REAL LIFE
Tubuh, Jiwa dan Roh Bertumbuh.
Lukas 2:40, “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan
kasih karunia Allah ada pada-Nya.” Secara jasmani kita pasti bertumbuh
(bila keadaan normal) demikian juga secara rohani/spiritual kita juga harus
bertumbuh. Bila hanya jasmani saja yang bertumbuh pasti akan terjadi
ketidakseimbangan. Asupan gizi yang beragam dan higinies yang akan membuat
tubuh kita sehat dan kuat, demikian juga asupan rohani/firman Tuhan untuk roh
dan jiwa kita haruslah sesuai kebenaranNya/FirmanNya. Kalau secara jasmani kita
makan sehari 3x (pagi, siang dan sore), apakah secara rohani kita sudah memberi
asupan yang sama/bahkan cukup seperti untuk pertumbuhan jasmani kita
(pagi, siang dan sore) untuk pertumbuhan rohani/spiritual kita? Berikan asupan
yang sama untuk pertumbuhan rohani atau
spiritual kita. Niscaya akan terjadi pertumbuhan yang luar biasa untuk spritual
kita. Sudahkah pagi ini kita “bersarapan pagi” bersama Yesus sebagai
asupan Iman kita bertumbuh kuat dan sehat??
Xavier Quentin Pranata
“Hati yang kalut membuat muka kusut, hati yang
gembira membuat muka bercahaya.” Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 19 Maret 2016. Kasih
Karunia Ajaib. Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan
hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, supaya
tidak ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8-9). Dalam konferensi
perbandingan agama di Inggris, para ahli memperdebatkan keunikan iman
kristiani. Inkarnasi? Kebangkitan? Agama lain memiliki versi serupa. Perdebatan
berlangsung sampai C.S. Lewis memasuki ruangan. “Apakah yang sedang diributkan
ini?” tanyanya. Setelah dijelaskan, Lewis menjawab, “Oh, itu mudah sekali. Itu
adalah kasih karunia.” Setelah mendiskusikannya, para peserta konferensi
menyepakatinya. Gagasan tentang kasih Allah yang tercurah bagi kita secara
cuma-cuma dan tanpa pamrih tampaknya bertentangan dengan pemikiran manusia.
Ajaran agama pada umumnya menekankan bahwa kita harus berbuat baik agar
diperkenan oleh Allah. Sebaliknya, hanya kekristenan yang berani menyatakan
bahwa Allah mengasihi kita tanpa syarat. Kisah yang dituturkan Philip Yancey
dalam What’s So Amazing About Grace itu menegaskan keajaiban kasih karunia
Allah. Allah menyelamatkan kita tanpa menuntut pembayaran, melainkan
mengaruniakannya secara cuma-cuma. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk
memperoleh keselamatan. Lalu, bagaimana kita menerimanya? “Sebab karena
anugerah kamu diselamatkan oleh iman” (ay. 8). Apakah iman itu? Iman adalah
“mata yang tertuju kepada Yesus” (Ibr. 12:2). Yesuslah yang menyediakan
keselamatan bagi kita. Dia menjadi Juruselamat, Pemberi hidup yang kekal,
Pengganti kematian kita, Pengantara, dan Raja yang kekal. Saat kita menerima
kasih karunia-Nya, Dia menjadi keselamatan kita, yang membangkitkan iman kita
dan memeliharanya sampai akhir —DKR. HENDAKLAH PANDANGAN KITA TERTUJU KEPADA
YESUS; DIALAH YANG MEMBANGKITKAN DAN MEMELIHARA IMAN KITA. Selamat pagi.
Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment