Thursday, 7 January 2016

7 Januari 2016



HIGHER & DEEPER



Yesaya 59:1, 1Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 2tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” Tangan Tuhan tidak kurang panjang, bagian ini menggambarkan dosa yang telah menghalangi kita untuk menerima berkat-berkat yang telah dijanjikan. Ayat 2: yang merupakan pemisah ialah segala kejahatanmu: dosa yang ada di dalam kita, itulah yang menjadi tembok diantara kita dengan Allah, karena tembok ini kita tidak lagi mengalami perkenanan, perlindungan, pertolongan & keselamatan dari Allah. Ketika kita (yang berdosa) mau kembali kepada Bapa maka IA akan mengampuni & memulihkan kita. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Ayub 42:2 – aku tahu, bahwa ENGKAU sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-MU yang gagal! Luar biasa, YESUS pasti bisa menolong dan memberkati kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 7 Januari 2016. Tak Pernah Jauh. Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap (Mazmur 121:2-3). Di sebuah suku Indian, anak laki-laki yang sudah cukup umur akan dibawa ke dalam hutan dengan mata tertutup oleh pria dewasa yang bukan keluarganya. Ketika hari gelap, tutup matanya dibuka dan pengantarnya meninggalkannya sendirian. Ia dinyatakan lulus sebagai pria dewasa jika tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu. Saat cahaya pagi mulai merekah, ia melihat ke sekeliling dan terkejut ketika mendapati ayahnya berdiri tidak jauh di belakangnya dengan golok terselip di pinggang dan dalam posisi siap melepaskan anak panah agar tak ada binatang buas yang mendekati anaknya. Sang ayah menjaganya sepanjang malam sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis. Ada kalanya kita merasa Tuhan seolah meninggalkan kita sendiri. Sendiri di tengah pekat malam, sendiri merangkak dalam ketidakpastian, sendiri bergumul melawan penderitaan, dan sendiri menguatkan langkah menembus terowongan kepahitan. Pemazmur mengingatkan kita tentang Tuhan yang tak akan pernah jauh, bahkan tak pernah terlelap demi menjaga anak-anak-Nya dari panah api si jahat. Mata-Nya mengawasi semua orang yang bernaung di bawah sayap perlindungan-Nya. Seringkali kita tak menyadari kehadiran Allah dalam hidup kita. Rutinitas dan kesibukan menenggelamkan kita. Kita tidak menyadari bahwa Dia adalah Allah yang tak pernah jauh, tak pernah mengecewakan, tak pernah membiarkan kita sendiri. Dalam kesesakan, kebimbangan dan kekecewaan, ingatlah bahwa Tuhan senantiasa dekat merengkuh kita —YES. ALLAH TAK PERNAH PERGI MENJAUH DARI HIDUP KITA; KITALAH YANG PERLU TERUS MENYADARI KEDEKATAN-NYA ITU. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Worship Center Surabaya
Sejak zaman rasul-rasul, dari firman tertulis (yang sekarang berupa Perjanjian Lama) yang dibaca orang telah muncul rupa-rupa angin pengajaran (Ef. 4:14), yang menimbulkan kontroversi & perdebatan (1 Tim. 6:20-21) bahkan menyesatkan banyak orang (Ibr. 13:9; 2 Pet. 2:1;3:17). Itu masih tidak jauh berbeda sampai hari ini. Era informasi yang dahsyat telah berhasil menampilkan hampir semua ideologi & ajaran-ajaran agama yang pernah ada ribuan tahun lampau hingga yang terbaru. Mengenai bagaimana kita menyikapi firman, hikmat memperingatkan kita: “Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta” ~Ams. 30:6. “Menambahi firman” berarti memahami/menyampaikan sesuatu yang sebenarnya bukan pengertian yang murni dari firman itu sendiri. Isi ajaran atau tujuan penyampaiannya meleset dari maksud Tuhan. Yang disampaikan bukan lagi pesan yang murni dari Tuhan hingga Tuhan menegur & memandang mereka sebagai PENDUSTA atau PENIPU. Bagaimana kita bisa dipandang menambahi firman? -Dengan menafsirkan ayat-ayat Alkitab secara keliru. Jika kita membaca & mendengarkan ajaran Alkitab tanpa menyelami lebih dalam akan prinsip-prinsip penafsiran yang sehat; juga mencoba memahaminya dengan hati & pikiran digerakkan ego, keangkuhan yang tidak disadari & keinginan-keinginan duniawi -maka penafsiran kita sangat rawan penyimpangan, sebab kita berusaha memahami jalan-jalan Tuhan dengan pola pikir manusiawi kita. -Dengan menambahkan praktek-praktek tatacara atau tradisi agama keluar dari inti kebenaran yang Tuhan maksud. Inilah sebab terbesar mengapa pemahaman Yesus dengan orang-orang Farisi kerap berseberangan walau sama-sama berlatar belakang Yahudi. -Dengan meyakini pesan-pesan rohani bersifat supranatural atau profetik yang tidak teruji, yang jika didalami, nyatanya tidak selaras dengan prinsip-prinsip kebenaran murni sesuai pikiran & hati Tuhan. Hanya hati seorang murid yang merendahkan diri untuk belajar & diajar Roh Kudus dalam lapar & haus kebenaran yang akan menerima pengertian yang murni & sejati dari firman. Setujukah Anda? Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“Proses yang berat sepadan dengan berkat yang didapat.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
“Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang KUjanjikan kepadamu” (Kejadian 28:15). Gbu...

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! TEKAD UNTUK BERUBAH. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus (1 Kor 1:8). Selamat tinggal 2015, selamat datang 2016! Hari ini kembali kita memasuki bulan pertama di tahun yang baru, tahun baru biasanya dipakai orang sebagai momen guna membuat satu tekad untuk melakukan perubahan. Ada yang bertekad untuk membuat perubahan-perubahan menyangkut studi, pekerjaan, keluarga, kesehatan, keuangan dan lain-lain. Tetapi dari semua perubahan yang dituju, sebenarnya perubahan yang paling penting untuk dijadikan target utama adalah perubahan karakter dan kasih kita pada Tuhan. Mengapa? Karena kehidupan yang sedang kita jalani ini akan berlalu. Tidakkah kita menyadari bahwa tahun demi tahun berganti dengan demikian cepat? Dan tahun demi tahun yang terus berganti ini lama kelamaan akan berakhir. Hidup kita yang sebenarnya akan kita habiskan bersama Tuhan dalam tahun-tahun kekekalan di rumahNya, di Surga. Dengan demikian sesungguhnya tidak ada yang lebih penting bagi Tuhan selain pembentukan karakter kita supaya menjadi kudus dan tak bercela di hadapanNya. Karena adalah kerinduanNya agar kita dapat selamanya bersama Dia dan menikmati cinta kasihNya dengan sempurna, baik saat kita masih di bumi maupun nanti di surga. Tuhan Yesus ingin mengubah karakter diri kita menjadi serupa dengan karakterNya. Mari kita menyongsong tahun 2016 ini dengan tekad terus bertumbuh dalam karakter Kristus dan meningkatkan kasih kita padaNya. Indonesia pasti akan dipenuhi oleh kemuliaan Allah bila mayoritas orang Kristen di negeri ini memiliki karakter Kristus. Amin. Selamat sore. Jbu all.

Ibu Caroline – Bandung
The process of spiritual growth is never an easy process. That process undergoes many trials, but each trial makes you stronger. Proses pertumbuhan rohani terkadang merupakan proses yang tidak mudah. Proses itu harus melewati banyak ujian, tetapi setiap ujian membuat anda menjadi lebih kuat. Iman yang Berkualitas: Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku & tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu (Dan 3:18). Kita dapat belajar dari doa penuh iman yang dipanjatkan oleh Sadrakh, Mesakh & Abednego. Tidak perlu dipertanyakan lagi, ketiga pemuda ini pasti ingin diselamatkan dari perapian yang menyala-nyala itu. Mereka penuh iman, sangat yakin bahwa Allah sanggup melepaskan mereka. Menariknya, mereka membubuhkan catatan, “Tetapi seandainya tidak...”. Ini membuktikan kesejatian iman mereka. Ini juga membuktikan bahwa ada yang lebih penting dari nyawa mereka, yakni Allah & hubungan mereka dengan-Nya. Mereka tidak menuntut Allah mengabulkan doa, tetapi dengan penuh iman menempatkan diri di bawah kedaulatan & kehendak-Nya. Pada saat doa kita tidak dikabulkan, respons kita menunjukkan kualitas iman yang kita miliki. Dalam doa di taman Getsemani, Yesus meneladankan iman yang penuh penyerahan diri, “Bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Iman yang tidak hanya menantikan jawaban doa, tetapi terutama merindukan agar kehendak Tuhan terjadi. Iman itu berserah, bukan menuntut Allah.

NN
MELAKUKAN TEROBOSAN BARU. Di penghujung tahun 2015, bagaimana anda mengevaluasi diri sendiri? Apakah anda adalah tipe yang ‘mengikuti arus’ sambil berharap-harap ada perubahan ke arah yang lebih positif? Atau anda adalah tipe yang mengupayakan perubahan tersebut dari dalam diri anda sendiri? Berubah dari dalam diri sendiri atau diubah/dipaksa berubah secara menyakitkan oleh sekeliling anda? Manapun yang Anda pilih, yang pasti adalah Perubahan itu selalu terjadi. Menyadari bahwa segala sesuatu pasti berubah, maka kita akan selalu BERBAHAGIA dalam menghadapi setiap perubahan, sekalipun Perubahan itu sesuatu yang tidak diinginkan. PERJALANAN RIBUAN MIL SELALU DIAWALI DENGAN LANGKAH PERTAMA. Perubahan hidup hanya bisa terjadi pada saat anda bertindak. •Apapun perubahan yang anda inginkan terjadi; •Apapun arah hidup yang anda ingin tempuh; •Apapun masa depan yang anda ingin wujudkan dalam hidup; •Apapun warisan yang anda ingin tinggalkan; •Apapun kesan atau pengaruh yang anda ingin buat; •Apapun impian yang anda ingin raih; •Apapun perjalanan hidup yang anda ingin lakukan. SEMUANYA DI MULAI dengan LANGKAH PERTAMA... BERSIAPLAH MENGAWALI TAHUN 2016 dengan LANGKAH BARU UNTUK SUATU TEROBOSAN BARU DALAM HIDUP ANDA.

No comments:

Post a Comment