Saturday, 19 March 2016

19 Maret 2016



                                                                                                                                             REAL LIFE







Tubuh, Jiwa dan Roh Bertumbuh. Lukas 2:40, “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” Secara jasmani kita pasti bertumbuh (bila keadaan normal) demikian juga secara rohani/spiritual kita juga harus bertumbuh. Bila hanya jasmani saja yang bertumbuh pasti akan terjadi ketidakseimbangan. Asupan gizi yang beragam dan higinies yang akan membuat tubuh kita sehat dan kuat, demikian juga asupan rohani/firman Tuhan untuk roh dan jiwa kita haruslah sesuai kebenaranNya/FirmanNya. Kalau secara jasmani kita makan sehari 3x (pagi, siang dan sore), apakah secara rohani kita sudah memberi asupan yang sama/bahkan cukup seperti untuk pertumbuhan jasmani kita (pagi, siang dan sore) untuk pertumbuhan rohani/spiritual kita? Berikan asupan yang sama untuk pertumbuhan   rohani atau spiritual kita. Niscaya akan terjadi pertumbuhan yang luar biasa untuk spritual kita. Sudahkah pagi ini kita “bersarapan pagi” bersama Yesus sebagai asupan Iman kita bertumbuh kuat dan sehat??

Xavier Quentin Pranata
“Hati yang kalut membuat muka kusut, hati yang gembira membuat muka bercahaya.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 19 Maret 2016. Kasih Karunia Ajaib. Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, supaya tidak ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8-9). Dalam konferensi perbandingan agama di Inggris, para ahli memperdebatkan keunikan iman kristiani. Inkarnasi? Kebangkitan? Agama lain memiliki versi serupa. Perdebatan berlangsung sampai C.S. Lewis memasuki ruangan. “Apakah yang sedang diributkan ini?” tanyanya. Setelah dijelaskan, Lewis menjawab, “Oh, itu mudah sekali. Itu adalah kasih karunia.” Setelah mendiskusikannya, para peserta konferensi menyepakatinya. Gagasan tentang kasih Allah yang tercurah bagi kita secara cuma-cuma dan tanpa pamrih tampaknya bertentangan dengan pemikiran manusia. Ajaran agama pada umumnya menekankan bahwa kita harus berbuat baik agar diperkenan oleh Allah. Sebaliknya, hanya kekristenan yang berani menyatakan bahwa Allah mengasihi kita tanpa syarat. Kisah yang dituturkan Philip Yancey dalam What’s So Amazing About Grace itu menegaskan keajaiban kasih karunia Allah. Allah menyelamatkan kita tanpa menuntut pembayaran, melainkan mengaruniakannya secara cuma-cuma. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk memperoleh keselamatan. Lalu, bagaimana kita menerimanya? “Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman” (ay. 8). Apakah iman itu? Iman adalah “mata yang tertuju kepada Yesus” (Ibr. 12:2). Yesuslah yang menyediakan keselamatan bagi kita. Dia menjadi Juruselamat, Pemberi hidup yang kekal, Pengganti kematian kita, Pengantara, dan Raja yang kekal. Saat kita menerima kasih karunia-Nya, Dia menjadi keselamatan kita, yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya sampai akhir —DKR. HENDAKLAH PANDANGAN KITA TERTUJU KEPADA YESUS; DIALAH YANG MEMBANGKITKAN DAN MEMELIHARA IMAN KITA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment