REAL LIFE
Buah
apa yang dapat kita hasilkan?
Daniel 12:3, “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya
cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti
bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.” Amin. (1) Invest
& Invite: investasikan waktu kita dengan mengundang teman-teman kita
yang belum percaya, mereka yang ada di market palace kita atau
orang-orang yang terdekat dengan kita. Bagaimana caranya? Setiap kita pasti
sibuk ya & mungkin ada yang sangat sibuk sekali sehingga: tidak punya waktu
untuk membagun hubungan dengan teman-teman yang belum percaya. Di bawah ini
beberapa tips/contoh yang bisa dilakukan untuk mulai menginvestasikan waktu
kita buat jiwa-jiwa yang belum percaya, yang belum berkomunitas bahkan yang
sudah undur dari Tuhan. Saya melakukannya di jam-jam istirahat kantor
(12.00-12.30). Saya akan menelpon rekan-rekan yang sudah lama tidak datang
beribadah, yang sudah lama tidak berkomunitas, juga jiwa-jiwa baru yang datang
di gereja lokal. Hasilnya : tentu sangat luar biasa, ada banyak jiwa-jiwa yang
ternyata mereka sangat butuh diperhatikan ya! Karena selama ini jika mereka
beribadah mereka hanya sekedar datang lalu pulang dan tidak ada yang
mempedulikan, yaitu di gereja lama tempat mereka beribadah :) :). Puji Tuhan
melalui cara yang saya lakukan ini komunitas kami bertumbuh dan
bermultiplikasi. Dari 1 komsel menjadi 7 komsel. Harus ada harga yang dibayar
ya, mungkin kenyamanan kita, mungkin waktu kita bahkan juga pengorbanan yang
lebih dari semuanya itu. Selamatkan jiwa “berapapun harga” yang harus
dibayar. Amin?? :) :). Mari Investasikan waktu kita, tenaga kita bahkan mungkin
keuangan kita untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Kerajaan Surga. Tidak ada yang
mustahil, kalau saya sudah mencoba untuk melakukan, pasti saudara-saudara juga
sama, PASTI BISA ya :). Mari mulai saat ini (jangan tunda lagi) sekarang
waktuNya: PERKENANAN Tuhan buat kita menjangkau jiwa-jiwa. Amin.
Worship
Center Surabaya
Iman
seorang perempuan Kanaan dipuji sendiri oleh Yesus. Oleh imannya itu, ia
menerima pertolongan mujizat Tuhan. Anaknya yang kerasukan setan sembuh
seketika. Yang menarik adalah bahwa Yesus pada mulanya bersikap tak acuh,
menampaikan penolakan halus hingga menggunakan istilah yang cenderung
merendahkan wanita dari Siro-Fenisia itu (Mat.15:21-28; Mark.7:24-30).
Bagaimana wanita ini demikian teguh imannya padahal Yesus tampaknya tidak
mempedulikannya sama sekali? Rupanya kabar-kabar tentang Yesus membangkitkan
imannya. Dan inilah beberapa hal yang menjadikannya tetap yakin bahwa Yesus
pasti menolongnya: •Yesus yang lebih dulu mendekat & datang padanya. Yesus
khusus datang ke wilayah Tirus & Sidon (Mat.15:21) yang tidak lain
merupakan wilayah bangsa-bangsa yang tiada mengenal Allah Israel. Fakta bahwa
Yesus datang ke sana mementahkan pernyataan Yesus pada perempuan itu bahwa Dia
hanya melayani domba-domba (yaitu orang-orang) Israel (15:24). Tidak kebetulan
Yesus ada di sana. Dan tak kebetulan pula Anda mendapat pesan ini. Dialah yang
datang ke dunia untuk mencari & menyelamatkan kita, siapapun adanya kita.
•Yesus memiliki reputasi sebagai pembuat mujizat. Perempuan itu tak ragu
sedikitpun akan Yesus. Dia telah mendengar keajaiban-keajaiban yang diperbuat
Yesus & ia memilih untuk percaya bahwa ketika ia mengharapkan mujizat,
Yesus pasti sanggup melakukannya. Itu sebabnya ia berteriak sekeras-kerasnya
& tanpa henti sebab pengharapannya hanya pada Yesus saja (Mat.15:23).
Adakah Anda benar-benar percaya akan reputasi Yesus? •Yesus dikenal sebagai
pribadi yang penuh belas kasih & mau menolong yang susah. Meski sekilas
tampak kejam tapi wanita itu tahu Yesus bukan pribadi seperti itu. Walau belum
ada tanda-tanda pertolongan Tuhan, kita harus tetap percaya bahwa Dia SELALU
peduli & bahwa situasi yang ada hanyalah ujian apakah kita benar-benar
yakin akan kasih-Nya. Saat kita menanti pertolongan Tuhan, akankah Anda tetap
percaya & berharap sampai menerima pertolongan-Nya tu sekalipun bukti-bukti
mengatakan sebaliknya? Salam revival! GBU.
Xavier
Quentin Pranata
“Face
the unexpected difficulties in the near future crises with a daily intimate
walk with Jesus on a daily basis.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 30 Maret 2016. Peduli Bangsa. Lalu aku berkata kepada raja, “Kalau
Baginda berkenan dan mau mengabulkan permintaan hamba, utuslah hamba ke tanah
Yehuda untuk membangun kembali kota tempat kuburan nenek moyang hamba” (Nehemia
2:5, BIS). Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita punya harapan bangsa dan
negara ini berkembang ke arah yang lebih baik. Keadaan sekarang ini memang
belum ideal. Tetapi, meskipun terasa berat dalam berbagai segi, terutama
ekonomi, kita berharap keadaan ini hanya sementara dan pada waktunya keadaan
akan membaik. Tidak heran banyak anak bangsa yang masih terpuruk.
Pertanyaannya, siapa yang akan peduli pada mereka? Apakah hanya pemerintah?
Atau bangsa asing dengan bantuan ekonominya? Yang terutama harus peduli tidak
lain adalah sesama anak bangsa, yaitu kita semua. Tembok kota Yerusalem telah
runtuh setelah kota itu hancur akibat serangan bangsa asing. Banyak warga
dibuang ke negeri asing. Runtuhnya tembok bukan hanya menandakan hilangnya
batas yang jelas antara wilayah Yerusalem dan wilayah lain serta hilangnya
keamanan, melainkan juga melambangkan rendahnya moralitas dan mentalitas
masyarakat Yehuda pada saat itu. Nehemia, meskipun ada di negeri yang jauh dan
memiliki jabatan strategis di kerajaan Artasasta, tetap peduli akan keadaan
kota asalnya. Kepedulian ini mendorongnya meminta izin raja untuk mengutusnya
ke Yehuda dan membangun kembali tembok kota. Pembangunan yang bukan hanya
merestorasi bangunan secara fisik, melainkan juga mengembalikan moralitas dan
mentalitas bangsa itu. Bangsa kita butuh perhatian dan kepedulian kita semua.
Jangan tinggal diam. Jangan berpikir, “Itu bukan urusan saya.” Mari
mengupayakan kesejahteraan bangsa ini —AAS. SEBAGAI ANAK BANGSA INDONESIA, KITA
DIPANGGIL UNTUK PEDULI AKAN KESEJAHTERAAN BANGSA INI. Selamat pagi. Tetap
semangat. Tetap bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment