HIGHER &
DEEPER
Yesaya
61:1-11. Ayat 3b: “supaya orang menyebutkan mereka
‘pohon tarbantin kebenaran’, ‘tanaman TUHAN’ untuk memperlihatkan
keagungan-Nya.” Akar pohon Tarbatin dapat menjulur sampai kedalaman 45-65
meter untuk mencari sumber air murni untuk kehidupannya. Sebagai anak-anak
Tuhan, apakah kita yakin & percaya bahwa Tuhan Yesus adalah “SUMBER MATA
AIR Kehidupan” bagi kita secara
pribadi? Alkitab menyebutkan bahwa pohon tarbatin adalah Tanaman Tuhan,
kita juga akan menjadi “Tanaman Tuhan” bila kita berakar kuat didalam DIA.
Berapa dalam akar sebuah pohon akan menetukan berapa lama pohon itu teguh
berdiri? PASTI kan kita semua berakar & berdasar untuk dapat menang dalam
menghadapi tantangan kehidupan. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Amsal
22:4 – Ganjaran KERENDAHAN HATI dan takut akan TUHAN adalah kekayaan,
kehormatan dan kehidupan! Luar biasa. Yukkk belajar rendah hati dan hidup
benar. Pasti sip! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! PENGARUH PENGALAMAN BURUK DIHAPUS DENGAN PENGALAMAN BARU. Yesaya
30:18-24. 1.) Hal apakah yang akan dilakukan oleh Sion (gereja Tuhan) terhadap
berhala-berhala yang di sebutkan di ayat 22. Engkau akan menganggap najis
patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau
akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: “keluar!” Kita
harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama siang; akan datang malam,
dimana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja (Yohanes 9:4). Selamat pagi,
selamat dalam menjalankan tugas bersama Tuhan Yesus. JBU all.
Xavier
Quentin Pranata
“Mari
nyalakan kembali api cinta agar dunia tidak lagi bersimbah darah dan air mata.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Jumat, 15 Januari 2016. Berbahagia Dalam Penderitaan. Bersukacitalah,
sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu
juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya (1
Petrus 4:13). Richard Wurmbrand adalah gembala dari Rumania. Ia menghabiskan
empat belas tahun di penjara akibat melayani di gereja bawah tanah. Walaupun
berkali-kali disesah, dipukuli setiap hari, dan berbulan-bulan tak melihat
matahari, semangatnya tak mengendur untuk memberitakan Injil. Ungkapannya yang
indah berbunyi, “Penjara bukanlah rintangan bagi kehidupan seorang Kristen yang
berguna.” Kini, penjara tempat ia disiksa telah menjadi tempat ibadah. Richard
membuktikan bahwa dalam penderitaannya kebenaran Tuhan menyertainya. Entah apa
yang akan terjadi seandai Richard menyangkal imannya saat masa-masa sulit itu.
Kini ia bisa tersenyum karena kesetiaannya tak sia-sia. Jauh sebelum Richard,
orang percaya telah mengalami berbagai penganiayaan. Ya, orang percaya tidak
perlu merasa heran jika mereka ditentang karena iman mereka. Petrus
mengingatkan, “Janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu
sebagai ujian.” Ia melanjutkan, “Karena itu tetaplah bersukacita dan berbahagia
dalam penderitaan karena nama Kristus.” Kenyataannya tak semua orang percaya
memahami perkataan ini dan bisa melakoninya. Mengapa? Hanya mereka yang
sungguh-sungguh mengenal Allah dengan baik yang akan dimampukan menjalaninya.
Mereka akan bersukacita dan berbahagia dalam penganiayaan sekalipun. Mereka
tahu dan percaya bahwa dalam segala hal Allah turut bekerja untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka. Dalam penderitaan pun mereka tetap memuliakan Allah.
Bagaimana dengan kita? —PRB. PENDERITAAN KARENA KEBENARAN YANG KITA ALAMI
ADALAH ANUGERAH YANG JUSTRU PATUT KITA SYUKURI. Selamat pagi. Ucapkanlah syukur
senantiasa. Tuhan Yesus memberkati.
Worship
Center Surabaya
Kasih
itu tidak cemburu, kata Paulus (1 Kor. 13:4). Namun Allah yang adalah kasih
menyebut diri-Nya dengan sebagai Yang Cemburuan (Kel. 34:14; Ul. 4:24; 6:15).
Bagaimana bisa? Mari meneliti lebih dalam supaya pemahaman kita tiada sesat.
Banyak yang tidak memahami bahwa rasa cemburu merupakan suatu perasaan yang
sangat kuat & menyala-nyala. Bagaikan api yang membakar jiwa sehingga
seseorang yang dikuasai olehnya tidak akan dapat menahan diri untuk tidak
melakukan sesuatu. Dan sama seperti halnya api, kecemburuan dapat diarahkan
pada hal-hal yang bermanfaat atau sebaliknya, mendatangkan kerusakan yang besar.
Kecemburuan ialah ekspresi lain dari cinta yang teramat besar. Pribadi-pribadi
penuh cinta umumnya ialah pribadi-pribadi yang cemburuan. Itulah yang
ditunjukkan oleh Allah kita. Kasih-Nya yang begitu besar pada kita TIDAK
MERELAKAN kita menjadi milik yang lain kecuali diri-Nya. Tapi bukan demi kesenangan &
kepentingan-Nya, melainkan demi kebaikan, kebahagiaan & keselamatan kita
yang sangat dicintai-Nya. Kecemburuan yang sangat besar membuat-Nya mengusahakan
& memberikan yang terbaik agar kita tidak rugi, celaka atau binasa. Inilah
yang membedakan dengan cemburu yang berasal dari kasih yang amat besar tapi
tidak murni yaitu kasih yang masih berpusat pada diri sendiri -yang tidak
menerima orang lain tampak lebih baik dari dirinya, yang lalu berusaha memastikan
agar dirinyalah yang menjadi pusat perhatian. Gairah besar yang berpusat diri
ini disebut sebagai iri hati, dengki & sirik yang bisa berujung pada
perbuatan-perbuatan dosa yang lebih nyata & paling merusak sifatnya (misal
Kej. 4:1-8). Kasih sejati itu melahirkan cemburu ilahi (2 Kor. 11:2), suatu
gairah yang tidak akan berdiam diri membiarkan yang dikasihinya tersesat &
binasa namun supaya berkemenangan & selamat dalam Kristus. Kasih ini
bersuka melihat yang terbaik dari Tuhan terjadi pada yang dicintainya. Kasih
pada diri sendiri hanya fokus pada keuntungan diri, yang akan melakukan apapun
supaya dirinya diperhatikan & menjadi yang paling dicintai. Yang manakah
kasih Anda? Salam revival! GBU.

No comments:
Post a Comment