Saturday, 9 January 2016

9 Januari 2016



HIGHER & DEEPER




1 Kor 6:20, “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Tahukah kita bahwa tubuh kita adalah Bait Roh Kudus? (Tanda yang menyatakan bahwa kita adalah milikNya, ayat 19). Hiduplah sedemikian rupa sehingga kita menghormati dan memuliakan Allah dengan tubuh kita. Hidup kita sangat berharga, dengan semua potensi yang sudah Tuhan berikan. Sudahkah kita memaksimalkan seluruh potensi yang sudah Tuhan berikan?? Amin.

Ibu Caroline – Bandung
“Jangan Menyerah!” Ada seorang pria yang putus asa & mau meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan & berhenti hidup. Lalu ia pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan, “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup & menyerah?” Jawaban Tuhan sangat mengejutkan, “Coba lihat ke sekitarmu... Apakah kamu melihat pakis & bambu ?” “Ya” jawab pria itu. “Ketika menanam benih pakis & benih bambu, AKU merawat keduanya secara sangat baik. AKU memberi keduanya cahaya, memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi, daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu benih bambu tidak menghasilkan apapun, tapi AKU tidak menyerah. Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah. Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu, tapi Aku tidak menyerah. Di tahun keempat, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku tidak menyerah” kata TUHAN. “Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat & memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup. AKU tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku” kata TUHAN kepada pria itu. “Tahukah kamu, anak-Ku... Di saat menghadapi semua kesulitan & perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?” “AKU tidak meninggalkan bambu itu, AKU juga tak akan meninggalkanmu.” “Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan. “Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis, Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah.” “Waktumu akan datang... Kamu akan menanjak & menjulang tinggi,”  kita hidup punya jalan masing-masing... Jangan menyerah menjalani, Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktuNya...

Ibu Caroline – Bandung
Jumat, 8 Januari 2016. Bacaan: 1 Petrus 4:12-19. Setahun: Kejadian 22-24. Nats: Bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya (1 Petrus 4:13). BERBAHAGIA DALAM PENDERITAAN. Richard Wurmbrand adalah gembala dari Rumania. Ia menghabiskan empat belas tahun di penjara akibat melayani di gereja bawah tanah. Walaupun berkali-kali disesah, dipukuli setiap hari, dan berbulan-bulan tak melihat matahari, semangatnya tak mengendur untuk memberitakan Injil. Ungkapannya yang indah berbunyi, “Penjara bukanlah rintangan bagi kehidupan seorang Kristen yang berguna.” Kini, penjara tempat ia disiksa telah menjadi tempat ibadah. Richard membuktikan bahwa dalam penderitaannya kebenaran Tuhan menyertainya. Entah apa yang akan terjadi seandai Richard menyangkal imannya saat masa-masa sulit itu. Kini ia bisa tersenyum karena kesetiaannya tak sia-sia. Jauh sebelum Richard, orang percaya telah mengalami berbagai penganiayaan. Ya, orang percaya tidak perlu merasa heran jika mereka ditentang karena iman mereka. Petrus mengingatkan, “Janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian.” Ia melanjutkan, “Karena itu tetaplah bersukacita dan berbahagia dalam penderitaan karena nama Kristus.” Kenyataannya tak semua orang percaya memahami perkataan ini dan bisa melakoninya. Mengapa? Hanya mereka yang sungguh-sungguh mengenal Allah dengan baik yang akan dimampukan menjalaninya. Mereka akan bersukacita dan berbahagia dalam penganiayaan sekalipun. Mereka tahu dan percaya bahwa dalam segala hal Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka. Dalam penderitaan pun mereka tetap memuliakan Allah. Bagaimana dengan kita? --Piter Randan Bua. PENDERITAAN KARENA KEBENARAN YANG KITA ALAMI ADALAH ANUGERAH YANG JUSTRU PATUT KITA SYUKURI.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! SEPANJANG MASA. “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin; kebajikanNya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan” (Mazmur 112:9). Seringkali kita merasa tidak bahagia saat semakin tua, karena kita rinduakan “masa lalu yang membahagiakan”, yaitu saat kita bisa menikmati kesehatan, jabatan dan kekuasaan. Tetapi apa yang terjadi, semuanya itu mulai pudar seiring berjalannya waktu. Semua tidak ada yang kekal, dapat berubah bahkan tidak sedikit yang mengalami kelemahan, pengasingan dan penderitaan. Ketika kita menyadari bahwa dunia ini dan segala sesuatu yang ada dalamnya tidak kekal dan tidak bisa diprediksi, kita akhirnya mengharapkan sesuatu yang kekal, apa yang masih kita miliki? Pemazmur menulis “...Kebajikannya tetap untuk selamanya...”, ini tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa lapuk oleh waktu dan keadaan ini tidak akan berubah. Kebajikan dan kemurahan akan menjadi milik kita jika kita mendekat kepada ALLAH melalui iman kepada Yesus Kristus. Dialah batu karang, keselamatan dan satu-satunya sumber kebahagiaan sejati serta kekal. Mazmur 112:1 mangatakan, “Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang suka kepada segala perintahNYA”. Bersukacitalah di dalam Tuhan dan firmanNYA, maka anda akan menemukan kebahagiaan yang sejati. Hanya Dialah yang bisa memberikan kebajikan yang akan tetap tinggal sepanjang masa. Kita akan merasa bahagia jika kita bersukacita di dalam Tuhan... Amin. Selamat pagi, terus semangat dalam Tuhan. JBU all.

Xavier Quentin Pranata
“Dini hari yang paling dingin justru pertanda bahwa mentari sebentar lagi menghangatkan raga dan batin.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 9 Januari 2016. Selalu Baru. Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:21-22). Memuji Tuhan dalam keadaan yang menyenangkan itu mudah. Namun memuji-Nya di masa sukar memerlukan iman yang mampu melihat jauh melampaui apa yang terjadi di depan mata. Mengagungkan kebesaran dan kesetiaan Tuhan setelah mengalami kemenangan atas musuh telah dilakukan oleh bangsa Israel berkali-kali. Sebaliknya, perkabungan meliputi mereka jika bangsa lain mengalahkan mereka, seolah-olah berhala bangsa itu mengalahkan Allah, yang selama ini telah menunjukkan banyak perbuatan ajaib kepada mereka. Pasukan Babel telah menghancurkan Yerusalem, menawan penduduknya dan membawanya ke Babel. Tuhan mengutus Yeremia untuk memperingatkan Israel sebagai hukuman Tuhan atas ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan. Namun, bangsa itu tidak percaya. Mereka bahkan menganggap Yeremia sebagai pengkhianat negara sehingga ia dianiaya oleh bangsanya sendiri. Yeremia menangisi kehancuran Yerusalem. Ia meratapi kedegilan hati bangsanya dan berduka atas mereka yang diangkut sebagai tawanan ke Babel. Namun, iman Yeremia tetap bersinar. Ia tetap memelihara kebenaran dalam hatinya. Ia mengenang kasih setia Tuhan yang telah terbukti di masa lalu. Tuhan selalu menunjukkan rahmat dan ampunan-Nya yang selalu baru. Kebenaran itu menghiburnya dan menguatkan imannya. Memasuki Tahun Baru ini, hal-hal buruk apa yang menyertai langkah Anda dari masa-masa sebelumnya? Kebenaran apa yang harus Anda pegang supaya tetap dapat melihat tangan Tuhan berkarya dalam hidup Anda, sekalipun kenyataan tidak seperti yang Anda harapkan?—HT. SEKALIPUN KITA TIDAK SETIA, ALLAH TETAP SETIA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 108:14 – Dengan ALLAH akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa! Puji Tuhan... Haleluya... Bersama YESUS kita akan mengalami perkara-perkara yang ajaib sekarang juga! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment