFESUS 4:15.
  1. Bagaimana kita bisa jadi Rumah sakit buat orang hancur?
            Setiap dari kita pernah tidak sempurna di suatu saat, dan banyak area kehidupan kita yang tidak sempurna. Bagaimana seseorang dapat diterima di gereja ketika dipenuhi dengan orang-orang yang mendefinisikan diri mereka dengan kesalahan-kesalahan atau kelemahan-kelemahan yang mereka pernah buat (karena  seringkali kelemahan dan kesalahannya lebih diperhatikan dan jadi julukan / label, lebih daripada hal baiknya 'kan?).
            Ini dimulai dari ANDA dan SAYA. Anda lama ataupun baru. Dimulai berpikir bahwa kita ini juga orang yang hancur dan diproses, dan kita belajar untuk mengasihi orang lain yang sedang hancur.

Beberapa langkah:
a)      Miliki KASIH dengan pengertian yang benar-benar: bahwa Anda tidak bisa menjadi sempurna. Luangkan waktu dengan Yesus dan ijinkan kasihNya dan kesempurnaan pengorbananNya merangkul Anda. Ingatlah bahwa sekacau apa hidup Anda (pernah, sedang, atau akan) Tuhan tetap mengasihi Anda di moment-moment yang seperti itu. Dan ingatlah di moment-moment seperti itu, Tuhan masih mengasihi Anda. Dan ijinkan Tuhan mengerjakan sesuatu dalam kehidupan Anda.
b)      Doakan untuk bangun segala JEMBATAN
(a)      Jembatan HUBUNGAN
       Banyak orang datang ke gereja karena, diajak, karena kenal. Jadi, mari kita membangun hubungan dan mengajak orang.

(b)     Jembatan GEREJA
       Yang disukai dan welcome, untuk orang yang tidak sempurna seperti Anda dan saya.

(c)      Jembatan PELAYANAN
       Terlibat dalam pelayanan untuk orang yang hancur setiap minggu.

Kesimpulan:
Jika Tuhan pakai orang untuk menjembatani agar kehidupan Anda mengalami perubahan, mari berdoa bergerak agar banyak hidup lebih lagi boleh diubahkan.
Ketika Anda bergerak bersama, Tuhan tidak tinggal diam, tapi Dia justru memberkati orang-orang yang bergerak untuk Dia. Dia bukan yang tidak peduli, Dia justru Tuhan yang memberkati.

No comments:

Post a Comment