REAL LIFE
Amsal 19:13, “‘Sesungguhnya, waktu akan
datang,‘ demikianlah firman TUHAN, ‘bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai
dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur
baru dan segala bukit akan kebanjiran.‘” Ijinkan Tuhan bekerja membajak
tanah hati kita, baik dengan cara “membalik tanah” agar menuju ke permukaan dan
sebaliknya yang di ‘permukaan ’akan turun. Dan ijinkan Tuhan juga menggemburkan
tanah hati kita yang keras agar ada ‘benih‘ yang tumbuh, berakar
& berbuah. Dan yang terpenting akan terjadi perubahan hidup dari
tanah hati yang siap dibajak, siap digemburkan. Amin.
Xavier Quentin Pranata
“Jangan sampai rumah megah, mobil mewah dan
penampilan wah membuat hati jadi pongah, lupa ibadah dan memberi sedekah.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 6 Maret 2016. Kejujuran
Mendatangkan Kehormatan. Salmon mempunyai anak, Boas dari Rahab, Boas mempunyai
anak, Obed dari Rut, Obed mempunyai anak, Isai; Isai mempunyai anak, Raja Daud.
Daud mempunyai anak, Salomo dari istri Uria (Matius 1:5-6). Teman saya berkata,
“Coba tebak, pekerjaan apa yang paling jujur?” Saya dan teman-teman yang lain
bergantian menjawab, tetapi tetap saja jawaban kami salah. Lalu ia berkata,
“Jawabannya adalah: tukang gigi palsu!” Saya dan teman-teman lain tertawa. Ia
menjelaskan bahwa orang-orang akan tetap datang untuk membuat gigi walaupun
palsu. Justru karena kejujurannya, pekerjaannya dihargai. Orang mau membayar
mahal karena memang tidak murah biaya untuk membuat gigi palsu itu. Menurut
pandangan dunia kejujuran itu sesekali saja dilakukan atau tidak perlu sama
sekali. Itulah sebabnya, orang mengatakan susah mencari orang jujur. Kita lihat
di pemerintahan banyak pejabat yang korupsi dan akhirnya ditangkap petugas KPK,
dipermalukan didepan umum. Perlu kita ingat, justru dalam kejujuran seseorang
akan dihargai atau dihormati. Lihatlah dalam silsilah Yesus, Rahab dan Rut
statusnya tidak baik di kalangan orang Yahudi, tetapi Alkitab mencatatnya
dengan jujur. Hal ini suatu tanda bagi kita bahwa Tuhan menyukai kejujuran.
Amsal 16:13 juga menulis, “Bibir yang benar dikenan raja, dan orang yang
berbicara jujur dikasihi-Nya.” Sebagai orang yang dikasihi Tuhan, bukankah kita
menjadi orang yang sangat beruntung? Bahkan ada yang berkata bahwa orang yang
berkata jujur akan mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.
Dengan tuntunan Roh Kudus, kita dapat mulai belajar untuk berkata jujur sebab
kejujuran adalah salah satu karakter Allah kita —SCN. HANYA ORANG BODOHLAH YANG
MENGATAKAN BAHWA KEJUJURAN ITU TIDAK BERGUNA. Selamat pagi. Semangat beribadah
dan melayani. Tuhan Yesus memberkati.
Worship Center Surabaya
Salah satu peristiwa penting yang terjadi
sebagai orang Kristen adalah ketika kita mengalami “dilahirkan kembali” (Yoh
3:3; 1 Pet 1:3,23). Sejak saat itulah kita menjadi anak-anak Allah (Yoh
1:12-13) & ciptaan yang baru (2 Kor 5:17; Gal 6:15). Perubahan ini terjadi
dalam roh kita, dimana kita roh kita dibangkitkan & dimampukan terhubung
dengan Kristus & hidup sebagai anak-anak Bapa di sorga (Rom 8:14-16).
Sayangnya, itu tidak otomatis mengubah sama sekali karakter kita. KITALAH yang
harus bersedia DIUBAHKAN untuk hidup dalam karakter-karakter baru yang ilahi
seperti sifat-sifat Kristus. Itu sebabnya kita diperintahkan “mengenakan
manusia baru” (Ef 4:24; Kol 3:10). Juga supaya kita “tidak lagi menjadi serupa
dengan dunia tetapi BERUBAHLAH...” (Rom 12:2). Maka inilah salah satu praktek
ibadah yang sejati: PERUBAHAN HIDUP KITA. Dan itu dimulai dari perubahan
pikiran kita (...tetapi berubahlah oleh PEMBAHARUAN BUDIMU). Ya, perubahan
pertama yang harus terjadi ialah pada PIKIRAN KITA: POLA, CARA &
PRINSIP-PRINSIP HIDUP yang ADA DI DALAMNYA. Dari yang semula ikut dunia, kini
menganut prinsip-prinsip sorgawi. Kita tidak diperintahkan mengubah penampilan
menjadi lebih rohani atau mengalihkan kegiatan-kegiatan kita pada aktivitas di
rumah-rumah ibadah. Kita juga tidak dipanggil sekedar melakukan doa, saat teduh
atau menghafal ayat-ayat Alkitab. Termasuk pelayanan-pelayanan rohani, bukanlah
hal-hal yang menjadi ukuran ibadah sejati di hadapan Tuhan JIKA... faktanya
karakter & sifat-sifat dasar kita, kerinduan & gairah kita, cinta &
fokus perhatian kita bahkan cara pandang & pedoman hidup kita masih tertuju
pada perkara-perkara dari dunia ini. Perubahan kita terutama haruslah berupa
perubahan “software & hardware yang mendasar” (perangkat lunak & keras
yang menjadi otak & otot kinerja suatu komputer), bukan sekedar perubahan
‘casing’ (wadah penutupnya saja). Gantikanlah prinsip-prinsip dunia ini dengan
firman kebenaran Allah yang berkuasa membawa hidup kita penuh kemenangan yang
bahagia. Bukankah yang demikian itu ibadah yang menyukakan Tuhan Anda? Salam
revival! GBU.
Ibu Caroline – Bandung
Nilai pelayanan Anda tergantung dari apakah
Anda memiliki beban dari Tuhan atau tidak, bila tidak ada beban dan misi,
berarti tidak ada nilai rohaninya, melainkan cuma sekedar mengisi waktu luang
»Zig Ziglar«. 1 Korintus 13:13, “demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu
iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih.”
Pada awalnya banyak orang berhasil
ketika dia melayani pekerjaan Tuhan, tetapi anehnya seringkali berakhir
tanpa bekas, bahkan menghilang begitu saja. Mungkin karena mengisi waktu luang,
atau keinginan sesaat, sehingga ketika terjadi hal hal yang kurang disukainya,
mereka pergi begitu saja, bahkan tanpa pamit. Kalau dasar pelayanan kita adalah
kasih, maka komitmen kita akan menjadi sangat kuat, hati yang penuh cinta akan
lebih tabah didalam menghadapi berbagai rintangan. Perhatikan! Apapun yang kita
lakukan tidak dinilai dari yang awal, akan tetapi dari yang akhir. 2 Timotius
4:7, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis
akhir dan aku telah memelihara iman.” Layanilah Dia dalam ketaatan dan
kesetiaan, nikmati urapan kasihNya yang begitu berlimpah-limpah, selamat hari
minggu dan selamat beribadah.
No comments:
Post a Comment