Monday, 4 January 2016

4 Januari 2016



HIGHER & DEEPER



Hidup Berkeimpahan. Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Kata kerja mencari menunjuk terjadinya keasyikan terus menerus ketika mencari sesuatu/berusaha dengan sungguh-sungguh & tekun untuk memperoleh sesuatu. Apa yang kita cari? Ada 2 hal yaitu: Kerajaan Allah (pimpinan & kuasa Allah dinyatakan melalui kehidupan kita) & kebenaranNya: melalui Roh Kudus kita harus berusaha untuk taat pada perintahNya & memiliki kebenaran Kristus atau menunjukkan kasih Kristus terhadap sesama. Sudahkah kita mencari kedua hal tersebut? Kerajaan Allah & kebenaranNya sementara kita ada didunia agar Hidup Berkelimpahan?? Pilihan ditangan kita?.

Xavier Quentin Pranata
“Orang kaya sejati tidak tinggi hati.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Anto – MDC
Dear XBTNet-Leaders, T-G-I-M: T-hanks G-od I-t's M-onday. Ya...kita bersyukur hari ini adalah Senin pertama di tahun 2016 ini. Hari ini sebagian besar kita akan mulai kembali bekerja (sekolah/kuliah/melayani). Pada saat sibuk bekerja kita mengharapkan liburan, namun libur terlalu lama bisa begitu membosankan. Liburan musim panas yang terlalu lama seringkali menjadi masalah bagi banyak keluarga. Di Sweden 10 minggu, di Finland 11 minggu, di Italy 12 minggu, bahkan di Bulgaria 16 minggu. Di negara-negara ini di setiap musim panas, banyak anak-anak yang mengeluh bosan. Hal yang serupa terjadi pada mereka yang pensiun. Satu bulan pertama mereka sangat menikmatinya. Memasuki bulan kedua kebosanan mulai datang. Mengapa? Karena Allah menciptakan manusia untuk bekerja. Manusia pertama di tempatkan di taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu (Kej 2:15). Karena itu, mari dengan antusias kita kembali bekerja (sekolah / kuliah / pekerjaan / bisnis / melayani). Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah [Filipi 1:21-22a]. Be WiSe, Take the Wisdom for Sacred Life [Draw/WiSe/www.yadainstitute.org].

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Yeremia. 3:16. Karena kita adalah bait Allah, artinya kita adalah pembawa hadirat Tuhan. Tahun 2016 ini tiba-tiba di kantor, di rumah kita bahkan di dalam mobil kita akan merasa kehadiran Tuhan begitu kuat karena kita tidak mencari-cari tabut perjanjian lagi sebab Alkitab berkata tabut perjanjian tidak boleh dicari lagi. Karena kitalah tabut itu, tubuh kita adalah bait Allah. Kita akan beroperasi dengan anugerah kebangunan rohani sehingga kita menjadi pesannya, kita menjadi surat yang dapat dibaca, kapasitas kita akan ditingkatkan sehingga kita dapat menghasilkan. Akan terjadi suatu peningkatan dari ukuran keberadaan Tuhan di dalam hidup kita, ukuran kehadiran Tuhan di 2016 ini akan lebih dahsyat lagi, kalau kita sungguh-sungguh menyadari Tuhan memilih kita untuk tujuanNya bukan untuk diri kita walaupun Tuhan akan “memberkati” kita dengan luar biasa. Kita akan menjadi kesaksian, menjadi relevan bagi masyarakat, menjadi contoh teladan. Betapa bahagianya hidup ini bila kita sanggup menyelesaikan pekerjaan Bapa (amanat agung). Saudara, mari kita jadi saluran penyedia... Selamat siang. Jbu all.

Ibu Caroline – Bandung
Senin, 4 Januari 2016. Bacaan: Matius 5:13-16. Setahun: Kejadian 10-12. Nats: Kamu adalah garam dunia (Matius 5:13). GARAM ITU TERSEMBUNYI. Selain melezatkan makanan, garam lazim digunakan untuk mengawetkan makanan, mencegah pembusukan. Garam adalah alternatif terbaik untuk menghalau kuman dan mencegah infeksi karena gigitan serangga. Garam bisa digunakan untuk memadamkan api, juga mencairkan salju yang membeku. Melalui Google, kita masih bisa menemukan 14.000 lebih manfaat garam bagi kehidupan manusia. Tuhan Yesus menyamakan kita dengan garam, “Kamu adalah garam dunia.” Seperti garam yang memberi banyak manfaat, Tuhan ingin kita memberkati kehidupan banyak orang. Namun, hakikat garam itu bersifat laten atau tersembunyi. Tersamar, tak kentara, dan secukupnya saja. Tidakkah garam itu melezatkan makanan tanpa pernah menjadi makanan itu sendiri? Itu artinya menjadi garam dunia menuntut kita dalam memberkati tidak menonjolkan diri, memberi manfaat tanpa pamer diri. Tidak tampak superior, tidak populer, bahkan tanpa pamrih. Anda bukan superstar, tetapi dipilih Tuhan untuk membuka jalan bagi seorang bintang. Anda tetap tersembunyi meskipun sumbangsih Anda menyemarakkan dunia. Anda mewarnai keberhasilan orang lain tanpa menerima piala atau medali. Anda adalah pahlawan tak dikenal yang memerdekakan kehidupan orang lain. Tahukah Anda di balik sebutir garam itu tersembunyi kerendahan hati? Menjadi garam dunia itu bekerja dengan baik dan benar, tetap tulus dan jujur meski kelicikan dan kepicikan meruyak di negeri ini. Siapkah menggarami orang-orang di sekitar Anda, termasuk mereka yang menolak Anda? --Agus Santosa. MENJADI GARAM DUNIA BERARTI MEMBERKATI SESAMA DALAM KERENDAHAN HATI.

Worship Center Surabaya
Orang-orang percaya sejati tidak pernah berhenti mencari Tuhan. Mereka mencari Tuhan sepanjang waktu, dengan segenap hati. Bukan hanya pada saat-saat krisis atau terdesak dimana mereka butuh pertolongan. Bukan karena dorongan emosi atau terpengaruh suasana hati. Bukan karena terpaksa supaya Tuhan selalu memberikan berkat-Nya bagi mereka. Orang saleh yang menyadari benar bahwa dirinya telah ditebus dari maut & kini hidup oleh karena kasih Tuhan semata telah terpesona dengan pribadi Tuhan & rindu hidupnya dekat selalu dengan Allahnya. Hampir semua agama memiliki penganut-penganut yang taat. Mereka semua merasa sebagai para pencari Tuhan. Tak terkecuali orang-orang Kristen yang rajin & giat beribadah atau melakukan pelayanan-pelayanan rohani. Mereka yang mengikuti setiap ibadah doa, melakukan puasa berhari-hari lamanya, hampir tak pernah absen di setiap acara rohani -kerap memandang diri telah mencari Tuhan. Namun dengan cara apakah kita mengukur & menilai kita telah menjadi pencari-pencari Tuhan? Mazmur 119:10 mengatakan bahwa karena pemazmur mencari Tuhan dengan segenap hati, ia berdoa supaya jangan dibiarkan menyimpang dari perintah-perintah Tuhan. Artinya, hanya dengan berada selalu dalam jalur yang dikehendaki Tuhan & tidak menyimpang ke kanan & kiri, ia akan menemukan Tuhan. Sukar untuk bertemu raja atau penguasa suatu negara tanpa melalui protokoler (tata cara resmi & wajib) tertentu. Demikian pula demi sekedar melihat puncak gunung, perlu kita mematuhi persyaratan & petunjuk, memperhatikan larangan & rambu-rambu peringatan yang ada. Jalan menuju perjumpaan pribadi dengan Tuhan dicari melalui hidup hari demi hari dalam terang firman-Nya yang akan membawa kita makin mengenal Dia lebih lagi (Yoh. 14:21,23) -melampaui beberapa kali berpuasa atau berdoa hanya di saat-saat krisis & kritis di hidup kita! Orang yang mencari Tuhan sangat peduli hidupnya selaras & sesuai dengan tiap-tiap kebenaran firman-Nya sebab itulah yang akan membawa Tuhan makin nyata di hidup mereka (Hos. 6:3). Bagaimana dengan Anda? Salam revival!

No comments:

Post a Comment