REAL LIFE
1 Korintus 3:5-8, “5Jadi, apakah
Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya,
masing- masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. 6Aku
menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. 7Karena
itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang
memberi pertumbuhan. 8Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah
sama; dan masing- masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya
sendiri.” Tidaklah penting siapa yang menanam, siapa yang menyiram, karena
mereka sudah menerima upahnya sesuai pekerjaan/pelayanannya. Tetapi yang
terpenting ijinkan Tuhan yang akan memberi pertumbuhan. Amin. Pernahkah kita
merasa putus asa dalam membimbing jiwa-jiwa yang kerohaniannya bertumbuh tetapi
lamban? Tetaplah bersabar, mintalah & ijinkan Roh Kudus yang bekerja untuk memberi
pertumbuhan dalam kehidupan spiritual mereka.
Xavier Quentin Pranata
“When the moon blocks the sunshine from us,
nothing can block the Son shines in our lives.” Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 10 Maret 2016. Hidup dan
Waktu. Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu?
Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (Yakobus
4:14). Ada ajaran filsafat India kuno tentang waktu dan karma: “Burung hidup
memakan semut, tapi ketika burung mati, semut memakannya. Segala sesuatu bisa
berubah setiap saat. Dalam hidup ini janganlah merendahkan dan melukai orang
lain. Hari ini mungkin kamu begitu perkasa, tetapi ingatlah bahwa waktu lebih
perkasa darimu! Satu batang pohon dapat dijadikan jutaan batang korek api, tapi
hanya dibutuhkan satu batang korek api untuk membakar dan menghanguskan jutaan
pohon.” Yakobus mengajarkan bahwa hidup ini fana, segala sesuatunya bisa
berubah bagaikan uap (ay. 14). Hari ini kita ada, sehat, kaya raya, berkuasa,
penuh rencana bisnis yang diharapkan berkembang luar biasa. Tapi, siapa yang
bisa memastikan apa yang bakal terjadi dengan hidupnya esok hari? Tak salah
mempunyai rencana hari depan, tak salah hidup penuh optimisme yang bergairah.
Tapi, hidup ini begitu renta, hidup ini bukan milik kita. Kita perlu
mengelolanya dengan mencari kehendak-Nya agar hidup yang fana ini penuh arti
(ay. 15). Baik bagi diri sendiri, bagi keluarga, sesama, dan terlebih bagi
Tuhan Sang Pemilik Hidup. Hargailah hidup ini—satu kali kita hidup, sesudah itu
mati. Jangan hanya mengejar yang fana. Hargailah keluarga, teman kerja, teman
pelayanan, dan sesama, terlebih Yesus Tuhan, Sang Penebus Hidup. Setelah kita
diselamatkan, utamakanlah Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Hanya Dia yang
sanggup mematahkan hukum karma. Mengantikan yang fana dengan hidup yang kekal
—SST. DALAM KEHIDUPAN YANG FANA INI, MARILAH MENGINVESTASIKAN HIDUP UNTUK
KEKEKALAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 121:1-2 – aku melayangkan mataku ke
gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari
TUHAN yang menjadikan langit dan bumi! YESUS sumber PERTOLONGANku... Sip pol!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Tante Elisabeth – NTT
Ijinkan sikap konsisten dibangun dalam segala
waktu, segala tingkat kesulitan (pengenalan hati dan sikap). Sering marah itu
juga tidak kosisten tidak punya integritas. Contoh Yusuf, Yusuf orang yang
bertanggung jawab, bisa dipercaya, selalu menghasilkan. Semua kita juga harus
memunculkan sebuah persepsi, kalau persepsi kita salah (negatif), kalau kita
diberi kepercayaan, kita harus kerjakan dengan baik. Kalau saudara selalu
membangun secara antusias, kita kerjakan semuanya dengan maksimal. Contoh: apa
yang dikerjakan jemaat Efesus, jumlah sedikit tapi percaya Tuhan. Keledai yang
ditunggangi Bileam, contoh bila seorang yang matanya dipengarui dengan mamon,
bila kita mau alami kedaulatan kuasa Tuhan, yang terus terjadi uangnya dia
belanja, tapi tidak berkurang uangnya. Terus terjadi dua kali, bergantunglah
dalam kedaulatan-Nya, Tuhan dalam hidupmu, percayalah. Paulus berkata pada
Timotius, jauhi perdebatan yang hanya untuk membuat keributan. Amin... Selamat
sore. JBU all. Minta Tuhan selidiki hati dan batin kami Tuhan.
Worship Center Surabaya
Ada satu nasihat hikmat yang perlu kita
renungkan berhubungan dengan keputusan-keputusan penting dalam hidup kita.
Memahami ini memungkinkan hidup kita makin menyukakan Tuhan. Pengkhotbah
11:4 berkata, “Siapa senantiasa
memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak
akan menuai.” Jika direnungkan singkat, kita kira-kira dapat menangkap maknanya.
Berikut ini hubungannya dengan hal-hal rohani: •Sebagian dari kita suka membuat
alasan atau setidaknya, mengumpulkan banyak pertimbangan sebelum bertindak.
Apapun, alasan-alasan & pertimbangan terkadang berguna untuk bertindak
namun bisa juga sebaliknya, menghalangi kita bahkan untuk mengambil langkah
pertama. Yang dimaksud nats adalah yang kedua. •Menghitung-hitung untung rugi
dalam membuat keputusan itu penting namun tidak boleh menjadi penghalang atau
melambatkan langkah kita untuk bertindak. Dalam hubungan kita dengan Tuhan,
kita diperintahkan menghitung harga mengikut Tuhan (lihat Luk. 14:28-33) namun
apabila pertimbangan-pertimbangan pribadi menghalangi kita mengambil keputusan
pada Tuhan, maka kita akan menanggung akibatnya (Mat 19:21-22). Sebab saat
Tuhan memanggil & kita tidak menanggapi, itu sama dengan menolak panggilan
Tuhan & tidak taat pada-Nya. •Ada kerugian yang besar jika kita tidak
segera bertindak saat Tuhan menyuruh kita. Hamba dengan 1 talenta
menimbang-nimbang tugasnya & menjadi jahat pikirannya. Ia diusir tuannya
& tidak mendapatkan apa-apa selain penyesalan yang pedih -berkebalikan
dengan hamba lainnya. Ia kehilangan sukacita, kebahagiaan, kemuliaan & upah
dari melayani tuannya. •Jika Tuhan telah berbicara & memanggil kita untuk
suatu tugas, sebaiknya kita menyediakan diri & taat sepenuhnya. Bukannya
tanpa pertimbangan, tapi pertimbangan kita berasal dari pengujian atas semua
yang kita yakini telah kita terima dari Tuhan. Setelah yakin bahwa Tuhan
sendiri yang memanggil kita, maka tanggapan kita seharusnya, “Ini aku, utuslah
aku” (Yes. 6:8). Jadi, masihkah Anda memperhatikan angin & awan hari ini?
Salam revival! GBU.
Ibu Caroline – Bandung
SERAHKAN BEBAN ANDA. Seorang lelaki miskin di
Irlandia berjalan pulang dengan susah-payah, sambil memanggul sebuah karung
besar berisi kentang. Akhirnya melintaslah sebuah kereta kuda di jalan itu, dan
si pemilik kereta mengundang pria tersebut untuk naik ke kereta. Setelah naik,
pria tersebut duduk sambil terus memanggul karung bawaannya yang berat itu.
Ketika si pemilik kereta menyuruhnya menurunkan karung itu dan meletakkannya di
atas kereta, lelaki itu menjawab, “Saya tidak ingin terlalu merepotkan Anda,
Pak. Anda sudah memberi saya tumpangan, maka biarlah saya tetap memanggul
karung berisi kentang ini.” “Betapa bodohnya orang itu!” begitu komentar kita.
Namun kadang-kadang kita juga melakukan hal yang sama saat kita berusaha
menanggung beban hidup kita dengan kekuatan kita sendiri. Tidaklah mengherankan
jika kita menjadi lelah dan dibebani oleh kekhawatiran dan ketakutan. Dalam Mazmur
55, Daud mengungkapkan kekhawatiran yang dirasakannya karena musuh-musuh datang
menyerangnya (ayat 2-16). Tetapi kemudian ia menyerahkan persoalannya kepada
Tuhan sehingga ia dipenuhi oleh pengharapan dan kepercayaan diri yang telah
diperbarui (ayat 17-24). Oleh karena itu ia dapat menulis, “Serahkanlah
khawatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau!” (ayat 23). Saat kita
mengingat kisah tentang pria dan karung kentangnya tersebut, ingatlah pelajaran
sederhana yang terkandung di dalamnya: Daripada berusaha menanggung beban kita
sendiri, serahkanlah semuanya ke dalam tangan Allah. ALLAH MEMINTA KITA
MEMBEBANI-NYA DENGAN BEBAN KITA. Tuhan, penuh dengan hati yang bersukacita,
pagi ini kami rindu untuk tidak meminta sesuatupun kepadaMu, tapi kami rindu
untuk memuji-Mu Bapa, Raja diatas segala raja, there's no one like You, we
adore You, You are the only one who
deserving to be honour. Kau-lah Batu Karang kami yang kokoh, Kau sangat dan
teramat baik, yang tidak pernah membiarkan kami berjalan sendirian sedetikpun
juga. Kau-lah Alfa dan Omega, Kau-lah segalaNya. We glorified Your name all the
years through. Kasih setiaMu tidak pernah akan tergantikan. When we call You,
Jesus, we proud and thankful to become Your children and become a
representative of Your Kingdom in this earth Lord: 1 hal yang setiap kami
minta, bisa tetap menjadi pribadi yang setiap wkt rendah hati dan yang selalu
bs mengasihiMu. We give thanks only to You Jesus. Kau tetap jaminan hidup kami
untuk selamanya. Amin. Morning Siu. Always count on Jesus. Gbu.
Teman Reuni-Hwa Ing, Malang
Takut. Bagaimana kita menangani rasa takut
kita? Dengan mempercayai janji Allah. Ada dalam Alkitab, ”Janganlah takut,
sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan
meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan
kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yesaya 41:10). Apabila takut, jangan lupa
Allah. Ada dalam Alkitab, ”Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan
teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu,
menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi” (Yosua 1:9). Kita tidak perlu takut
kepada Alah. Ada dalam Alkitab, ”Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang
sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan
barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih” (1 Yohanes 4:18). Kita
tidak perlu takut bencana alam. Ada dalam Alkitab, ”Allah itu bagi kita tempat
perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun
gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya,
sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya” (Mazmur 46:1-3). Jangan takut
kepada orang-orang. Ada dalam Alkitab, “Sebab itu dengan yakin kita dapat
berkata: ‘Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat
dilakukan manusia terhadap aku?‘” (Ibrani 13:6). Jangan takut kepada
bangsa-bangsa atau pemerintah-pemerintah. Ada dalam Alkitab, ”Janganlah gemetar
karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, ada di tengah-tengahmu, Allah yang besar
dan dahsyat” (Ulangan 7:21). Jangan takut akan berita buruk. Ada dalam Alkitab,
”Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada
TUHAN. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para
lawannya” (Mazmur 112:7-8).
No comments:
Post a Comment