REAL LIFE
Buah
Pertumbuhan (1). 1
Kor 13:4-8a, “4Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak
cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5Ia tidak
melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak
pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6Ia tidak
bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7Ia
menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu,
sabar menanggung segala sesuatu. 8aKasih tidak berkesudahan.”
Melihat kejahatan & kekejaman yang terjadi, Alkitab mengatakan dunia tidak
akan menjadi semakin baik. Ditengah semua itu Allah memberikan solusinya yaitu:
KASIH. KASIH adalah Jalan Utama yang tidak pernah gagal.
Dunia tidak dapat menandingi KASIH yang diberikan Bapa kita. CintaNya/KASIHNya
luar biasa bagi saya & saudara. DIA korbankan diriNya bagi keselamatan
kita. Sudahkah KASIH Tuhan ada didalam hati & hidup kita, sehingga
kita bisa menyalurkan kasih itu kepada sesama??
Xavier
Quentin Pranata
“Kekuatiran
adalah memindahkan hal negatif yang belum tentu terjadi di masa depan ke masa
kini.” Xavier Quentin Pranata.
Worship
Center Surabaya
Mungkin
tidak ada yang merasa menjadi paling bodoh & terpukul seperti halnya Simon
Petrus saat detik-detik Yesus diadili lalu disalibkan. Sebab di antara semua
murid lainnya, dialah yang sesumbar bahwa dirinya tidak akan tergoncang imannya,
bahkan akan mengorbankan nyawa bagi Yesus (Mat. 26:33-35; Luk. 22:31-34).
Sayangnya, itu tidak terjadi. Perkataan Yesuslah yang terjadi. Petrus akan
menyangkal Yesus 3 kali sebelum ayam berkokok pagi itu. Yang terjadi atas Simon
Petrus dapat terjadi atas diri kita. Memang mudah mengatakan untuk setia sampai
akhir mengiring Yesus. Dalam prakteknya, saat kegoncangan terjadi, reaksi kita
bisa berbalik 180 derajat. Faktanya, murid yang paling vokal, tampak berani
& selalu di depan justru mengingkari Yesus beberapa kali! Bagaimana kita
dapat belajar dari kegagalan Petrus? •Kita tidak boleh menjadi murid Yesus
karena emosi semata. Kita seharusnya makin hari makin mengenal Dia. Berakar ke
bawah & dibangun ke atas, mantap teguh dalam Kristus (Kol.2:6-7). •Kita harus
berkomitmen untuk setia dalam segala keadaan, bukan hanya saat semuanya mudah
& terasa berkat-berkat Tuhan. Ketika pertolongan Tuhan nyata, mujizat
terjadi & berkat berdatangan mudah memuji Tuhan & menaikkan syukur.
Bagaimana jika pertolongan yang kita harapkan tidak kunjung tiba? Ada ancaman
& penderitaan nyata di depan mata karena iman kita? Segalanya menjadi sulit
karena kita dihindari & dikucilkan orang-orang karena setia pada Kristus?
Jika kita mengikut Kristus karena kemudahan & berkat-berkatNya saja maka
akan tiba waktunya kita menyangkal Dia. •Kita perlu meminta supaya Roh
keberanian itu memenuhi kita sehingga kita bisa menjadi saksi-saksi Kristus
yang setia dimanapun kita berada (Kis.4:29-31). Tanpa Roh-Nya menguasai kita,
ancaman sekecil apapun akan melemahkan iman kita untuk menjadi saksi Tuhan
(Yoh. 18:17). Petrus berhasil dipulihkan & menjadi rasul yang meneguhkan
jemaat saat mengalami penganiayaan. Ia akhirnya tahu bagaimana mengikut Yesus
hingga akhir. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Kamis Putih, 24 Maret 2016. Mengakui dan Meninggalkan. Siapa
menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya
dan meninggalkannya akan disayangi (Amsal 28:13). Sewaktu belum menikah, saya
mengikuti ibadah yang hanya dihadiri kaum pria. Seusai firman Tuhan
disampaikan, para pria yang hadir diminta untuk duduk berdua-berdua, termasuk
saya. Apa yang kemudian dilakukan? Kami diminta saling mengakui kebiasaan buruk
atau dosa yang sering dilakukan, lalu diakhiri dengan saling mendoakan. Secara
pribadi, saya merasakan ada kelegaan dalam hati setelah ibadah tersebut
selesai. Dosa bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah manusia. Sejak Adam dan
Hawa gagal menaati firman Allah berkaitan dengan buah pohon pengetahuan, dosa
masuk ke dalam hidup manusia. Tindakan Adam dan Hawa, yang kemudian bersembunyi
dari Allah, juga ditiru manusia yang, setelah berbuat dosa, cenderung
bersembunyi dari Allah dan sesama. Padahal, dosa seharusnya diakui dan
ditinggalkan, bukan disembunyikan, karena cepat atau lambat toh akan terungkap.
Ada janji Tuhan yang luar biasa bahwa siapa yang mengakui dan meninggalkan
pelanggarannya akan disayangi oleh Tuhan. Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari
menulis: “Siapa menyembunyikan dosanya tidak akan beruntung. Siapa mengakui dan
meninggalkannya, akan dikasihani Tuhan” (ay. 13). Tindakan menyembunyikan dosa
hanya akan mendatangkan ketidakberuntungan dalam hidup kita. Tak sedikit orang
akhirnya frustrasi karena tak kunjung lepas dari ikatan dosa. Tobat, kumat,
tobat, kumat—begitu seterusnya. Namun, keputusan untuk mengakui, lalu
meninggalkan dosa, akan membawa berkat bagi kita. Silakan membuat keputusan
—GHJ. DOSA YANG DISEMBUNYIKAN HANYA AKAN MEMBAWA KEBUSUKAN DALAM HIDUP KITA.
Selamat pagi. Mengenang sengsara Kristus. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment