REAL LIFE
Lukas 13:6-9, “6Lalu Yesus
mengatakan perumpamaan ini: ‘Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun
anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak
menemukannya. 7Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu:
Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak
menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan
percuma! 8Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini
lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, 9mungkin
tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!‘” Pengurus kebun anggur
itu memohon agar tuannya bersabar, menunggu 1 tahun lagi, ia akan mencangkul
dan memberi pupuk lagi agar pohon tersebut berbuah J.
Apakah kita juga memiliki kesabaran seperti PENGURUS kebun anggur itu? Yang
masih BERSABAR menunggu pohon aranya berbuah? Miliki Kesabaran seperti Hati
Tuhan dalam melayani jiwa-jiwa bila mereka belum bertumbuh. Tetap
melayani dengan sepenuh hati dengan ‘menyirami/memberi‘ pupuk KASIH J.
Ibu Caroline – Bandung
Yeremia 33:3 – Berserulah kepada-Ku, maka Aku
akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan
yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. Lord, on this beautiful
day, we come to praise YOU, adore YOU and knowing that we all love YOU deeply,
kami mau menjadi anak-anakMU yang berkualitas, berkualitas bagi keluarga, teman
dan orang yang ada di sekitar kami sehingga kami menjadi berkat, siapapun yang
bertemu dengan kami, mereka bisa marasakan berkat dan terangMU dan namaMUlah
yang dimuliakan dan ditinggikan. Terima kasih untuk setiap kami yang mengalami
pribadi dengan ENGKAU dan kami memuliakan dan meninggikan namaMU. Saat ini kami berdoa berharap tetap mempunyai pribadi
seperti Ayub, yang selalu KAU dapatkan kami dan setiap keluarga kami saleh /
jujur / takut akan ENGKAU dan menjauhkan
diri dari segala dosa dan hidup selalu berkenan kepadaMU seperti Daud yang
telah menyenangkan ENGKAU. Kami percaya dalam aktivitas seminggu ini, KAU tetap
yang menuntun setiap kami: In Jesus name. Amin. Morning Siu. Thank you. Have a
victorius day today. God bless.
Xavier Quentin Pranata
“Pasutri dan ortu-anak pun kadang konflik saat
hadapi masalah pelik tapi sebaiknya kembali berbalik dan jadi baik.” Xavier
Quentin Pranata.
Ibu Caroline – Bandung
Rabu, 9 Maret 2016. Bacaan: Hakim-hakim
16:4-22. Setahun: Ulangan 24-27. Nats: Lalu berserulah perempuan itu: ‘Orang
Filistin menyergap engkau, Simson!’ Maka terjagalah ia dari tidurnya serta
katanya: ‘Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.’
Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia (Hakim-hakim
16:20). Jangan Berkompromi. Membawa segelas air supaya tidak tumpah bukan
masalah yang sulit. Tetapi bagaimana jika gelas air tersebut harus tetap berada
di tangan kita selama berjam-jam? Tangan menjadi mati rasa dan gelas bisa
terlepas tanpa terasa. Beban yang tampak ringan tak menjamin kita mampu
bertahan menghadapinya. Simson adalah manusia perkasa yang sanggup mengalahkan
seekor singa dengan kekuatannya. Tetapi ternyata ia mengalami kekalahan dalam
pelukan Delila. Logikanya, bukankah seekor singa jauh lebih berpotensi
membunuhnya daripada rengekan Delila? Rengekan Delila, yang tampak sepele namun
berulang terus-menerus, menjerumuskan Simson pada kehancuran. Simson membeli
cinta Delila dengan rahasia kenazirannya. Mungkin ia merasa sanggup melepaskan
diri dari segala masalah dengan kekuatan fisiknya. Ternyata iman Simson tak
setangguh kekuatan fisiknya. Ia mengira dosa tak perlu dianggap serius.
Sangkanya Tuhan tidak memperhitungkan dosanya karena tidak ada akibat yang
langsung menimpanya. Kesabaran Tuhan bukan kesabaran yang permisif: menoleransi
dosa. Ketiadaan komitmen untuk mendedikasikan diri pada Tuhan akan membawa kita
pada kebinasaan. Kemampuan diri yang tampak kuat dan godaan yang tampak sepele
tidak menjamin kemenangan atau ketahanan iman. Tidak berkompromi dengan dosa
sekecil apa pun dan senantiasa hidup di dalam Tuhan adalah pencegahan terbaik.
Jika tak ingin terjebak dan mengalami kemalangan seperti Simson, janganlah
berkompromi dengan dosa --Endang Lestari. Meski tampak kecil, celah dosa
sanggup menggerogoti iman kita hingga habis tak bersisa. Good Morning Blessed
People...
Ibu Tatik – Bank Ekonomi
Wahyu 3:8, “Aku tahu segala pekerjaanmu:
lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh
seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti
firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.”
No comments:
Post a Comment