Sunday, 6 March 2016

6 Maret 2016



                                                                                                                                             REAL LIFE





Amsal 19:13, “‘Sesungguhnya, waktu akan datang,‘ demikianlah firman TUHAN, ‘bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.‘” Ijinkan Tuhan bekerja membajak tanah hati kita, baik dengan cara “membalik tanah” agar menuju ke permukaan dan sebaliknya yang di ‘permukaan ’akan turun. Dan ijinkan Tuhan juga menggemburkan tanah hati kita yang keras agar ada ‘benih‘ yang tumbuh, berakar & berbuah. Dan yang terpenting akan terjadi perubahan hidup dari tanah hati yang siap dibajak, siap digemburkan. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Jangan sampai rumah megah, mobil mewah dan penampilan wah membuat hati jadi pongah, lupa ibadah dan memberi sedekah.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 6 Maret 2016. Kejujuran Mendatangkan Kehormatan. Salmon mempunyai anak, Boas dari Rahab, Boas mempunyai anak, Obed dari Rut, Obed mempunyai anak, Isai; Isai mempunyai anak, Raja Daud. Daud mempunyai anak, Salomo dari istri Uria (Matius 1:5-6). Teman saya berkata, “Coba tebak, pekerjaan apa yang paling jujur?” Saya dan teman-teman yang lain bergantian menjawab, tetapi tetap saja jawaban kami salah. Lalu ia berkata, “Jawabannya adalah: tukang gigi palsu!” Saya dan teman-teman lain tertawa. Ia menjelaskan bahwa orang-orang akan tetap datang untuk membuat gigi walaupun palsu. Justru karena kejujurannya, pekerjaannya dihargai. Orang mau membayar mahal karena memang tidak murah biaya untuk membuat gigi palsu itu. Menurut pandangan dunia kejujuran itu sesekali saja dilakukan atau tidak perlu sama sekali. Itulah sebabnya, orang mengatakan susah mencari orang jujur. Kita lihat di pemerintahan banyak pejabat yang korupsi dan akhirnya ditangkap petugas KPK, dipermalukan didepan umum. Perlu kita ingat, justru dalam kejujuran seseorang akan dihargai atau dihormati. Lihatlah dalam silsilah Yesus, Rahab dan Rut statusnya tidak baik di kalangan orang Yahudi, tetapi Alkitab mencatatnya dengan jujur. Hal ini suatu tanda bagi kita bahwa Tuhan menyukai kejujuran. Amsal 16:13 juga menulis, “Bibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya.” Sebagai orang yang dikasihi Tuhan, bukankah kita menjadi orang yang sangat beruntung? Bahkan ada yang berkata bahwa orang yang berkata jujur akan mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta, dan rasa hormat. Dengan tuntunan Roh Kudus, kita dapat mulai belajar untuk berkata jujur sebab kejujuran adalah salah satu karakter Allah kita —SCN. HANYA ORANG BODOHLAH YANG MENGATAKAN BAHWA KEJUJURAN ITU TIDAK BERGUNA. Selamat pagi. Semangat beribadah dan melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Worship Center Surabaya
Salah satu peristiwa penting yang terjadi sebagai orang Kristen adalah ketika kita mengalami “dilahirkan kembali” (Yoh 3:3; 1 Pet 1:3,23). Sejak saat itulah kita menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12-13) & ciptaan yang baru (2 Kor 5:17; Gal 6:15). Perubahan ini terjadi dalam roh kita, dimana kita roh kita dibangkitkan & dimampukan terhubung dengan Kristus & hidup sebagai anak-anak Bapa di sorga (Rom 8:14-16). Sayangnya, itu tidak otomatis mengubah sama sekali karakter kita. KITALAH yang harus bersedia DIUBAHKAN untuk hidup dalam karakter-karakter baru yang ilahi seperti sifat-sifat Kristus. Itu sebabnya kita diperintahkan “mengenakan manusia baru” (Ef 4:24; Kol 3:10). Juga supaya kita “tidak lagi menjadi serupa dengan dunia tetapi BERUBAHLAH...” (Rom 12:2). Maka inilah salah satu praktek ibadah yang sejati: PERUBAHAN HIDUP KITA. Dan itu dimulai dari perubahan pikiran kita (...tetapi berubahlah oleh PEMBAHARUAN BUDIMU). Ya, perubahan pertama yang harus terjadi ialah pada PIKIRAN KITA: POLA, CARA & PRINSIP-PRINSIP HIDUP yang ADA DI DALAMNYA. Dari yang semula ikut dunia, kini menganut prinsip-prinsip sorgawi. Kita tidak diperintahkan mengubah penampilan menjadi lebih rohani atau mengalihkan kegiatan-kegiatan kita pada aktivitas di rumah-rumah ibadah. Kita juga tidak dipanggil sekedar melakukan doa, saat teduh atau menghafal ayat-ayat Alkitab. Termasuk pelayanan-pelayanan rohani, bukanlah hal-hal yang menjadi ukuran ibadah sejati di hadapan Tuhan JIKA... faktanya karakter & sifat-sifat dasar kita, kerinduan & gairah kita, cinta & fokus perhatian kita bahkan cara pandang & pedoman hidup kita masih tertuju pada perkara-perkara dari dunia ini. Perubahan kita terutama haruslah berupa perubahan “software & hardware yang mendasar” (perangkat lunak & keras yang menjadi otak & otot kinerja suatu komputer), bukan sekedar perubahan ‘casing’ (wadah penutupnya saja). Gantikanlah prinsip-prinsip dunia ini dengan firman kebenaran Allah yang berkuasa membawa hidup kita penuh kemenangan yang bahagia. Bukankah yang demikian itu ibadah yang menyukakan Tuhan Anda? Salam revival! GBU.

Ibu Caroline – Bandung
Nilai pelayanan Anda tergantung dari apakah Anda memiliki beban dari Tuhan atau tidak, bila tidak ada beban dan misi, berarti tidak ada nilai rohaninya, melainkan cuma sekedar mengisi waktu luang »Zig Ziglar«. 1 Korintus 13:13, “demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih.” Pada awalnya banyak orang berhasil  ketika dia melayani pekerjaan Tuhan, tetapi anehnya seringkali berakhir tanpa bekas, bahkan menghilang begitu saja. Mungkin karena mengisi waktu luang, atau keinginan sesaat, sehingga ketika terjadi hal hal yang kurang disukainya, mereka pergi begitu saja, bahkan tanpa pamit. Kalau dasar pelayanan kita adalah kasih, maka komitmen kita akan menjadi sangat kuat, hati yang penuh cinta akan lebih tabah didalam menghadapi berbagai rintangan. Perhatikan! Apapun yang kita lakukan tidak dinilai dari yang awal, akan tetapi dari yang akhir. 2 Timotius 4:7, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Layanilah Dia dalam ketaatan dan kesetiaan, nikmati urapan kasihNya yang begitu berlimpah-limpah, selamat hari minggu dan selamat beribadah.

No comments:

Post a Comment