REAL LIFE
Mazmur 40:5, “Berbahagialah orang, yang
menaruh KEPERCAYAAN-nya pada TUHAN, yang
tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang
telah menyimpang kepada kebohongan!” Ketika kita berani memanggil DIA
“BAPA” berarti kita menaruh “KEPERCAYAAN” padaNya, seperti seorang anak PERCAYA
kepada bapaknya. Ketika kita PERCAYA kepadaNya, kita “bebas untuk berbicara”
apa yang perlu kita katakan, berani menghadap disaat kita perlu (Efesus 3:12,
Terjemahan The Message). Orang Percaya = Orang yang Berbahagia = Orang yang
Menaruh Pengharapannya Kepada Tuhan. Sudahkah kita PERCAYA kepadaNYA J ??
Amin.
Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 4:8 (4-9) – Dengan tenteram aku mau
membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya ENGKAUlah, ya TUHAN, yang
membiarkan aku diam dengan aman! Uenakkk tenan... Terima kasih YESUSku! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier Quentin Pranata
“Karena mawar terindah dan terharum pun
memiliki duri, saat hendak menyuntingnya, pastikan bahwa Anda hati-hati menjaga
diri.” Xavier Quentin Pranata.
GNCC
2 Samuel 3:1 – Peperangan antara keluarga Saul
dan keluarga Daud berlarut-larut; Daud kian lama kian kuat, sedang keluarga
Saul kian lama kian lemah. Biarkan pergumulan dan persoalan yang kau hadapi
membuat hidupmu kian lama kian kuat dan persoalan kian lama kian lemah.
Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
MAKNA SEBUAH PENGAMPUNAN. Setelah berjuang
puluhan tahun, pada 1990, perubahan akhirnya terjadi di Afrika Selatan. Warga
kulit hitam bersukacita dengan berakhirnya sistem politik apartheid yang
diskriminatif. Salah satu pejuang mereka, Nelson Mandela bahkan dilantik
menjadi Presiden. Mandela yang sebelumnya dipenjara 27 tahun mewakili kemenangan
warga kulit hitam negeri itu. Perubahan itu membuat takut warga kulit putih,
mereka kuatir warga kulit hitam akan membalas & memperlakukan yang buruk
kepada mereka. Namun kita tahu apa yang dilakukan Mandela, ia memilih
mengadakan rekonsiliasi & mengampuni. Banyak pihak, termasuk mereka yang
semula mendukungnya, kini mengkritik kebijakan ini. Mereka merasa Mandela tidak
mengedepankan keadilan. Namun Mandela mengatakan, “Bangsa ini lebih membutuhkan
kesembuhan daripada keadilan.” Menegakkan keadilan, menjaga semua anggota tim
memperoleh haknya yaitu mendapat apresiasi & sanksi yang sesuai, adalah
salah satu tugas seorang pemimpin, tapi tanggung jawab seorang pemimpin adalah
lebih dari itu. Dunia mengenang pemimpin-pemimpin seperti Nelson Mandela, Mahatma
Gandhi; Mereka melakukan kebijakan yang “Tidak Adil”, yaitu tidak memberikan
hukuman kepada pihak-pihak yang telah menyakiti diri atau kelompoknya di masa
lalu. Seorang pemimpin tidak menjadi lemah karena ia memberikan pengampunan.
Mengampuni memang akan membuat kita ‘kehilangan‘ kesempatan untuk melemparkan
kesalahan kepada orang lain, karena kitalah yang kini mengambil tanggung jawab
tersebut. Namun dari situlah kita bisa belajar dari masa lalu & bukannya
membiarkan masa lalu itu mengalahkan kita melalui amarah & dendam yang kita
rasakan. ORANG LEMAH TIDAK BISA MENGAMPUN, MENGAMPUNI ADALAH SIFAT ORANG yang
KUAT. “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga
akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu
juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Matius 6:14-15). God bless you all.
Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Roma 12:11. Bagaimana kita mempunyai
passion (kemauan), kita terus bergairah mempunyai semangat atau passion, punya
semangat yang tidak kendor. Di Wahyu mengatakan jika engkau jadi suam-suam
kuku, sehingga Tuhan mau memuntahkan engkau, minta Roh Kudus memberi api
RohNya, membakar hati dan jiwa, membakar dan memurnikan kita. Mazmur 17, tetapi
kita punya passion atau semangat untuk melayani Tuhan, gairah yang didorong
oleh semangat untuk melayani Tuhan, kita harus memberi semangat yang berapi-api
mempunyai kuasa Roh, dengan respon hati yang damai tidak dengan konflik batin.
Amin. Selamat siang. JBU all.
No comments:
Post a Comment