HIGHER &
DEEPER
Yohanes
15:1-8, Dampak dari Pertumbuhan.
Apakah dampak kehidupan yang berakar kuat didalam Kristus? 1) Memiliki
pertumbuhan rohani yang alami (seperti pohon: yang berbuah lebat); 2)
Menghargai & memerlukan orang lain (seperti akar sebuah pohon memerlukan
air, udara, tanah, dll); 3) Kuat didalam situasi apapun. Sudahkah kita
mengalami “Pertumbuhan”?
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
PERLUNYA
PROSES PEMBENTUKAN. Berapa lama waktu untuk membuat secangkir kopi? Tidak lebih
dari 10 menit. Tetapi perjalanan biji kopi sampai menjadi minuman nikmat itu
bisa jadi perlu bertahun-tahun. Seorang pemilik toko kopi di Bandung, misalnya,
menyimpan biji kopi robusta selama 5 tahun & biji kopi arabika selama 8
tahun untuk mendapatkan biji kopi yang berkualitas. Saat ini banyak hal dapat
dilakukan dengan lebih cepat & lebih mudah, menghasilkan berbagai produk
instan yang disukai banyak orang, namun hal itu tidak menjamin produk yang
dihasilkan berkualitas lebih baik. Dalam banyak hal, waktu & proses mutlak
diperlukan untuk membuahkan hasil yang bermutu unggul. Salah satu contohnya
adalah masa persiapan seseorang yang dipakai TUHAN. Daud misalnya, diurapi
menjadi raja di 1 Samuel 16. Saat itu kemungkinan ia masih remaja. Baru 21
pasal kemudian, ketika ia berumur 30 tahun, setelah mengalami berbagai
peristiwa yang membentuk karakternya, ia ditetapkan menjadi raja atas seluruh
Israel & Yehuda. “Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi
raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah” (2 Samuel 5:4). TUHAN pun tidak
tinggal diam dalam hidup kita. DIA mempersiapkan kita tampil sebagai pribadi
yang kuat & cakap untuk mengerjakan pelayanan-NYA. Tidak jarang, seperti
biji kopi yang di simpan bertahun-tahun sebelum menjadi secangkir kopi yang
nikmat, TUHAN “menyimpan” kita dalam Proses Pembentuan, agar dapat melayani
secara lebih efektif lagi. Sekalipun prosesnya mungkin berlangsung lama &
tidak mudah, Nikmatilah... KENIKMATAN SUKSES TAK AKAN SEMPURNA TANPA ADANYA
PROSES!!! “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan
kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan
yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” (Pengkhotbah 3:11). Gbu...
Xavier
Quentin Pranata
“Ungkapan
kasih yang langsung diberikan dan dirasakan adalah kehadiran dan pelukan.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Senin, 11 Januari 2016. Garam itu Tersembunyi. Kamu adalah garam dunia
(Matius 5:13). Selain melezatkan makanan, garam lazim digunakan untuk
mengawetkan makanan, mencegah pembusukan. Garam adalah alternatif terbaik untuk
menghalau kuman dan mencegah infeksi karena gigitan serangga. Garam bisa
digunakan untuk memadamkan api, juga mencairkan salju yang membeku. Melalui
Google, kita masih bisa menemukan 14.000 lebih manfaat garam bagi kehidupan
manusia. Tuhan Yesus menyamakan kita dengan garam, “Kamu adalah garam dunia.”
Seperti garam yang memberi banyak manfaat, Tuhan ingin kita memberkati
kehidupan banyak orang. Namun, hakikat garam itu bersifat laten atau
tersembunyi. Tersamar, tak kentara, dan secukupnya saja. Tidakkah garam itu
melezatkan makanan tanpa pernah menjadi makanan itu sendiri? Itu artinya
menjadi garam dunia menuntut kita dalam memberkati tidak menonjolkan diri,
memberi manfaat tanpa pamer diri. Tidak tampak superior, tidak populer, bahkan
tanpa pamrih. Anda bukan superstar, tetapi dipilih Tuhan untuk membuka jalan
bagi seorang bintang. Anda tetap tersembunyi meskipun sumbangsih Anda
menyemarakkan dunia. Anda mewarnai keberhasilan orang lain tanpa menerima piala
atau medali. Anda adalah pahlawan tak dikenal yang memerdekakan kehidupan orang
lain. Tahukah Anda di balik sebutir garam itu tersembunyi kerendahan hati?
Menjadi garam dunia itu bekerja dengan baik dan benar, tetap tulus dan jujur
meski kelicikan dan kepicikan meruyak di negeri ini. Siapkah menggarami
orang-orang di sekitar Anda, termasuk mereka yang menolak Anda? —ASA. MENJADI
GARAM DUNIA BERARTI MEMBERKATI SESAMA DALAM KERENDAHAN HATI. Selamat pagi.
Berdoa dan baca firman. Semangat awal Minggu. Tuhan Yesus memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
122:1 – aku bersukacita ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke
rumah TUHAN”. Wow... Ayo bergembiralah kalau ke Gereja. Semangat... Tuhan Yesus
sediakan berkat-berkat jasmani terlebih berkat-berkat rohani. Selamat ibadah
dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Worship
Center Surabaya
Kebanyakan
orang rindu hidupnya dipenuhi berkat-berkat Tuhan, tapi berapa banyakkah yang
menginginkan dari hidupnya menjadi saluran berkat? Hidup yang berarti ialah
hidup yang menjadi berkat dimana melalui kehidupan kita, orang banyak beroleh
manfaat, kasih & kebaikan, hingga mereka boleh mengalami perjumpaan dengan
Tuhan. Dengan demikian, kita tidak akan menyesal ketika berdiri di hadapan Sang
Empunya Segala Sesuatu untuk mempertanggungjawabkan tahun-tahun hidup kita
selama di dunia. Hanya, bagaimana caranya hidup kita menjadi berkat bagi dunia?
Ambillah Abraham sebagai contoh dari seseorang yang mendapat janji akan
diberkati sekaligus menjadi berkat bagi semua kaum yang ada di bumi (Kej.
12:2-3). Menurut ukuran dunia waktu itu hingga saat ini, Abraham telah cukup
sukses dalam hidup, termasuk juga telah menjadi berkat. Dia berasal dari
keluarga kaya, seorang anak yang taat pada ayahnya, Terah. Istrinya cantik luar
biasa. Juga seorang majikan atau tuan yang baik bagi para pegawainya. Sebagai
saudagar yang sukses, ia tidak melupakan sanak familinya: Lot keponakan dari
kakaknya yang telah meninggal pun diangkatnya menjadi anak. Tidak hanya itu,
Abraham pandai berhubungan baik dengan masyarakat di sekitarnya bahkan juga
para pembesar & raja-raja. Kehidupan sosialnya sangat baik karena terkenal
murah hati & membumi. Bukankah ia sudah menjadi berkat? Sayangnya, belum.
Jika Abraham sudah diberkati & jadi berkat, Tuhan tidak akan memanggil
& menjanjikannya hal yang sama. Abraham BARU menjadi berkat ketika ia
memiliki & menjalani hal-hal berikut ini dalam hidupnya (inilah rumus hidup
yang menjadi berkat): Ia memiliki hubungan dengan Allah yang sejati + menerima
penyingkapan tujuan hidup & panggilan Allah itu + memiliki iman + melangkah
dalam ketaatan. Hanya dengan terhubung dengan Tuhan & berjalan bersamanya
dalam iman & ketaatan, hidup Anda tidak sia-sia meski tampak luar biasa di
mata dunia. Dalam Dia, kepenuhan hidup Anda ada. Maukah Anda? Mengambil
keputusan untuk menjadi berkat? Salam revival! GBU.

No comments:
Post a Comment