HIGHER &
DEEPER
Yesaya
40:31, “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan
baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya;
mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi
lelah.” Amin. Orang yang BERHARAP kepada Tuhan dijanjikan: (1)
Kekuatan baru ditengah kelelahan, kelemahan & penderitaan; (2)
Kemampuan untuk mengatasi persoalan. (3) Kesanggupan untuk berlari
secara rohani tanpa merasa lelah & terus berjalan maju tanpa letih. DIA
berjanji jikalau kita dengan sabar mengandalkan DIA maka DIA akan
memberikan apapun yang kita “PERLUKAN/BUTUHKAN” untuk menopang kita senantiasa.
Amin. Maukah kita sabar menanti-nantikan jawaban Tuhan?
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Selasa, 5 Januari 2016. Menyembah di dalam Lembah. Tetapi aku ini, ya
TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang
ke hadapan-Mu (Mazmur 88:14). Mazmur 88 ditulis oleh Heman, seorang yang
bijaksana (1 Raj. 4:31) dan melayani sebagai penyanyi dalam ibadah Raja Daud (1
Taw. 15:19; 16:41-42; 25:1, 6). Ia, yang mengalami kegetiran hidup cukup lama,
mengungkapkan isi hatinya di hadapan Allah dan mengakhiri doanya dengan pedih,
“kenalan-kenalanku adalah kegelapan.” Akhir doanya ini sekaligus menjadi
keunikan Mazmur 88 dibandingkan dengan mazmur ratapan lainnya. Jika mazmur
ratapan lainnya diakhiri dengan kalimat yang mengandung harapan, keseluruhan
Mazmur 88 berisi ratapan. Doa Heman menjadi contoh bagaimana tetap menyembah
Allah ketika kita sedang berada di lembah kekelaman. Persahabatannya dengan
Allah membuatnya tidak malu untuk membagikan beban hidupnya kepada-Nya. Ia
mengungkapkan semua keletihan yang dirasakannya kepada Allah. Ia mengangkat
kepalanya ke surga dan berkata, “Allah, di sinilah saya. Betapa gelapnya hidup
saya saat ini.” Sungguh melegakan ketika kita datang kepada-Nya dengan sikap
apa adanya. Namun, banyak di antara kita yang enggan menyampaikan keluhan
kepada Allah karena mengganggap hal itu kurang patut. Allah menghendaki kita
untuk menghampiri-Nya bukan hanya pada saat kita berada di puncak gunung
melainkan juga ketika di dalam lembah. Dia yang pernah merasakan hidup di dalam
lembah berkenan memenuhi kita dengan Roh-Nya dan mengangkat kepenatan rohani
kita dan menggantinya dengan anugerah-Nya. “Dia tidak memandang hina... Dia
mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya” (Maz. 22:25) —NW.
DALAM LEMBAH KEKELAMAN SEKALIPUN, TAK PERLU KITA GENTAR KARENA TERANG DAN
PERTOLONGAN ALLAH TAK PERNAH PUDAR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
Selasa,
5 Januari 2016. Bacaan: Yunus 1:1-7. Setahun: Kejadian 13-15. Nats: TUHAN
menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu
hampir-hampir terpukul hancur (Yunus 1:4). KENA GETAHNYA. Sebuah pepatah Jawa
mengatakan: “Anak polah, bapa kepradah.” Artinya, bila seorang anak membuat
masalah, biasanya orangtua harus ikut menanggung akibatnya. Tak hanya dirinya
sendiri dirugikan, tapi orang lain bisa kena getahnya. Allah mengirimkan badai
besar di laut untuk meyakinkan Yunus, agar ia kembali menaati panggilan-Nya.
Namun, Yunus tetap mengeraskan hatinya, ia tetap melarikan diri dari panggilan
hidupnya. Ia tidak peduli. Ia turun ke bagian kapal yang paling bawah dan
tertidur di situ (ay. 5). Sebagai akibat dari ketidaktaatan Yunus, yang
terancam bukan hanya nyawanya sendiri, tetapi juga nyawa semua pelaut yang ada
di kapal itu bersamanya. Tuhan telah memilih dan menyelamatkan kita oleh
pengurbanan Kristus yang rela mati di atas kayu salib. Tujuan utama anugerah
keselamatan itu bukan untuk kenikmatan kita pribadi saja, yaitu kelak masuk
surga. Tidak! Anda dan saya ditebus oleh Kristus, agar kita menjadi manusia
baru. Lalu kita bisa menjadi rekan sekerja Allah, untuk mewartakan kabar
sukacita. Yakni bahwa Allah begitu mengasihi dunia ini, dan menghadirkan Yesus
Kristus untuk menebus semua manusia yang berdosa. Kesaksian hidup kita, baik
melalui tutur kata maupun perbuatan nyata, akan menolong orang lain datang dan
percaya kepada Kristus. Bila kita menjauhi-Nya, menolak panggilan-Nya, dan
hanya hidup untuk mengejar kenikmatan sendiri, waspadalah! Sebab ketidaktaatan
kita juga bisa membawa akibat bagi orang-orang di sekitar kita, bahkan keluarga
dan anak-anak kita –Susanto. KETAATANMU MEMBERKATI BANYAK ORANG;
KETIDAKTAATANMU MENCELAKAKAN ORANG LAIN JUGA.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Markus
4:39 – Kata YESUS kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu teduh sekali...
Wow, YESUS dahsyat. Masalah apapun yang kita alami YESUS sanggup menolong!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment