HIGHER &
DEEPER
1
Petrus 1:23-25, “23Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan
dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah,
yang hidup dan yang kekal. 24Sebab: ‘Semua yang hidup adalah seperti
rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan
bunga gugur. 25tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.’
Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.” Amin. Segala Kemuliaan
dan Keberhasilan manusia seperti: Kebudayaan, Sains & Filsafat, bisa muncul
dan bisa juga tiba-tiba hilang (Maz 90:5-10). Tetapi Firman Allah tetap untuk
selama-lamaNya. Amin. Saat kita membaca dan merenungkan firman, kita sedang
menanam benih firmanNya. Benih yang ditabur
ditanah hati yang baik pasti berbuah, berlipat kali ganda.
Worship
Center Surabaya
Selama-lamanya
kita harus bersyukur atas kasih karunia Tuhan yang dianugerahkan pada kita.
Atas sifatnya yang cuma-cuma itu, atas kelimpahannya & atas tak
berkesudahannya. Tanpa kasih karunia, kita binasa & mustahil jadi waris
sorga. Hanya saja, apakah sesungguhnya tujuan kasih karunia itu diberikan
selagi kita hidup di dunia? Apakah hanya untuk membuat kita nyaman, bebas rasa
bersalah, menikmati hidup sebebas-bebasnya atau untuk menjadi penjamin
kesuksesan yang kita angankan & rencanakan bagi diri kita sendiri? Apakah
Tuhan hadir sebagai roh ajaib yang mengabulkan setiap permintaan kita, atas
dasar bahwa kita ini makhluk-makhluk yang dikasihi-Nya? Paulus, yang hidupnya
dikuasai & digerakkan oleh kasih karunia Tuhan, berkata, “..Dan Kristus
telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk
dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk
mereka” (2 Kor. 5:14-15). Kristus telah mati untuk semua orang & menanggung
hukuman mereka supaya mereka tidak lagi binasa (inilah kasih karunia itu)
supaya SETIAP ORANG AKHIRNYA BEROLEH KESEMPATAN MENJALANI HIDUP YANG TERBAIK:
HIDUP BAGI KRISTUS. Inilah tujuan kasih karunia itu! Lalu apakah hidup bagi
Kristus yang dimaksud Paulus itu? Tak disangsikan lagi, hidup bagi Kristus
ialah hidup yang dimaksud oleh Kristus sebagai “mengikut Aku” dimana seseorang
harus “menyangkal diri, memikul salib lalu mengikut Dia” serta melepaskan
ikatan-ikatan (hati) atas segala sesuatu. Anak muda yang kaya dipanggil
mengikut Kristus & pulang dengan sedih sebab berat akan hartanya yang
banyak itu (Mat. 19:21-22). Memang, mengikut Kristus tidak pernah mudah. Itu
sebabnya kita memerlukan kasih karunia-Nya yang melebihi hidup & melampaui
segala yang berharga menurut pandangan dunia. Kasih karunia Tuhan akan menopang
saat kita lemah; memperbesar kapasitas kita untuk mengasihi Tuhan & taat
akan setiap petunjuk firman-Nya; bahkan untuk hidup dalam kehendak-Nya
sepanjang umur kita. Setujukah Anda? Salam revival! GBU.
Xavier
Quentin Pranata
“Mari
buang ketakutan kemarin jauh-jauh ke belakang dan hadapi dengan penuh
keberanian masa depan yang cemerlang.” Xavier Quentin Pranata.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
145:3 – Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, juga kebesaran-NYA tidak terduga!
Wow, hal-hal yang ajaib dan luar biasa pasti kita alami bersama YESUS. Dahsyat!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Sabtu, 16 Januari 2016. Hidup Dalam Taurat. Sebab dosa tidak akan
berkuasa lagi atas kamu, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi
di bawah anugerah (Roma 6:14). Pacar pertama saya dulu wanita yang saya kenal
di gereja. Karena belum punya pengalaman, hubungan kami itu dibangun dengan
dasar “boleh-tidak” dan “harus”. Kami membuat daftar apa saja yang boleh dan
tidak boleh serta kewajiban yang harus dikerjakan. Bila salah satu dari kami
ada yang melanggar kesepakatan, pasti terjadi keributan. Hubungan kami pun
penuh ketegangan dan rapuh. Hal yang sama tanpa kita sadari terjadi dalam
hubungan kita dengan Tuhan. Kita menjalani hubungan dengan Tuhan berdasarkan
“kewajiban”. Kita berpikir, “Saya harus berdoa setiap hari, baca Alkitab sekian
pasal, rajin ke gereja, kalau tidak Dia akan marah dan tidak memberkati saya.”
Kita berada di bawah hukum Taurat, dan bukan dalam kasih karunia. Hubungan
semacam itu melelahkan, karena berfokus pada usaha menyenangkan Dia dengan
kekuatan sendiri. Padahal, sampai kapan pun kita tidak akan pernah bisa
menyenangkan Dia dengan usaha kita atau membuat Dia memberkati kita karena
perbuatan kita. Karena itulah Yesus datang dan menggenapi hukum Taurat (Mat.
5:17), supaya kita bisa lepas dari kuk hukum Taurat dan hidup dalam kasih
karunia-Nya. Kasih karunia berarti Allah menerima kita berdasarkan karya
penebusan Kristus, bukan usaha kita. Jadi apa yang perlu kita lakukan? Berhentilah
berusaha menyenangkan Allah dengan usaha kita sendiri; sebaliknya, bersyukurlah
karena Dia sudah berkenan kepada kita. Kasih karunia-Nya itulah yang akan
mengajar dan memampukan kita hidup menurut kebenaran-Nya —DP. ALLAH TIDAK
MENDASARKAN HUBUNGAN DENGAN KITA PADA HUKUM TAURAT, MELAINKAN PADA KASIH
KARUNIA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment