Thursday, 24 March 2016

24 Maret 2016

                                                                                                                                             REAL LIFE




Buah Pertumbuhan (1). 1 Kor 13:4-8a, 4Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 8aKasih tidak berkesudahan.” Melihat kejahatan & kekejaman yang terjadi, Alkitab mengatakan dunia tidak akan menjadi semakin baik. Ditengah semua itu Allah memberikan solusinya yaitu: KASIH. KASIH adalah Jalan Utama yang tidak pernah gagal. Dunia tidak dapat menandingi KASIH yang diberikan Bapa kita. CintaNya/KASIHNya luar biasa bagi saya & saudara. DIA korbankan diriNya bagi keselamatan kita. Sudahkah KASIH Tuhan ada didalam hati & hidup kita, sehingga kita bisa menyalurkan kasih itu kepada sesama??

Xavier Quentin Pranata
“Kekuatiran adalah memindahkan hal negatif yang belum tentu terjadi di masa depan ke masa kini.” Xavier Quentin Pranata.

Worship Center Surabaya
Mungkin tidak ada yang merasa menjadi paling bodoh & terpukul seperti halnya Simon Petrus saat detik-detik Yesus diadili lalu disalibkan. Sebab di antara semua murid lainnya, dialah yang sesumbar bahwa dirinya tidak akan tergoncang imannya, bahkan akan mengorbankan nyawa bagi Yesus (Mat. 26:33-35; Luk. 22:31-34). Sayangnya, itu tidak terjadi. Perkataan Yesuslah yang terjadi. Petrus akan menyangkal Yesus 3 kali sebelum ayam berkokok pagi itu. Yang terjadi atas Simon Petrus dapat terjadi atas diri kita. Memang mudah mengatakan untuk setia sampai akhir mengiring Yesus. Dalam prakteknya, saat kegoncangan terjadi, reaksi kita bisa berbalik 180 derajat. Faktanya, murid yang paling vokal, tampak berani & selalu di depan justru mengingkari Yesus beberapa kali! Bagaimana kita dapat belajar dari kegagalan Petrus? •Kita tidak boleh menjadi murid Yesus karena emosi semata. Kita seharusnya makin hari makin mengenal Dia. Berakar ke bawah & dibangun ke atas, mantap teguh dalam Kristus (Kol.2:6-7). •Kita harus berkomitmen untuk setia dalam segala keadaan, bukan hanya saat semuanya mudah & terasa berkat-berkat Tuhan. Ketika pertolongan Tuhan nyata, mujizat terjadi & berkat berdatangan mudah memuji Tuhan & menaikkan syukur. Bagaimana jika pertolongan yang kita harapkan tidak kunjung tiba? Ada ancaman & penderitaan nyata di depan mata karena iman kita? Segalanya menjadi sulit karena kita dihindari & dikucilkan orang-orang karena setia pada Kristus? Jika kita mengikut Kristus karena kemudahan & berkat-berkatNya saja maka akan tiba waktunya kita menyangkal Dia. •Kita perlu meminta supaya Roh keberanian itu memenuhi kita sehingga kita bisa menjadi saksi-saksi Kristus yang setia dimanapun kita berada (Kis.4:29-31). Tanpa Roh-Nya menguasai kita, ancaman sekecil apapun akan melemahkan iman kita untuk menjadi saksi Tuhan (Yoh. 18:17). Petrus berhasil dipulihkan & menjadi rasul yang meneguhkan jemaat saat mengalami penganiayaan. Ia akhirnya tahu bagaimana mengikut Yesus hingga akhir. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis Putih, 24 Maret 2016. Mengakui dan Meninggalkan. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi (Amsal 28:13). Sewaktu belum menikah, saya mengikuti ibadah yang hanya dihadiri kaum pria. Seusai firman Tuhan disampaikan, para pria yang hadir diminta untuk duduk berdua-berdua, termasuk saya. Apa yang kemudian dilakukan? Kami diminta saling mengakui kebiasaan buruk atau dosa yang sering dilakukan, lalu diakhiri dengan saling mendoakan. Secara pribadi, saya merasakan ada kelegaan dalam hati setelah ibadah tersebut selesai. Dosa bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah manusia. Sejak Adam dan Hawa gagal menaati firman Allah berkaitan dengan buah pohon pengetahuan, dosa masuk ke dalam hidup manusia. Tindakan Adam dan Hawa, yang kemudian bersembunyi dari Allah, juga ditiru manusia yang, setelah berbuat dosa, cenderung bersembunyi dari Allah dan sesama. Padahal, dosa seharusnya diakui dan ditinggalkan, bukan disembunyikan, karena cepat atau lambat toh akan terungkap. Ada janji Tuhan yang luar biasa bahwa siapa yang mengakui dan meninggalkan pelanggarannya akan disayangi oleh Tuhan. Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menulis: “Siapa menyembunyikan dosanya tidak akan beruntung. Siapa mengakui dan meninggalkannya, akan dikasihani Tuhan” (ay. 13). Tindakan menyembunyikan dosa hanya akan mendatangkan ketidakberuntungan dalam hidup kita. Tak sedikit orang akhirnya frustrasi karena tak kunjung lepas dari ikatan dosa. Tobat, kumat, tobat, kumat—begitu seterusnya. Namun, keputusan untuk mengakui, lalu meninggalkan dosa, akan membawa berkat bagi kita. Silakan membuat keputusan —GHJ. DOSA YANG DISEMBUNYIKAN HANYA AKAN MEMBAWA KEBUSUKAN DALAM HIDUP KITA. Selamat pagi. Mengenang sengsara Kristus. Tuhan Yesus memberkati.


No comments:

Post a Comment