Thursday, 28 January 2016

28 Januari 2016



HIGHER & DEEPER




Yohanes 8:12, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: ‘Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.’” Yesus adalah Terang yang sesungguhnya, DIA melenyapkan kegelapan dengan menerangi jalan yang benar kepada Allah dan Keselamatan. “Barangsiapa mengikut AKU” adalah bentuk kata kerja masa kini, yang menunjukkan suatu tindakan yang berkelanjutan, barangsiapa mengikut DIA terus menerus, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai Terang Hidup. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Tidak ada obat yang lebih manjur untuk mengobati sakit hati ketimbang hati yang mau bersyukur.” Xavier Quentin Pranata.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Prince of peace (Raja Damai). Kita punya damai maka kita punya segalanya, punya damai ada peningkatan dalam hidup kita. Minta dalam setiap doamu, Tuhan berkati mataku & bukakan untuk melihat jauh dari pada hal natural & hal dari roh dan penerobos dari segala kedagingan, untuk dapat melihat ha-hal yang indah. Semua hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin karena kekuatan kita ada di dalam Dia Tuhan yang berkuasa. Setelah kita menerima, mendengarkan kebenaran, kita harus percaya Tuhan yang memberi damai. Tuhan membuka mata kita supaya bisa melihat strategi di dalam roh. Hidup dalam firmanNya itu adalah posisi kita, itu adalah tempat kita, karena itu kita punya Bapa, punya Anak dan Roh Kudus. Jangan iman kita menjadi gugur, kita harus terus menguatkan saudara-saudara kita ini adalah kuncinya bagaimana membawa mandat kerajaan, kuatkan saudara yang lain, pengaruhi orang lain, perkenalkan damai kepada orang lain. Tuhan tidak akan ijinkan untuk lakukan sendiri, doa Yesus, Aku dan BapaKu menjadi satu sama seperti mereka menjadi satu didalam Aku. Kuasa satu orang bergerak satu orang: Lihat lewat mataNya Kristus, kuatkan satu dengan yang lain. Yesaya 33:5-51. Ia akan memberikan kestabilan, keselamatan & kekayaan. Hikmat, pengetahuan, takut akan Tuhan harta benda Sion. Negeri kita, kota kita, keluarga kita tidak sama lagi, mendapatkan kestabilan ada hikmat dengan takut akan Tuhan sebagai harta, ada Bapa didalam rumah mencari putraNya, Tuhan akan membangkitkan putra-putra dari kerajaan di negeri kita, Tuhan akan bawa orang-orang dari kota lain dibawa ke kota kita untuk bersinergi membangun Indonesia. Ini adalah terobosan pergi dan kuatkan saudara-saudara buat hidup orang lain menjadi kepenuhan Tuhan. Amin. Selamat pagi, tetap semangat selalu menjadi Conselor. JBU all .

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 28 Januari 2016. Tidak Mungkin! Tetapi Saul berkata kepada Daud: Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit (1 Samuel 17:33). Kisah pertempuran Daud melawan Goliat bukan sesuatu yang baru bagi mayoritas orang Kristen. Kebanyakan orang tentu sudah mendengar kisah kehebatan Daud, yang mengalahkan jagoan Filistin itu dalam hitungan detik. Kisah kepahlawanan Daud pun menempati daftar teratas dalam kisah-kisah Alkitab yang saya sukai. Sosok yang masih muda, sempat diremehkan oleh saudara-saudaranya, termasuk diremehkan oleh raja Saul, tetapi semuanya itu tak mengurungkan niat Daud untuk maju ke medan pertempuran. “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia.” Perkataan ini meluncur dari mulut Saul, raja Israel saat itu. Perkataan yang segera disusul dengan pernyataan Saul bahwa pengalaman Goliat jauh lebih unggul dari anak Isai itu. Namun, perkataan Saul tak melemahkan iman Daud. Ia segera bersaksi mengenai pengalaman pribadinya ketika menggembalakan kambing domba milik ayahnya. Daud pun menutup percakapan hari itu dengan keyakinan akan penyertaan Allah (ay. 37). Saul yang tak lagi punya alas an untuk melemahkan semangat Daud, akhirnya hanya bisa berkata, “Pergilah! Tuhan menyertai engkau.” Memang tak enak jika ada orang meremehkan atau kurang yakin dengan kemampuan kita. Perkataan “tidak mungkin” berpotensi melemahkan keyakinan, pengharapan, bahkan iman kita. Apalagi ketika perkataan tersebut disampaikan oleh orang-orang yang dekat dengan kita. Dalam kondisi demikian, kita perlu tetap memandang kepada Allah dan meyakini penyertaan-Nya—GHJ. PENYERTAAN ALLAH MEMBUAT SEGALA SESUATU MUNGKIN BAGI ORANG PERCAYA. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Kamis, 28 Januari 2016. Bacaan: Lukas 22:39-46. Setahun: Keluaran 32-34. Nats: Kata-Nya kepada mereka, ‘Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan’ (Lukas 22:46). BANGUN DAN BERDOA. Pada Juli 1991, seorang stuntman, Bobby Leach, mengarungi air terjun Niagara dalam gentong besi. Ia hanya menderita luka-luka ringan walaupun aksinya itu sangat berbahaya. Beberapa tahun kemudian, ketika Leach sedang berjalan-jalan di New Zealand, ia tergelincir karena menginjak kulit jeruk. Ia jatuh dan kakinya patah. Ia dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia karena mengalami komplikasi. Ia menderita luka-luka yang lebih berat ketika berjalan daripada ketika mengarungi Niagara. Ia mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi bahaya yang besar, namun ia tidak siap akan bahaya yang mengancam di jalan. Yesus memahami benar apa artinya menjaga hidup dengan penuh kewaspadaan dari ancaman Iblis yang dapat menjatuhkan iman-Nya dan umat-Nya. Sebuah kewaspadaan yang tidak hanya dilakukan ketika pencobaan itu datang, tetapi di setiap waktu. Itulah sebabnya Yesus meminta kepada murid-murid-Nya, “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh dalam pencobaan.” Doa pribadi kepada Allah adalah salah satu cara menjaga hati kita dari pengaruh jahat yang mencoba menghancurkan iman kita. Perkataan Yesus agar kita “bangun dan berdoa” menunjukkan betapa kita harus selalu waspada terhadap godaan si jahat. Doa dan hubungan pribadi kita dengan Allah menjadi kekuatan dan perisai agar kita tidak jatuh oleh pencobaan. Doa kepada Allah membuat iman kita tidak ‘tertidur’, sebaliknya semakin bertumbuh dan kuat --Samuel Yudi Susanto. DOA MEMANG TIDAK MENGHINDARKAN KITA DARI PENCOBAAN, TETAPI MEMBERIKAN KEKUATAN AGAR KITA TIDAK JATUH DALAM PENCOBAAN.

Bp. Anto – MDC
Syalom! Pagi saudaraku. Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut  (Amsal 1:10). Katakan tidak! Kepada dosa! Tetap semangat.

Worship Center Surabaya
Entah karena tidak pernah mendapat didikan akan kebenaran atau karena merasa lelah menjadi pihak yang (seolah-olah) kalah dalam pergulatan hidup di dunia atau mungkin karena berpikir bahwa hidup akan jauh lebih mudah & menguntungkan dengan cara-cara yang tidak jujur, sebagian orang memilih jalan yang keliru untuk hidup di luar jalur-jalur kebenaran sejati. Tampak normal dari luar & kejauhan, tapi hati & keseharian mereka dijalani dalam perbuatan-perbuatan yang jahat & melawan perintah-perintah Tuhan. Mereka disebut sebagai orang-orang fasik dalam Alkitab. Di sisi lain, ada orang-orang yang telah dicerahkan oleh jamahan Tuhan, mereka menetapkan hati hidup lurus & taat kehendak Tuhan meskipun (tampak) rugi. Mereka disebut orang-orang benar. Atas kedua jenis orang itu, demikian yang disampaikan hikmat Tuhan: “Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya” (Amsal 11:8). Itu artinya bisa jadi orang benar tampaknya selalu jadi yang terdahulu dalam kesukaran, sedangkan orang-orang fasik seolah baik-baik saja & hidupnya tampak mudah, penuh keberuntungan. Memang melangkah di jalan kebenaran tidak mudah. Itu berarti menghadapi arus duniawi yang menentang jalan-jalan Tuhan. Yesus mengumpamakan orang-orang benar di dunia ini bagai ‘domba di tengah-tengah serigala ’(Mat.10:16). Meski kemalangan orang benar itu banyak, pada waktunya orang-orang benar akan diselamatkan dari kesukaran (Maz. 34:20). Sebab Tuhan, yang menentukan semua hasil akhir, ada di pihak mereka untuk melepaskan mereka dari keadaan yang kritis, bahkan puncak dari segala krisis yaitu maut. Sebaliknya, yang memilih hidup dalam kefasikan akan tertimpa kesusahan besar oleh sebab mereka harus mempertanggungjawabkan kejahatan mereka di hadapan Hakim yang Adil itu. Sebab itu, kita semestinya memilih untuk selama-lamanya hidup dalam jalan-jalan Tuhan. Melangkah dengan yakin bahwa semuanya tidak akan sia-sia. Segala kesukaran mungkin akan datang & menimpa kita, namun Tuhan akan menjadi pembela & penyelamat kita. Maukah Anda setia hidup dalam jalan-jalan Tuhan itu? Salam revival! GBU.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Kaya raya bukan jaminan hidup terhormat. Tapi jujur, sopan, murah hati,tidak tamak dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat »Bob Sadino«. Amsal 15:33 – Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan. Mengejar kehormatan tanpa takut akan Tuhan adalah sia sia, sopan dan murah hati baru bisa terjadi bila ada kasih didalam hati. Kasih yang sejati hanya lahir dalam Yesus, bila kita memilikiNya maka kehormatan sejati pasti menjadi milik kita, sebab Dia mengenal dan mengasihi kita sejak kita masih berdosa. Bersyukurlah kepadaNya, sebab Dia sudah mengubah kita menjadi manusia baru, Dia hapus segala dosa dan kesalahan kita bahkan Dia mengangkat kita menjadi anakNya, itulah kehormatan yang tiada taranya.

No comments:

Post a Comment