Sunday, 10 January 2016

10 Januari 2016



HIGHER & DEEPER



Kekuatan Kristus. Roma 8:31, “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Adakah “musuh” yang akan berhasil mengalahkan kita?? Tidak ada . Karena Allah ada di pihak kita, dengan menyerahkan anakNya sendiri, Allah telah menunjukkan betapa besar dukunganNya bagi kita. Oleh karena itu, Filipi 4:13, Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Seringkali kita tidak mampu ‘berjalan sendiri’ kalau kita mengandalkan ‘kekuatan sendiri’ :(. Percayalah jika kita anak-anakNya yang mengandalkan kekuatan Tuhan maka IA ada “dipihak kita” (IA yang akan memberi ‘kekuatan’ bagi kita). Amin.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin. MURID YESUS. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yohanes 6:60. Dari nats yang terdapat pada kitab Yohanes 6:1-3 dikatakan orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mukjizat penyembuhan yang dilakukan Tuhan Yesus terhadap orang sakit dan selanjutnya Tuhan Yesus naik ke bukit diikuti oleh murid-muridNya, tetapi ketika Yesus naik ke atas bukit kemanakah orang banyak yang telah berbondong-bondong mengikuti Yesus? Disini bisa dilihat, bahwa kebanyakan orang hanya mau akan mukjizat Yesus, berkat dan makan, tapi kalau harus bersusah naik ke bukit, orang banyak itu tidak ikut. Mayoritas orang tidak mau yang tidak enak, maunya dengar yang enak-enak saja. Begitu mendengar kata yang keras yang diucapkan Tuhan Yesus, mayoritas orang banyak itu tersinggung dan akhirnya meninggalkan Yesus. Demikian juga dengan umat Tuhan masa kini, begitu mendengar khotbah yang keras dari gembalanya, bukannya menurut dan bertobat, tapi keluar dan pindah gereja. Seharusnya umat Tuhan harus sadar, bahwa pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib untuk menebus umatNya yang bersalah menjadi benar dan umat Tuhan percaya sudah dibenarkan sehingga juga harus hidup benar sesuai dengan firman Tuhan dalam pergaulan sehari-hari. Tetapi pasti percayalah mungkin dalam ratusan umat yang bisa ditemukan ada hanya dua tau tiga umat Tuhan yang perilakunya kaya gitu. Amin selamat sore, selamat berhari Minggu dan melayani. Jbu all.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
DAMPAK KEBAIKAN KEKRISTENAN. Dalam hidupnya, Mahatma Gandi, tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan India dengan cara damai, sering mengutip ayat-ayat di Alkitab. Seorang misionaris, E. Stanley Jones bertemu Gandhi bertanya, “Anda sering mengutip kata-kata KRISTUS, mengapa Anda kelihatannya keras menolak untuk menjadi pengikutNya?” “Saya tak pernah menolak KRISTUS. Saya suka KRISTUS Anda, tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda. Jika orang Kristen benar-benar hidup menurut ajaran KRISTUS, seperti yang saya pelajari dalam Alkitab, seluruh India sudah menjadi Kristen hari ini.” Kita akan mengerti mengapa Gandhi mempunyai pandangan itu jika kita melihat pada pengalamannya saat ia bekerja sebagai seorang pengacara di Afrika Selatan yang masih sistem apartheid pada waktu itu. Sebagai seorang anak muda, Gandhi sangat tertarik dengan Kekristenan & ia mempelajari Alkitab dengan serius. Di pagi minggu saat ia mau melangkah masuk ke gereja, seorang penerima tamu menghalang langkahnya. “Mau ke mana kamu orang kafir?” tanya seorang pria berkulit putih padanya dengan nada yang angkuh. Gandhi menjawab, “Saya ingin mengikuti ibadah di sini.” Penatua gereja itu membentaknya dengan berkata, “tidak ada ruang untuk orang kafir di gereja ini. Enyahlah dari sini atau saya akan meminta orang untuk melemparkan kamu keluar!” Suatu tindakan angkuh dari seorang yang seharusnya mewakili KRISTUS menghentikan langkah seorang Gandhi untuk menjadi orang Kristen, namun dia tak dapat menyangkal Kebenaran Ajaran & juga Teladan Hidup KRISTUS. Itulah yang membuatnya mengangkat hal-hal baik yang ditemukan dalam Ajaran KRISTUS & menerapkannya sebagai Falsafah Kehidupan. Bila kekristenan hanya dijalani secara SYARATnya & bukan HAKEKATnya, maka  tidak akan memberikan Dampak Kebaikan bagi kehidupan manusia secara menyeluruh. “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya” (Yesaya 32:17).

Worship Center Surabaya
Selagi kita melakukan ibadah tahun demi tahun, selayaknya kita makin memahami makna & inti dari ibadah-ibadah kita. Alkitab dengan jelas memberitahukan kita bahwa tidak semua ibadah diterima atau dikenan oleh Tuhan. Persembahan Kain tidak diindahkan Tuhan seperti yang dibawa Habel pada-Nya. Dalam taurat-taurat Musa, kita diberitahu bahwa Tuhan memiliki tata cara beserta bentuk-bentuk maupun benda-benda perlengkapan ibadah yang sedemikian rupa sehingga harus diperhatikan dengan cermat supaya menjadi suatu korban yang berbau harum di hadapan-Nya. Belakangan, meski beribadah menurut apa yang disuratkan dalam hukum-hukum tersebut, Tuhan masih memandang dengan hina semua ibadah & persembahan-persembahan yang dibawa di hadapan-Nya. Sebab Tuhan tidak hanya mencari pelaksanaan formal dalam ibadah kepada-Nya. Dia memperhitungkan hati & motif-motif di dalamnya. Maka peringatan-peringatan mengenai ibadah yang benar & berkenan di hadapan-Nya keluar melalui mulut nabi-nabi (Yes. 1:11-15,Yer. 6:20; Am. 5:21-27; Mal.1-3). Jelas ada ibadah yang menyukakan hati-Nya & ada yang tidak. Roma 12:1 menceritakan mengenai ibadah sejati yang berkenan di hadapan Tuhan. Masalahnya adalah apakah kita benar-benar tahu ibadah yang seperti apa yang diterima Tuhan itu? Supaya ibadah kita tidak sia-sia atau -yang lebih parah- malah menyebabkan murka Allah bangkit? Dan apakah sejauh ini kita sudah mempersembahkan di hadapan-Nya ibadah yang sejati itu? Setiap pribadi memiliki preferensi (pilihan kesukaan) masing-masing. Demikian pula pribadi Allah. Kita hanya mampu menyenangkan-Nya sesuai dengan apa yang memang disenangi hati-Nya atas setiap persembahan kita pada-Nya. Itu sebabnya dari waktu ke waktu kita diperintahkan untuk terus “berusaha mempelajari apa yang berkenan pada Tuhan” (Ef. 5:10, AMP). Penyembahan yang sesungguh-sungguhnya di hadapan Allah dimulai dari hubungan karib yang terus mencari apa yang tersimpan di hati-Nya. Dengan demikian kita tahu mana yang tepat menjadi kerinduan-Nya. Maukah Anda masuk & belajar lebih dalam akan hal ini? Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“Ibadah adalah berjumpa dengan Allah untuk mendapatkan petuah untuk melangkah agar tidak salah arah.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 10 Januari 2016. KRISTUS, Hidup Kita! Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, tampak kelak, kamu pun akan tampak bersama dengan Dia dalam kemuliaan (Kolose 3:4). Mantan bintang NBA, Larry Bird, pernah terpaksa tidak bertanding selama satu musim karena cedera kaki. Ia merasa tersiksa. Seorang wartawan bertanya bagaimana perasaannya selama berhenti dari dunia basket dan Bird mengakui ia mengalami kesukaran untuk menyesuaikan diri. Ia berkata, “Bola basket adalah kehidupan saya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan jika saya tidak bertanding.” Apakah yang dimaksudkan Bird dengan pernyataan itu? Ia bermaksud mengatakan bahwa bola basket (pertandingannya, latihannya, permainannya, pemainnya) telah menyita seluruh waktu dan perhatiannya. Ketika Paulus menulis tentang “Kristus, yang adalah hidup kita” (ay. 4) kepada jemaat di Kolose, ia menyatakan bahwa seorang pengikut Kristus seharusnya berpusat dan memberikan perhatian penuh pada pribadi Kristus. “Kristus yang adalah hidup kita” sesungguhnya memiliki arti bahwa pribadi-Nya, firman-Nya, kehidupan-Nya, adalah juga menjadi kehidupan kita. Tidak terpisahkan! Semuanya itu telah menyita seluruh waktu dan perhatian kita. Dalam kondisi apa pun kita mencari pribadi Kristus lebih dari yang lain. Pikiran kita disesuaikan dengan hikmat-Nya, hati kita dengan kehadiran-Nya, dan tangan kita dengan tujuan-Nya. Ke mana saja kita pergi dan apa saja yang kita lakukan, kita senantiasa berkata, “Kami ini utusan-utusan Kristus” (2 Kor. 5:20). Hati kita penuh dengan kerinduan untuk bertindak menurut apa yang dikehendaki-Nya. Demikianlah “Kristus menjadi hidup kita” —SYS. KETIKA KEBENARAN FIRMAN-NYA MENYATU DALAM KEHIDUPAN KITA, DEMIKIANLAH KRISTUS TELAH MENJADI HIDUP KITA. Selamat pagi. Selamat beribadah dan melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 122:1 – aku bersukacita ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN”. Wow... Ayo bergembiralah kalau ke Gereja. Semangat... Tuhan Yesus sediakan berkat-berkat jasmani terlebih berkat-berkat rohani. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.


No comments:

Post a Comment