HIGHER &
DEEPER
Yesaya
59:1, “1Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk
menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 2tetapi
yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan
yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak
mendengar, ialah segala dosamu.” Tangan Tuhan tidak kurang panjang, bagian
ini menggambarkan dosa yang telah menghalangi kita untuk menerima berkat-berkat
yang telah dijanjikan. Ayat 2: yang merupakan pemisah ialah segala kejahatanmu:
dosa yang ada di dalam kita, itulah yang menjadi tembok diantara kita dengan
Allah, karena tembok ini kita tidak lagi mengalami perkenanan, perlindungan,
pertolongan & keselamatan dari Allah. Ketika kita (yang berdosa) mau
kembali kepada Bapa maka IA akan mengampuni & memulihkan kita. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Ayub
42:2 – aku tahu, bahwa ENGKAU sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada
rencana-MU yang gagal! Luar biasa, YESUS pasti bisa menolong dan memberkati
kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Kamis, 7 Januari 2016. Tak Pernah Jauh. Pertolonganku ialah dari TUHAN,
yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu
tidak akan terlelap (Mazmur 121:2-3). Di sebuah suku Indian, anak laki-laki
yang sudah cukup umur akan dibawa ke dalam hutan dengan mata tertutup oleh pria
dewasa yang bukan keluarganya. Ketika hari gelap, tutup matanya dibuka dan
pengantarnya meninggalkannya sendirian. Ia dinyatakan lulus sebagai pria dewasa
jika tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu. Saat cahaya pagi mulai
merekah, ia melihat ke sekeliling dan terkejut ketika mendapati ayahnya berdiri
tidak jauh di belakangnya dengan golok terselip di pinggang dan dalam posisi
siap melepaskan anak panah agar tak ada binatang buas yang mendekati anaknya.
Sang ayah menjaganya sepanjang malam sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak
atau menangis. Ada kalanya kita merasa Tuhan seolah meninggalkan kita sendiri.
Sendiri di tengah pekat malam, sendiri merangkak dalam ketidakpastian, sendiri
bergumul melawan penderitaan, dan sendiri menguatkan langkah menembus
terowongan kepahitan. Pemazmur mengingatkan kita tentang Tuhan yang tak akan pernah
jauh, bahkan tak pernah terlelap demi menjaga anak-anak-Nya dari panah api si
jahat. Mata-Nya mengawasi semua orang yang bernaung di bawah sayap
perlindungan-Nya. Seringkali kita tak menyadari kehadiran Allah dalam hidup
kita. Rutinitas dan kesibukan menenggelamkan kita. Kita tidak menyadari bahwa
Dia adalah Allah yang tak pernah jauh, tak pernah mengecewakan, tak pernah
membiarkan kita sendiri. Dalam kesesakan, kebimbangan dan kekecewaan, ingatlah
bahwa Tuhan senantiasa dekat merengkuh kita —YES. ALLAH TAK PERNAH PERGI
MENJAUH DARI HIDUP KITA; KITALAH YANG PERLU TERUS MENYADARI KEDEKATAN-NYA ITU.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Worship
Center Surabaya
Sejak
zaman rasul-rasul, dari firman tertulis (yang sekarang berupa Perjanjian Lama)
yang dibaca orang telah muncul rupa-rupa angin pengajaran (Ef. 4:14), yang
menimbulkan kontroversi & perdebatan (1 Tim. 6:20-21) bahkan menyesatkan
banyak orang (Ibr. 13:9; 2 Pet. 2:1;3:17). Itu masih tidak jauh berbeda sampai
hari ini. Era informasi yang dahsyat telah berhasil menampilkan hampir semua
ideologi & ajaran-ajaran agama yang pernah ada ribuan tahun lampau hingga
yang terbaru. Mengenai bagaimana kita menyikapi firman, hikmat memperingatkan
kita: “Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan
dianggap pendusta” ~Ams. 30:6. “Menambahi firman” berarti memahami/menyampaikan
sesuatu yang sebenarnya bukan pengertian yang murni dari firman itu sendiri.
Isi ajaran atau tujuan penyampaiannya meleset dari maksud Tuhan. Yang
disampaikan bukan lagi pesan yang murni dari Tuhan hingga Tuhan menegur &
memandang mereka sebagai PENDUSTA atau PENIPU. Bagaimana kita bisa dipandang
menambahi firman? -Dengan menafsirkan ayat-ayat Alkitab secara keliru. Jika
kita membaca & mendengarkan ajaran Alkitab tanpa menyelami lebih dalam akan
prinsip-prinsip penafsiran yang sehat; juga mencoba memahaminya dengan hati
& pikiran digerakkan ego, keangkuhan yang tidak disadari &
keinginan-keinginan duniawi -maka penafsiran kita sangat rawan penyimpangan,
sebab kita berusaha memahami jalan-jalan Tuhan dengan pola pikir manusiawi
kita. -Dengan menambahkan praktek-praktek tatacara atau tradisi agama keluar
dari inti kebenaran yang Tuhan maksud. Inilah sebab terbesar mengapa pemahaman
Yesus dengan orang-orang Farisi kerap berseberangan walau sama-sama berlatar
belakang Yahudi. -Dengan meyakini pesan-pesan rohani bersifat supranatural atau
profetik yang tidak teruji, yang jika didalami, nyatanya tidak selaras dengan
prinsip-prinsip kebenaran murni sesuai pikiran & hati Tuhan. Hanya hati
seorang murid yang merendahkan diri untuk belajar & diajar Roh Kudus dalam
lapar & haus kebenaran yang akan menerima pengertian yang murni &
sejati dari firman. Setujukah Anda? Salam revival! GBU.
Xavier
Quentin Pranata
“Proses
yang berat sepadan dengan berkat yang didapat.” Xavier Quentin Pranata.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
“Sesungguhnya
Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi,
dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan
meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang KUjanjikan kepadamu”
(Kejadian 28:15). Gbu...
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! TEKAD UNTUK BERUBAH. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kesudahannya,
sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus (1 Kor 1:8).
Selamat tinggal 2015, selamat datang 2016! Hari ini kembali kita memasuki bulan
pertama di tahun yang baru, tahun baru biasanya dipakai orang sebagai momen
guna membuat satu tekad untuk melakukan perubahan. Ada yang bertekad untuk
membuat perubahan-perubahan menyangkut studi, pekerjaan, keluarga, kesehatan,
keuangan dan lain-lain. Tetapi dari semua perubahan yang dituju, sebenarnya
perubahan yang paling penting untuk dijadikan target utama adalah perubahan
karakter dan kasih kita pada Tuhan. Mengapa? Karena kehidupan yang sedang kita
jalani ini akan berlalu. Tidakkah kita menyadari bahwa tahun demi tahun
berganti dengan demikian cepat? Dan tahun demi tahun yang terus berganti ini
lama kelamaan akan berakhir. Hidup kita yang sebenarnya akan kita habiskan
bersama Tuhan dalam tahun-tahun kekekalan di rumahNya, di Surga. Dengan
demikian sesungguhnya tidak ada yang lebih penting bagi Tuhan selain
pembentukan karakter kita supaya menjadi kudus dan tak bercela di hadapanNya.
Karena adalah kerinduanNya agar kita dapat selamanya bersama Dia dan menikmati
cinta kasihNya dengan sempurna, baik saat kita masih di bumi maupun nanti di
surga. Tuhan Yesus ingin mengubah karakter diri kita menjadi serupa dengan
karakterNya. Mari kita menyongsong tahun 2016 ini dengan tekad terus bertumbuh
dalam karakter Kristus dan meningkatkan kasih kita padaNya. Indonesia pasti
akan dipenuhi oleh kemuliaan Allah bila mayoritas orang Kristen di negeri ini
memiliki karakter Kristus. Amin. Selamat sore. Jbu all.
Ibu
Caroline – Bandung
The
process of spiritual growth is never an easy process. That process undergoes
many trials, but each trial makes you stronger. Proses pertumbuhan rohani
terkadang merupakan proses yang tidak mudah. Proses itu harus melewati banyak
ujian, tetapi setiap ujian membuat anda menjadi lebih kuat. Iman yang
Berkualitas: Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja,
bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku & tidak akan menyembah patung emas
yang tuanku dirikan itu (Dan 3:18). Kita dapat belajar dari doa penuh iman yang
dipanjatkan oleh Sadrakh, Mesakh & Abednego. Tidak perlu dipertanyakan
lagi, ketiga pemuda ini pasti ingin diselamatkan dari perapian yang
menyala-nyala itu. Mereka penuh iman, sangat yakin bahwa Allah sanggup
melepaskan mereka. Menariknya, mereka membubuhkan catatan, “Tetapi seandainya
tidak...”. Ini membuktikan kesejatian iman mereka. Ini juga membuktikan bahwa
ada yang lebih penting dari nyawa mereka, yakni Allah & hubungan mereka
dengan-Nya. Mereka tidak menuntut Allah mengabulkan doa, tetapi dengan penuh
iman menempatkan diri di bawah kedaulatan & kehendak-Nya. Pada saat doa
kita tidak dikabulkan, respons kita menunjukkan kualitas iman yang kita miliki.
Dalam doa di taman Getsemani, Yesus meneladankan iman yang penuh penyerahan
diri, “Bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Iman yang
tidak hanya menantikan jawaban doa, tetapi terutama merindukan agar kehendak
Tuhan terjadi. Iman itu berserah, bukan menuntut Allah.
NN
MELAKUKAN
TEROBOSAN BARU. Di penghujung tahun 2015, bagaimana anda mengevaluasi diri
sendiri? Apakah anda adalah tipe yang ‘mengikuti arus’ sambil berharap-harap
ada perubahan ke arah yang lebih positif? Atau anda adalah tipe yang
mengupayakan perubahan tersebut dari dalam diri anda sendiri? Berubah dari
dalam diri sendiri atau diubah/dipaksa berubah secara menyakitkan oleh
sekeliling anda? Manapun yang Anda pilih, yang pasti adalah Perubahan itu
selalu terjadi. Menyadari bahwa segala sesuatu pasti berubah, maka kita akan
selalu BERBAHAGIA dalam menghadapi setiap perubahan, sekalipun Perubahan itu
sesuatu yang tidak diinginkan. PERJALANAN RIBUAN MIL SELALU DIAWALI DENGAN
LANGKAH PERTAMA. Perubahan hidup hanya bisa terjadi pada saat anda bertindak.
•Apapun perubahan yang anda inginkan terjadi; •Apapun arah hidup yang anda
ingin tempuh; •Apapun masa depan yang anda ingin wujudkan dalam hidup; •Apapun
warisan yang anda ingin tinggalkan; •Apapun kesan atau pengaruh yang anda ingin
buat; •Apapun impian yang anda ingin raih; •Apapun perjalanan hidup yang anda
ingin lakukan. SEMUANYA DI MULAI dengan LANGKAH PERTAMA... BERSIAPLAH MENGAWALI
TAHUN 2016 dengan LANGKAH BARU UNTUK SUATU TEROBOSAN BARU DALAM HIDUP ANDA.

No comments:
Post a Comment