HIGHER &
DEEPER
Kekuatan
Kristus. Roma 8:31, “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang
semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”
Adakah “musuh” yang akan berhasil mengalahkan kita?? Tidak ada . Karena Allah
ada di pihak kita, dengan menyerahkan anakNya sendiri, Allah telah menunjukkan
betapa besar dukunganNya bagi kita. Oleh karena itu, Filipi 4:13, “Segala
perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Seringkali kita tidak mampu ‘berjalan sendiri’ kalau kita mengandalkan
‘kekuatan sendiri’ :(. Percayalah jika kita anak-anakNya yang mengandalkan
kekuatan Tuhan maka IA ada “dipihak kita” (IA yang akan memberi ‘kekuatan’ bagi
kita). Amin.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin. MURID YESUS. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus
yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”
Yohanes 6:60. Dari nats yang terdapat pada kitab Yohanes 6:1-3 dikatakan orang
banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mukjizat
penyembuhan yang dilakukan Tuhan Yesus terhadap orang sakit dan selanjutnya
Tuhan Yesus naik ke bukit diikuti oleh murid-muridNya, tetapi ketika Yesus naik
ke atas bukit kemanakah orang banyak yang telah berbondong-bondong mengikuti
Yesus? Disini bisa dilihat, bahwa kebanyakan orang hanya mau akan mukjizat
Yesus, berkat dan makan, tapi kalau harus bersusah naik ke bukit, orang banyak
itu tidak ikut. Mayoritas orang tidak mau yang tidak enak, maunya dengar yang enak-enak
saja. Begitu mendengar kata yang keras yang diucapkan Tuhan Yesus, mayoritas
orang banyak itu tersinggung dan akhirnya meninggalkan Yesus. Demikian juga
dengan umat Tuhan masa kini, begitu mendengar khotbah yang keras dari
gembalanya, bukannya menurut dan bertobat, tapi keluar dan pindah gereja.
Seharusnya umat Tuhan harus sadar, bahwa pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib
untuk menebus umatNya yang bersalah menjadi benar dan umat Tuhan percaya sudah
dibenarkan sehingga juga harus hidup benar sesuai dengan firman Tuhan dalam
pergaulan sehari-hari. Tetapi pasti percayalah mungkin dalam ratusan umat yang
bisa ditemukan ada hanya dua tau tiga umat Tuhan yang perilakunya kaya gitu.
Amin selamat sore, selamat berhari Minggu dan melayani. Jbu all.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
DAMPAK
KEBAIKAN KEKRISTENAN. Dalam hidupnya, Mahatma Gandi, tokoh yang memperjuangkan
kemerdekaan India dengan cara damai, sering mengutip ayat-ayat di Alkitab.
Seorang misionaris, E. Stanley Jones bertemu Gandhi bertanya, “Anda sering
mengutip kata-kata KRISTUS, mengapa Anda kelihatannya keras menolak untuk
menjadi pengikutNya?” “Saya tak pernah menolak KRISTUS. Saya suka KRISTUS Anda,
tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda. Jika orang Kristen benar-benar
hidup menurut ajaran KRISTUS, seperti yang saya pelajari dalam Alkitab, seluruh
India sudah menjadi Kristen hari ini.” Kita akan mengerti mengapa Gandhi
mempunyai pandangan itu jika kita melihat pada pengalamannya saat ia bekerja
sebagai seorang pengacara di Afrika Selatan yang masih sistem apartheid pada
waktu itu. Sebagai seorang anak muda, Gandhi sangat tertarik dengan Kekristenan
& ia mempelajari Alkitab dengan serius. Di pagi minggu saat ia mau
melangkah masuk ke gereja, seorang penerima tamu menghalang langkahnya. “Mau ke
mana kamu orang kafir?” tanya seorang pria berkulit putih padanya dengan nada
yang angkuh. Gandhi menjawab, “Saya ingin mengikuti ibadah di sini.” Penatua
gereja itu membentaknya dengan berkata, “tidak ada ruang untuk orang kafir di
gereja ini. Enyahlah dari sini atau saya akan meminta orang untuk melemparkan
kamu keluar!” Suatu tindakan angkuh dari seorang yang seharusnya mewakili
KRISTUS menghentikan langkah seorang Gandhi untuk menjadi orang Kristen, namun
dia tak dapat menyangkal Kebenaran Ajaran & juga Teladan Hidup KRISTUS.
Itulah yang membuatnya mengangkat hal-hal baik yang ditemukan dalam Ajaran
KRISTUS & menerapkannya sebagai Falsafah Kehidupan. Bila kekristenan hanya
dijalani secara SYARATnya & bukan HAKEKATnya, maka tidak akan memberikan Dampak Kebaikan bagi
kehidupan manusia secara menyeluruh. “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh
damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk
selama-lamanya” (Yesaya 32:17).
Worship
Center Surabaya
Selagi
kita melakukan ibadah tahun demi tahun, selayaknya kita makin memahami makna
& inti dari ibadah-ibadah kita. Alkitab dengan jelas memberitahukan kita
bahwa tidak semua ibadah diterima atau dikenan oleh Tuhan. Persembahan Kain
tidak diindahkan Tuhan seperti yang dibawa Habel pada-Nya. Dalam taurat-taurat
Musa, kita diberitahu bahwa Tuhan memiliki tata cara beserta bentuk-bentuk
maupun benda-benda perlengkapan ibadah yang sedemikian rupa sehingga harus
diperhatikan dengan cermat supaya menjadi suatu korban yang berbau harum di
hadapan-Nya. Belakangan, meski beribadah menurut apa yang disuratkan dalam
hukum-hukum tersebut, Tuhan masih memandang dengan hina semua ibadah &
persembahan-persembahan yang dibawa di hadapan-Nya. Sebab Tuhan tidak hanya
mencari pelaksanaan formal dalam ibadah kepada-Nya. Dia memperhitungkan hati
& motif-motif di dalamnya. Maka peringatan-peringatan mengenai ibadah yang
benar & berkenan di hadapan-Nya keluar melalui mulut nabi-nabi (Yes.
1:11-15,Yer. 6:20; Am. 5:21-27; Mal.1-3). Jelas ada ibadah yang menyukakan
hati-Nya & ada yang tidak. Roma 12:1 menceritakan mengenai ibadah sejati
yang berkenan di hadapan Tuhan. Masalahnya adalah apakah kita benar-benar tahu
ibadah yang seperti apa yang diterima Tuhan itu? Supaya ibadah kita tidak
sia-sia atau -yang lebih parah- malah menyebabkan murka Allah bangkit? Dan
apakah sejauh ini kita sudah mempersembahkan di hadapan-Nya ibadah yang sejati
itu? Setiap pribadi memiliki preferensi (pilihan kesukaan) masing-masing.
Demikian pula pribadi Allah. Kita hanya mampu menyenangkan-Nya sesuai dengan
apa yang memang disenangi hati-Nya atas setiap persembahan kita pada-Nya. Itu
sebabnya dari waktu ke waktu kita diperintahkan untuk terus “berusaha
mempelajari apa yang berkenan pada Tuhan” (Ef. 5:10, AMP). Penyembahan yang
sesungguh-sungguhnya di hadapan Allah dimulai dari hubungan karib yang terus
mencari apa yang tersimpan di hati-Nya. Dengan demikian kita tahu mana yang
tepat menjadi kerinduan-Nya. Maukah Anda masuk & belajar lebih dalam akan
hal ini? Salam revival! GBU.
Xavier
Quentin Pranata
“Ibadah
adalah berjumpa dengan Allah untuk mendapatkan petuah untuk melangkah agar
tidak salah arah.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 10 Januari 2016. KRISTUS, Hidup Kita! Apabila Kristus, yang
adalah hidup kita, tampak kelak, kamu pun akan tampak bersama dengan Dia dalam
kemuliaan (Kolose 3:4). Mantan bintang NBA, Larry Bird, pernah terpaksa tidak
bertanding selama satu musim karena cedera kaki. Ia merasa tersiksa. Seorang
wartawan bertanya bagaimana perasaannya selama berhenti dari dunia basket dan
Bird mengakui ia mengalami kesukaran untuk menyesuaikan diri. Ia berkata, “Bola
basket adalah kehidupan saya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan jika
saya tidak bertanding.” Apakah yang dimaksudkan Bird dengan pernyataan itu? Ia
bermaksud mengatakan bahwa bola basket (pertandingannya, latihannya,
permainannya, pemainnya) telah menyita seluruh waktu dan perhatiannya. Ketika
Paulus menulis tentang “Kristus, yang adalah hidup kita” (ay. 4) kepada jemaat
di Kolose, ia menyatakan bahwa seorang pengikut Kristus seharusnya berpusat dan
memberikan perhatian penuh pada pribadi Kristus. “Kristus yang adalah hidup
kita” sesungguhnya memiliki arti bahwa pribadi-Nya, firman-Nya, kehidupan-Nya,
adalah juga menjadi kehidupan kita. Tidak terpisahkan! Semuanya itu telah
menyita seluruh waktu dan perhatian kita. Dalam kondisi apa pun kita mencari
pribadi Kristus lebih dari yang lain. Pikiran kita disesuaikan dengan
hikmat-Nya, hati kita dengan kehadiran-Nya, dan tangan kita dengan tujuan-Nya.
Ke mana saja kita pergi dan apa saja yang kita lakukan, kita senantiasa
berkata, “Kami ini utusan-utusan Kristus” (2 Kor. 5:20). Hati kita penuh dengan
kerinduan untuk bertindak menurut apa yang dikehendaki-Nya. Demikianlah
“Kristus menjadi hidup kita” —SYS. KETIKA KEBENARAN FIRMAN-NYA MENYATU DALAM
KEHIDUPAN KITA, DEMIKIANLAH KRISTUS TELAH MENJADI HIDUP KITA. Selamat pagi.
Selamat beribadah dan melayani. Tuhan Yesus memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
122:1 – aku bersukacita ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke
rumah TUHAN”. Wow... Ayo bergembiralah kalau ke Gereja. Semangat... Tuhan Yesus
sediakan berkat-berkat jasmani terlebih berkat-berkat rohani. Selamat ibadah
dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment