Friday, 18 March 2016

17 Maret 2016



                                                                                                                                             REAL LIFE





Berakar Kuat. Kolose 2:6-7, 6Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Dalam dua ayat ini (dalam surat Kolose) Rasul Paulus meringkas semua hal yang ingin ia katakan. Kita yang sudah menerima Yesus didalam hati HARUS TERUS HIDUP didalam jalan Tuhan, sama seperti jemaat mula-mula mengikuti Jalan Tuhan (Kis 9:2). Bagaimana kita dapat terus ‘berjalan‘?? Kita harus berjalan dengan BERAKAR dalam Yesus. Kita melakukannya dengan membangun diri kita & bertumbuh dewasa dalam Yesus dengan bertambah teguh dalam IMAN yang telah diajarkan kepada kita (ayat 7). Dengan kata lain ‘kita harus BERTUMBUH dalam PEMAHAMAN‘ kita tentang kebenaran Injil yang pernah membawa kita mula-mula kepada Kristus. Ketika Tuhan Yesus mengisi hati & pikiran kita & kita teguh BERAKAR didalam kebenaranNya maka mulut kita akan penuh dengan ucapan syukur. Amin. Apakah kita sudah berakar dalam kebenaranNya??

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Ams 2:7 – TUHAN menyediakan Pertolongan bagi orang yang JUJUR, menjadi perisai bagi orang yang BENAR! YESUS sanggup menolong dan melindungi kita, hiduplah jujur dan benar! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Jika bekerja sedikit saja lebih baik ketimbang wacana tanpa karya, mengapa kita tidak bekerja sebaik-baiknya?” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 17 Maret 2016. Jangan Berkompromi. Lalu berserulah perempuan itu: “Orang Filistin menyergap engkau, Simson!” Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: “Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.” Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia (Hakim-Hakim 16:20). Membawa segelas air supaya tidak tumpah bukan masalah yang sulit. Tetapi bagaimana jika gelas air tersebut harus tetap berada di tangan kita selama berjam-jam? Tangan menjadi mati rasa dan gelas bisa terlepas tanpa terasa. Beban yang tampak ringan tak menjamin kita mampu bertahan menghadapinya. Simson adalah manusia perkasa yang sanggup mengalahkan seekor singa dengan kekuatannya. Tetapi ternyata ia mengalami kekalahan dalam pelukan Delila. Logikanya, bukankah seekor singa jauh lebih berpotensi membunuhnya daripada rengekan Delila? Rengekan Delila, yang tampak sepele namun berulang terus-menerus, menjerumuskan Simson pada kehancuran. Simson membeli cinta Delila dengan rahasia kenazirannya. Mungkin ia merasa sanggup melepaskan diri dari segala masalah dengan kekuatan fisiknya. Ternyata iman Simson tak setangguh kekuatan fisiknya. Ia mengira dosa tak perlu dianggap serius. Sangkanya Tuhan tidak memperhitungkan dosanya karena tidak ada akibat yang langsung menimpanya. Kesabaran Tuhan bukan kesabaran yang permisif: menoleransi dosa. Ketiadaan komitmen untuk mendedikasikan diri pada Tuhan akan membawa kita pada kebinasaan. Kemampuan diri yang tampak kuat dan godaan yang tampak sepele tidak menjamin kemenangan atau ketahanan iman. Tidak berkompromi dengan dosa sekecil apa pun dan senantiasa hidup di dalam Tuhan adalah pencegahan terbaik. Jika tak ingin terjebak dan mengalami kemalangan seperti Simson, janganlah berkompromi dengan dosa —EBL. MESKI TAMPAK KECIL, CELAH DOSA SANGGUP MENGGEROGOTI IMAN KITA HINGGA HABIS TAK BERSISA. Selamat pagi. Semangat terus ya. Tuhan Yesus memberkati.


No comments:

Post a Comment