REAL LIFE
GOD LOST SOMETHING
-Real Life Part 1-
Alfa Omega Church
Sunday Service
March 6th
2016
Intro:
Pernahkan
kita kehilangan sesuatu yang berharga? Misal: Handphone hilang, dompet hilang,
kartu kredit hilang kemudian dicuri... Apa yang akan kita lakukan waktu barang
itu hilang? Pertama, hati kita pasti jadi bingung, merasa kehilangan. Kemudian,
akan berusaha kita cari sampai ketemu, usaha semaksimal mungkin. Kadang ada
orang yang sampai dilaporkan ke polisi, jadi urusan panjang dll. Karena apa? Kehilangan
sesuatu.
Hari
ini, kita akan melihat di Alkitab, bahwa Tuhan ternyata kehilangan sesuatu! Dan
sesuatu itu ada di dunia kita hari ini.
Ada
satu persamaan dari ketiga hal ini: SESUATU YANG BERHARGA, HILANG! Sesuatu yang berharga untuk
masing-masing tokoh di cerita itu hilang.
-
Domba itu berharga bagi si gembala. Setiap angka punya nama, setiap nama punya
cerita kehidupan, setiap cerita kehidupan berharga! SATU pun berharga!
-
Koin itu berharga bagi si wanita
-
Anak itu berharga bagi si wanita
Dan
satu persamaan lagi dari ketiga cerita ini: PENCARIAN BESAR-BESARAN dilakukan!!
Gembala itu MENCARI dombanya
Lukas
15:4, “Siapakah di
antara kamu yang mempunyai seratus domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di
antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun
dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?”
Sebuah
tindakan AKTIF – pergi mencari. Dia tetap MENCARI karena itu sangat
berharga buat dia!
Wanita itu MENCARI koinnya
Lukas
15:8-9, “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia
kehilangan satu di antaranya, tidak MENYALAKAN PELITA dan MENYAPU RUMAH
serta MENCARINYA DENGAN CERMAT sampai ia menemukannya?”
Dia
tetap MENCARI karena itu sangat berharga.
Apa yang Tuhan sedang kehilangan??
Lukas
15:7, Lukas 15:10
TUHAN
KEHILANGAN JIWA!!! ORANG BERDOSA YANG BELUM BERTOBAT. Banyak jiwa di luar sana yang belum
mengenal Dia. Yang belum berada bersama kita di sini untuk mengenal Yesus
sebagai Tuhan dan Juruselamat. Orang-orang yang hidupnya masih kacau.
Orang-orang yang tidak suka ke gereja. Orang-orang yang terluka dan tidak punya
harapan.
Atau
bahkan, lingkungan terdekat kita:
Keluarga
Anda yang belum mengenal Yesus
Teman
kantor Anda yang belum mengenal Yesus
Teman
kuliah yang belum mengenal Yesus
Orang
yang setiap hari Anda jumpai, dan Anda tahu orang itu belum kenal Yesus
Dan
Tuhan ingin KITA, PERGI MENCARI mereka!
Karena,
di batin saja, orang-orang ini tidak akan mengerti. Dipikirkan saja, mereka
tidak akan datang. Ditangisi, mereka tidak akan datang. Apa yang harus kita
lakukan? MENGAJAK mereka.
Ada
5 kategori respon orang non-Kristen terhadap ke-Kristen-an menurut penelitian
Thom Rainer:
U5 Memusuhi 5%
U4 Menentang 21%
U3 Netral 36%
U2 Bersahabat 27%
U1 Sangat bersahabat 11%
Populasi
Surabaya yang
tercatat (ini cari dari Google): 2.787.000 orang.
Coba
pikirkan:
Populasi
Surabaya 2.787.000 orang. Kekristenan sekitar 7%. Jadi ada 93% orang
non-Kristen.
93%
= 2.592.000
Dari
yang 2.592.000 ini, kita tidak perlu memikirkan yang menentang, yang tidak
terima dll. Coba lihat, ada orang yang “bersahabat” dan juga “sangat
bersahabat”.
U2+U1
(38%) = 985.000 orang!
U1
SAJA, yang sangat bersahabat (11%), ada: 285.000 orang!!
Bahkan,
Rainel melanjutkan, “82% orang yang tidak bergereja akan datang ke gereja KALAU
MEREKA DIAJAK. 31% sangat terbuka untuk datang KALAU MEREKA DIAJAK.”
Yehezkiel
22:30; Yesaya 6:8
Let's
avail ourselves.
Mari sediakan diri kita.
Tuhan
kirim Yesus untuk datang dengan sebuah misi penting:
Lukas
19:10; Roma 5:8
Kadang
kita merasa, “sulit Tuhan, aku nggak biasa. Too awkward, terlalu aneh.”
Sulitkah melakukan yang Tuhan lakukan buat kita? Mungkin ya. Tidak mudah. Tapi
tidak mustahil. Membutuhkan keberanian dari kita. Asalkan kita MAU.
Katakan
kepada Tuhan, “Inilah aku, utuslah aku.”
Mungkin
hari ini Tuhan nggak minta anak Anda. Tuhan hanya minta kita memberanikan diri
untuk membuka mulut mengajak orang. Siapa yang akan kita ajak?
Hari
ini AOC ingin membantu kita semua. Anda dan termasuk juga saya secara pribadi.
Hari ini kita akan JANJI IMAN kepada Tuhan. Bukan tentang uang, tapi yang lebih
berharga daripada itu: JIWA-JIWA.
Berapa
jiwa yang akan kita bawa untuk Tuhan?
No comments:
Post a Comment