REAL LIFE
Berakar Kuat. Kolose 2:6-7, “6Kamu
telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di
dalam Dia. 7Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas
Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu,
dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Dalam dua ayat ini (dalam
surat Kolose) Rasul Paulus meringkas semua hal yang ingin ia katakan. Kita yang
sudah menerima Yesus didalam hati HARUS TERUS HIDUP didalam jalan Tuhan, sama
seperti jemaat mula-mula mengikuti Jalan Tuhan (Kis 9:2). Bagaimana kita dapat
terus ‘berjalan‘?? Kita harus berjalan dengan BERAKAR dalam Yesus. Kita
melakukannya dengan membangun diri kita & bertumbuh dewasa dalam
Yesus dengan bertambah teguh dalam IMAN yang telah diajarkan kepada kita (ayat
7). Dengan kata lain ‘kita harus BERTUMBUH dalam PEMAHAMAN‘ kita tentang
kebenaran Injil yang pernah membawa kita mula-mula kepada Kristus. Ketika Tuhan
Yesus mengisi hati & pikiran kita & kita teguh BERAKAR didalam kebenaranNya
maka mulut kita akan penuh dengan ucapan syukur. Amin. Apakah kita sudah
berakar dalam kebenaranNya??
Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Ams 2:7 – TUHAN menyediakan Pertolongan bagi
orang yang JUJUR, menjadi perisai bagi orang yang BENAR! YESUS sanggup menolong
dan melindungi kita, hiduplah jujur dan benar! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Ministry.
Xavier Quentin Pranata
“Jika bekerja sedikit saja lebih baik
ketimbang wacana tanpa karya, mengapa kita tidak bekerja sebaik-baiknya?”
Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 17 Maret 2016. Jangan
Berkompromi. Lalu berserulah perempuan itu: “Orang Filistin menyergap engkau,
Simson!” Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: “Seperti yang
sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.” Tetapi tidaklah
diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia (Hakim-Hakim 16:20). Membawa
segelas air supaya tidak tumpah bukan masalah yang sulit. Tetapi bagaimana jika
gelas air tersebut harus tetap berada di tangan kita selama berjam-jam? Tangan
menjadi mati rasa dan gelas bisa terlepas tanpa terasa. Beban yang tampak
ringan tak menjamin kita mampu bertahan menghadapinya. Simson adalah manusia
perkasa yang sanggup mengalahkan seekor singa dengan kekuatannya. Tetapi
ternyata ia mengalami kekalahan dalam pelukan Delila. Logikanya, bukankah
seekor singa jauh lebih berpotensi membunuhnya daripada rengekan Delila?
Rengekan Delila, yang tampak sepele namun berulang terus-menerus, menjerumuskan
Simson pada kehancuran. Simson membeli cinta Delila dengan rahasia kenazirannya.
Mungkin ia merasa sanggup melepaskan diri dari segala masalah dengan kekuatan
fisiknya. Ternyata iman Simson tak setangguh kekuatan fisiknya. Ia mengira dosa
tak perlu dianggap serius. Sangkanya Tuhan tidak memperhitungkan dosanya karena
tidak ada akibat yang langsung menimpanya. Kesabaran Tuhan bukan kesabaran yang
permisif: menoleransi dosa. Ketiadaan komitmen untuk mendedikasikan diri pada
Tuhan akan membawa kita pada kebinasaan. Kemampuan diri yang tampak kuat dan
godaan yang tampak sepele tidak menjamin kemenangan atau ketahanan iman. Tidak
berkompromi dengan dosa sekecil apa pun dan senantiasa hidup di dalam Tuhan
adalah pencegahan terbaik. Jika tak ingin terjebak dan mengalami kemalangan
seperti Simson, janganlah berkompromi dengan dosa —EBL. MESKI TAMPAK KECIL,
CELAH DOSA SANGGUP MENGGEROGOTI IMAN KITA HINGGA HABIS TAK BERSISA. Selamat
pagi. Semangat terus ya. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment