Tuesday, 5 January 2016

5 Januari 2016



HIGHER & DEEPER




Yesaya 40:31, “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Amin. Orang yang BERHARAP kepada Tuhan dijanjikan: (1) Kekuatan baru ditengah kelelahan, kelemahan & penderitaan; (2) Kemampuan untuk mengatasi persoalan. (3) Kesanggupan untuk berlari secara rohani tanpa merasa lelah & terus berjalan maju tanpa letih. DIA berjanji jikalau kita dengan sabar mengandalkan DIA maka DIA akan memberikan apapun yang kita “PERLUKAN/BUTUHKAN” untuk menopang kita senantiasa. Amin. Maukah kita sabar menanti-nantikan jawaban Tuhan? 

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 5 Januari 2016. Menyembah di dalam Lembah. Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu (Mazmur 88:14). Mazmur 88 ditulis oleh Heman, seorang yang bijaksana (1 Raj. 4:31) dan melayani sebagai penyanyi dalam ibadah Raja Daud (1 Taw. 15:19; 16:41-42; 25:1, 6). Ia, yang mengalami kegetiran hidup cukup lama, mengungkapkan isi hatinya di hadapan Allah dan mengakhiri doanya dengan pedih, “kenalan-kenalanku adalah kegelapan.” Akhir doanya ini sekaligus menjadi keunikan Mazmur 88 dibandingkan dengan mazmur ratapan lainnya. Jika mazmur ratapan lainnya diakhiri dengan kalimat yang mengandung harapan, keseluruhan Mazmur 88 berisi ratapan. Doa Heman menjadi contoh bagaimana tetap menyembah Allah ketika kita sedang berada di lembah kekelaman. Persahabatannya dengan Allah membuatnya tidak malu untuk membagikan beban hidupnya kepada-Nya. Ia mengungkapkan semua keletihan yang dirasakannya kepada Allah. Ia mengangkat kepalanya ke surga dan berkata, “Allah, di sinilah saya. Betapa gelapnya hidup saya saat ini.” Sungguh melegakan ketika kita datang kepada-Nya dengan sikap apa adanya. Namun, banyak di antara kita yang enggan menyampaikan keluhan kepada Allah karena mengganggap hal itu kurang patut. Allah menghendaki kita untuk menghampiri-Nya bukan hanya pada saat kita berada di puncak gunung melainkan juga ketika di dalam lembah. Dia yang pernah merasakan hidup di dalam lembah berkenan memenuhi kita dengan Roh-Nya dan mengangkat kepenatan rohani kita dan menggantinya dengan anugerah-Nya. “Dia tidak memandang hina... Dia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya” (Maz. 22:25) —NW. DALAM LEMBAH KEKELAMAN SEKALIPUN, TAK PERLU KITA GENTAR KARENA TERANG DAN PERTOLONGAN ALLAH TAK PERNAH PUDAR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Selasa, 5 Januari 2016. Bacaan: Yunus 1:1-7. Setahun: Kejadian 13-15. Nats: TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur (Yunus 1:4). KENA GETAHNYA. Sebuah pepatah Jawa mengatakan: “Anak polah, bapa kepradah.” Artinya, bila seorang anak membuat masalah, biasanya orangtua harus ikut menanggung akibatnya. Tak hanya dirinya sendiri dirugikan, tapi orang lain bisa kena getahnya. Allah mengirimkan badai besar di laut untuk meyakinkan Yunus, agar ia kembali menaati panggilan-Nya. Namun, Yunus tetap mengeraskan hatinya, ia tetap melarikan diri dari panggilan hidupnya. Ia tidak peduli. Ia turun ke bagian kapal yang paling bawah dan tertidur di situ (ay. 5). Sebagai akibat dari ketidaktaatan Yunus, yang terancam bukan hanya nyawanya sendiri, tetapi juga nyawa semua pelaut yang ada di kapal itu bersamanya. Tuhan telah memilih dan menyelamatkan kita oleh pengurbanan Kristus yang rela mati di atas kayu salib. Tujuan utama anugerah keselamatan itu bukan untuk kenikmatan kita pribadi saja, yaitu kelak masuk surga. Tidak! Anda dan saya ditebus oleh Kristus, agar kita menjadi manusia baru. Lalu kita bisa menjadi rekan sekerja Allah, untuk mewartakan kabar sukacita. Yakni bahwa Allah begitu mengasihi dunia ini, dan menghadirkan Yesus Kristus untuk menebus semua manusia yang berdosa. Kesaksian hidup kita, baik melalui tutur kata maupun perbuatan nyata, akan menolong orang lain datang dan percaya kepada Kristus. Bila kita menjauhi-Nya, menolak panggilan-Nya, dan hanya hidup untuk mengejar kenikmatan sendiri, waspadalah! Sebab ketidaktaatan kita juga bisa membawa akibat bagi orang-orang di sekitar kita, bahkan keluarga dan anak-anak kita –Susanto. KETAATANMU MEMBERKATI BANYAK ORANG; KETIDAKTAATANMU MENCELAKAKAN ORANG LAIN JUGA.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Markus 4:39 – Kata YESUS kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu teduh sekali... Wow, YESUS dahsyat. Masalah apapun yang kita alami YESUS sanggup menolong! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment