HIGHER &
DEEPER
1
Kor 6:20, “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena
itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Tahukah kita bahwa tubuh kita
adalah Bait Roh Kudus? (Tanda yang menyatakan bahwa kita adalah
milikNya, ayat 19). Hiduplah sedemikian rupa sehingga kita menghormati dan
memuliakan Allah dengan tubuh kita. Hidup kita sangat berharga, dengan semua
potensi yang sudah Tuhan berikan. Sudahkah kita memaksimalkan seluruh potensi
yang sudah Tuhan berikan?? Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
“Jangan
Menyerah!” Ada seorang pria yang putus asa & mau meninggalkan segalanya.
Meninggalkan pekerjaan, hubungan & berhenti hidup. Lalu ia pergi ke hutan
untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan, “Apakah Tuhan bisa memberi
saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup & menyerah?” Jawaban
Tuhan sangat mengejutkan, “Coba lihat ke sekitarmu... Apakah kamu melihat pakis
& bambu ?” “Ya” jawab pria itu. “Ketika menanam benih pakis & benih
bambu, AKU merawat keduanya secara sangat baik. AKU memberi keduanya cahaya,
memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi, daunnya yang hijau segar menutupi
permukaan tanah hutan. Sementara itu benih bambu tidak menghasilkan apapun,
tapi AKU tidak menyerah. Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah. Di
tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu, tapi Aku tidak
menyerah. Di tahun keempat, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku
tidak menyerah” kata TUHAN. “Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6
bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu
perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat & memberi apa yang
diperlukan bambu untuk bertahan hidup. AKU tak akan memberi cobaan yang tak
sangup diatasi ciptaan-Ku” kata TUHAN kepada pria itu. “Tahukah kamu,
anak-Ku... Di saat menghadapi semua kesulitan & perjuangan berat ini, kamu
sebenarnya menumbuhkan akar-akar?” “AKU tidak meninggalkan bambu itu, AKU juga
tak akan meninggalkanmu.” “Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang
lain,” kata Tuhan. “Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis, Tapi
keduanya membuat hutan menjadi indah.” “Waktumu akan datang... Kamu akan
menanjak & menjulang tinggi,” kita
hidup punya jalan masing-masing... Jangan menyerah menjalani, Tuhan membuat
segala sesuatu indah pada waktuNya...
Ibu
Caroline – Bandung
Jumat,
8 Januari 2016. Bacaan: 1 Petrus 4:12-19. Setahun: Kejadian 22-24. Nats:
Bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus,
supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan
kemuliaan-Nya (1 Petrus 4:13). BERBAHAGIA DALAM PENDERITAAN. Richard Wurmbrand
adalah gembala dari Rumania. Ia menghabiskan empat belas tahun di penjara akibat
melayani di gereja bawah tanah. Walaupun berkali-kali disesah, dipukuli setiap
hari, dan berbulan-bulan tak melihat matahari, semangatnya tak mengendur untuk
memberitakan Injil. Ungkapannya yang indah berbunyi, “Penjara bukanlah
rintangan bagi kehidupan seorang Kristen yang berguna.” Kini, penjara tempat ia
disiksa telah menjadi tempat ibadah. Richard membuktikan bahwa dalam
penderitaannya kebenaran Tuhan menyertainya. Entah apa yang akan terjadi
seandai Richard menyangkal imannya saat masa-masa sulit itu. Kini ia bisa
tersenyum karena kesetiaannya tak sia-sia. Jauh sebelum Richard, orang percaya
telah mengalami berbagai penganiayaan. Ya, orang percaya tidak perlu merasa
heran jika mereka ditentang karena iman mereka. Petrus mengingatkan, “Janganlah
kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian.” Ia
melanjutkan, “Karena itu tetaplah bersukacita dan berbahagia dalam penderitaan
karena nama Kristus.” Kenyataannya tak semua orang percaya memahami perkataan
ini dan bisa melakoninya. Mengapa? Hanya mereka yang sungguh-sungguh mengenal
Allah dengan baik yang akan dimampukan menjalaninya. Mereka akan bersukacita
dan berbahagia dalam penganiayaan sekalipun. Mereka tahu dan percaya bahwa
dalam segala hal Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka.
Dalam penderitaan pun mereka tetap memuliakan Allah. Bagaimana dengan kita?
--Piter Randan Bua. PENDERITAAN KARENA KEBENARAN YANG KITA ALAMI ADALAH
ANUGERAH YANG JUSTRU PATUT KITA SYUKURI.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! SEPANJANG MASA. “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin;
kebajikanNya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan”
(Mazmur 112:9). Seringkali kita merasa tidak bahagia saat semakin tua, karena
kita rinduakan “masa lalu yang membahagiakan”, yaitu saat kita bisa menikmati
kesehatan, jabatan dan kekuasaan. Tetapi apa yang terjadi, semuanya itu mulai
pudar seiring berjalannya waktu. Semua tidak ada yang kekal, dapat berubah
bahkan tidak sedikit yang mengalami kelemahan, pengasingan dan penderitaan.
Ketika kita menyadari bahwa dunia ini dan segala sesuatu yang ada dalamnya
tidak kekal dan tidak bisa diprediksi, kita akhirnya mengharapkan sesuatu yang
kekal, apa yang masih kita miliki? Pemazmur menulis “...Kebajikannya tetap
untuk selamanya...”, ini tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa lapuk oleh
waktu dan keadaan ini tidak akan berubah. Kebajikan dan kemurahan akan menjadi
milik kita jika kita mendekat kepada ALLAH melalui iman kepada Yesus Kristus.
Dialah batu karang, keselamatan dan satu-satunya sumber kebahagiaan sejati
serta kekal. Mazmur 112:1 mangatakan, “Berbahagialah orang yang takut akan
Tuhan, yang suka kepada segala perintahNYA”. Bersukacitalah di dalam Tuhan dan
firmanNYA, maka anda akan menemukan kebahagiaan yang sejati. Hanya Dialah yang
bisa memberikan kebajikan yang akan tetap tinggal sepanjang masa. Kita akan
merasa bahagia jika kita bersukacita di dalam Tuhan... Amin. Selamat pagi,
terus semangat dalam Tuhan. JBU all.
Xavier
Quentin Pranata
“Dini
hari yang paling dingin justru pertanda bahwa mentari sebentar lagi
menghangatkan raga dan batin.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Sabtu, 9 Januari 2016. Selalu Baru. Tak berkesudahan kasih setia TUHAN,
tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
(Ratapan 3:21-22). Memuji Tuhan dalam keadaan yang menyenangkan itu mudah.
Namun memuji-Nya di masa sukar memerlukan iman yang mampu melihat jauh
melampaui apa yang terjadi di depan mata. Mengagungkan kebesaran dan kesetiaan
Tuhan setelah mengalami kemenangan atas musuh telah dilakukan oleh bangsa
Israel berkali-kali. Sebaliknya, perkabungan meliputi mereka jika bangsa lain
mengalahkan mereka, seolah-olah berhala bangsa itu mengalahkan Allah, yang
selama ini telah menunjukkan banyak perbuatan ajaib kepada mereka. Pasukan
Babel telah menghancurkan Yerusalem, menawan penduduknya dan membawanya ke
Babel. Tuhan mengutus Yeremia untuk memperingatkan Israel sebagai hukuman Tuhan
atas ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan. Namun, bangsa itu tidak percaya.
Mereka bahkan menganggap Yeremia sebagai pengkhianat negara sehingga ia
dianiaya oleh bangsanya sendiri. Yeremia menangisi kehancuran Yerusalem. Ia
meratapi kedegilan hati bangsanya dan berduka atas mereka yang diangkut sebagai
tawanan ke Babel. Namun, iman Yeremia tetap bersinar. Ia tetap memelihara
kebenaran dalam hatinya. Ia mengenang kasih setia Tuhan yang telah terbukti di
masa lalu. Tuhan selalu menunjukkan rahmat dan ampunan-Nya yang selalu baru.
Kebenaran itu menghiburnya dan menguatkan imannya. Memasuki Tahun Baru ini,
hal-hal buruk apa yang menyertai langkah Anda dari masa-masa sebelumnya?
Kebenaran apa yang harus Anda pegang supaya tetap dapat melihat tangan Tuhan
berkarya dalam hidup Anda, sekalipun kenyataan tidak seperti yang Anda
harapkan?—HT. SEKALIPUN KITA TIDAK SETIA, ALLAH TETAP SETIA. Selamat pagi.
Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
108:14 – Dengan ALLAH akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa! Puji
Tuhan... Haleluya... Bersama YESUS kita akan mengalami perkara-perkara yang
ajaib sekarang juga! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment