Wednesday, 16 March 2016

16 Maret 2016



                                                                                                                                             REAL LIFE





Filipi 3:10, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” Inilah kerinduan Rasul Paulus yang lebih besar selain semangatnya untuk melayani, yaitu agar kita mengenal DIA lebih dekat lagi (dengan menaikkan puji-pujian/bersyukur, berdoa, baca firmanNya) & tidak hanya itu: ada KUASA KEBANGKITAN-Nya yang diberikan kepada kita. Ayo, yang sedang menghadapi keputus asaan, tantangan yang berat, apapun itu bentuknya, ada KUASA yang sanggup memulihkan hidup kita. Tetaplah bersekutu: carilah DIA & temukan perjumpaan pribadi denganNya karena inilah kehendak Tuhan bagi kita: melihat setiap kita serupa dengan DIA melalui ‘kematian‘ atau penyangkalan diri & kerelaan untuk terus dibentuk & diproses untuk setiap pertumbuhan spiritual kita. Amin. Apakah kita ingin ‘mengenal DIA lebih dekat lagi‘??

Xavier Quentin Pranata
“Saat kita melakukan pekerjaan sebaik mungkin, malaikat pun akan berhenti sejenak untuk mengagumi mahakarya kita.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 16 Maret 2016. Sapaan Ramah. Kata Yesus kepada mereka, ‘Hai anak-anak, apakah kamu punya ikan?‘ Jawab mereka, ‘Tidak‘ (Yohanes 21:5). Dalam film silat sering terdengar makian, “Dasar manusia tak berguna!” Ketika masih kecil, saya sering dimaki serupa itu, “Dasar anak pah-poh!” (artinya kira-kira anak yang bloon). Makian menandakan penilaian negatif terhadap orang lain. Bisa juga terlontar karena orang merasa dikecewakan oleh seseorang yang diharapkan. Bandingkan dengan sikap Yesus saat menjumpai para murid di pantai Tiberias setelah kebangkitan-Nya. Siapakah murid-murid itu? Mereka pengikut Yesus yang tercerai-berai meninggalkan Yesus ditangkap di Taman Getsemani. Bahkan Petrus terang-terangan menyangkal Dia, sampai tiga kali di serambi imam besar ketika Yesus diadili. Rasanya wajar bila Yesus menyapa mereka dengan makian, “Hai, orang-orang tak berguna!” atau “Hai, para pencundang!” atau “Hai, para pengecut!” Bukan sapaan seperti itu yang terlontar dari mulut Yesus. Dia menyapa mereka dengan ramah, “Hai, anak-anak!” Tuhan Yesus tidak menggunakan kesempatan itu untuk menghardik dan memarahi mereka. Sebaliknya, dengan perkataan itu Dia menunjukkan bahwa Dia mengampuni dan menerima mereka. Dia membangkitkan semangat mereka dan memulihkan mereka. Bagaimana dengan perkataan kita? Ketika seseorang mengecewakan kita, mungkin kita terdorong untuk membalasnya dengan makian. Namun, kita dapat pula mengikuti jalan Yesus: tetap menyapa orang itu dengan ramah, mengampuni, dan menerimanya. Kita menolak untuk menghancurkan semangat dan merendahkan orang lain, melainkan memberkati mereka dengan perkataan yang baik —HPG. MAKIAN YANG PEDAS MEMATAHKAN SEMANGAT; SAPAAN YANG RAMAH MEMBANGKITKAN SEMANGAT. Selamat pagi. Bersyukur senantiasa. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 9:9(9-10) – Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan! Wow, YESUS sumber PERLINDUNGANku. Percayalah penyertaan-NYA sempurna (24 jam)! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.




No comments:

Post a Comment