Saturday, 30 January 2016

30 Januari 2016



HIGHER & DEEPER




1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Amin. Saat kita dalam keadaan diberkati, sehat, semua baik adalah mudah bagi kita untuk mengucap syukur . Saat kita ada di lembah, saat dalam ‘ujian’ atau tantangan, bahkan kesedihan yang paling mendalam, dikecewakan oleh teman/saudara bahkan mungkin ditinggal atau kehilangan orang-orang yang kita cintai, tubuh dalam keadaan sakit, pekerjaan tidak menguntungkan? Masihkah kita bisa ‘mengucap syukur’?? Inilah yang Rasul Paulus minta kepada jemaat di Tesalonika juga kepada kita semua: “Mengucap syukurlah” dalam SEGALA HAL... . Biarlah Firman Tuhan pagi ini bukan hanya sekedar ‘informasi’ tapi jadikanlah mengucap syukur dalam segala hal menjadi pengalaman pribadi kita bersama Tuhan... sebab Itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
Yohanes 11:41-42 (TB) – Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” BAPA ajar kami supaya boleh mempunyai imam seperti YESUS.  Ketika kami berdoa bukan meminta tapi kami mengucap syukur...

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Markus 5:24-34 menceritakan sebuah contoh kongkrit dari perubahan pola pikir seorang perempuan yang menderita pendarahan selama 12 tahun. Kondisi wanita yang pendarahan menjadi semakin buruk walaupun ia berusaha menggunakan segala informasi, semua data-data tabib atau dukun yang dimilikinya, semua data pengobatan alternatif, sehingga dia sudah terprogram dengan apa yang ada di sekitarnya dan apa yang terbaik bagi dirinya. Ia telah sampai pada kesimpulan tentang dirinya dan kebutuhannya sampai barang-barangnya habis terjual tetapi tidak ada yang memberi faedah atau kesembuhan baginya. Tetapi dalam ayat 27 dikatakan dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus dan pendengarannya tentang Yesus mengubah segala sesuatu bagi dirinya. Apa yang didengarnya menerobos masuk ke dalam roh dan pikirannya, akibatnya terjadi karya supranatural yang memprogram ulang pemikirannya yang bertahun-tahun telah dipenuhi dengan kekalahan, kegagalan, ketakutan dan keterpurukan, pendengarannya tentang Yesus masuk kedalam hatinya yang paling dalam SEHINGGA MEMPROGRAM ULANG pikirannya untuk tidak lagi beroperasi dibawah pengaruh masa lalu, sehingga pola pikirnya tidak mengurung dia dalam siklus kekalahan. Perkataan yang didengarnya menarik dia keluar dari belenggu itu, dia tidak lagi memandang hal yang sama meskipun ia belum melihat nyata tetapi perkataan Yesus memberikan suatu paradigma dan pola pikir baru kepadanya. Hal itu mempengaruhi pemikirannya dan memberi kekuatan kepadanya untuk membayangkan pengharapan yang baru dalam pikirannya. Yaitu kesembuhan yang akan terjadi sehingga dalam ayat 28 dia mampu berpikir bahwa “asal kujamah saja jubahNya maka aku akan sembuh”. Iman yang timbul dari perubahan pola pikirannya dia mulai melihat apa yang ada dalam pikirannya bahwa apa yang menjadi visi dan mimpinya akan tergenapi. Hal itu membuat ia memahami proses dan tindakan yang diambilnya. Ia membuat keputusan untuk pergi dan seketika itu juga pendarahannya berhenti. Amin. Pemikiran yang baru membebaskan kita dari masa lalu membuat kita bangkit untuk masa kini untuk mengambil tindakan yang sudah diilhami untuk melihat mujizat terjadi. Selamat pagi, selamat berkarya.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
RAHASIA KEBAHAGIAAN. Negara mana menurut anda yang Penduduknya paling bahagia di dunia? Amerika Serikat? Bukan... China? Bukan... Uni Emirat Arab? Juga bukan... Menurut survei yang dilakukan Adrian White dari Universitas Leicester Inggris, negara yang penduduknya paling bahagia di dunia adalah Denmark. Nomor dua Swiss. Setelah itu Austria. Indonesia berada di urutan ke-64. Ini masih lebih baik di bandingkan, misalnya Thailand (76), China (82), Jepang (90), Korea Selatan (102), & India (125). Apa kunci kebahagiaan orang Denmark? Menurut survei itu, orang Denmark umumnya HIDUP dengan RASA CUKUP. Mereka memang tidak sekaya orang Amerika atau orang Jepang, tapi mereka SELALU BERSYUKUR dengan apa yang ada. Selain itu mereka cenderung punya Keinginan yang Realistis, tak pernah berharap macam-macam. Hal ini membuat setiap kesuksesan kecil pun bisa membuat mereka begitu gembira. Jika menemui kegagalan, biasanya mereka lebih mudah menerima & akan berusaha lagi. Paulus juga bisa digolongkan sebagai orang yang bahagia. Betul sekali, hidupnya tidak berkelimpahan secara materi, bahkan tidak jarang ia harus menderita kekurangan & kelaparan (2 Korintus 11:27). Namun dari surat-suratnya kita bisa melihat, betapa ia tidak pernah kehilangan Semangat & Sukacita. Mengapa? Karena Paulus selalu belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan” (Filipi 4:11). Kita juga bisa mengalami kebahagiaan walaupun hidup kita biasa-biasa saja, tidak secermelang atau sehebat orang lain, asal kita mau BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI & SELALU BERSYUKUR dengan apa yang ada pada kita. KEBAHAGIAAN LETAKNYA TIDAK DI LUAR DIRI KITA, TAPI DI DALAM HATI KITA. ”Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Filipi 4:6).

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 30 Januari 2016. Tetap Melayani. Lalu mereka pergi ke tanah Mesir, sebab mereka tidak mau mendengarkan suara TUHAN. Maka sampailah mereka di Tahpanhes (Yeremia 43:7). Bekerja di tempat yang nyaman tentu lebih membahagiakan daripada berada di tempat yang kurang kita sukai. Sayangnya, kita tidak selalu berada di tempat yang kita inginkan dan hal itu dapat mengecewakan kita. Kondisi ini lalu memengaruhi sikap kita dalam bekerja dan melayani. Apakah kita tetap berbahagia dan bekerja dengan setia sekalipun tempatnya kurang nyaman? Yeremia pernah mengalaminya. Saat itu, orang Israel yang tertinggal di Yerusalem mengalami tekanan yang hebat. Sayangnya, mereka tidak mencari pertolongan Tuhan dan lebih percaya kepada beberapa pemimpin yang tidak memiliki visi dan yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan. Atas perintah Tuhan, Yeremia tampil dan berusaha mencegah mereka untuk tidak mencari pertolongan ke Mesir. Tapi pemberitaan itu sia-sia dan bangsa itu justru menganggap nabi itu berbohong. Mereka marah dan menawan Yeremia untuk ikut pergi bersama mereka. Sungguh suatu pengalaman yang menyesakkan bagi Yeremia. Karena ditawan, ia terpaksa ikut ke Mesir sehingga nyawanya terancam. Ya, menurut nubuat firman Tuhan, peperangan, kelaparan dan sakit-penyakit akan menyerang mereka di Mesir (42:22). Sungguhpun demikian, ia tetap setia menyampaikan suara Tuhan kepada orang-orang yang keras hati itu. Dalam menjalani hidup, kita tidak selalu berada di tempat yang yang kita inginkan. Meski tampaknya berat, biarlah komitmen dan kesetiaan kita untuk melayani-Nya tidak berubah. Allah, sumber kasih karunia itu, akan melimpahkan kekuatan-Nya, memampukan kita —SYS. KESULITAN HIDUP MENGUJI KESETIAAN KITA, ANUGERAH TUHAN MEMAMPUKAN KITA MENGHADAPINYA. Selamat pagi. Selamat menikmati waktu bersama keluarga. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
“Hanya doa adalah salah. Yang benar doa adalah segalanya.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 28:6 – Terpujilah TUHAN, karena IA telah mendengar suara permohonanku! Wow... Luar biasa, doa kita TUHAN bisa mendengar dan menjawab-NYA. Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment