Friday, 11 March 2016

11 Maret 2016



                                                                                                                                             REAL LIFE






Mazmur 40:5, “Berbahagialah orang, yang menaruh KEPERCAYAAN-nya  pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!” Ketika kita berani memanggil DIA “BAPA” berarti kita menaruh “KEPERCAYAAN” padaNya, seperti seorang anak PERCAYA kepada bapaknya. Ketika kita PERCAYA kepadaNya, kita “bebas untuk berbicara” apa yang perlu kita katakan, berani menghadap disaat kita perlu (Efesus 3:12, Terjemahan The Message). Orang Percaya = Orang yang Berbahagia = Orang yang Menaruh Pengharapannya Kepada Tuhan. Sudahkah kita PERCAYA kepadaNYA J ?? Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 4:8 (4-9) – Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya ENGKAUlah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman! Uenakkk tenan... Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Karena mawar terindah dan terharum pun memiliki duri, saat hendak menyuntingnya, pastikan bahwa Anda hati-hati menjaga diri.” Xavier Quentin Pranata.

GNCC
2 Samuel 3:1 – Peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud berlarut-larut; Daud kian lama kian kuat, sedang keluarga Saul kian lama kian lemah. Biarkan pergumulan dan persoalan yang kau hadapi membuat hidupmu kian lama kian kuat dan persoalan kian lama kian lemah.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
MAKNA SEBUAH PENGAMPUNAN. Setelah berjuang puluhan tahun, pada 1990, perubahan akhirnya terjadi di Afrika Selatan. Warga kulit hitam bersukacita dengan berakhirnya sistem politik apartheid yang diskriminatif. Salah satu pejuang mereka, Nelson Mandela bahkan dilantik menjadi Presiden. Mandela yang sebelumnya dipenjara 27 tahun mewakili kemenangan warga kulit hitam negeri itu. Perubahan itu membuat takut warga kulit putih, mereka kuatir warga kulit hitam akan membalas & memperlakukan yang buruk kepada mereka. Namun kita tahu apa yang dilakukan Mandela, ia memilih mengadakan rekonsiliasi & mengampuni. Banyak pihak, termasuk mereka yang semula mendukungnya, kini mengkritik kebijakan ini. Mereka merasa Mandela tidak mengedepankan keadilan. Namun Mandela mengatakan, “Bangsa ini lebih membutuhkan kesembuhan daripada keadilan.” Menegakkan keadilan, menjaga semua anggota tim memperoleh haknya yaitu mendapat apresiasi & sanksi yang sesuai, adalah salah satu tugas seorang pemimpin, tapi tanggung jawab seorang pemimpin adalah lebih dari itu. Dunia mengenang pemimpin-pemimpin seperti Nelson Mandela, Mahatma Gandhi; Mereka melakukan kebijakan yang “Tidak Adil”, yaitu tidak memberikan hukuman kepada pihak-pihak yang telah menyakiti diri atau kelompoknya di masa lalu. Seorang pemimpin tidak menjadi lemah karena ia memberikan pengampunan. Mengampuni memang akan membuat kita ‘kehilangan‘ kesempatan untuk melemparkan kesalahan kepada orang lain, karena kitalah yang kini mengambil tanggung jawab tersebut. Namun dari situlah kita bisa belajar dari masa lalu & bukannya membiarkan masa lalu itu mengalahkan kita melalui amarah & dendam yang kita rasakan. ORANG LEMAH TIDAK BISA MENGAMPUN, MENGAMPUNI ADALAH SIFAT ORANG yang KUAT. “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Matius 6:14-15). God bless you all.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Roma 12:11. Bagaimana kita mempunyai passion (kemauan), kita terus bergairah mempunyai semangat atau passion, punya semangat yang tidak kendor. Di Wahyu mengatakan jika engkau jadi suam-suam kuku, sehingga Tuhan mau memuntahkan engkau, minta Roh Kudus memberi api RohNya, membakar hati dan jiwa, membakar dan memurnikan kita. Mazmur 17, tetapi kita punya passion atau semangat untuk melayani Tuhan, gairah yang didorong oleh semangat untuk melayani Tuhan, kita harus memberi semangat yang berapi-api mempunyai kuasa Roh, dengan respon hati yang damai tidak dengan konflik batin. Amin. Selamat siang. JBU all.

No comments:

Post a Comment