Thursday, 31 March 2016

31 Maret 2016



                                                                                                                                             REAL LIFE





Rahasia Hidup yang Berbuah. Yakobus 2:17, “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Buah merupakan adanya tanda HIDUP. Buah yang bagaimana? Buah yang terasa pahit? Yang manis? Yang enak atau yang tidak enak? Yang segar atau yang busuk? Buah merupakan Tanda Pertumbuhan. Kalau buah merupakan tanda pertumbuhan, sudah sejauh mana kita mentaati dan melakukan Firman Tuhan? 4M: Menerima, Merenungkan, Melakukan, Membagikan? Buah merupakan tanda kematangan.  Orang yang sudah dewasa rohani, artinya ia tidak lagi hanya mementingkandiri sendiri, tetapi punya kerendahan hati, punya komitmen dan punya tanggung jawab lebih. Bagaimana dengan kita? Apakah BUAH kita “buah yang sudah matang”? Siap dipetik?

Worship Center Surabaya
Nasihat dari Amsal 13:20 sepertinya telah sering kita dengar sebagai pesan umum mengenai pergaulan. “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” Faktanya hingga kini tidak banyak orang yang bertambah bijak. Entah karena memang banyak yang salah memilih teman bergaul atau karena orang-orang yang diajak bergaul -yang dipandang sebagai orang bijak- ternyata tidak seperti yang diperkirakan. Kita harus benar-benar tahu dengan siapa kita berjalan bersama² tiap hari. Sebab kita akan menjadi seperti dengan siapa kita bergaul. Siapakah orang-orang bijak itu, yang dengan mereka sepatutnya kita bergaul karib? •Kita semestinya menjalin hubungan baik dengan mereka yang bukan saja mengetahui & mengerti prinsip kebenaran firman Tuhan, namun mempraktekkannya SEHARI-HARI di hidup mereka. Inilah orang yang berakar dalam Tuhan, yang memiliki pikiran Kristus, yang mendasarkan hidupnya pada kebenaran-kebenaran abadi, yang dengan cara hidupnya melakukan perbuatan-perbuatan yang mulia & baik sebagai suatu pengabdian kepada Tuhan (Yak. 3:13). Kepada mereka yang adalah saleh-saleh sejati inilah waktu yang kita luangkan bersama mereka tidak akan sia-sia. •Dari teladan mereka yang disuratkan hidupnya di kitab suci kita. Sesungguhnya pribadi-pribadi beriman yang dituliskan kisahnya di Alkitab adalah teladan-teladan hidup sejati -orang-orang yang bijak di pemandangan Tuhan; yang telah menjalani & menyelesaikan perjalanan di dunia sebagai orang-orang yang memilih jalan-jalan kebijaksanaan. Merenungkan & mempelajari teladan mereka menjadikan kita lebih bijak ketimbang meneliti hidup orang-orang yang dipandang sukses menurut dunia sekalipun (Ibr.13:7; Ams.10:7). •Siapa lagi Pribadi yang merupakan Sang Hikmat Sejati selain Yesus Kristus sendiri -yang kepada-Nya kita seharusnya memiliki persekutuan intim & berjalan tiap hari bersama Dia? Oh seandainya lebih banyak lagi yang bergaul dengan Kristus & hamba-hambaNya yang sejati! Rindukah Anda menjadi bijak? Maukah Anda memulainya dengan memilih bergaul dengan pribadi-pribadi bijak di hadapan Tuhan? Salam revival! GBU.


No comments:

Post a Comment