Friday, 18 March 2016

18 Maret 2016



                                                                                                                                             REAL LIFE





Hidup Bertumbuh dalam Kasih Karunia. 2 Petrus 3:18, “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” Kasih Karunia tidak dapat diperoleh dengan usaha manusia, karena hal itu adalah pemberian Allah, setelah kita menerima kasih karunia Allah, maka tugas kita hendaknya BERTUMBUH dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Demikian pula kasih karunia menjadi awal dari perjalanan hidup kita bersama Kristus. Setelah itu DIA melalui “Kekayaan Kasih KaruniaNya” bekerja menolong kita untuk hidup sesuai dengan kebenaranNya, BERTUMBUH dalam Kasih Karunia untuk menjadi serupa dengan Kristus. Kata bertumbuh/auxano artinya: bertumbuh hingga batasan yang ekstrim mencapai posisi/status yang tertinggi. Kita perlu BERTUMBUH untuk menjadi seperti serupa Yesus Kristus yang dari padaNya kita telah menerima seluruh kasih karunia yang kita butuhkan (Yoh 1:16, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia”). Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Kita dikhianati justru oleh orang yang paling kita percayai.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
1Sam 1:27 – Untuk mendapat anak inilah aku berdoa dan TUHAN telah memberikan kepadaku apa yang kuminta dari pada-NYA! DOA membuat yang tidak mungkin jadi mungkin! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 18 Maret 2016. Melupakan Masa Lalu. Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar (Kejadian 50:20). Oprah Winfrey mengaku dilecehkan secara seksual oleh pamannya sendiri pada waktu masih sangat kecil. Sebuah pengalaman yang jelas sangat menyakitkan. Sebuah kenangan masa lalu yang kelam. Akan tetapi, ia sudah mengalami kesembuhan batin dan berani mengungkapkan hal itu untuk memotivasi orang yang mengalami kejadian serupa. Ia juga dikenal sebagai salah satu pembawa acara televisi paling terkenal di dunia. Menurut saya, perkataan Yusuf dalam Kejadian 50:20 adalah salah satu perkataan yang menunjukkan kebesaran hati. Perkataan itu selaras dengan perkataan Yesus di kayu salib, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!” Tidak mudah bagi Yusuf mengatakan hal itu. Saudara-saudaranya telah membuangnya sehingga ia harus hidup tersiksa sebagai budak dan kemudian dipenjara. Ulah mereka membuatnya menderita selama belasan tahun, namun Yusuf memutuskan untuk mengampuni mereka. Apakah pelajaran yang dapat kita petik dari sikap Yusuf ini? Kita perlu melupakan masa lalu yang sulit, dan mengingat kebaikan Tuhan. Kita percaya bahwa di dalam kesulitan ada buah yang manis saat kita tetap bersandar kepada firman Tuhan. Meskipun kita menghadapi kesulitan, Tuhan senantiasa menyertai dan menguatkan kita. Jika kita mengalami masa lalu yang kelam, bersyukurlah karena kita telah melewatinya bersama dengan Tuhan. Kiranya hal itu menjadi kesaksian yang baik untuk menolong saudara seiman, yang mungkin mengalami masalah serupa —ANS. KITA DAPAT MENGGANTIKAN KENANGAN KELAM MASA LALU DENGAN MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN DALAM MENYERTAI KITA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. Thank you untuk sharing firmanNya. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
SMUA BAIK. Dari semula, tlah KAU tetapkan. Hidupku dalam tanganMU. Dalam rencanaMU, TUHAN. Rencana indah tlah KAU siapkan. Bagi masa depanku yang penuh harapan. Smua baik, smua baik. Apa yang tlah KAU perbuat di dalam hidupku. Smua baik Sungguh teramat baik. KAU jadikan hidupku berarti. Kisah di balik terciptanya lagu "SMUA BAIK" ini terjadi sekitar 23 tahun yang lalu, bermula dari persahabatan Tommy & Budi. Waktu itu mereka belajar musik bersama-sama. Budi adalah anak pertama dari 5 bersaudara dari keluarga yang sangat sederhana. Hobinya main gitar & bikin lagu. Dia seorang yang rajin & setia melayani di mana saja, dia selalu pergi di temani sepedanya. Suatu hari Budi datang ke rumah Tommy membawa bagian chorus (refrain) lagu “SMUA BAIK” & minta Tommy untuk membuat bagian verse (bait) nya. Akhirnya terciptalah lagu “SMUA BAIK” secara lengkap dalam waktu yang singkat karena inspirasi darinya. Beberapa waktu kemudian Budi sakit komplikasi & meninggal dunia. Budi meninggalkan istri & seorang anak yang tuna rungu. Dia tidak meninggalkan warisan kekayaan apapun buat mereka. Lagu “SMUA BAIK” direkam beberapa tahun kemudian, Budi tak sempat mendengarkan lagu ini direkam, tapi lagu ini bergerak cepat melangkah memberkati. Lagu ini booming, bahkan lebih dari yang Budi perkirakan. Lagu ini tak hanya di nyanyikan dalam bahasa Indonesia, tapi juga telah ditranslate ke bahasa Jepang & Inggris. Lagu itu mengajar kita untuk selalu melihat Kebaikan TUHAN. Budi dengan hidupnya yang sederhana & penuh pergumulan bahkan meskipun anaknya tuna rungu, dia masih bisa berkata lewat lagu ini bahwa semua yang TUHAN perbuat dalam hidupnya sangat baik. Sungguh sebuah lagu yang bisa menguatkan & menginspirasi di saat kita sedang mengalami Pergumulan Hidup. “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:9) Morning sister. Gbu.

Worship Center Surabaya
Ada orang-orang yang suka membuka aib orang lain. Mengetahui satu atau beberapa kelemahan tersembunyi dari seseorang (yang mungkin telah dicarinya sekian waktu lamanya), tanpa pikir panjang, mereka membicarakannya di depan umum. Bahkan menertawakan, mengejek & membesar-besarkannya. Meskipun mungkin saja apa yang mereka tunjukkan merupakan suatu fakta & mengandung suatu kebenaran, belum tentu apabila perbuatan yang sama dilakukan pada mereka, mereka bisa menerima dengan besar hati. Perilaku semacam ini sejatinya tidak memperbaiki sesuatu. Justru potensial membawa kerusakan yang lebih besar. Menurut yang dituliskan rasul Paulus, itu bukanlah praktek kasih sejati. Dalam 1 Kor. 13:7 dikatakan bahwa “kasih... menutupi segala sesuatu”.  Ini bukan berarti kasih menutup-nutupi dosa atau berkompromi dengannya. Melainkan, kasih tidak mengumbar kesalahan orang begitu saja, sampai-sampai orang yang dipandang bersalah itu seperti dipermalukan (jika pada yang bersalah kita perlu menjaga sikap, betapa lebih hati²nya kita bersikap jika belum nyata benar kesalahan orang!). Terburu-buru menilai saja sudah termasuk menghakimi secara tidak adil. Lebih-lebih penilaian yang belum tentu akurat itu lalu dijabarkan beserta berbagai tambahan & komentar-komentar yang memberi kesan yang semakin buruk pada orang yang dinilai. Yusuf, ayah Yesus, terbukti sebagai pribadi yang penuh kasih. Mengetahui Maria tunangannya, telah mengandung, ia tak ingin memperpanjang masalah. Meskipun bisa jadi ia sakit hati & Maria layak diadukan ke hadapan tua-tua supaya diadili & dihukum, Yusuf bermaksud bercerai diam-diam (Mat. 1:19). Ini bukan tanda karakter yang lemah sebab memang belum jelas benar kesalahan Maria. Menghadapi wanita yang dibawa kepadanya karena ketahuan berzinah, Yesus tak banyak bicara. Dia justru mempertanyakan sikap khalayak ramai & pemuka-pemuka agama yang merasa benar & gemar menghakimi. Dengan sepi, Yesus mengampuni wanita itu, melepasnya pergi dengan pesan ilahi (Yoh. 8:1-11). Itulah kasih sejati. Bagaimana dengan sikap Anda? Salam revival! GBU.


No comments:

Post a Comment