REAL LIFE
Hidup Bertumbuh dalam Kasih Karunia. 2
Petrus 3:18, “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan
akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi Nya kemuliaan, sekarang
dan sampai selama-lamanya.” Kasih Karunia tidak dapat diperoleh
dengan usaha manusia, karena hal itu adalah pemberian Allah, setelah kita
menerima kasih karunia Allah, maka tugas kita hendaknya BERTUMBUH dalam kasih
karunia yang melimpah-limpah. Demikian pula kasih karunia menjadi awal dari
perjalanan hidup kita bersama Kristus. Setelah itu DIA melalui “Kekayaan Kasih
KaruniaNya” bekerja menolong kita untuk hidup sesuai dengan kebenaranNya,
BERTUMBUH dalam Kasih Karunia untuk menjadi serupa dengan Kristus. Kata
bertumbuh/auxano artinya: bertumbuh hingga batasan yang ekstrim
mencapai posisi/status yang tertinggi. Kita perlu BERTUMBUH untuk menjadi
seperti serupa Yesus Kristus yang dari padaNya kita telah menerima seluruh
kasih karunia yang kita butuhkan (Yoh 1:16, “Karena dari kepenuhan-Nya kita
semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia”). Amin.
Xavier Quentin Pranata
“Kita dikhianati justru oleh orang yang paling
kita percayai.” Xavier Quentin Pranata.
Samuel Sianto-Yestoya Ministry
1Sam 1:27 – Untuk mendapat anak inilah aku
berdoa dan TUHAN telah memberikan kepadaku apa yang kuminta dari pada-NYA! DOA
membuat yang tidak mungkin jadi mungkin! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 18 Maret 2016. Melupakan
Masa Lalu. Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi
Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti
yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar
(Kejadian 50:20). Oprah Winfrey mengaku dilecehkan secara seksual oleh pamannya
sendiri pada waktu masih sangat kecil. Sebuah pengalaman yang jelas sangat
menyakitkan. Sebuah kenangan masa lalu yang kelam. Akan tetapi, ia sudah
mengalami kesembuhan batin dan berani mengungkapkan hal itu untuk memotivasi
orang yang mengalami kejadian serupa. Ia juga dikenal sebagai salah satu
pembawa acara televisi paling terkenal di dunia. Menurut saya, perkataan Yusuf
dalam Kejadian 50:20 adalah salah satu perkataan yang menunjukkan kebesaran
hati. Perkataan itu selaras dengan perkataan Yesus di kayu salib, “Ya Bapa,
ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!” Tidak mudah
bagi Yusuf mengatakan hal itu. Saudara-saudaranya telah membuangnya sehingga ia
harus hidup tersiksa sebagai budak dan kemudian dipenjara. Ulah mereka
membuatnya menderita selama belasan tahun, namun Yusuf memutuskan untuk
mengampuni mereka. Apakah pelajaran yang dapat kita petik dari sikap Yusuf ini?
Kita perlu melupakan masa lalu yang sulit, dan mengingat kebaikan Tuhan. Kita
percaya bahwa di dalam kesulitan ada buah yang manis saat kita tetap bersandar
kepada firman Tuhan. Meskipun kita menghadapi kesulitan, Tuhan senantiasa
menyertai dan menguatkan kita. Jika kita mengalami masa lalu yang kelam,
bersyukurlah karena kita telah melewatinya bersama dengan Tuhan. Kiranya hal
itu menjadi kesaksian yang baik untuk menolong saudara seiman, yang mungkin
mengalami masalah serupa —ANS. KITA DAPAT MENGGANTIKAN KENANGAN KELAM MASA LALU
DENGAN MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN DALAM MENYERTAI KITA. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati. Thank you untuk sharing firmanNya. Amin.
Ibu Caroline – Bandung
SMUA BAIK. Dari semula, tlah KAU tetapkan.
Hidupku dalam tanganMU. Dalam rencanaMU, TUHAN. Rencana indah tlah KAU siapkan.
Bagi masa depanku yang penuh harapan. Smua baik, smua baik. Apa yang tlah KAU
perbuat di dalam hidupku. Smua baik Sungguh teramat baik. KAU jadikan hidupku
berarti. Kisah di balik terciptanya lagu "SMUA BAIK" ini terjadi
sekitar 23 tahun yang lalu, bermula dari persahabatan Tommy & Budi. Waktu
itu mereka belajar musik bersama-sama. Budi adalah anak pertama dari 5
bersaudara dari keluarga yang sangat sederhana. Hobinya main gitar & bikin
lagu. Dia seorang yang rajin & setia melayani di mana saja, dia selalu
pergi di temani sepedanya. Suatu hari Budi datang ke rumah Tommy membawa bagian
chorus (refrain) lagu “SMUA BAIK” & minta Tommy untuk membuat bagian verse
(bait) nya. Akhirnya terciptalah lagu “SMUA BAIK” secara lengkap dalam waktu
yang singkat karena inspirasi darinya. Beberapa waktu kemudian Budi sakit
komplikasi & meninggal dunia. Budi meninggalkan istri & seorang anak
yang tuna rungu. Dia tidak meninggalkan warisan kekayaan apapun buat mereka.
Lagu “SMUA BAIK” direkam beberapa tahun kemudian, Budi tak sempat mendengarkan
lagu ini direkam, tapi lagu ini bergerak cepat melangkah memberkati. Lagu ini
booming, bahkan lebih dari yang Budi perkirakan. Lagu ini tak hanya di
nyanyikan dalam bahasa Indonesia, tapi juga telah ditranslate ke bahasa Jepang
& Inggris. Lagu itu mengajar kita untuk selalu melihat Kebaikan TUHAN. Budi
dengan hidupnya yang sederhana & penuh pergumulan bahkan meskipun anaknya
tuna rungu, dia masih bisa berkata lewat lagu ini bahwa semua yang TUHAN
perbuat dalam hidupnya sangat baik. Sungguh sebuah lagu yang bisa menguatkan
& menginspirasi di saat kita sedang mengalami Pergumulan Hidup. “Kecaplah
dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung
pada-Nya!” (Mazmur 34:9) Morning sister. Gbu.
Worship Center Surabaya
Ada orang-orang yang suka membuka aib orang
lain. Mengetahui satu atau beberapa kelemahan tersembunyi dari seseorang (yang
mungkin telah dicarinya sekian waktu lamanya), tanpa pikir panjang, mereka
membicarakannya di depan umum. Bahkan menertawakan, mengejek &
membesar-besarkannya. Meskipun mungkin saja apa yang mereka tunjukkan merupakan
suatu fakta & mengandung suatu kebenaran, belum tentu apabila perbuatan
yang sama dilakukan pada mereka, mereka bisa menerima dengan besar hati.
Perilaku semacam ini sejatinya tidak memperbaiki sesuatu. Justru potensial
membawa kerusakan yang lebih besar. Menurut yang dituliskan rasul Paulus, itu
bukanlah praktek kasih sejati. Dalam 1 Kor. 13:7 dikatakan bahwa “kasih...
menutupi segala sesuatu”. Ini bukan
berarti kasih menutup-nutupi dosa atau berkompromi dengannya. Melainkan, kasih
tidak mengumbar kesalahan orang begitu saja, sampai-sampai orang yang dipandang
bersalah itu seperti dipermalukan (jika pada yang bersalah kita perlu menjaga
sikap, betapa lebih hati²nya kita bersikap jika belum nyata benar kesalahan
orang!). Terburu-buru menilai saja sudah termasuk menghakimi secara tidak adil.
Lebih-lebih penilaian yang belum tentu akurat itu lalu dijabarkan beserta
berbagai tambahan & komentar-komentar yang memberi kesan yang semakin buruk
pada orang yang dinilai. Yusuf, ayah Yesus, terbukti sebagai pribadi yang penuh
kasih. Mengetahui Maria tunangannya, telah mengandung, ia tak ingin
memperpanjang masalah. Meskipun bisa jadi ia sakit hati & Maria layak
diadukan ke hadapan tua-tua supaya diadili & dihukum, Yusuf bermaksud
bercerai diam-diam (Mat. 1:19). Ini bukan tanda karakter yang lemah sebab
memang belum jelas benar kesalahan Maria. Menghadapi wanita yang dibawa
kepadanya karena ketahuan berzinah, Yesus tak banyak bicara. Dia justru
mempertanyakan sikap khalayak ramai & pemuka-pemuka agama yang merasa benar
& gemar menghakimi. Dengan sepi, Yesus mengampuni wanita itu, melepasnya
pergi dengan pesan ilahi (Yoh. 8:1-11). Itulah kasih sejati. Bagaimana dengan
sikap Anda? Salam revival! GBU.
No comments:
Post a Comment