Thursday, 10 March 2016

10 Maret 2016



                                                                                                                                             REAL LIFE





1 Korintus 3:5-8, 5Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing- masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. 6Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. 7Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. 8Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing- masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.” Tidaklah penting siapa yang menanam, siapa yang menyiram, karena mereka sudah menerima upahnya sesuai pekerjaan/pelayanannya. Tetapi yang terpenting ijinkan Tuhan yang akan memberi pertumbuhan. Amin. Pernahkah kita merasa putus asa dalam membimbing jiwa-jiwa yang kerohaniannya bertumbuh tetapi lamban? Tetaplah bersabar, mintalah & ijinkan Roh Kudus yang bekerja untuk memberi pertumbuhan dalam kehidupan spiritual mereka.

Xavier Quentin Pranata
“When the moon blocks the sunshine from us, nothing can block the Son shines in our lives.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 10 Maret 2016. Hidup dan Waktu. Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (Yakobus 4:14). Ada ajaran filsafat India kuno tentang waktu dan karma: “Burung hidup memakan semut, tapi ketika burung mati, semut memakannya. Segala sesuatu bisa berubah setiap saat. Dalam hidup ini janganlah merendahkan dan melukai orang lain. Hari ini mungkin kamu begitu perkasa, tetapi ingatlah bahwa waktu lebih perkasa darimu! Satu batang pohon dapat dijadikan jutaan batang korek api, tapi hanya dibutuhkan satu batang korek api untuk membakar dan menghanguskan jutaan pohon.” Yakobus mengajarkan bahwa hidup ini fana, segala sesuatunya bisa berubah bagaikan uap (ay. 14). Hari ini kita ada, sehat, kaya raya, berkuasa, penuh rencana bisnis yang diharapkan berkembang luar biasa. Tapi, siapa yang bisa memastikan apa yang bakal terjadi dengan hidupnya esok hari? Tak salah mempunyai rencana hari depan, tak salah hidup penuh optimisme yang bergairah. Tapi, hidup ini begitu renta, hidup ini bukan milik kita. Kita perlu mengelolanya dengan mencari kehendak-Nya agar hidup yang fana ini penuh arti (ay. 15). Baik bagi diri sendiri, bagi keluarga, sesama, dan terlebih bagi Tuhan Sang Pemilik Hidup. Hargailah hidup ini—satu kali kita hidup, sesudah itu mati. Jangan hanya mengejar yang fana. Hargailah keluarga, teman kerja, teman pelayanan, dan sesama, terlebih Yesus Tuhan, Sang Penebus Hidup. Setelah kita diselamatkan, utamakanlah Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Hanya Dia yang sanggup mematahkan hukum karma. Mengantikan yang fana dengan hidup yang kekal —SST. DALAM KEHIDUPAN YANG FANA INI, MARILAH MENGINVESTASIKAN HIDUP UNTUK KEKEKALAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 121:1-2 – aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN yang menjadikan langit dan bumi! YESUS sumber PERTOLONGANku... Sip pol! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Tante Elisabeth – NTT
Ijinkan sikap konsisten dibangun dalam segala waktu, segala tingkat kesulitan (pengenalan hati dan sikap). Sering marah itu juga tidak kosisten tidak punya integritas. Contoh Yusuf, Yusuf orang yang bertanggung jawab, bisa dipercaya, selalu menghasilkan. Semua kita juga harus memunculkan sebuah persepsi, kalau persepsi kita salah (negatif), kalau kita diberi kepercayaan, kita harus kerjakan dengan baik. Kalau saudara selalu membangun secara antusias, kita kerjakan semuanya dengan maksimal. Contoh: apa yang dikerjakan jemaat Efesus, jumlah sedikit tapi percaya Tuhan. Keledai yang ditunggangi Bileam, contoh bila seorang yang matanya dipengarui dengan mamon, bila kita mau alami kedaulatan kuasa Tuhan, yang terus terjadi uangnya dia belanja, tapi tidak berkurang uangnya. Terus terjadi dua kali, bergantunglah dalam kedaulatan-Nya, Tuhan dalam hidupmu, percayalah. Paulus berkata pada Timotius, jauhi perdebatan yang hanya untuk membuat keributan. Amin... Selamat sore. JBU all. Minta Tuhan selidiki hati dan batin kami Tuhan.

Worship Center Surabaya
Ada satu nasihat hikmat yang perlu kita renungkan berhubungan dengan keputusan-keputusan penting dalam hidup kita. Memahami ini memungkinkan hidup kita makin menyukakan Tuhan. Pengkhotbah 11:4  berkata, “Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.” Jika direnungkan singkat, kita kira-kira dapat menangkap maknanya. Berikut ini hubungannya dengan hal-hal rohani: •Sebagian dari kita suka membuat alasan atau setidaknya, mengumpulkan banyak pertimbangan sebelum bertindak. Apapun, alasan-alasan & pertimbangan terkadang berguna untuk bertindak namun bisa juga sebaliknya, menghalangi kita bahkan untuk mengambil langkah pertama. Yang dimaksud nats adalah yang kedua. •Menghitung-hitung untung rugi dalam membuat keputusan itu penting namun tidak boleh menjadi penghalang atau melambatkan langkah kita untuk bertindak. Dalam hubungan kita dengan Tuhan, kita diperintahkan menghitung harga mengikut Tuhan (lihat Luk. 14:28-33) namun apabila pertimbangan-pertimbangan pribadi menghalangi kita mengambil keputusan pada Tuhan, maka kita akan menanggung akibatnya (Mat 19:21-22). Sebab saat Tuhan memanggil & kita tidak menanggapi, itu sama dengan menolak panggilan Tuhan & tidak taat pada-Nya. •Ada kerugian yang besar jika kita tidak segera bertindak saat Tuhan menyuruh kita. Hamba dengan 1 talenta menimbang-nimbang tugasnya & menjadi jahat pikirannya. Ia diusir tuannya & tidak mendapatkan apa-apa selain penyesalan yang pedih -berkebalikan dengan hamba lainnya. Ia kehilangan sukacita, kebahagiaan, kemuliaan & upah dari melayani tuannya. •Jika Tuhan telah berbicara & memanggil kita untuk suatu tugas, sebaiknya kita menyediakan diri & taat sepenuhnya. Bukannya tanpa pertimbangan, tapi pertimbangan kita berasal dari pengujian atas semua yang kita yakini telah kita terima dari Tuhan. Setelah yakin bahwa Tuhan sendiri yang memanggil kita, maka tanggapan kita seharusnya, “Ini aku, utuslah aku” (Yes. 6:8). Jadi, masihkah Anda memperhatikan angin & awan hari ini? Salam revival! GBU.

Ibu Caroline – Bandung
SERAHKAN BEBAN ANDA. Seorang lelaki miskin di Irlandia berjalan pulang dengan susah-payah, sambil memanggul sebuah karung besar berisi kentang. Akhirnya melintaslah sebuah kereta kuda di jalan itu, dan si pemilik kereta mengundang pria tersebut untuk naik ke kereta. Setelah naik, pria tersebut duduk sambil terus memanggul karung bawaannya yang berat itu. Ketika si pemilik kereta menyuruhnya menurunkan karung itu dan meletakkannya di atas kereta, lelaki itu menjawab, “Saya tidak ingin terlalu merepotkan Anda, Pak. Anda sudah memberi saya tumpangan, maka biarlah saya tetap memanggul karung berisi kentang ini.” “Betapa bodohnya orang itu!” begitu komentar kita. Namun kadang-kadang kita juga melakukan hal yang sama saat kita berusaha menanggung beban hidup kita dengan kekuatan kita sendiri. Tidaklah mengherankan jika kita menjadi lelah dan dibebani oleh kekhawatiran dan ketakutan. Dalam Mazmur 55, Daud mengungkapkan kekhawatiran yang dirasakannya karena musuh-musuh datang menyerangnya (ayat 2-16). Tetapi kemudian ia menyerahkan persoalannya kepada Tuhan sehingga ia dipenuhi oleh pengharapan dan kepercayaan diri yang telah diperbarui (ayat 17-24). Oleh karena itu ia dapat menulis, “Serahkanlah khawatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau!” (ayat 23). Saat kita mengingat kisah tentang pria dan karung kentangnya tersebut, ingatlah pelajaran sederhana yang terkandung di dalamnya: Daripada berusaha menanggung beban kita sendiri, serahkanlah semuanya ke dalam tangan Allah. ALLAH MEMINTA KITA MEMBEBANI-NYA DENGAN BEBAN KITA. Tuhan, penuh dengan hati yang bersukacita, pagi ini kami rindu untuk tidak meminta sesuatupun kepadaMu, tapi kami rindu untuk memuji-Mu Bapa, Raja diatas segala raja, there's no one like You, we adore You,  You are the only one who deserving to be honour. Kau-lah Batu Karang kami yang kokoh, Kau sangat dan teramat baik, yang tidak pernah membiarkan kami berjalan sendirian sedetikpun juga. Kau-lah Alfa dan Omega, Kau-lah segalaNya. We glorified Your name all the years through. Kasih setiaMu tidak pernah akan tergantikan. When we call You, Jesus, we proud and thankful to become Your children and become a representative of Your Kingdom in this earth Lord: 1 hal yang setiap kami minta, bisa tetap menjadi pribadi yang setiap wkt rendah hati dan yang selalu bs mengasihiMu. We give thanks only to You Jesus. Kau tetap jaminan hidup kami untuk selamanya. Amin. Morning Siu. Always count on Jesus. Gbu.

Teman Reuni-Hwa Ing, Malang
Takut. Bagaimana kita menangani rasa takut kita? Dengan mempercayai janji Allah. Ada dalam Alkitab, ”Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yesaya 41:10). Apabila takut, jangan lupa Allah. Ada dalam Alkitab, ”Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi” (Yosua 1:9). Kita tidak perlu takut kepada Alah. Ada dalam Alkitab, ”Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih” (1 Yohanes 4:18). Kita tidak perlu takut bencana alam. Ada dalam Alkitab, ”Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya” (Mazmur 46:1-3). Jangan takut kepada orang-orang. Ada dalam Alkitab, “Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: ‘Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?‘” (Ibrani 13:6). Jangan takut kepada bangsa-bangsa atau pemerintah-pemerintah. Ada dalam Alkitab, ”Janganlah gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, ada di tengah-tengahmu, Allah yang besar dan dahsyat” (Ulangan 7:21). Jangan takut akan berita buruk. Ada dalam Alkitab, ”Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya” (Mazmur 112:7-8).

No comments:

Post a Comment