Monday, 7 March 2016

7 Maret 2016



                                                                                                                                             REAL LIFE






Fokus Saat Membajak. Lukas 9:62, “Tetapi Yesus berkata: ‘Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.‘” Tuhan menempatkan setiap kita orang percaya untuk ‘menggarap‘/‘membajak lahan’ kita antara lain Jiwa-Jiwa. Banyak Jiwa-Jiwa di luar sana yang belum mengenal DIA (1% dari 11% = 2850 jiwa) yang siap ditanami benih kebenaran Firman Tuhan, agar menemukan jalan kehidupan yang berkemenangan. Ketika kita sedang ‘membajak’/‘melayani’ mereka, jangan pernah kita sendiri ‘menoleh ke belakang’. Tunjukkan sikap melayani dengan “kepedulian yang sungguh-sungguh”. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 71:7 – Bagi banyak orang aku seperti TANDA AJAIB, karena ENGKAUlah tempat perlindunganku yang kuat! Wow, kita pasti akan jadi teladan dan saksi-saksi-NYA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Meski gaji tidak besar, kerjakan dengan semangat besar, Tuhan pasti cukupkan orang yang benar.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 7 Maret 2016. Berkat Mengandalkan Tuhan. TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu (Mazmur 5:4). Daud menyadari hari-hari yang akan dilaluinya menyajikan begitu banyak tantangan. Kejutan hidup yang tidak terduga pun dapat muncul dengan tiba-tiba. Itulah kenyataan hidup yang harus dilewati dan Daud sadar bahwa ia butuh penyertaan Tuhan setiap hari. Daud percaya hanya Tuhanlah sumber kekuatannya. Itulah sebabnya sebelum menjalani hari, ia mengatur persembahan kepada Tuhan dan menanti-nantikan kehadiran-Nya. Kebenaran-Nya mengingatkan kita: Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Tuhan menghargai orang yang rendah hati dan selalu meminta kekuatan-Nya. Dan setiap orang yang mengandalkan Tuhan, tidak akan dikecewakan. Saat kita memulai hari bersama Tuhan, bukan berarti perjalanan hidup kita sepanjang hari itu akan mulus. Kadang-kadang kita harus berhadapan dengan kesulitan, usaha yang tidak lancar, atau persoalan yang datang dengan tiba-tiba. Sejujurnya, kita tidak akan pernah mampu menghindari berbagai persoalan yang bisa saja datang menerpa kita. Namun demikian, ketika kita memercayakan diri kita kepada Tuhan, kita akan dimampukan-Nya untuk melewati saat-saat itu dengan ucapan syukur. Di luar Tuhan, kita tidak akan bisa berbuat apa-apa. Salah satu tanda penyerahan hidup kita kepada Tuhan adalah sikap hati yang setia memulai hari bersama Tuhan dan mengharapkan pimpinan-Nya sepanjang hari. Mari awali perjalanan hidup kita setiap pagi bersama Tuhan —SYS. TUHAN MUNGKIN TIDAK MEMBEBASKAN KITA DARI KESULITAN, TETAPI DIA PASTI MEMAMPUKAN KITA MENGHADAPI KESULITAN ITU. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Mazmur 139:17-18, “Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.” 诗篇 139:17-18   上帝啊,你的意念向我何等宝贵!其数何等众多! 我若数点,比海沙更多;我睡醒的时候,仍和你同在。

Worship Center Surabaya
Ada satu adegan disertai dialog singkat dalam Injil Lukas, yang sangat menarik sehingga patut direnungkan lebih mendalam. Seorang ibu mengatakan, “Berbahagia (atau diberkatilah) rahim yang mengandung & dada yang menyusui Engkau, ya Yesus” (Luk. 11:27, versi TL). Namun Yesus menjawab dengan tegas bahwa “yang berbahagia (atau diberkati) ialah orang yang MENDENGAR FIRMAN & MEMELIHARANYA (yaitu tekun melakukannya).” Renungkan baik-baik, •Belum tentu kita satu pandangan dengan Tuhan. Perkiraan-perkiraan kita bisa sangat menipu. Kebanyakan orang Kristen acap berpandangan bahwa Tuhan berkenan & akan mencurahkan berkat-berkatNya bagi orang atau sesuatu yang tampak dari luar memiliki hubungan dengan Yesus. Rahim & dada yang pernah bersentuhan dengan Yesus pastilah sesuatu yang suci & penuh berkat. Begitulah pikiran manusia yang beranggapan bahwa benda-benda atau orang-orang yang padanya dihubungkan dengan nama Yesus pastilah bertuah & keramat; barang-barang itu pastilah penuh berkat; orang-orang itu tentu orang-orang pilihan yang sangat beruntung. Barangkali itu pula yang menjadi alasan digunakannya aksesoris-aksesoris rohani, rajin datang beribadah & memuji-muji nama Yesus, atau menyimpan perkakas-perkakas khusus yang didoakan dalam nama Yesus diyakini mendatangkan berkat. Sayangnya, Yesus sendiri tidak sependapat dengan itu. •Yang membawa berkat atas hidup kita tak berkaitan dengan apa yang kelihatannya punya hubungan dengan Yesus, tapi apa yang ada di dalam hati & hidup sehari-hari di pandangan-Nya. Yaitu suatu hidup yang mau & tekun menjadi pelaku-pelaku firman, yang mengasihi Dia di atas segalanya sehingga hidupnya menjadi suatu persembahan yang indah di hadapan Tuhan. Memanggil-manggil nama Yesus bahkan menyebut Dia Tuhan sekalipun, tidak akan membawa dampak apapun jika tanpa disertai komitmen untuk taat lalu hidup dalam kehendak-Nya bagi kita. Tuhan mencari orang-orang yang tidak hanya tahu & menggunakan atribut-atributNya tapi yang sungguh-sungguh melaksanakan ajaran & perintah-perintahNya dalam hati, jiwa, perkataan & perbuatan sehari-hari di hadapan Tuhan. Adakah itu Anda? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment