HIGHER &
DEEPER
Hidup
Berkeimpahan.
Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka
semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Kata kerja mencari menunjuk
terjadinya keasyikan terus menerus ketika mencari sesuatu/berusaha
dengan sungguh-sungguh & tekun untuk memperoleh sesuatu. Apa yang kita
cari? Ada 2 hal yaitu: Kerajaan Allah (pimpinan & kuasa Allah
dinyatakan melalui kehidupan kita) & kebenaranNya: melalui Roh Kudus
kita harus berusaha untuk taat pada perintahNya & memiliki kebenaran
Kristus atau menunjukkan kasih Kristus terhadap sesama. Sudahkah kita mencari
kedua hal tersebut? Kerajaan Allah & kebenaranNya sementara kita ada
didunia agar Hidup Berkelimpahan?? Pilihan ditangan kita?.
Xavier
Quentin Pranata
“Orang
kaya sejati tidak tinggi hati.” Xavier Quentin Pranata.
Bp.
Anto – MDC
Dear
XBTNet-Leaders, T-G-I-M: T-hanks G-od I-t's M-onday. Ya...kita bersyukur hari
ini adalah Senin pertama di tahun 2016 ini. Hari ini sebagian besar kita akan
mulai kembali bekerja (sekolah/kuliah/melayani). Pada saat sibuk bekerja kita
mengharapkan liburan, namun libur terlalu lama bisa begitu membosankan. Liburan
musim panas yang terlalu lama seringkali menjadi masalah bagi banyak keluarga.
Di Sweden 10 minggu, di Finland 11 minggu, di Italy 12 minggu, bahkan di
Bulgaria 16 minggu. Di negara-negara ini di setiap musim panas, banyak
anak-anak yang mengeluh bosan. Hal yang serupa terjadi pada mereka yang
pensiun. Satu bulan pertama mereka sangat menikmatinya. Memasuki bulan kedua kebosanan
mulai datang. Mengapa? Karena Allah menciptakan manusia untuk bekerja. Manusia
pertama di tempatkan di taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu
(Kej 2:15). Karena itu, mari dengan antusias kita kembali bekerja (sekolah /
kuliah / pekerjaan / bisnis / melayani). Karena bagiku hidup adalah Kristus dan
mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti
bagiku bekerja memberi buah [Filipi 1:21-22a]. Be WiSe, Take the Wisdom for
Sacred Life [Draw/WiSe/www.yadainstitute.org].
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! Yeremia. 3:16. Karena kita adalah bait Allah, artinya kita adalah pembawa
hadirat Tuhan. Tahun 2016 ini tiba-tiba di kantor, di rumah kita bahkan di
dalam mobil kita akan merasa kehadiran Tuhan begitu kuat karena kita tidak
mencari-cari tabut perjanjian lagi sebab Alkitab berkata tabut perjanjian tidak
boleh dicari lagi. Karena kitalah tabut itu, tubuh kita adalah bait Allah. Kita
akan beroperasi dengan anugerah kebangunan rohani sehingga kita menjadi pesannya,
kita menjadi surat yang dapat dibaca, kapasitas kita akan ditingkatkan sehingga
kita dapat menghasilkan. Akan terjadi suatu peningkatan dari ukuran keberadaan
Tuhan di dalam hidup kita, ukuran kehadiran Tuhan di 2016 ini akan lebih
dahsyat lagi, kalau kita sungguh-sungguh menyadari Tuhan memilih kita untuk
tujuanNya bukan untuk diri kita walaupun Tuhan akan “memberkati” kita dengan
luar biasa. Kita akan menjadi kesaksian, menjadi relevan bagi masyarakat,
menjadi contoh teladan. Betapa bahagianya hidup ini bila kita sanggup
menyelesaikan pekerjaan Bapa (amanat agung). Saudara, mari kita jadi saluran
penyedia... Selamat siang. Jbu all.
Ibu
Caroline – Bandung
Senin,
4 Januari 2016. Bacaan: Matius 5:13-16. Setahun: Kejadian 10-12. Nats: Kamu
adalah garam dunia (Matius 5:13). GARAM ITU TERSEMBUNYI. Selain melezatkan
makanan, garam lazim digunakan untuk mengawetkan makanan, mencegah pembusukan.
Garam adalah alternatif terbaik untuk menghalau kuman dan mencegah infeksi
karena gigitan serangga. Garam bisa digunakan untuk memadamkan api, juga
mencairkan salju yang membeku. Melalui Google, kita masih bisa menemukan 14.000
lebih manfaat garam bagi kehidupan manusia. Tuhan Yesus menyamakan kita dengan
garam, “Kamu adalah garam dunia.” Seperti garam yang memberi banyak manfaat,
Tuhan ingin kita memberkati kehidupan banyak orang. Namun, hakikat garam itu
bersifat laten atau tersembunyi. Tersamar, tak kentara, dan secukupnya saja.
Tidakkah garam itu melezatkan makanan tanpa pernah menjadi makanan itu sendiri?
Itu artinya menjadi garam dunia menuntut kita dalam memberkati tidak
menonjolkan diri, memberi manfaat tanpa pamer diri. Tidak tampak superior,
tidak populer, bahkan tanpa pamrih. Anda bukan superstar, tetapi dipilih Tuhan
untuk membuka jalan bagi seorang bintang. Anda tetap tersembunyi meskipun
sumbangsih Anda menyemarakkan dunia. Anda mewarnai keberhasilan orang lain
tanpa menerima piala atau medali. Anda adalah pahlawan tak dikenal yang
memerdekakan kehidupan orang lain. Tahukah Anda di balik sebutir garam itu
tersembunyi kerendahan hati? Menjadi garam dunia itu bekerja dengan baik dan
benar, tetap tulus dan jujur meski kelicikan dan kepicikan meruyak di negeri
ini. Siapkah menggarami orang-orang di sekitar Anda, termasuk mereka yang
menolak Anda? --Agus Santosa. MENJADI GARAM DUNIA BERARTI MEMBERKATI SESAMA
DALAM KERENDAHAN HATI.
Worship
Center Surabaya
Orang-orang
percaya sejati tidak pernah berhenti mencari Tuhan. Mereka mencari Tuhan
sepanjang waktu, dengan segenap hati. Bukan hanya pada saat-saat krisis atau
terdesak dimana mereka butuh pertolongan. Bukan karena dorongan emosi atau
terpengaruh suasana hati. Bukan karena terpaksa supaya Tuhan selalu memberikan
berkat-Nya bagi mereka. Orang saleh yang menyadari benar bahwa dirinya telah
ditebus dari maut & kini hidup oleh karena kasih Tuhan semata telah
terpesona dengan pribadi Tuhan & rindu hidupnya dekat selalu dengan
Allahnya. Hampir semua agama memiliki penganut-penganut yang taat. Mereka semua
merasa sebagai para pencari Tuhan. Tak terkecuali orang-orang Kristen yang
rajin & giat beribadah atau melakukan pelayanan-pelayanan rohani. Mereka
yang mengikuti setiap ibadah doa, melakukan puasa berhari-hari lamanya, hampir
tak pernah absen di setiap acara rohani -kerap memandang diri telah mencari
Tuhan. Namun dengan cara apakah kita mengukur & menilai kita telah menjadi
pencari-pencari Tuhan? Mazmur 119:10 mengatakan bahwa karena pemazmur mencari
Tuhan dengan segenap hati, ia berdoa supaya jangan dibiarkan menyimpang dari
perintah-perintah Tuhan. Artinya, hanya dengan berada selalu dalam jalur yang
dikehendaki Tuhan & tidak menyimpang ke kanan & kiri, ia akan menemukan
Tuhan. Sukar untuk bertemu raja atau penguasa suatu negara tanpa melalui
protokoler (tata cara resmi & wajib) tertentu. Demikian pula demi sekedar
melihat puncak gunung, perlu kita mematuhi persyaratan & petunjuk,
memperhatikan larangan & rambu-rambu peringatan yang ada. Jalan menuju
perjumpaan pribadi dengan Tuhan dicari melalui hidup hari demi hari dalam
terang firman-Nya yang akan membawa kita makin mengenal Dia lebih lagi (Yoh.
14:21,23) -melampaui beberapa kali berpuasa atau berdoa hanya di saat-saat
krisis & kritis di hidup kita! Orang yang mencari Tuhan sangat peduli
hidupnya selaras & sesuai dengan tiap-tiap kebenaran firman-Nya sebab itulah
yang akan membawa Tuhan makin nyata di hidup mereka (Hos. 6:3). Bagaimana
dengan Anda? Salam revival!

No comments:
Post a Comment