Friday, 15 January 2016

15 Januari 2016



HIGHER & DEEPER



Yesaya 61:1-11.  Ayat 3b: “supaya orang menyebutkan mereka ‘pohon tarbantin kebenaran’, ‘tanaman TUHAN’ untuk memperlihatkan keagungan-Nya.” Akar pohon Tarbatin dapat menjulur sampai kedalaman 45-65 meter untuk mencari sumber air murni untuk kehidupannya. Sebagai anak-anak Tuhan, apakah kita yakin & percaya bahwa Tuhan Yesus adalah “SUMBER MATA AIR  Kehidupan” bagi kita secara pribadi? Alkitab menyebutkan bahwa pohon tarbatin adalah Tanaman Tuhan, kita juga akan menjadi “Tanaman Tuhan” bila kita berakar kuat didalam DIA. Berapa dalam akar sebuah pohon akan menetukan berapa lama pohon itu teguh berdiri? PASTI kan kita semua berakar & berdasar untuk dapat menang dalam menghadapi tantangan kehidupan. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Amsal 22:4 – Ganjaran KERENDAHAN HATI dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan! Luar biasa. Yukkk belajar rendah hati dan hidup benar. Pasti sip! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! PENGARUH PENGALAMAN BURUK DIHAPUS DENGAN PENGALAMAN BARU. Yesaya 30:18-24. 1.) Hal apakah yang akan dilakukan oleh Sion (gereja Tuhan) terhadap berhala-berhala yang di sebutkan di ayat 22. Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: “keluar!” Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama siang; akan datang malam, dimana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja (Yohanes 9:4). Selamat pagi, selamat dalam menjalankan tugas bersama Tuhan Yesus. JBU all.

Xavier Quentin Pranata
“Mari nyalakan kembali api cinta agar dunia tidak lagi bersimbah darah dan air mata.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 15 Januari 2016. Berbahagia Dalam Penderitaan. Bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya (1 Petrus 4:13). Richard Wurmbrand adalah gembala dari Rumania. Ia menghabiskan empat belas tahun di penjara akibat melayani di gereja bawah tanah. Walaupun berkali-kali disesah, dipukuli setiap hari, dan berbulan-bulan tak melihat matahari, semangatnya tak mengendur untuk memberitakan Injil. Ungkapannya yang indah berbunyi, “Penjara bukanlah rintangan bagi kehidupan seorang Kristen yang berguna.” Kini, penjara tempat ia disiksa telah menjadi tempat ibadah. Richard membuktikan bahwa dalam penderitaannya kebenaran Tuhan menyertainya. Entah apa yang akan terjadi seandai Richard menyangkal imannya saat masa-masa sulit itu. Kini ia bisa tersenyum karena kesetiaannya tak sia-sia. Jauh sebelum Richard, orang percaya telah mengalami berbagai penganiayaan. Ya, orang percaya tidak perlu merasa heran jika mereka ditentang karena iman mereka. Petrus mengingatkan, “Janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian.” Ia melanjutkan, “Karena itu tetaplah bersukacita dan berbahagia dalam penderitaan karena nama Kristus.” Kenyataannya tak semua orang percaya memahami perkataan ini dan bisa melakoninya. Mengapa? Hanya mereka yang sungguh-sungguh mengenal Allah dengan baik yang akan dimampukan menjalaninya. Mereka akan bersukacita dan berbahagia dalam penganiayaan sekalipun. Mereka tahu dan percaya bahwa dalam segala hal Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka. Dalam penderitaan pun mereka tetap memuliakan Allah. Bagaimana dengan kita? —PRB. PENDERITAAN KARENA KEBENARAN YANG KITA ALAMI ADALAH ANUGERAH YANG JUSTRU PATUT KITA SYUKURI. Selamat pagi. Ucapkanlah syukur senantiasa. Tuhan Yesus memberkati.

Worship Center Surabaya
Kasih itu tidak cemburu, kata Paulus (1 Kor. 13:4). Namun Allah yang adalah kasih menyebut diri-Nya dengan sebagai Yang Cemburuan (Kel. 34:14; Ul. 4:24; 6:15). Bagaimana bisa? Mari meneliti lebih dalam supaya pemahaman kita tiada sesat. Banyak yang tidak memahami bahwa rasa cemburu merupakan suatu perasaan yang sangat kuat & menyala-nyala. Bagaikan api yang membakar jiwa sehingga seseorang yang dikuasai olehnya tidak akan dapat menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu. Dan sama seperti halnya api, kecemburuan dapat diarahkan pada hal-hal yang bermanfaat atau sebaliknya, mendatangkan kerusakan yang besar. Kecemburuan ialah ekspresi lain dari cinta yang teramat besar. Pribadi-pribadi penuh cinta umumnya ialah pribadi-pribadi yang cemburuan. Itulah yang ditunjukkan oleh Allah kita. Kasih-Nya yang begitu besar pada kita TIDAK MERELAKAN kita menjadi milik yang lain kecuali diri-Nya.  Tapi bukan demi kesenangan & kepentingan-Nya, melainkan demi kebaikan, kebahagiaan & keselamatan kita yang sangat dicintai-Nya. Kecemburuan yang sangat besar membuat-Nya mengusahakan & memberikan yang terbaik agar kita tidak rugi, celaka atau binasa. Inilah yang membedakan dengan cemburu yang berasal dari kasih yang amat besar tapi tidak murni yaitu kasih yang masih berpusat pada diri sendiri -yang tidak menerima orang lain tampak lebih baik dari dirinya, yang lalu berusaha memastikan agar dirinyalah yang menjadi pusat perhatian. Gairah besar yang berpusat diri ini disebut sebagai iri hati, dengki & sirik yang bisa berujung pada perbuatan-perbuatan dosa yang lebih nyata & paling merusak sifatnya (misal Kej. 4:1-8). Kasih sejati itu melahirkan cemburu ilahi (2 Kor. 11:2), suatu gairah yang tidak akan berdiam diri membiarkan yang dikasihinya tersesat & binasa namun supaya berkemenangan & selamat dalam Kristus. Kasih ini bersuka melihat yang terbaik dari Tuhan terjadi pada yang dicintainya. Kasih pada diri sendiri hanya fokus pada keuntungan diri, yang akan melakukan apapun supaya dirinya diperhatikan & menjadi yang paling dicintai. Yang manakah kasih Anda? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment