Wednesday, 9 March 2016

9 Maret 2016



                                                                                                                                             REAL LIFE





Lukas 13:6-9, 6Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: ‘Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. 7Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! 8Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, 9mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!‘” Pengurus kebun anggur itu memohon agar tuannya bersabar, menunggu 1 tahun lagi, ia akan mencangkul dan memberi pupuk lagi agar pohon tersebut berbuah J. Apakah kita juga memiliki kesabaran seperti PENGURUS kebun anggur itu? Yang masih BERSABAR menunggu pohon aranya berbuah? Miliki Kesabaran seperti Hati Tuhan dalam melayani jiwa-jiwa bila mereka belum bertumbuh. Tetap melayani dengan sepenuh hati dengan ‘menyirami/memberi‘ pupuk KASIH J.

Ibu Caroline – Bandung
Yeremia 33:3 – Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. Lord, on this beautiful day, we come to praise YOU, adore YOU and knowing that we all love YOU deeply, kami mau menjadi anak-anakMU yang berkualitas, berkualitas bagi keluarga, teman dan orang yang ada di sekitar kami sehingga kami menjadi berkat, siapapun yang bertemu dengan kami, mereka bisa marasakan berkat dan terangMU dan namaMUlah yang dimuliakan dan ditinggikan. Terima kasih untuk setiap kami yang mengalami pribadi dengan ENGKAU dan kami memuliakan dan meninggikan namaMU. Saat ini kami  berdoa berharap tetap mempunyai pribadi seperti Ayub, yang selalu KAU dapatkan kami dan setiap keluarga kami saleh / jujur / takut akan ENGKAU  dan menjauhkan diri dari segala dosa dan hidup selalu berkenan kepadaMU seperti Daud yang telah menyenangkan ENGKAU. Kami percaya dalam aktivitas seminggu ini, KAU tetap yang menuntun setiap kami: In Jesus name. Amin. Morning Siu. Thank you. Have a victorius day today. God bless.

Xavier Quentin Pranata
“Pasutri dan ortu-anak pun kadang konflik saat hadapi masalah pelik tapi sebaiknya kembali berbalik dan jadi baik.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
Rabu, 9 Maret 2016. Bacaan: Hakim-hakim 16:4-22. Setahun: Ulangan 24-27. Nats: Lalu berserulah perempuan itu: ‘Orang Filistin menyergap engkau, Simson!’ Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: ‘Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.’ Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia (Hakim-hakim 16:20). Jangan Berkompromi. Membawa segelas air supaya tidak tumpah bukan masalah yang sulit. Tetapi bagaimana jika gelas air tersebut harus tetap berada di tangan kita selama berjam-jam? Tangan menjadi mati rasa dan gelas bisa terlepas tanpa terasa. Beban yang tampak ringan tak menjamin kita mampu bertahan menghadapinya. Simson adalah manusia perkasa yang sanggup mengalahkan seekor singa dengan kekuatannya. Tetapi ternyata ia mengalami kekalahan dalam pelukan Delila. Logikanya, bukankah seekor singa jauh lebih berpotensi membunuhnya daripada rengekan Delila? Rengekan Delila, yang tampak sepele namun berulang terus-menerus, menjerumuskan Simson pada kehancuran. Simson membeli cinta Delila dengan rahasia kenazirannya. Mungkin ia merasa sanggup melepaskan diri dari segala masalah dengan kekuatan fisiknya. Ternyata iman Simson tak setangguh kekuatan fisiknya. Ia mengira dosa tak perlu dianggap serius. Sangkanya Tuhan tidak memperhitungkan dosanya karena tidak ada akibat yang langsung menimpanya. Kesabaran Tuhan bukan kesabaran yang permisif: menoleransi dosa. Ketiadaan komitmen untuk mendedikasikan diri pada Tuhan akan membawa kita pada kebinasaan. Kemampuan diri yang tampak kuat dan godaan yang tampak sepele tidak menjamin kemenangan atau ketahanan iman. Tidak berkompromi dengan dosa sekecil apa pun dan senantiasa hidup di dalam Tuhan adalah pencegahan terbaik. Jika tak ingin terjebak dan mengalami kemalangan seperti Simson, janganlah berkompromi dengan dosa --Endang Lestari. Meski tampak kecil, celah dosa sanggup menggerogoti iman kita hingga habis tak bersisa. Good Morning Blessed People...

Ibu Tatik – Bank Ekonomi
Wahyu 3:8, “Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.”

No comments:

Post a Comment