REAL LIFE
Filipi 3:10, “Yang kukehendaki ialah
mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya,
di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” Inilah kerinduan
Rasul Paulus yang lebih besar selain semangatnya untuk melayani, yaitu agar
kita mengenal DIA lebih dekat lagi (dengan menaikkan puji-pujian/bersyukur,
berdoa, baca firmanNya) & tidak hanya itu: ada KUASA KEBANGKITAN-Nya yang
diberikan kepada kita. Ayo, yang sedang menghadapi keputus asaan, tantangan
yang berat, apapun itu bentuknya, ada KUASA yang sanggup memulihkan hidup kita.
Tetaplah bersekutu: carilah DIA & temukan perjumpaan pribadi denganNya
karena inilah kehendak Tuhan bagi kita: melihat setiap kita serupa
dengan DIA melalui ‘kematian‘ atau penyangkalan diri & kerelaan untuk terus
dibentuk & diproses untuk setiap pertumbuhan spiritual kita. Amin.
Apakah kita ingin ‘mengenal DIA lebih dekat lagi‘??
Xavier Quentin Pranata
“Saat kita melakukan pekerjaan sebaik mungkin,
malaikat pun akan berhenti sejenak untuk mengagumi mahakarya kita.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 16 Maret 2016. Sapaan Ramah.
Kata Yesus kepada mereka, ‘Hai anak-anak, apakah kamu punya ikan?‘ Jawab
mereka, ‘Tidak‘ (Yohanes 21:5). Dalam film silat sering terdengar makian,
“Dasar manusia tak berguna!” Ketika masih kecil, saya sering dimaki serupa itu,
“Dasar anak pah-poh!” (artinya kira-kira anak yang bloon). Makian menandakan
penilaian negatif terhadap orang lain. Bisa juga terlontar karena orang merasa
dikecewakan oleh seseorang yang diharapkan. Bandingkan dengan sikap Yesus saat
menjumpai para murid di pantai Tiberias setelah kebangkitan-Nya. Siapakah
murid-murid itu? Mereka pengikut Yesus yang tercerai-berai meninggalkan Yesus
ditangkap di Taman Getsemani. Bahkan Petrus terang-terangan menyangkal Dia,
sampai tiga kali di serambi imam besar ketika Yesus diadili. Rasanya wajar bila
Yesus menyapa mereka dengan makian, “Hai, orang-orang tak berguna!” atau “Hai,
para pencundang!” atau “Hai, para pengecut!” Bukan sapaan seperti itu yang
terlontar dari mulut Yesus. Dia menyapa mereka dengan ramah, “Hai, anak-anak!”
Tuhan Yesus tidak menggunakan kesempatan itu untuk menghardik dan memarahi
mereka. Sebaliknya, dengan perkataan itu Dia menunjukkan bahwa Dia mengampuni
dan menerima mereka. Dia membangkitkan semangat mereka dan memulihkan mereka.
Bagaimana dengan perkataan kita? Ketika seseorang mengecewakan kita, mungkin
kita terdorong untuk membalasnya dengan makian. Namun, kita dapat pula
mengikuti jalan Yesus: tetap menyapa orang itu dengan ramah, mengampuni, dan
menerimanya. Kita menolak untuk menghancurkan semangat dan merendahkan orang
lain, melainkan memberkati mereka dengan perkataan yang baik —HPG. MAKIAN YANG
PEDAS MEMATAHKAN SEMANGAT; SAPAAN YANG RAMAH MEMBANGKITKAN SEMANGAT. Selamat
pagi. Bersyukur senantiasa. Tuhan Yesus memberkati.
Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 9:9(9-10) – Demikianlah TUHAN adalah
tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu
kesesakan! Wow, YESUS sumber PERLINDUNGANku. Percayalah penyertaan-NYA sempurna
(24 jam)! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
No comments:
Post a Comment