Thursday, 3 March 2016

3 Maret 2016



REAL LIFE






Matius 5:5-6, 5Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 6Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.” Benih (Firman Tuhan) yang jatuh di tanah yang berbatu-batu: sebenarnya benih itu Tumbuh, tetapi karena tanahnya tipis, benih Firman Tuhan tidak sempat berakar kedalam. Saat matahari terbit/panas (saat ada tantangan dalam kehidupan), benih itu akan layu, bahkan tidak jarang benih itu kering, karena tidak berakar. Apakah tanah “HATI” kita tanah yang berbatu? Saat ada tantangan kita menjadi mundur? Bahkan meninggalkan Kristus?

Tante Elisabeth – NTT
Salib menawarkan permulaan yang baru. Pengampunan tidak pandang bulu, pengampunan di tengah-tengah kebencian dan kejahatan yang paling mendalam menghadapi kita, disitu pengampunan terbesar didemonstrasikan. Kematian Tuhan Yesus disalib, berbicara bahwa Tuhan tidak jauh dari kepedihan dan penderitaan. Dengan cara yang sangat unik, salib tidak mengungkapkan Allah yang muram dan memisahkan diri dari kejadian dan peristiwa yang menimpa umat manusia, tetapi Allah yang benar di tengah konflik dan pergumulan kita (Filipi2:6-11). Selamat siang. JBU All.

Xavier Quentin Pranata
“Halau galau dalam hidup kita karena bisa bikin kacau.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 3 Maret 2016. Selamat Datang Masalah. Yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melenturkan busur tembaga (Mazmur 18:35). Saya dan istri mengalami ‘kejutan’ ketika putri pertama kami memasuki usia 12 bulan dan mulai sering sakit-sakitan. Memang sakitnya tidak parah, cuma batuk, pilek, demam. Tetap saja kami khawatir karenanya. Maklumlah, sebelumnya ia tidak pernah sakit, jadi kami sempat tidak tahu harus berbuat apa. Bersyukur karena di masa-masa itu kami mendapatkan masukan yang baik dari seorang dokter. Ia mengatakan bahwa anak-anak di usia 1 tahun memang jarang sakit karena imunisasi yang diberikan penuh. Tetapi, selepas itu anak memang diharapkan “harus” sakit supaya tubuhnya belajar membentuk antibodi sendiri. Dengan begitu, saat kuman yang sama menyerang, ia sudah bisa melawan dengan antibodinya sendiri. Dalam kehidupan, ada masa sepertinya Tuhan melindungi kita sedemikian rupa sehingga tidak ada satu pun masalah yang bisa menyerang. Tetapi, ada masa ketika Dia seperti membiarkan kita menjadi bulan-bulanan musuh, masalah datang bertubi-tubi. Bukan karena Dia tidak sayang, melainkan karena Dia ingin membentuk “antibodi” kita, supaya kita tidak menjadi pribadi yang cengeng. Seandainya kehidupan kita serbamulus dan serbanyaman tanpa masalah, mungkin kita malah akan menjadi individu yang lemah. Dengan membiarkan kita mengalami masalah, Dia sedang melatih tangan kita berperang sehingga kita menjadi pribadi yang terampil mengalahkan musuh. Jika kita mengerti hal ini, ketika masalah datang kita akan bersukacita karena itu berarti satu lagi kesempatan untuk melatih diri kita menjadi pribadi yang lebih tangguh —DP. BISAKAH KITA MEMANDANG MASALAH SEBAGAI KESEMPATAN UNTUK BERTUMBUH? Selamat pagi. Bersyukur buat hari baru. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Gunadi Cahyono
Tanah hati yang subur adalah orang yang telah  lulus SD dan mentrapkan kehidupan SD. telah = sudah ditempa dan dipoles Tuhan. Situasi apapun tetap menjalankan SD dan menabur disegala musim. Amin.

Ibu Sinta – CL 3
Firman Tuhan pagi ini benar-benar mengena di hati saya. Karena saya benar-benar ingin tumbuh dan berakar di tanah yang baik yang tidak berbatu. Supaya iman saya benar-benar bisa kuat tak tergoyahkan. Thank you and JBU all too...

Ibu Caroline – Bandung
Waktu itu saya bekerja di sebuah perusahaan, bertemu seorang nenek berusia 65 tahun, selesai bertransaksi dan akan meninggalkan tempat, biasanya saya mengucapkan salam “have a nice day” dan itu saya ucapkan juga kepada nenek tersebut sehabis ia menyelesaikan transaksi. Nenek itu berhenti dan berpaling ke arah saya sambil berkata, “Anakku, setiap hari adalah MIRACLE DAY, bukan nice day!” Lalu dia bercerita bahwa dia telah operasi jantung dua kali. Yang pertama dia menerima donor jantung anak usia 14 tahun tetapi tidak compatible dan sempat koma selama tiga hari. Lalu kedua kali ia menerima jantung pria berusia 35 tahun dan ternyata cocok hingga saat itu. Nenek itu menambahkan sejak peristiwa tersebut ia merasakan hidup yang kedua kalinya. Baginya setiap saat adalah “MIRACLE”; setiap tarikan dan hembusan nafas adalah keajaiban. Jadi hidup bukan hanya “nice day” tetapi hidup adalah “miracle every second”. Pertemuan singkat dengan nenek tersebut telah membuat saya lebih menghargai arti hidup, dan nenek itu datang sebagai guru bagi saya agar lebih menghargai hidup. Hidup akan jauh lebih berarti bila bisa memanfaatkannya dengan baik daripada sekadar menghitung hari. Mengutip kata Tom Hanks “Life is like a box of chocolate, we never know what we gonna get”. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi dengan mempersiapkan diri dan attitude “Everyday is Miracle” seperti nenek tersebut mungkin akan membuat hidup kita lebih hidup dan lebih berwarna baik bagi diri kita maupun bagi lingkungan sekitar kita. Your day is a miracle day. Mazmur 23:1-4; Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Amin. Welcome March... Have a miracle day dan tetap semangat!!! Bapa, pagi ini kami bersyukur untuk kesehatan kami, bersyukur untuk setiap proses yang Kau telah ijinkan atas setiap kami, ketika kami diperhadapkan dengan keadaan yang tidak menyenangkan kami selalu mendapatkan kekuatan baru yang dari Engkau and that's really a big grace for each of us. Karena Engkaulah kami hidup dan kami ada. Kami percaya dan bersyukur karna ada 1 pribadi yang luar biasa yang sanggup memulihkan setiap dari kami dan juga setiap keluarga kami. Kami perkatakan bahwa suami kami hidup tetap dalam kebenaran/ketaatan/setia dan apapun yang mereka kerjakan dalam usaha, berhasil dan beruntung. In Jesus name. Haleluyah. Amin. Morning sister. Have a miracle day. Gbu richly.

No comments:

Post a Comment