HIGHER &
DEEPER

Maz 92:12-15, “12Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; 13mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. 14Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, 15untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.” Amin. Ilustrasi Firman Tuhan pagi ini menggambarkan kehidupan kita orang percaya/orang benar seperti kedua pohon tersebut diatas, Pohon Korma & Pohon Aras. Keduanya akan bertumbuh subur & gemuk, bahkan BERBUAH dimasa tua! Kehidupan orang percaya harus tetap eksis sekalipun harus menghadapi tantangan/kondisi yang sulit. Ada ‘penyertaan Tuhan’ didalam setiap momen kehidupan kita. Tuhan menyertai orang-orang pilihanNya yang dibenarkan, dikuduskan melalui pengorbanan Kristus diatas kayu salib. Selamat memasuki Tahun Baru 2016 & kita percaya Tuhan kita Yesus Kristus sudah ada terlebih dahulu disana (DIA IMANUEL) dengan segala berkat, kasih & rahmat perlindunganNya. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Tahun
boleh berganti, tapi suami istri harus tetap sehati.” Xavier Quentin Pranata.
Bp.
Paulus – PKS CL 8
Happy
New Year 2016... Tuhan Yesus menyertai & memberkati kesehatan, pelayanan
& pekerjaanmu yang membuatmu bukan hanya berhasil bahkan berjaya dalam
anugerah Tuhan. Amen.
Ibu
Caroline – Bandung
“May
the coming new year take away all the tears and unhappiness and shower you with
all the love and happiness. All the best for a lovely new year” »Pearl Aman«.
"Semoga tahun baru datang mengambil semua air mata dan ketidakbahagiaan
dan sirami Anda dengan semua cinta dan kebahagiaan. Segala yang terbaik untuk
tahun baru yang indah” »Pearl Aman«. Yesaya 43:19, ‘Lihat, Aku hendak membuat
sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya,
Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang
belantara.’ Haleluya...! Ditahun 2016, Tuhan sediakan sesuatu yang baru, Dia
membuat jalan di padang gurun, di sungai sungai dan di padang belantara
kehidupan kita. Padang gurun, sungai-sungai atau padang belantara kehidupan
menggambarkan masa-masa yang super sulit dari hidup kita, mari pegang janji
Tuhan! Ditahun 2016 kita semua akan memasuki tahun pembebasan seutuhnya. Mazmur
27:1 ‘Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?
Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?’ Jangan
takut dan kuatir untuk memasuki tahun 2016, karena Tuhan akan memberi
keberanian dan kekuatan bagi kita. Efesus 2: 13-19 ‘Karena Dialah damai
sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan telah merubuhkan
tembok pemisah.’ Tahun 2016 air mata dan ketidakbahagiaan diubah oleh Tuhan
menjadi sukacita, hubungan keluarga dipulihkan dan diperbaharui. Yesaya 32:15
‘Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi
kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.’ Sekalipun
kita berjalan di padang gurun dan padang belantara, Tuhan akan selalu memberi
jalan keluar, ditahun 2016 Tuhan akan buka jalan bagi setiap usaha &
pekerjaan yang hancur supaya menjadi baik dan berhasil, padang gurun kehidupan
kita diubah Tuhan menjadi kebun buah-buahan. Selamat Tahun Baru 2016, mari
masuki tahun pembebasan seutuhnya dengan penuh iman dan percaya.
Worship
Center Surabaya
Satu
tahun telah berlalu. Meninggalkan tahun-tahun yang semakin banyak dilewati.
Bagaimana kita akan menjalani tahun di hadapan kita -juga tahun-tahun
berikutnya? Sesungguhnya ada perbedaan antara kita sebagai pengikut Kristus dengan
mereka yang di luar Dia. Dalam Lukas 9:61-62, Yesus memberikan jawab kepada
seseorang yang hendak mengambil keputusan mengikut Dia namun ingin 'berpamitan'
kepada keluarganya. Berpamitan dalam arti seperti yang dilakukan Elisa dalam 1
Raja-Raja 19:19-21 tidaklah keliru. Hanya saja, yang dimaksud orang itu tidak
begitu. Yesus tahu hatinya yang ingin pulang kembali ke rumah untuk “meminta
ijin” atau “mencari pendapat/pandangan” dari keluarga atau teman-temannya.
Hatinya belum bulat menapak hari depan bersama Yesus. Itu sebabnya Yesus
berkata padanya, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke
belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” Maksudnya: mengikut Yesus harus
sepenuh hati, tidak bercabang atau mendua hati. Seluruhnya atau tidak sama sekali.
Segala ketidakrelaan harus diletakkan di belakang & tiada pernah ditengok
apalagi diambil kembali. Paulus mengatakan dalam Galatia 1:15-16, “Sesaat pun
Aku tidak pernah meminta pertimbangan manusia” (waktu ia tahu siapa yang
memanggilnya untuk ikut). Memang ‘segala beban & dosa’ harus kita
tanggalkan dalam mengikut Yesus (Ibr. 12:1). Elisa jelas seorang anak dari
keluarga kaya. Dari nats 1 Raja-Raja di atas, ia membajak sawah dengan 24 ekor
lembu yang menunjukkan betapa banyak ternaknya & luasnya tanah
pertaniannya. Ketika Elia menyampaikan panggilan Tuhan padanya, Elisa
meninggalkan SELURUHNYA. Bajak & ternaknya dibakar habis sebagai korban;
ditinggalkannya keluarganya demi melakukan kehendak Tuhan: menjadi anak rohani
Elia & juga pelayan Elia selagi dimuridkan. Hari depan Elisa tampak lebih
cerah jika ia mengerjakan bisnis keluarga yang mapan. Tapi hatinya telah
tertuju untuk mengiring Tuhan & melakukan kehendak-Nya. Dan kita tahu hari
depan Elisa selanjutnya. Bagaimana dengan Anda tahun ini? Salam revival! GBU.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Tahun Baru, 1 Januari 2016. Apa Arti Hidupmu? Tetapi jika aku harus
hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah (Filipi 1:22).
Sebagian orang takut menjadi tua. Sebagian yang lain tidak ingin mati muda.
Mana yang benar? Hal menjadi tua bukanlah sesuatu yang menakutkan. Demikian
juga sebaliknya, mati muda tidak perlu dianggap sebagai kutukan. Jadi? Kita
dapat belajar dari sikap Paulus. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, rasul
Paulus mengemukakan pergumulan hatinya dalam penjara dengan kemungkinan dihukum
mati atau dibebaskan. Ia memang punya keyakinan bahwa “hidup adalah Kristus dan
mati adalah keuntungan” (ay. 21). Tetapi, kalau ia boleh memilih, manakah yang
akan ia pilih? “Aku di desak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam
bersama-sama Kristus—itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk
tinggal di dunia ini karena kamu” (ay. 23-24). Yang penting, “jika aku harus
hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah” (ay. 22). Abraham
Lincoln berkata, “Pada akhirnya, bukan banyaknya tahun hidup kita yang
dihitung, melainkan kehidupan dalam tahun-tahun hidup kita.” Sedangkan Richard
Brinsley Sheridan berkata, “Nilai hidup harus diukur dengan garis yang lebih
mulia, yaitu kerja dan bukan usia.” Jadi, kita diundang mengisi hidup ini
dengan kebaikan Tuhan. Maka hidup ini, entah panjang entah pendek, akan
bermakna positif. Mati muda tidak perlu disesalkan; sebaliknya, menjadi tua
renta tidak perlu dicemaskan. Yang perlu disesalkan dan dicemaskan adalah kalau
hidup kita tidak menghasilkan buah bagi kerajaan Allah —HPG. KAPAN PUN KITA
AKAN MATI, PASTIKAN BAHWA KITA SUDAH MENGHASILKAN BUAH BAGI TUHAN. Selamat
sore. Selamat mengawali Tahun yang Baru. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati
selalu.
No comments:
Post a Comment