Wednesday, 2 March 2016

2 Maret 2016



REAL LIFE





Matius 13:1-8. Ayat 4: “ada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.” Tanah HATI yang siap menerima taburan Firman Tuhan itulah yang akan berakar, bertumbuh dan berbuah J. Tetapi jika tanah HATI kita kwalitasnya seperti “tanah pinggir jalan” yaitu tidak berekasi, tidak meresponi firman Tuhan dengan benar yaitu “HANYA MENDEGAR” (1M) saja tanpa berusaha untuk  mendalaminya atau merenungkannya (2M), melakukannya apalagi (3M) membagikannya (4M), maka Firman Tuhan itu PASTI tidak berakar apalagi bertumbuh L, sehingga Iblis datang untuk merampasnya (firman Tuhan terhimpit oleh banyaknya godaan, tantangan kehidupan ini). Mari jangan biarkan kwalitas Tanah Hati kita seperti “tanah di pinggir jalan” tetapi jadikanlah tanah hati kita tanah yang subur atau tanah hati yang baik, yang SIAP ditaburi oleh benih firman Tuhan. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Saat bulan madu begitu cepat berlalu,jangan biarkan hati ikut pilu.' Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 2 Maret 2016. Siapa yang Memuji? Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri (Amsal 27:2). Seorang atasan selalu bercerita kepada rekannya bahwa ia atasan yang baik, yang mendukung anak buahnya, dan anak buahnya menyeganinya. Padahal, setiap kali anak buahnya berkumpul, mereka suka menceritakan kekesalan mereka terhadap si atasan. Ya, banyak orang menganggap dirinya orang baik dan memuji dirinya sendiri. Kesukaan si atasan memuji diri sendiri itu malah menjadikan dirinya bahan cemoohan bagi bawahannya. Bukankah kita sering menjumpai orang-orang seperti itu? Orang memuji diri sendiri karena merasa hebat, melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain. Itu merupakan wujud kesombongan, kebodohan, dan sikap mengagung-agungkan diri. Sikap yang berlawanan dengan perbuatan baik. Ketika kita berbuat baik, hendaklah kita melakukannya dengan ikhlas. Bukan untuk memuji diri. Bukan untuk mencari pujian orang lain. Ketika orang memuji kita, tentu karena mereka terkesan atau tersentuh oleh perbuatan kita. Namun, bukan itu tujuan kita berbuat baik. Kita berbuat baik untuk mengasihi dan memberkati sesama. Sebaliknya, orang yang sombong dan suka memuji diri malah akan merusak nama baiknya. Lebih jauh lagi, dalam kitab Yesaya dinyatakan bahwa manusia yang sombong akan direndahkan dan orang yang angkuh akan ditundukkan (Yes. 2:11, 17). Karena itu, marilah kita berbuat baik bukan karena mengharapkan pujian, melainkan karena sudah sepatutnyalah kita berbuat baik. Kita berbuat baik dengan tulus dan ikhlas untuk mendatangkan kesejahteraan bagi orang lain —IN. JANGAN BIARKAN MULUTMU MEMUJI DIRIMU SENDIRI. BIARKAN MULUT ORANG LAIN YANG MELAKUKANNYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin. Karena semua yang dari dunia ini akan lenyap. Yang akan Tuhan lakukan: Roh akan membawa kita untuk mengalami berbagai intervensi ilahi dan manifestasi dari kedaulatan Tuhan dalam kehidupan dan pelayanan kita. Allah bertindak, Allah bedaulat. Hari-hari ini Roh Kudus akan menolong kita, membawa kita sehingga kita akan mengalami di tengah kesaksian, tekanan, tantangan, kita akan melihat intervensi Allah, bagaimana Tuhan bertindak dan menolong kita, kita akan melihat manivestasi kedaulatan Tuhan dalam hidup kita, pelayanan, pekerjaan kita sehingga kita tidak akan pernah mundur lagi, tapi kita akan tetap kuat dan makin maju dan menyatakan kesaksian tentang siapa Kristus di dalam kita. Kadang kita sulit mengerti semua pada waktu itu terjadi, Daniel membangun kehidupannya dan mengalami intervensi Tuhan. Kadang kita sudah taat tapi badai masih datang, semua itu untuk menyatakan kedaulatan Tuhan karena itu libatkan Tuhan dalam setiap pekerjaan kita (Yoh 6:16-21). Tuhan kita akan melihat doa-doa kita akan dijawab Tuhan, awan hitam sudah berlalu, dukacita diganti dengan tari-tarian, percepatan akan terjadi dalam pekerjaan dan pelayanan kita. Ini akan menjadi porsi kita tahun ini. Pastikan kita terus memiki roh kesadaran akan realita Tuhan. Pastikan yang kita perkatakan, doakan, nyanyikan hanya firman. Amin! Selamat pagi, selamat berkarya dalam Tuhan. JBU All.

No comments:

Post a Comment