Thursday, 31 March 2016

GOD LOST SOMETHING



                                                                                                                                             REAL LIFE





GOD LOST SOMETHING
-Real Life Part 1-
Alfa Omega Church Sunday Service
March 6th 2016


Intro:
Pernahkan kita kehilangan sesuatu yang berharga? Misal: Handphone hilang, dompet hilang, kartu kredit hilang kemudian dicuri... Apa yang akan kita lakukan waktu barang itu hilang? Pertama, hati kita pasti jadi bingung, merasa kehilangan. Kemudian, akan berusaha kita cari sampai ketemu, usaha semaksimal mungkin. Kadang ada orang yang sampai dilaporkan ke polisi, jadi urusan panjang dll. Karena apa? Kehilangan sesuatu.

Hari ini, kita akan melihat di Alkitab, bahwa Tuhan ternyata kehilangan sesuatu! Dan sesuatu itu ada di dunia kita hari ini.

Ada satu persamaan dari ketiga hal ini: SESUATU YANG BERHARGA, HILANG! Sesuatu yang berharga untuk masing-masing tokoh di cerita itu hilang.
- Domba itu berharga bagi si gembala. Setiap angka punya nama, setiap nama punya cerita kehidupan, setiap cerita kehidupan berharga! SATU pun berharga!
- Koin itu berharga bagi si wanita
- Anak itu berharga bagi si wanita
Dan satu persamaan lagi dari ketiga cerita ini: PENCARIAN BESAR-BESARAN dilakukan!!

Gembala itu MENCARI dombanya
Lukas 15:4, “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?”

Sebuah tindakan AKTIF – pergi mencari. Dia tetap MENCARI karena itu sangat berharga buat dia!

Wanita itu MENCARI koinnya
Lukas 15:8-9, “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak MENYALAKAN PELITA dan MENYAPU RUMAH serta MENCARINYA DENGAN CERMAT sampai ia menemukannya?”

Dia tetap MENCARI karena itu sangat berharga.

Apa yang Tuhan sedang kehilangan??
Lukas 15:7, Lukas 15:10
TUHAN KEHILANGAN JIWA!!! ORANG BERDOSA YANG BELUM BERTOBAT. Banyak jiwa di luar sana yang belum mengenal Dia. Yang belum berada bersama kita di sini untuk mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Orang-orang yang hidupnya masih kacau. Orang-orang yang tidak suka ke gereja. Orang-orang yang terluka dan tidak punya harapan.

Atau bahkan, lingkungan terdekat kita:
               Keluarga Anda yang belum mengenal Yesus
               Teman kantor Anda yang belum mengenal Yesus
               Teman kuliah yang belum mengenal Yesus
               Orang yang setiap hari Anda jumpai, dan Anda tahu orang itu belum kenal Yesus
Dan Tuhan ingin KITA, PERGI MENCARI mereka!
Karena, di batin saja, orang-orang ini tidak akan mengerti. Dipikirkan saja, mereka tidak akan datang. Ditangisi, mereka tidak akan datang. Apa yang harus kita lakukan? MENGAJAK mereka.

Ada 5 kategori respon orang non-Kristen terhadap ke-Kristen-an menurut penelitian Thom Rainer:
U5        Memusuhi                   5%
U4        Menentang                 21%
U3        Netral                          36%
U2        Bersahabat                  27%
U1        Sangat bersahabat      11%
Populasi Surabaya yang tercatat (ini cari dari Google): 2.787.000 orang.

Coba pikirkan:
Populasi Surabaya 2.787.000 orang. Kekristenan sekitar 7%. Jadi ada 93% orang non-Kristen.
93% = 2.592.000
Dari yang 2.592.000 ini, kita tidak perlu memikirkan yang menentang, yang tidak terima dll. Coba lihat, ada orang yang “bersahabat” dan juga “sangat bersahabat”.
U2+U1 (38%) = 985.000 orang!
U1 SAJA, yang sangat bersahabat (11%), ada: 285.000 orang!!
Bahkan, Rainel melanjutkan, “82% orang yang tidak bergereja akan datang ke gereja KALAU MEREKA DIAJAK. 31% sangat terbuka untuk datang KALAU MEREKA DIAJAK.”

Yehezkiel 22:30; Yesaya 6:8

Let's avail ourselves. Mari sediakan diri kita.

Tuhan kirim Yesus untuk datang dengan sebuah misi penting:
Lukas 19:10; Roma 5:8

Kadang kita merasa, “sulit Tuhan, aku nggak biasa. Too awkward, terlalu aneh.” Sulitkah melakukan yang Tuhan lakukan buat kita? Mungkin ya. Tidak mudah. Tapi tidak mustahil. Membutuhkan keberanian dari kita. Asalkan kita MAU.

Katakan kepada Tuhan, “Inilah aku, utuslah aku.”

Mungkin hari ini Tuhan nggak minta anak Anda. Tuhan hanya minta kita memberanikan diri untuk membuka mulut mengajak orang. Siapa yang akan kita ajak?

Hari ini AOC ingin membantu kita semua. Anda dan termasuk juga saya secara pribadi. Hari ini kita akan JANJI IMAN kepada Tuhan. Bukan tentang uang, tapi yang lebih berharga daripada itu: JIWA-JIWA.

Berapa jiwa yang akan kita bawa untuk Tuhan?

No comments:

Post a Comment