Monday, 28 March 2016

28 Maret 2016



                                                                                                                                             REAL LIFE





Galatia 5:22-24, ”Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” Bagaimana  hidup yang berbuah itu? (1) Hidup yang berbuah itu menggunakan semua kemampuan/talenta yang sudah diberikan Tuhan kepada kita dengan maksimal. (2) Melayani sesama. (3) Menggunakan waktu, tenaga & pikiran untuk pertumbuhan tubuh Kristus. (4) Menggunakan berkat-berkat yang Tuhan titipkan untuk dipakai dalam pengembangan dan pelayanan. (5) Punya arti & memberi arti (terlibat dalam pelayanan sekecil apapun, pelayanan yang kecil memiliki dampak yang besar). Misal: menjadi pendoa syafaat, melayani kedukaan terlibat dalam tim kunjungan, dsbnya.

Xavier Quentin Pranata
“If you stop growing, you start decaying.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 28 Maret 2016. Anak Adopsi ALLAH. Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah (Galatia 4:7). Dua orang anak sedang bermain di rumah kakek mereka ketika seorang tamu datang berkunjung. Kemudian si kakek segera menggandeng seorang dari dua cucunya itu untuk diperkenalkan pada tamu tersebut. “Ini cucu saya,” kata si kakek tanpa mengindahkan wajah kebingungan cucu yang seorang lagi. Rupa-rupanya cucu yang diperkenalkan kepada sang tamu berasal dari anak kandungnya sendiri. Adapun cucu yang diabaikan itu berasal dari anak yang diadopsi keluarga mereka sejak bayi. Syukurlah Allah tidak memperlakukan kita seperti kakek di atas meskipun status kita adalah anak adopsi-Nya. Menurut hukum Romawi yang berlaku ketika kitab ini ditulis, seorang anak adopsi memiliki hak yang sah secara hukum terhadap segala sesuatu milik ayah angkatnya. Ia tidak diperhitungkan sebagai anak kelas dua, tetapi setara dengan anak kandung lainnya. Oleh sebab itu, ketika jemaat Galatia menerima dan membaca surat Paulus ini, mereka benar-benar mengerti apa artinya menjadi anak Allah. Setiap orang yang percaya kepada Kristus bukan saja telah ditebus dari dosa dan diadopsi ke dalam keluarga Allah, melainkan juga memiliki hak penuh sebagai anak perjanjian (3:29). Orang tua kita di bumi bisa saja bersikap kurang bijaksana, bahkan mengecewakan, namun bersukacitalah karena Bapa di surga mengasihi kita seperti Dia mengasihi Kristus. Kelak kita akan berkumpul bersama di Kerajaan-Nya sebagai pewaris surga mulia —NNK. MENJADI BAGIAN DARI SEBUAH KELUARGA ITU MEMBAHAGIAKAN, TETAPI TIDAK ADA YANG BISA MENGALAHKAN MENJADI KELUARGA ALLAH. Selamat pagi. Selamat berkarya. Semangat selalu. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Kebimbangan atau menunda-nunda sesuatu sangat menghambat kita untuk melakukan sesuatu yang besar padahal korban penebusan Kristus harus diterima dan dirasakan oleh setiap orang »NN«. Yakobus 1:7-8, “Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.” Mengapa Tuhan membiarkan kita membuat keputusan atas masa depan kita sendiri? Sebab Dia adalah Allah yang tidak otoriter, yang memberikan kehendak bebas pada kita untuk menjadi pembuat keputusan. Jangan jadi orang Kristen yang plin-plan, suam-suam kuku dan dangkal kita harus punya komitmen untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang membantu kita tumbuh secara rohani. Percaya pada Kristus seharusnya kita menjadi bagian dari rencanaNya, jangan kerdilkan pertumbuhan rohani kita, mari gunakan talenta, karunia, kemampuan, dan pengalaman kita untuk melayani Tuhan dan sesama. Jangan sia-siakan korban penebusan Kristus, jangan cuma duduk di kursi penonton, kini saatnya kita jadi pemain untuk berbagi supaya kabar baik dari Kristus Yesus bisa dinikmati oleh semua orang. Kedewasaan rohani menentukan berkat dari kasih karunia sebab hanya orang dewasa yang dipercayakan Tuhan untuk melakukan hal hal yang besar. Selamat pagi.

GNCC
EASTER atau PASSOVER?? Kata Easter berasal dari kata “Ishtar” dimana Ishtar adalah perayaan kebangkitan seorang dewa bernama Tamus. Siapakah Tamus? Salah satu anak Nuh bernama Ham, memiliki seorang anak bernama Cush dan menikah dengan seorang wanita bernama Semiramis. Cush dan Semiramis memiliki seorang putra bernama Nimrod (Kejadian 10:8-10). Nimrod dalam bahasa Ibrani berarti ‘pemberontak‘. Nimrod adalah pencipta sistem Babilonia dimana ia menciptakan tatanan pemerintahan dan hukum dasar perdagangan ekonomi. Nimrod adalah orang pertama yang memperkenalkan penyembahan setan (satanic worship). Nimrod begitu bejat sampai ia bersetubuh dengan ibu kandungnya sendiri yaitu Semiramis. Sang ibu kemudian hamil dan melahirkan anak bernama Tamus. Ketika Nimrod meninggal, Semiramis mendoktrinasi pengikutnya bahwa Nimrod telah naik ke tahtanya di matahari dan harus dipuja sebagai Baal yaitu sang dewa matahari. Semiramis sendiri menyatakan bahwa ia datang di Bumi melalui peristiwa dimana ia turun dari bulan dan ‘mendarat‘ di sungai Efrat (Irak). Peristiwa ini dinamai Ishtar Easter. Nimrod yang dipuja sebagai dewa matahari, Semiramis dipuja orang sebagai dewa bulan, Tamus disembah dengan gelar Queen of Heaven atau Ratu Surga (Yeremia 7:18 dan Yeremia 44:17-25). Pada Alkitab bahasa Inggris, kata “Paskah” diterjemahkan sebagai "Passover" bukan "Easter". (Matius 26:17-19). Paskah atau Passover yang kita rayakan adalah perayaan Kebangkitan Yesus Kristus mengalahkan kematian, sedangkan Easter (atau Ishtar) adalah perayaan kebangkitan seorang dewa bernama Tamus. Happy Passover. Tuhan memberkati.

Worship Center Surabaya
Gairah pemazmur akan firman (yang notabene hidup pada masa Perjanjian Lama) masih cukup jarang dijumpai di antara anak-anak Tuhan bahkan pada masa kini. Pada masa itu, firman tertulis yang dapat dibaca & dipelajari hanyalah lima kitab taurat yang ditulis Musa. Kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya seperti kitab Raja-Raja, Tawarikh atau para nabi belum tuntas dikompilasi sebagai kitab suci bangsa Yahudi. Meskipun demikian, inilah ungkapan hati yang jujur dari pemazmur, yang menunjukkan kerinduannya yang besar untuk mengetahui rahasia-rahasia ilahi & hidup di dalamnya: “Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya” ~Mazmur 119:33-35. “Perlihatkan kepadaku petunjuk-petunjuk ketetapan-Mu...” “Buatlah aku mengerti...” “Biarlah aku hidup menurut petunjuk-petunjuk peringatan-Mu...” Itulah kerinduannya untuk mengetahui, memahami & menerima penyingkapan lebih lanjut akan petunjuk-petunjuk Tuhan. Tanpa pertolongan-Nya, tanpa hikmat-Nya & tanpa Roh-Nya menerangi hati kita, mustahil kita memperoleh pengenalan kan jalan-jalanNya. Dan dibutuhkan kerinduan supaya kita menjerit dalam lapar dahaga untuk mengenal isi hati-Nya. Lalu tidak hanya itu. Memahami petunjuk-petunjuk Tuhan baru setengah perjalanan. Pemazmur berkata bahwa ia ingin tahu perintah-perintah Tuhan supaya “dipegangnya hingga saat-saat terakhir”, agar dapat “dipeliharanya segenap hati”, sebab ia “menyukai semuanya itu”. Ya, bukan untuk dipamerkan melalui gelar-gelar pendidikan theologia atau unjuk diri sebagai pribadi-pribadi yang fasih membahas Alkitab. Tapi untuk dipraktekkan, dihidupi sampai saat terakhir, menjadi suatu kesukaan sepanjang hari-hari yang dilaluinya. Hari ini, kita yang memiliki sumber-sumber yang hampir tak terbatas untuk mempelajari firman dengan pertolongan Roh Kudus, adakah kita memiliki kerinduan & semangat yang sama seperti pemazmur? Salam revival? GBU.


No comments:

Post a Comment