Friday, 1 January 2016

1 Januari 2016

HIGHER & DEEPER




 Maz 92:12-15, 12Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; 13mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. 14Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, 15untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.” Amin. Ilustrasi Firman Tuhan pagi ini menggambarkan kehidupan kita orang percaya/orang benar seperti kedua pohon tersebut diatas, Pohon Korma & Pohon Aras. Keduanya akan bertumbuh subur & gemuk, bahkan BERBUAH dimasa tua! Kehidupan orang percaya harus tetap eksis sekalipun harus menghadapi tantangan/kondisi yang sulit. Ada ‘penyertaan Tuhan’ didalam setiap momen kehidupan kita. Tuhan menyertai orang-orang pilihanNya yang dibenarkan, dikuduskan melalui pengorbanan Kristus diatas kayu salib. Selamat memasuki Tahun Baru 2016 & kita percaya Tuhan kita Yesus Kristus sudah ada terlebih dahulu disana (DIA IMANUEL) dengan segala berkat, kasih & rahmat perlindunganNya. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Tahun boleh berganti, tapi suami istri harus tetap sehati.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Paulus – PKS CL 8
Happy New Year 2016... Tuhan Yesus menyertai & memberkati kesehatan, pelayanan & pekerjaanmu yang membuatmu bukan hanya berhasil bahkan berjaya dalam anugerah Tuhan. Amen.

Ibu Caroline – Bandung
“May the coming new year take away all the tears and unhappiness and shower you with all the love and happiness. All the best for a lovely new year” »Pearl Aman«. "Semoga tahun baru datang mengambil semua air mata dan ketidakbahagiaan dan sirami Anda dengan semua cinta dan kebahagiaan. Segala yang terbaik untuk tahun baru yang indah” »Pearl Aman«. Yesaya 43:19, ‘Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.’ Haleluya...! Ditahun 2016, Tuhan sediakan sesuatu yang baru, Dia membuat jalan di padang gurun, di sungai sungai dan di padang belantara kehidupan kita. Padang gurun, sungai-sungai atau padang belantara kehidupan menggambarkan masa-masa yang super sulit dari hidup kita, mari pegang janji Tuhan! Ditahun 2016 kita semua akan memasuki tahun pembebasan seutuhnya. Mazmur 27:1 ‘Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?’ Jangan takut dan kuatir untuk memasuki tahun 2016, karena Tuhan akan memberi keberanian dan kekuatan bagi kita. Efesus 2: 13-19 ‘Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan telah merubuhkan tembok pemisah.’ Tahun 2016 air mata dan ketidakbahagiaan diubah oleh Tuhan menjadi sukacita, hubungan keluarga dipulihkan dan diperbaharui. Yesaya 32:15 ‘Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.’ Sekalipun kita berjalan di padang gurun dan padang belantara, Tuhan akan selalu memberi jalan keluar, ditahun 2016 Tuhan akan buka jalan bagi setiap usaha & pekerjaan yang hancur supaya menjadi baik dan berhasil, padang gurun kehidupan kita diubah Tuhan menjadi kebun buah-buahan. Selamat Tahun Baru 2016, mari masuki tahun pembebasan seutuhnya dengan penuh iman dan percaya.

Worship Center Surabaya
Satu tahun telah berlalu. Meninggalkan tahun-tahun yang semakin banyak dilewati. Bagaimana kita akan menjalani tahun di hadapan kita -juga tahun-tahun berikutnya? Sesungguhnya ada perbedaan antara kita sebagai pengikut Kristus dengan mereka yang di luar Dia. Dalam Lukas 9:61-62, Yesus memberikan jawab kepada seseorang yang hendak mengambil keputusan mengikut Dia namun ingin 'berpamitan' kepada keluarganya. Berpamitan dalam arti seperti yang dilakukan Elisa dalam 1 Raja-Raja 19:19-21 tidaklah keliru. Hanya saja, yang dimaksud orang itu tidak begitu. Yesus tahu hatinya yang ingin pulang kembali ke rumah untuk “meminta ijin” atau “mencari pendapat/pandangan” dari keluarga atau teman-temannya. Hatinya belum bulat menapak hari depan bersama Yesus. Itu sebabnya Yesus berkata padanya, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” Maksudnya: mengikut Yesus harus sepenuh hati, tidak bercabang atau mendua hati. Seluruhnya atau tidak sama sekali. Segala ketidakrelaan harus diletakkan di belakang & tiada pernah ditengok apalagi diambil kembali. Paulus mengatakan dalam Galatia 1:15-16, “Sesaat pun Aku tidak pernah meminta pertimbangan manusia” (waktu ia tahu siapa yang memanggilnya untuk ikut). Memang ‘segala beban & dosa’ harus kita tanggalkan dalam mengikut Yesus (Ibr. 12:1). Elisa jelas seorang anak dari keluarga kaya. Dari nats 1 Raja-Raja di atas, ia membajak sawah dengan 24 ekor lembu yang menunjukkan betapa banyak ternaknya & luasnya tanah pertaniannya. Ketika Elia menyampaikan panggilan Tuhan padanya, Elisa meninggalkan SELURUHNYA. Bajak & ternaknya dibakar habis sebagai korban; ditinggalkannya keluarganya demi melakukan kehendak Tuhan: menjadi anak rohani Elia & juga pelayan Elia selagi dimuridkan. Hari depan Elisa tampak lebih cerah jika ia mengerjakan bisnis keluarga yang mapan. Tapi hatinya telah tertuju untuk mengiring Tuhan & melakukan kehendak-Nya. Dan kita tahu hari depan Elisa selanjutnya. Bagaimana dengan Anda tahun ini? Salam revival! GBU.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Tahun Baru, 1 Januari 2016. Apa Arti Hidupmu? Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah (Filipi 1:22). Sebagian orang takut menjadi tua. Sebagian yang lain tidak ingin mati muda. Mana yang benar? Hal menjadi tua bukanlah sesuatu yang menakutkan. Demikian juga sebaliknya, mati muda tidak perlu dianggap sebagai kutukan. Jadi? Kita dapat belajar dari sikap Paulus. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, rasul Paulus mengemukakan pergumulan hatinya dalam penjara dengan kemungkinan dihukum mati atau dibebaskan. Ia memang punya keyakinan bahwa “hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (ay. 21). Tetapi, kalau ia boleh memilih, manakah yang akan ia pilih? “Aku di desak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama Kristus—itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu” (ay. 23-24). Yang penting, “jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah” (ay. 22). Abraham Lincoln berkata, “Pada akhirnya, bukan banyaknya tahun hidup kita yang dihitung, melainkan kehidupan dalam tahun-tahun hidup kita.” Sedangkan Richard Brinsley Sheridan berkata, “Nilai hidup harus diukur dengan garis yang lebih mulia, yaitu kerja dan bukan usia.” Jadi, kita diundang mengisi hidup ini dengan kebaikan Tuhan. Maka hidup ini, entah panjang entah pendek, akan bermakna positif. Mati muda tidak perlu disesalkan; sebaliknya, menjadi tua renta tidak perlu dicemaskan. Yang perlu disesalkan dan dicemaskan adalah kalau hidup kita tidak menghasilkan buah bagi kerajaan Allah —HPG. KAPAN PUN KITA AKAN MATI, PASTIKAN BAHWA KITA SUDAH MENGHASILKAN BUAH BAGI TUHAN. Selamat sore. Selamat mengawali Tahun yang Baru. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati selalu. 



No comments:

Post a Comment