Monday, 18 January 2016

18 Januari 2016



HIGHER & DEEPER



Matius 7:26-27, 26Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” Fondasi sebuah bangunan itu sangat amat penting, lebih dari bangunan itu sendiri. Ingat ilustrasi: Burg Khalifa (Dubai)/Shanghai Tower. Demikian juga dengan hidup spiritual kita penting untuk BERAKAR/TERTANAM semakin MENDALAM dalam FirmanTuhan. BERAKAR dalam hal: 1) Pray/Doa; 2) Prepared/Kesiapan; 3) Equipping/Memperlengkapi Diri; 4) Connect / Bergabung dengan sebuah Komunitas; 5) Mentoring/Butuh seorang Mentor & 6) Be generous/Jadilah orang yang berkelimpahan. Mari di tahun 2016 ini bersama kita “Terbang Semakin Tinggi/Soaring Higher&Rooting Deeper(Terbang Tinggi dan Berakar Mendalam). Amin.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! TERITRIAL. 2 Kor 10:12-18. Tuhan akan mempromosikan hambaNya yang setia. Ini yang hilang di hati kita, kita harus bertahan di ladang pelayanan kita. Sampai melihat Tuhan menggenapi janjiNya. Kita bersedia taat walaupun rugi (Maz 15:4). Tapi kalau taat untung berapa, dapat apa maka orang seperti ini tidak akan dipakai Tuhan lebih lagi. Kita nisa taat dan memerintah bersama Kristus di dalam wilayah kita sendiri karena kita sudah menemukan Tuhan kita, kita pergi dengan Tuhan kita, sehingga kita bisa berkuasa atas wilayah yang Tuhan beri. Wilayah bicara tentang domain, tentang bidang kita, kita bisa berkuasa di sana. Ini teritorial yang Tuhan sudah berikan, di pekerjaan kita itu wilayah  kita dan kita bisa bangkitdan berkuasa di situ karena kita sudah punya Tuhan, Dia menyertai kita. Tuhan berikan potensi, karunia, Roh-NYA, kita juga menemukan kasih karunia sehingga orang-orang itu bisa bersinergi dengan kita untuk menyelesaikan pekerjaan Tuhan selama kita tetap tinggal di dalam apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Dia akan memberikan orang, karunia terbesar itu “orang”. Dia yang memberikan nabi, rasul, guru sehingga mengajar kita. Dulu jelek sekarang jadi bagus, dulu miskin jadi kaya karena Tuhan memberikan orang-orang untuk mengajar kita maka kita diberkati. Kita tidak membaptis diri sendiri, kita tidak berkati pernikahan sendiri, ada orang yang melakukannya dan itu anugerah Tuhan bagi gerejaNYA. Kita harus mensyukuri orang-orang ini, orang yang tidak tahu mensyukuri pemberian Tuhan dengan orang yang mengajar kita maka kita kehilangan impartasi roh dari orang itu, kita cuma terima pengetahuan saja karena kita melecehkan orang-orangNya Tuhan. Orang itu berubah tapi semakin jahat karena tidak terima impartasi. Amin. Kita menyadari bahwa hidup kita, pekerjaan kita, perkataan kita mempengaruhi wilayah kita sendiri. Happy Monday. Happy day. JBU all.

Ibu Caroline – Bandung
Instead of praying for the new year to be a better one, pray to be a person in the new year >David Jeremiah<. Daripada berdoa supaya tahun yang baru menjadi lebih baik, berdoalah untuk menjadi seseorang yang lebih baik ditahun yang baru >David Jeremiah<. 1 Korintus 16:9, ‘Sebab disini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.’ Ditahun pembebasan seutuhnya, kita memiliki banyak kesempatan untuk berubah, terutama segala tingkah laku perbuatan kita, apa yang kita lakukan harus lebih baik dari tahun kemarin. Kita kenal rasul Paulus sebagai rasul yang besar, bukan hanya karena Allah yang membuat dia menjadi besar, tetapi dia juga tipe orang yang berani untuk melakukan perubahan. Dari manusia berdosa, yang penuh dengan kebencian dan kemarahan, dia berubah menjadi orang yang penuh kasih sayang, sekalipun kelompok orang parisi berbalik memusuhinya. Menjadi lebih baik tentunya kita harus berani menghadapi segala tantangan dan rintangan, kita tidak akan mendapat ikan besar kalau umpan kita kecil, hasil besar harus dibayar dengan pengorbanan besar. Pekerjaan besar membutuhkan kemauan besar, kesabaran yang besar, komitmen yang besar, & pengorbanan yang besar. Jika ingin lebih baik ditahun 2016, kita harus memiliki keberanian untuk hidup selaras dengan Allah, tinggalkan dosa, hidup benar dihadapan Allah, maka Allah akan membawa kita masuk kedalam rencanaNya yang baik dan indah.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Wah 3:7 – Apabila TUHAN membuka, tidak ada yang dapat menutup; Apabila TUHAN menutup, tidak ada yang dapat membuka! Berjalanlah bersama YESUS, pasti ada mujizat! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Embun yang menetes di pagi hari menandakan Tuhan menyapa kita setiap hari.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 18 Januari 2016. Tidak Meratapi Nasib. Sebab aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Roma 8:18). Seorang pelawak di kafe menceritakan lelucon dan semua penonton tertawa. Beberapa saat kemudian, ia mengulangi lelucon itu, namun kali ini hanya beberapa orang yang tertawa. Lima menit kemudian, ia mengulangi lelucon itu lagi, dan tidak ada orang yang tertawa. Lalu pelawak itu berkata, “Bila kita tidak tertawa berulang-ulang untuk lelucon yang sama, lalu mengapa Anda terus menangis untuk masalah yang sama?” Yusuf berulang-ulang mengalami masalah yang mirip. Ia mengalami masalah terus-menerus: dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya, lalu dijual sebagai budak ke tanah Mesir. Di Mesir, ia difitnah oleh istri Potifar dan dimasukkan ke dalam penjara. Di penjara, ia dilupakan oleh juru minuman yang sudah diberi tahu arti mimpinya. Namun, Yusuf tidak menangis berulang-ulang meratapi nasibnya. Pada akhir kisah, Yusuf diangkat sebagai penguasa di Mesir oleh Firaun. Ia berkata, memang saudara-saudaranya mereka-rekakan yang jahat, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan (Kej. 50:20). Menurut Rasul Paulus, penderitaan zaman sekarang tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan (Rm. 8:18). Penderitaan ringan yang sekarang ini kita alami mengerjakan kemuliaan kekal yang melebihi segalanya (2 Kor. 4:17). Apakah saat ini Anda sedang meratapi nasib? Mintalah penghiburan Roh Kudus, agar tidak larut dalam kesedihan. Masalah justru berpotensi membuat kita lebih bijak, dewasa, dan kuat. Pada akhirnya, akan ada kemuliaan di balik masalah tersebut —IN. MASALAH SEHARI CUKUP UNTUK SEHARI. Selamat pagi. Semangat awal minggu. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
LABORARE EST ORARE. [[Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu]] (Amsal 16:3). Ora et Labora , kita tentu sudah tak asing lagi dengan frasa Latin ini yang berarti berdoa dan bekerja. Bekerja dan berdoa menjadi satu kesatuan yang penting. Namun, kemungkinan besar kita masih asing dengan frasa Latin ini: laborare est orare. Laborare est orare berarti to work is to pray (bekerja berarti berdoa). Jangan kita berpikir bahwa laborare est orare (bekerja berarti berdoa) berarti jika kita bekerja keras, maka kita tidak perlu lagi berdoa. Laborare est orare justru berasal dari komunitas rahib yang mempunyai jam-jam doa rutin sebanyak tujuh kali sehari. Komunitas ini menghayati betapa kerja mereka juga merupakan bagian dari doa, sebuah relasi dengan Allah yang mewujud nyata dalam bentuk berpikir, membanting tulang, dan memeras keringat dalam bekerja. “Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu” (Amsal 16:3). Amsal ini mengingatkan kepada kita bahwa ada keterbatasan dalam segala rencana manusia. Manusia tidak berkuasa mengendalikan segala sesuatu untuk menjamin bahwa rencananya akan berhasil. Frasa “serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN” mengajak kita untuk mengingat kehadiran Tuhan, bahkan di tengah kerja keras kita. Mengingat Tuhan di tengah segala kerja keras kita, pada hakikatnya itu sudah merupakan sebuah doa. Berdoalah dengan kerja kerasmu maka kerja kerasmu tidak akan sia-sia. Awali hari-harimu dengan doa supaya kamu dapat bekerja  sesuai rencana TUHAN yang indah. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir (Pengkhotbah 3:11).

NN
Good morning harus jadi yang pertama untuk Tuhan Yesus & good night harus yang terakhir untuk Tuhan Yesus. Jangan pernah ijinkan setiap masalah itu sampai ke kepala, harus selesai sampai dilutut (doa) supaya tidur kita tetap dalam hadirat Tuhan & terima berkat Tuhan secara utuh. Jangan pernah bawa marah, jangan pernah bawa beban, apalagi bawa kuatir. Supaya kita tetap sebahasa dengan Tuhan (Pdt. Phillip Mantofa).


No comments:

Post a Comment