Monday, 11 January 2016

11 Januari 2016



HIGHER & DEEPER



Yohanes 15:1-8, Dampak dari Pertumbuhan. Apakah dampak kehidupan yang berakar kuat didalam Kristus? 1) Memiliki pertumbuhan rohani yang alami (seperti pohon: yang berbuah lebat); 2) Menghargai & memerlukan orang lain (seperti akar sebuah pohon memerlukan air, udara, tanah, dll); 3) Kuat didalam situasi apapun. Sudahkah kita mengalami “Pertumbuhan”?

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
PERLUNYA PROSES PEMBENTUKAN. Berapa lama waktu untuk membuat secangkir kopi? Tidak lebih dari 10 menit. Tetapi perjalanan biji kopi sampai menjadi minuman nikmat itu bisa jadi perlu bertahun-tahun. Seorang pemilik toko kopi di Bandung, misalnya, menyimpan biji kopi robusta selama 5 tahun & biji kopi arabika selama 8 tahun untuk mendapatkan biji kopi yang berkualitas. Saat ini banyak hal dapat dilakukan dengan lebih cepat & lebih mudah, menghasilkan berbagai produk instan yang disukai banyak orang, namun hal itu tidak menjamin produk yang dihasilkan berkualitas lebih baik. Dalam banyak hal, waktu & proses mutlak diperlukan untuk membuahkan hasil yang bermutu unggul. Salah satu contohnya adalah masa persiapan seseorang yang dipakai TUHAN. Daud misalnya, diurapi menjadi raja di 1 Samuel 16. Saat itu kemungkinan ia masih remaja. Baru 21 pasal kemudian, ketika ia berumur 30 tahun, setelah mengalami berbagai peristiwa yang membentuk karakternya, ia ditetapkan menjadi raja atas seluruh Israel & Yehuda. “Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah” (2 Samuel 5:4). TUHAN pun tidak tinggal diam dalam hidup kita. DIA mempersiapkan kita tampil sebagai pribadi yang kuat & cakap untuk mengerjakan pelayanan-NYA. Tidak jarang, seperti biji kopi yang di simpan bertahun-tahun sebelum menjadi secangkir kopi yang nikmat, TUHAN “menyimpan” kita dalam Proses Pembentuan, agar dapat melayani secara lebih efektif lagi. Sekalipun prosesnya mungkin berlangsung lama & tidak mudah, Nikmatilah... KENIKMATAN SUKSES TAK AKAN SEMPURNA TANPA ADANYA PROSES!!! “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” (Pengkhotbah 3:11). Gbu...

Xavier Quentin Pranata
“Ungkapan kasih yang langsung diberikan dan dirasakan adalah kehadiran dan pelukan.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 11 Januari 2016. Garam itu Tersembunyi. Kamu adalah garam dunia (Matius 5:13). Selain melezatkan makanan, garam lazim digunakan untuk mengawetkan makanan, mencegah pembusukan. Garam adalah alternatif terbaik untuk menghalau kuman dan mencegah infeksi karena gigitan serangga. Garam bisa digunakan untuk memadamkan api, juga mencairkan salju yang membeku. Melalui Google, kita masih bisa menemukan 14.000 lebih manfaat garam bagi kehidupan manusia. Tuhan Yesus menyamakan kita dengan garam, “Kamu adalah garam dunia.” Seperti garam yang memberi banyak manfaat, Tuhan ingin kita memberkati kehidupan banyak orang. Namun, hakikat garam itu bersifat laten atau tersembunyi. Tersamar, tak kentara, dan secukupnya saja. Tidakkah garam itu melezatkan makanan tanpa pernah menjadi makanan itu sendiri? Itu artinya menjadi garam dunia menuntut kita dalam memberkati tidak menonjolkan diri, memberi manfaat tanpa pamer diri. Tidak tampak superior, tidak populer, bahkan tanpa pamrih. Anda bukan superstar, tetapi dipilih Tuhan untuk membuka jalan bagi seorang bintang. Anda tetap tersembunyi meskipun sumbangsih Anda menyemarakkan dunia. Anda mewarnai keberhasilan orang lain tanpa menerima piala atau medali. Anda adalah pahlawan tak dikenal yang memerdekakan kehidupan orang lain. Tahukah Anda di balik sebutir garam itu tersembunyi kerendahan hati? Menjadi garam dunia itu bekerja dengan baik dan benar, tetap tulus dan jujur meski kelicikan dan kepicikan meruyak di negeri ini. Siapkah menggarami orang-orang di sekitar Anda, termasuk mereka yang menolak Anda? —ASA. MENJADI GARAM DUNIA BERARTI MEMBERKATI SESAMA DALAM KERENDAHAN HATI. Selamat pagi. Berdoa dan baca firman. Semangat awal Minggu. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 122:1 – aku bersukacita ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN”. Wow... Ayo bergembiralah kalau ke Gereja. Semangat... Tuhan Yesus sediakan berkat-berkat jasmani terlebih berkat-berkat rohani. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Worship Center Surabaya
Kebanyakan orang rindu hidupnya dipenuhi berkat-berkat Tuhan, tapi berapa banyakkah yang menginginkan dari hidupnya menjadi saluran berkat? Hidup yang berarti ialah hidup yang menjadi berkat dimana melalui kehidupan kita, orang banyak beroleh manfaat, kasih & kebaikan, hingga mereka boleh mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Dengan demikian, kita tidak akan menyesal ketika berdiri di hadapan Sang Empunya Segala Sesuatu untuk mempertanggungjawabkan tahun-tahun hidup kita selama di dunia. Hanya, bagaimana caranya hidup kita menjadi berkat bagi dunia? Ambillah Abraham sebagai contoh dari seseorang yang mendapat janji akan diberkati sekaligus menjadi berkat bagi semua kaum yang ada di bumi (Kej. 12:2-3). Menurut ukuran dunia waktu itu hingga saat ini, Abraham telah cukup sukses dalam hidup, termasuk juga telah menjadi berkat. Dia berasal dari keluarga kaya, seorang anak yang taat pada ayahnya, Terah. Istrinya cantik luar biasa. Juga seorang majikan atau tuan yang baik bagi para pegawainya. Sebagai saudagar yang sukses, ia tidak melupakan sanak familinya: Lot keponakan dari kakaknya yang telah meninggal pun diangkatnya menjadi anak. Tidak hanya itu, Abraham pandai berhubungan baik dengan masyarakat di sekitarnya bahkan juga para pembesar & raja-raja. Kehidupan sosialnya sangat baik karena terkenal murah hati & membumi. Bukankah ia sudah menjadi berkat? Sayangnya, belum. Jika Abraham sudah diberkati & jadi berkat, Tuhan tidak akan memanggil & menjanjikannya hal yang sama. Abraham BARU menjadi berkat ketika ia memiliki & menjalani hal-hal berikut ini dalam hidupnya (inilah rumus hidup yang menjadi berkat): Ia memiliki hubungan dengan Allah yang sejati + menerima penyingkapan tujuan hidup & panggilan Allah itu + memiliki iman + melangkah dalam ketaatan. Hanya dengan terhubung dengan Tuhan & berjalan bersamanya dalam iman & ketaatan, hidup Anda tidak sia-sia meski tampak luar biasa di mata dunia. Dalam Dia, kepenuhan hidup Anda ada. Maukah Anda? Mengambil keputusan untuk menjadi berkat? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment