REAL LIFE
Rahasia
Hidup yang Berbuah.
Yakobus 2:17, “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai
perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Buah merupakan
adanya tanda HIDUP. Buah yang bagaimana? Buah yang terasa pahit? Yang
manis? Yang enak atau yang tidak enak? Yang segar atau yang busuk? Buah
merupakan Tanda Pertumbuhan. Kalau buah merupakan tanda pertumbuhan, sudah
sejauh mana kita mentaati dan melakukan Firman Tuhan? 4M: Menerima,
Merenungkan, Melakukan, Membagikan? Buah merupakan tanda kematangan. Orang yang sudah dewasa rohani, artinya ia tidak
lagi hanya mementingkandiri sendiri, tetapi punya kerendahan hati, punya
komitmen dan punya tanggung jawab lebih. Bagaimana dengan kita? Apakah BUAH
kita “buah yang sudah matang”? Siap dipetik?
Worship
Center Surabaya
Nasihat dari
Amsal 13:20 sepertinya telah sering kita dengar sebagai pesan umum mengenai
pergaulan. “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa
berteman dengan orang bebal menjadi malang.” Faktanya hingga kini tidak banyak
orang yang bertambah bijak. Entah karena memang banyak yang salah memilih teman
bergaul atau karena orang-orang yang diajak bergaul -yang dipandang sebagai
orang bijak- ternyata tidak seperti yang diperkirakan. Kita harus benar-benar
tahu dengan siapa kita berjalan bersama² tiap hari. Sebab kita akan menjadi
seperti dengan siapa kita bergaul. Siapakah orang-orang bijak itu, yang dengan
mereka sepatutnya kita bergaul karib? •Kita semestinya menjalin hubungan baik
dengan mereka yang bukan saja mengetahui & mengerti prinsip kebenaran
firman Tuhan, namun mempraktekkannya SEHARI-HARI di hidup mereka. Inilah orang
yang berakar dalam Tuhan, yang memiliki pikiran Kristus, yang mendasarkan
hidupnya pada kebenaran-kebenaran abadi, yang dengan cara hidupnya melakukan
perbuatan-perbuatan yang mulia & baik sebagai suatu pengabdian kepada Tuhan
(Yak. 3:13). Kepada mereka yang adalah saleh-saleh sejati inilah waktu yang
kita luangkan bersama mereka tidak akan sia-sia. •Dari teladan mereka yang
disuratkan hidupnya di kitab suci kita. Sesungguhnya pribadi-pribadi beriman
yang dituliskan kisahnya di Alkitab adalah teladan-teladan hidup sejati
-orang-orang yang bijak di pemandangan Tuhan; yang telah menjalani &
menyelesaikan perjalanan di dunia sebagai orang-orang yang memilih jalan-jalan
kebijaksanaan. Merenungkan & mempelajari teladan mereka menjadikan kita lebih
bijak ketimbang meneliti hidup orang-orang yang dipandang sukses menurut dunia
sekalipun (Ibr.13:7; Ams.10:7). •Siapa lagi Pribadi yang merupakan Sang Hikmat
Sejati selain Yesus Kristus sendiri -yang kepada-Nya kita seharusnya memiliki
persekutuan intim & berjalan tiap hari bersama Dia? Oh seandainya lebih
banyak lagi yang bergaul dengan Kristus & hamba-hambaNya yang sejati!
Rindukah Anda menjadi bijak? Maukah Anda memulainya dengan memilih bergaul
dengan pribadi-pribadi bijak di hadapan Tuhan? Salam revival! GBU.
No comments:
Post a Comment