REAL
LIFE
Tanah yang Bersemak Duri.
Matius 13:7, “Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah
semak itu dan menghimpitnya sampai mati.” Ayat 22: “Yang ditaburkan di
tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia
ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”
Baca juga Lukas 8:14. Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah
mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh
kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak
menghasilkan buah yang matang. Tipu daya “kekayaan” yang ditawarkan dunia ini
menjadi penyebab terhimpitnya Firman Tuhan dalam semak duri kehidupan kita.
Manusia sering terhimpit atau tertipu dengan kekhawatiran serta kenikmatan
dunia yang sifatnya sementara. Bagaimana caranya agar “semak duri”/”tantangan
kehidupan” tidak menjadi penghalang Firman Tuhan untuk bertumbuh & berakar
serta berbuah? Jangan cepat percaya dengan tipu daya dunia, jangan mudah goyah
dengan tantangan, jangan mudah disuap & jangan mudah terbawa arus dunia.
Berjaga-jagalah! Lukas 12:37, “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya
berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan
mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang
melayani mereka.” Amin.
Xavier Quentin Pranata
“Halau galau kalau ingin hidup kembali
berkilau!” Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 4 Maret 2016. Balas Budi.
Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan
dilupakannya (Kejadian 40:23). Rekan gereja kami mengalami kesulitan keuangan.
Saya mengajak istri membantunya. Saya menambahkan bahwa mereka pernah membantu
kami sehingga kami harus menolong mereka. Istri saya menjawab, “Apakah memang
kita perlu membantunya hanya karena mereka pernah menolong kita?” Perkataan itu
membuat saya merenung tentang arti perbuatan baik dan balas budi. Dalam
realitas kehidupan, kita sering berbuat baik karena kita berutang budi atas
kebaikan orang lain. Kita membalas budi. Sebaliknya, tidak jarang pula, kita
mengharapkan balasan kebaikan atas kebaikan yang pernah kita berikan kepada orang
lain. Kita menuntut balas budi dari orang lain yang pernah kita tolong. Yusuf
ketika di dalam penjara pernah mengharapkan balas budi dari kepala juru minuman
yang sudah ditolongnya (ay. 14). Ia berharap juru minuman raja segera
melepaskannya dari penjara. Namun, kenyataannya kebaikan Yusuf baru diingat
setelah dua tahun berlalu (Kej. 41:1). Tuhan Yesus sendiri mengajarkan, agar
kita tidak menuntut balasan kasih dari orang-orang yang telah kita kasihi (Luk.
6:33). Mungkin kita pernah mengharapkan kebaikan dari orang yang pernah kita
tolong sebelumnya. Dan jika orang tersebut tidak kunjung membalas semua
kebaikan tersebut, kita menjadi kecewa. Atau sebaliknya, kita menolong orang
lain karena orang tersebut pernah menolong kita sebelumnya. Apakah kita masih
melakukan kebaikan dengan dasar demikian? Bukankah Allah mengajarkan kita untuk
mengasihi tanpa pamrih?—SPP. BALAS BUDI ADALAH PENGATURAN TUHAN. DIA TAHU KAPAN
DAN SIAPA YANG AKAN MEMBALAS KEBAIKAN TERSEBUT. Selamat pagi. Tetap semangat.
Tuhan Yesus memberkati.
Ibu Caroline – Bandung
God controls the future. Therefore we should
never plan without praying (John Maxwell). Tuhan memegang kendali akan masa
depan. Maka dari itu jangan pernah kita membuat rencana tanpa berdoa (John
Maxwell).
No comments:
Post a Comment