Monday, 21 March 2016

21 Maret 2016



                                                                                                                                             REAL LIFE





Maz 92:13-16, 13Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; 14mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. 15Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, 16untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.” Bertumbuh itu untuk diri sendiri, berbuah itu untuk kebaikan orang lain (buah dinikmati bukan oleh pohon itu sendir, tetapi oleh pihak lain) J. Dari buahnyalah pohon dikenal, dari perbuatan kitalah kita dikenal sebagai pengikut Kristus/bukan. Jika pohon apel pasti menghasilkan buah apel, jadi sebagai pengilkut Kristus kita akan dikenal kalau kita juga “menghasilkan MURID Kristus” lainnya J. Amin. Adakah kita Pengikut Kristus yang sudah berbuah/menghasilkan murid Kristus lainnya? Libatkan diri kita dalam One to One, niscaya BUAH sebagai murid Kristus akan bermultilpikasi MURID Kristus lainnya J

Ibu Caroline – Bandung
Senin, 21 Maret 2016. Bacaan: Galatia 4:1-11. Setahun: Yosua 22-24. Nats: Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah (Galatia 4:7). Anak Adopsi Allah. Dua orang anak sedang bermain di rumah kakek mereka ketika seorang tamu datang berkunjung. Kemudian si kakek segera menggandeng seorang dari dua cucunya itu untuk diperkenalkan pada tamu tersebut. “Ini cucu saya,” kata si kakek tanpa mengindahkan wajah kebingungan cucu yang seorang lagi. Rupa-rupanya cucu yang diperkenalkan kepada sang tamu berasal dari anak kandungnya sendiri. Adapun cucu yang diabaikan itu berasal dari anak yang diadopsi keluarga mereka sejak bayi. Syukurlah Allah tidak memperlakukan kita seperti kakek di atas meskipun status kita adalah anak adopsi-Nya. Menurut hukum Romawi yang berlaku ketika kitab ini ditulis, seorang anak adopsi memiliki hak yang sah secara hukum terhadap segala sesuatu milik ayah angkatnya. Ia tidak diperhitungkan sebagai anak kelas dua, tetapi setara dengan anak kandung lainnya. Oleh sebab itu, ketika jemaat Galatia menerima dan membaca surat Paulus ini, mereka benar-benar mengerti apa artinya menjadi anak Allah. Setiap orang yang percaya kepada Kristus bukan saja telah ditebus dari dosa dan diadopsi ke dalam keluarga Allah, melainkan juga memiliki hak penuh sebagai anak perjanjian (3:29). Orangtua kita di bumi bisa saja bersikap kurang bijaksana, bahkan mengecewakan, namun bersukacitalah karena Bapa di surga mengasihi kita seperti Dia mengasihi Kristus. Kelak kita akan berkumpul bersama di Kerajaan-Nya sebagai pewaris surga mulia --Nike Nilawatikresna. Menjadi bagian dari sebuah keluarga itu membahagiakan, tetapi tidak ada yang bisa mengalahkan menjadi keluarga Allah.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 6:9(6-10) – TUHAN telah mendengar permohonanku, TUHAN menerima doaku! Pasti TUHAN menjawab doaku! Maaf mulai besok 22/3-5/4 kiriman ayat LIBUR sebab pelayanan ke Sydney-Aussie. Bantu doa ya saudara-saudaraku! Thank you. Jbu. Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Saat kita berhenti mengeluhkan kegagalan pada saat itulah kita mulai mengukuhkan keberhasilan.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 21 Maret 2016. Jawaban “Tidak”. Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah (2 Samuel 12:16). Daud diperingatkan oleh Natan akibat kesalahannya. Ia membiarkan Uria orang Het itu mati, agar ia dapat mengambil Batsyeba sebagai istrinya. Daud menyesal, tetapi Tuhan menulahi anak yang dilahirkan istrinya itu sehingga sakit (ay. 15). Daud terus memohon kepada Allah dengan tekun dan berpuasa (ay. 16). Namun pada akhirnya, anak itu mati. Setelah itu, Daud tidak lagi berpuasa (ay. 20). Ia belajar menerima jawaban doanya dengan rendah hati. Ia menyadari sepenuhnya bahwa dirinya tidak dapat mengubah keputusan Tuhan (ay. 22-23). Kita kerap mengharapan jawaban “Ya” atas doa kita atau paling tidak “Nanti.” Kita tentunya sangat bersyukur ketika Tuhan mengabulkan doa atau permohonan kita. Bila Tuhan belum menjawab dan kita mengartikannya sebagai “Nanti”, kita belajar menunggunya dengan sabar sampai Tuhan memenuhi permintaan kita menurut waktu dan cara-Nya. Tetapi, bagaimana bila Tuhan berkata “Tidak”? Ya, seperti jawaban-Nya atas doa Daud yang memohon kesembuhan untuk anaknya. Bagaimana sikap kita ketika Tuhan benar-benar berkata “Tidak”? Akankah kita menggerutu atau malah menjauh dari Tuhan? Atau sebaliknya, kita memeriksa diri, bisa jadi ada yang keliru dalam hidup kita dan perlu kita ubah? Dan dari situ kita belajar bahwa di balik hal-hal yang tampaknya mengecewakan kita, Allah dalam hikmat-Nya sesungguhnya sedang mengupayakan kebaikan bagi kita. Bahwa jalan Allah tidak selalu menyenangkan perasaan kita, namun pada akhirnya pasti mendatangkan damai sejahtera —MIA. JAWABAN “TIDAK” BUKAN BERARTI DOA KITA TIDAK DIDENGAR, MELAINKAN TANDA BAHWA DIA MENYIAPKAN HAL LAIN YANG LEBIH BAIK. Selamat pagi. Semangat terus. Bersyukur selalu. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Engkau berFirman, kami berdoa... Kejadian 1:26-28, “Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.‘ Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ‘Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.‘” Ya Tuhan Yesus, terima kasih Engkau sudah menciptakan aku menurut Gambar dan RupaMu, ALLAH tritunggal, yang maha kuasa dan maha kasih. Aku memiliki sifat dan karakterMu, terlebih oleh karya penebusan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib, aku memiliki Roh Kudus yang adalah hidup Kristus sendiri hidup didalamku... Terima kasih ya Tuhan, aku bersyukur untuk hal ini... Aku juga bersyukur kalau Engkau memerintahkan agar aku berkuasa atas ikan, burung dan binatang. Terima kasih juga atas perintahMu untuk beranak cucu dan bermultiplikasi baik secara jasmani juga rohani, agar kami melahirkan anak-anak jasmani dan rohani untuk kemuliaan NamaMu di Bumi.dan kami berkuasa atas bumi dan semua binatang di bumi. jadilah sesuai kehendakMu Firman ini dalam kehidupan kami. Kami diciptakan serupa dengan Gambar dan RupaMu, kami memiliki Roh Kristus yang tinggal dan hidup dalam kehidupan kami. Jadilah firmanMu ini dalam kehidupan kami... Kami hidup dan berkuasa hari ini atas segala situasi dan kehidupan hari ini sesuai firmanMu, ya Tuhan... Di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah yang Hidup dan berkuasa yang tinggal dalam kami, kami berdoa, amin.


No comments:

Post a Comment