HIGHER &
DEEPER
Yohanes
8:12, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: ‘Akulah terang
dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan,
melainkan ia akan mempunyai terang hidup.’” Yesus adalah Terang yang
sesungguhnya, DIA melenyapkan kegelapan dengan menerangi jalan yang benar
kepada Allah dan Keselamatan. “Barangsiapa mengikut AKU” adalah bentuk kata
kerja masa kini, yang menunjukkan suatu tindakan yang berkelanjutan,
barangsiapa mengikut DIA terus menerus, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan
melainkan ia akan mempunyai Terang Hidup. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Tidak
ada obat yang lebih manjur untuk mengobati sakit hati ketimbang hati yang mau
bersyukur.” Xavier Quentin Pranata.
Tante Elisabeth – NTT
Ya
amin! Prince of peace (Raja Damai). Kita punya damai maka kita punya segalanya,
punya damai ada peningkatan dalam hidup kita. Minta dalam setiap doamu, Tuhan
berkati mataku & bukakan untuk melihat jauh dari pada hal natural & hal
dari roh dan penerobos dari segala kedagingan, untuk dapat melihat ha-hal yang
indah. Semua hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin karena kekuatan kita
ada di dalam Dia Tuhan yang berkuasa. Setelah kita menerima, mendengarkan
kebenaran, kita harus percaya Tuhan yang memberi damai. Tuhan membuka mata kita
supaya bisa melihat strategi di dalam roh. Hidup dalam firmanNya itu adalah
posisi kita, itu adalah tempat kita, karena itu kita punya Bapa, punya Anak dan
Roh Kudus. Jangan iman kita menjadi gugur, kita harus terus menguatkan
saudara-saudara kita ini adalah kuncinya bagaimana membawa mandat kerajaan,
kuatkan saudara yang lain, pengaruhi orang lain, perkenalkan damai kepada orang
lain. Tuhan tidak akan ijinkan untuk lakukan sendiri, doa Yesus, Aku dan BapaKu
menjadi satu sama seperti mereka menjadi satu didalam Aku. Kuasa satu orang
bergerak satu orang: Lihat lewat mataNya Kristus, kuatkan satu dengan yang
lain. Yesaya 33:5-51. Ia akan memberikan kestabilan, keselamatan &
kekayaan. Hikmat, pengetahuan, takut akan Tuhan harta benda Sion. Negeri kita, kota
kita, keluarga kita tidak sama lagi, mendapatkan kestabilan ada hikmat dengan
takut akan Tuhan sebagai harta, ada Bapa didalam rumah mencari putraNya, Tuhan
akan membangkitkan putra-putra dari kerajaan di negeri kita, Tuhan akan bawa
orang-orang dari kota lain dibawa ke kota kita untuk bersinergi membangun
Indonesia. Ini adalah terobosan pergi dan kuatkan saudara-saudara buat hidup
orang lain menjadi kepenuhan Tuhan. Amin. Selamat pagi, tetap semangat selalu
menjadi Conselor. JBU all .
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Kamis, 28 Januari 2016. Tidak Mungkin! Tetapi Saul berkata kepada Daud:
Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia,
sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi
prajurit (1 Samuel 17:33). Kisah pertempuran Daud melawan Goliat bukan sesuatu
yang baru bagi mayoritas orang Kristen. Kebanyakan orang tentu sudah mendengar
kisah kehebatan Daud, yang mengalahkan jagoan Filistin itu dalam hitungan
detik. Kisah kepahlawanan Daud pun menempati daftar teratas dalam kisah-kisah
Alkitab yang saya sukai. Sosok yang masih muda, sempat diremehkan oleh
saudara-saudaranya, termasuk diremehkan oleh raja Saul, tetapi semuanya itu tak
mengurungkan niat Daud untuk maju ke medan pertempuran. “Tidak mungkin engkau
dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia.” Perkataan ini meluncur
dari mulut Saul, raja Israel saat itu. Perkataan yang segera disusul dengan
pernyataan Saul bahwa pengalaman Goliat jauh lebih unggul dari anak Isai itu. Namun,
perkataan Saul tak melemahkan iman Daud. Ia segera bersaksi mengenai pengalaman
pribadinya ketika menggembalakan kambing domba milik ayahnya. Daud pun menutup
percakapan hari itu dengan keyakinan akan penyertaan Allah (ay. 37). Saul yang
tak lagi punya alas an untuk melemahkan semangat Daud, akhirnya hanya bisa
berkata, “Pergilah! Tuhan menyertai engkau.” Memang tak enak jika ada orang
meremehkan atau kurang yakin dengan kemampuan kita. Perkataan “tidak mungkin”
berpotensi melemahkan keyakinan, pengharapan, bahkan iman kita. Apalagi ketika
perkataan tersebut disampaikan oleh orang-orang yang dekat dengan kita. Dalam
kondisi demikian, kita perlu tetap memandang kepada Allah dan meyakini
penyertaan-Nya—GHJ. PENYERTAAN ALLAH MEMBUAT SEGALA SESUATU MUNGKIN BAGI ORANG
PERCAYA. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
Kamis,
28 Januari 2016. Bacaan: Lukas 22:39-46. Setahun: Keluaran 32-34. Nats:
Kata-Nya kepada mereka, ‘Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya
kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan’ (Lukas 22:46). BANGUN DAN BERDOA. Pada
Juli 1991, seorang stuntman, Bobby Leach, mengarungi air terjun Niagara dalam
gentong besi. Ia hanya menderita luka-luka ringan walaupun aksinya itu sangat
berbahaya. Beberapa tahun kemudian, ketika Leach sedang berjalan-jalan di New
Zealand, ia tergelincir karena menginjak kulit jeruk. Ia jatuh dan kakinya
patah. Ia dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia karena mengalami
komplikasi. Ia menderita luka-luka yang lebih berat ketika berjalan daripada
ketika mengarungi Niagara. Ia mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi
bahaya yang besar, namun ia tidak siap akan bahaya yang mengancam di jalan.
Yesus memahami benar apa artinya menjaga hidup dengan penuh kewaspadaan dari
ancaman Iblis yang dapat menjatuhkan iman-Nya dan umat-Nya. Sebuah kewaspadaan
yang tidak hanya dilakukan ketika pencobaan itu datang, tetapi di setiap waktu.
Itulah sebabnya Yesus meminta kepada murid-murid-Nya, “Berdoalah supaya kamu
jangan jatuh dalam pencobaan.” Doa pribadi kepada Allah adalah salah satu cara
menjaga hati kita dari pengaruh jahat yang mencoba menghancurkan iman kita.
Perkataan Yesus agar kita “bangun dan berdoa” menunjukkan betapa kita harus
selalu waspada terhadap godaan si jahat. Doa dan hubungan pribadi kita dengan
Allah menjadi kekuatan dan perisai agar kita tidak jatuh oleh pencobaan. Doa
kepada Allah membuat iman kita tidak ‘tertidur’, sebaliknya semakin bertumbuh
dan kuat --Samuel Yudi Susanto. DOA MEMANG TIDAK MENGHINDARKAN KITA DARI
PENCOBAAN, TETAPI MEMBERIKAN KEKUATAN AGAR KITA TIDAK JATUH DALAM PENCOBAAN.
Bp.
Anto – MDC
Syalom!
Pagi saudaraku. Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau,
janganlah engkau menurut (Amsal 1:10).
Katakan tidak! Kepada dosa! Tetap semangat.
Worship
Center Surabaya
Entah
karena tidak pernah mendapat didikan akan kebenaran atau karena merasa lelah
menjadi pihak yang (seolah-olah) kalah dalam pergulatan hidup di dunia atau
mungkin karena berpikir bahwa hidup akan jauh lebih mudah & menguntungkan
dengan cara-cara yang tidak jujur, sebagian orang memilih jalan yang keliru
untuk hidup di luar jalur-jalur kebenaran sejati. Tampak normal dari luar &
kejauhan, tapi hati & keseharian mereka dijalani dalam perbuatan-perbuatan
yang jahat & melawan perintah-perintah Tuhan. Mereka disebut sebagai
orang-orang fasik dalam Alkitab. Di sisi lain, ada orang-orang yang telah
dicerahkan oleh jamahan Tuhan, mereka menetapkan hati hidup lurus & taat
kehendak Tuhan meskipun (tampak) rugi. Mereka disebut orang-orang benar. Atas
kedua jenis orang itu, demikian yang disampaikan hikmat Tuhan: “Orang benar
diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya” (Amsal 11:8).
Itu artinya bisa jadi orang benar tampaknya selalu jadi yang terdahulu dalam
kesukaran, sedangkan orang-orang fasik seolah baik-baik saja & hidupnya
tampak mudah, penuh keberuntungan. Memang melangkah di jalan kebenaran tidak
mudah. Itu berarti menghadapi arus duniawi yang menentang jalan-jalan Tuhan.
Yesus mengumpamakan orang-orang benar di dunia ini bagai ‘domba di
tengah-tengah serigala ’(Mat.10:16). Meski kemalangan orang benar itu banyak,
pada waktunya orang-orang benar akan diselamatkan dari kesukaran (Maz. 34:20).
Sebab Tuhan, yang menentukan semua hasil akhir, ada di pihak mereka untuk
melepaskan mereka dari keadaan yang kritis, bahkan puncak dari segala krisis
yaitu maut. Sebaliknya, yang memilih hidup dalam kefasikan akan tertimpa
kesusahan besar oleh sebab mereka harus mempertanggungjawabkan kejahatan mereka
di hadapan Hakim yang Adil itu. Sebab itu, kita semestinya memilih untuk
selama-lamanya hidup dalam jalan-jalan Tuhan. Melangkah dengan yakin bahwa
semuanya tidak akan sia-sia. Segala kesukaran mungkin akan datang & menimpa
kita, namun Tuhan akan menjadi pembela & penyelamat kita. Maukah Anda setia
hidup dalam jalan-jalan Tuhan itu? Salam revival! GBU.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Kaya
raya bukan jaminan hidup terhormat. Tapi jujur, sopan, murah hati,tidak tamak
dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat »Bob Sadino«. Amsal 15:33 –
Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati
mendahului kehormatan. Mengejar kehormatan tanpa takut akan Tuhan adalah sia
sia, sopan dan murah hati baru bisa terjadi bila ada kasih didalam hati. Kasih
yang sejati hanya lahir dalam Yesus, bila kita memilikiNya maka kehormatan
sejati pasti menjadi milik kita, sebab Dia mengenal dan mengasihi kita sejak
kita masih berdosa. Bersyukurlah kepadaNya, sebab Dia sudah mengubah kita
menjadi manusia baru, Dia hapus segala dosa dan kesalahan kita bahkan Dia
mengangkat kita menjadi anakNya, itulah kehormatan yang tiada taranya.
No comments:
Post a Comment